NovelToon NovelToon
Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:647
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Perhatian!!!
Harap bijak dalam membaca.Terima kasih 🙏 🫶

Elian sang Ice Prime Ministry selalu bersitegang
dengan Lyra the Iron Rose, CEO De La Vega Corporate yang menangani cyber security dan peralatan militer. Namun, siapa sangka keduanya memiliki hubungan terlarang yang sangat panas dan romantis dan penuh tantangan. Dimulai dari perjodohan dengan orang lain yang dilakukan oleh keluarga dan partai mereka, sehingga mereka memiliki misi untuk membatalkan perjodohan. Selain itu pengkhianatan yang dilakukan keluarga mereka sendiri tidak kalah peliknya.

Apak Elian dan Lyra bisa bersatu dan memiliki hidup normal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Papan Catur

Gedung pusat De la Vega Corporate tampak seperti benteng perak yang sedang dikepung. Di luar, kerumunan wartawan finansial berkumpul, mencoba mendapatkan pernyataan mengenai audit pajak mendadak yang diperintahkan oleh kantor Perdana Menteri. Di dalam, suasana jauh lebih mencekam. Lyra Selene melangkah melewati koridor marmer menuju ruang rapat utama, langkah kakinya yang tegas bergema, memecah kesunyian yang tegang.

Ia tahu bahwa "serangan" Elian adalah bagian dari rencana mereka, namun melihat kepanikan di wajah para stafnya membuatnya menyadari betapa mahalnya harga dari sandiwara ini.

Tekanan Dewan Direksi

Saat Lyra memasuki ruang rapat, dua belas anggota dewan direksi sudah menunggu dengan wajah-wajah yang menunjukkan kecemasan luar biasa. Di ujung meja, Don Marco duduk sebagai pengamat, matanya yang dingin terus mengawasi setiap gerak-gerik putrinya.

"Nona De la Vega," salah satu direktur senior, Tuan Vance, membuka suara dengan nada gemetar. "Tindakan Elian Valerius pagi ini telah memangkas nilai saham kita sebesar empat persen dalam dua jam. Dia tidak hanya mengaudit, dia menuduh kita melakukan penggelapan dana dalam proyek infrastruktur publik. Jika ini terus berlanjut, kontrak Project Xylos dengan pemerintah akan ditinjau ulang."

Lyra meletakkan tablet digitalnya di meja dengan suara berdebam yang terkontrol. "Tuan-tuan, harap tenang. Ini hanyalah gertakan politik dari seorang Perdana Menteri yang ingin menunjukkan taringnya setelah skandal internal di kabinetnya sendiri. Valerius sedang mencari kambing hitam untuk mengalihkan isu Mateo Valerius, dan dia memilih kita karena kita adalah raksasa yang paling terlihat."

"Tapi dampaknya nyata, Lyra!" sela Don Marco, suaranya berat dan penuh intimidasi. "Pasar tidak peduli pada gertakan. Mereka peduli pada angka. Valerius sedang mencoba mencekik leher kita. Apa rencanamu untuk membalasnya?"

Lyra menatap ayahnya, memberikan tatapan menantang yang sudah ia persiapkan. "Aku akan membalasnya dengan cara yang paling ia takuti. Jika dia ingin transparansi, kita akan berikan dia transparansi yang meluap-luap. Aku akan merilis data efisiensi Project Xylos yang membuktikan bahwa pemerintah justru berhutang pada teknologi kita. Aku akan menyerang balik legitimasinya dalam mengelola anggaran teknologi nasional."

Strategi ini berisiko, namun Lyra tahu Elian akan mengerti. Ini adalah serangan balasan yang "terencana" untuk membuat permusuhan mereka terlihat semakin autentik di mata Don Marco dan publik.

Pertemuan di Garis Depan

Sore harinya, sebuah acara formal di Istana Kepresidenan menjadi panggung bagi konfrontasi publik pertama mereka sejak skandal itu. Acara itu adalah peresmian monumen perdamaian, namun semua mata tertuju pada Lyra dan Elian.

Saat mereka berpapasan di aula besar yang dikelilingi oleh ratusan kamera, atmosfer seolah-olah membeku. Elian berdiri tegak dengan setelan jas gelapnya, wajahnya menunjukkan ketegasan seorang pemimpin yang tidak kenal kompromi. Lyra berdiri di hadapannya, mengenakan gaun abu-abu baja yang membuatnya tampak seperti prajurit di medan perang korporasi.

