NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16 : Hutan

Hutan Perburuan Kekaisaran Daxuan diselimuti kabut tipis saat rombongan kerajaan tiba. Kaisar Long Wei tampak gagah di atas kuda putihnya, busur emas melingkar di bahunya. Di sampingnya, Selir Ning mengenakan pakaian berkuda yang ketat, matanya terus melirik ke arah Lin Yue yang duduk di atas kuda cokelat besar yang sengaja dipilihkan untuk menahan beban tubuhnya.

​"Permaisuri, berhati-hatilah," ucap Long Wei dengan nada dingin yang palsu. "Hutan ini penuh dengan binatang buas. Jangan sampai berat badanmu membuat kuda itu lelah dan kau tertinggal sendirian."

​Lin Yue hanya menarik napas dalam, merasakan aroma tanah basah. Di bawah hanfu pendeknya, ia mengenakan pelindung lengan pemberian Han Shuo.

"Terima kasih atas perhatiannya, Yang Mulia. Tapi biasanya, binatang buas lebih takut pada mangsa yang tidak bisa mereka telan sekaligus."

​Terompet perburuan berbunyi. Para prajurit dan bangsawan memacu kuda mereka masuk ke dalam hutan yang lebat.

Sesuai rencana musuh, dalam waktu singkat, rombongan Lin Yue terpisah. Beberapa pengawal yang seharusnya menjaganya tiba-tiba menghilang di balik semak belukar, meninggalkan Lin Yue sendirian di sebuah lembah kecil yang sunyi.

​Sunyi yang tidak wajar.

​Srak!

​Anak panah meluncur dari balik pohon. Lin Yue secara refleks merundukkan kepalanya. Anak panah itu menghantam pohon tepat di belakangnya.

​"Keluar kalian tikus-tikus kecil!" teriak Lin Yue. Ia melompat turun dari kudanya. Meski tubuhnya masih berat, ia mendarat dengan kuda-kuda yang kokoh.

​Sepuluh pria berpakaian hitam, menutupi wajah mereka, muncul dari balik bayang-bayang pohon. Mereka memegang pedang pendek dan belati. Ini bukan prajurit istana; ini adalah pembunuh bayaran profesional.

​"Sayang sekali, Permaisuri," salah satu dari mereka bersuara parau. "Kepalamu dihargai sangat mahal. Dan membunuh wanita gemuk sepertimu seharusnya mudah."

​"Mudah?" Lin Yue mengepalkan tangannya. Ia melepaskan jubah luarnya, memperlihatkan lengan yang kini lebih padat oleh otot. "Ayo, ronde pertama dimulai."

​Pembunuh pertama menerjang dengan pedang. Lin Yue tidak menghindar terlalu jauh. Ia menggunakan berat tubuhnya untuk melakukan side-step kecil, lalu mengirimkan sebuah counter-punch tepat ke arah ulu hati lawan.

​Bugh!

​Pria itu terangkat dari tanah, napasnya terputus seketika, dan ia jatuh pingsan dengan tulang rusuk hancur.

​Tiga orang lainnya menyerang bersamaan. Lin Yue menggunakan pelindung lengan bajanya untuk menangkis sabetan pedang, percikan api memercik di kegelapan hutan. Ia meraih kepala salah satu pembunuh dan menghantamkannya ke pohon dengan tenaga yang luar biasa.

​Namun, jumlah mereka terlalu banyak. Satu pembunuh berhasil menyayat bahu Lin Yue. Darah merah segar mengalir, membasahi kain bajunya.

​"Bunuh dia sekarang!" teriak pemimpin pembunuh.

​Tepat saat sebuah pedang hendak menusuk punggung Lin Yue, sebuah bayangan hitam turun dari pohon. Han Shuo muncul dengan pedang panjang di tangannya. Dalam satu gerakan melingkar, ia menebas dua pembunuh sekaligus.

​"Kau terlambat, Pengawal!" teriak Lin Yue sambil memberikan uppercut pada lawan di depannya.

​"Aku hanya ingin melihat seberapa lama kau bertahan tanpa bantuanku," jawab Han Shuo tanpa menoleh, gerakannya seperti tarian maut yang mematikan.

​Dalam hitungan menit, sisa pembunuh bayaran itu tewas di tangan Han Shuo, kecuali sang pemimpin yang kini terpojok di bawah kaki Lin Yue.

​Lin Yue mencengkeram kerah baju pria itu. Wajahnya yang bersimbah darah dan peluh tampak sangat mengerikan di bawah cahaya matahari yang menembus celah daun. "Katakan, siapa yang membayarmu? Selir Ning? Atau kaisar sendiri?"

​Pria itu gemetar, melihat maut di depan matanya. "Se-Selir Ning... dia menjanjikan posisi di istana..."

​Krak!

​Lin Yue mematahkan leher pria itu tanpa belas kasihan. Ia berdiri, napasnya memburu. Ia menatap tangannya yang berlumuran darah. Di kehidupan lamanya, ia hanya memukul untuk angka. Di sini, ia membunuh untuk harga diri.

​Han Shuo mendekat, menyarungkan pedangnya. Ia menatap luka di bahu Lin Yue. Tanpa sepatah kata, ia merobek kain bajunya sendiri dan mulai membalut luka Lin Yue.

​"Kau berdarah," ucap Han Shuo pendek.

​"Hanya goresan," balas Lin Yue. Ia menatap Han Shuo dengan intens.

"Kenapa kau membantuku sejauh ini? Kau bukan sekadar pengawal bayangan, kan?"

​Han Shuo berhenti membalut. Jarak mereka sangat dekat. Ia bisa merasakan panas tubuh Lin Yue. "Kau ingin tahu rahasia yang bisa membuat seluruh kekaisaran panas bahkan hancur?"

​Lin Yue tersenyum tipis. "Aku sudah berada di tengah api, Han Shuo. Satu rahasia lagi tidak akan membuatku takut."

​Han Shuo menatap ke arah tempat perkemahan kaisar di kejauhan. "Pria yang duduk di tahta itu... dia adalah pencuri. Dan kau, permaisuri yang dibuang... kau adalah kunci untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku."

​Lin Yue terdiam. Jadi benar, Han Shuo adalah kaisar yang sah.

​"Kalau begitu," ucap Lin Yue sambil mengepalkan tangannya yang terluka.

"Mari kita buat Long Wei merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya, dimulai dari perburuan ini."

​Lin Yue sengaja menyobek sisa bajunya dan mengacak-acak rambutnya agar terlihat seperti habis diserang binatang buas. Ia akan kembali ke perkemahan dengan drama yang lebih besar.

​"Ayo, Han Shuo. Saatnya pertunjukan akting dimulai."

​Saat Lin Yue muncul di perkemahan dengan tubuh berlumuran darah dan membawa kepala salah satu pembunuh bayaran, seluruh istana terkesiap. Selir Ning jatuh pingsan karena ketakutan, sementara Long Wei mematung melihat Permaisuri nya berdiri tegak sebagai pemenang .

***

Happy Reading

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!