"Tuan Perdana Menteri," suara Lyra terdengar dingin dan tajam, cukup keras untuk ditangkap oleh mikrofon wartawan di dekatnya. "Audit Anda adalah penghinaan terhadap integritas De la Vega. Jangan mengira Anda bisa menggunakan perusahaan kami untuk menutupi kekacauan di kabinet Anda sendiri."

Elian menatapnya dengan pandangan merendahkan yang sangat meyakinkan. "Nona De la Vega, tidak ada perusahaan yang berada di atas hukum. Jika De la Vega bersih, Anda tidak perlu takut pada audit. Kecuali, tentu saja, jika ada rahasia yang Anda sembunyikan di bawah tumpukan kode Xylos itu."

Tangan Lyra mengepal di sisi tubuhnya, sebuah akting frustrasi yang sempurna. "Anda akan menyesali serangan ini, Tuan Valerius."

"Aku menantikan tantangan Anda," balas Elian dengan senyum tipis yang mematikan.

Bagi publik, itu adalah deklarasi perang. Namun bagi mereka berdua, itu adalah pertukaran sinyal. Elian memberikan kode melalui gerakan tangannya yang menyesuaikan jam tangan, sebuah instruksi bahwa ia telah menanamkan dokumen "pertahanan" di server pribadi Lyra yang akan membuat audit tersebut gagal dengan sendirinya tanpa merugikan De la Vega secara permanen.

Kesunyian di Balik Layar

Malam harinya, Lyra kembali ke rumahnya dengan rasa lelah yang luar biasa. Ia tahu ayahnya masih mengawasinya melalui laporan intelijen. Ia duduk di ruang kerjanya, menatap dokumen yang dikirimkan Elian secara rahasia.

Dokumen itu berisi bukti-bukti celah hukum yang bisa digunakan Lyra untuk menghentikan audit tersebut. Namun di akhir dokumen, terdapat satu catatan kecil terenkripsi yang hanya bisa dibaca oleh perangkat Lyra.

“Don Marco telah menyewa penyelidik eksternal dari luar Aethelion. Dia tidak lagi percaya pada intelijen lokal. Jangan melakukan kontak apa pun melalui frekuensi radio kita yang biasa. Dia mulai memeriksa riwayat frekuensi di rumahmu.”

Lyra merasa hawa dingin menjalar di punggungnya. Ayahnya benar-benar tidak berhenti. Strategi serangan pajak mungkin berhasil mengalihkan perhatian publik, tetapi Don Marco sedang melakukan operasi senyap yang jauh lebih dalam.

Lyra menghapus total pesan tersebut, seakan-akan tidak pernah terkirim oleh Elian kepadanya. Ia mengatur ulang enkripsi pesan tersebut agar musnah selamanya. Lyra melihat ke layar loading tabletnya dalam diam.

Ia teringat kata-kata Elian di bunker: "Sampai kita memiliki cukup kekuatan untuk menghancurkan panggungnya sendiri."

Lyra mengepalkan tangannya. Ia harus segera mencari cara untuk melemahkan posisi ayahnya di dewan direksi secara halus, agar ia memiliki ruang gerak yang lebih besar. Perang ini bukan lagi sekadar antara De la Vega dan Valerius, melainkan perang untuk kemerdekaan mereka dari patriark yang mengendalikan setiap inci kehidupan mereka.

Di istana, Elian berdiri di balkonnya, menatap ke arah gedung De la Vega di kejauhan. Ia memegang segelas wiski, pikirannya terus berputar memikirkan langkah selanjutnya. Ia tahu Don Marco sedang mendekat, dan ia harus siap untuk mengorbankan sesuatu yang besar untuk melindungi Lyra.

"Permainan belum berakhir, Marco," bisik Elian pada kegelapan malam. "Dan kali ini, pion yang kau remehkan akan menjadi ratu yang menjatuhkanmu."

1
T28J
Awwwww... baru eps 4 udah enak enak 🤭👍
lanjutkan kak
Amila FM,IG:amilaeditslife: semoga suka ya kak 🙏
total 1 replies
T28J
hadir kk✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!