NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Kunci Ke Tingkat Tinggi

Kaelen menghela napas panjang. Merasakan aliran energi Tanah yang luar biasa memenuhi seluruh tubuhnya. Dia bisa merasakan kekerasan, kestabilan, dan ketahanan yang menjadi sifat dasar elemen ini. Pengetahuan tentang bagaimana menyatu dengan tanah. Bagaimana mengeraskan kulit, dan bagaimana mengendalikan bebatuan langsung tertanam kuat di ingatannya seolah dia telah mempelajarinya selama puluhan tahun.

[SERAPAN BERHASIL. ELEMEN TANAH: TINGKAT DASAR 100% — MENINGKAT KE TINGKAT MAHIR.]

[KEMAMPUAN BARU DIPEROLEH: KULIT BATU, PERTAHANAN MUTLAK, KENDALI TANAH DAN BATU.]

Kaelen menoleh ke arah kedua temannya yang masih terpaku. Senyum tipis terukir di bibirnya.

"Kau tidak apa-apa, Dimas?" tanyanya sambil mengulurkan tangan membantu Dimas bangkit.

"Kau. Apa yang baru saja kau lakukan?" tanya Dimas tergagap. Masih menatap bangkai makhluk raksasa itu tak percaya. "Kulitnya? Dia menjadi tanah begitu saja. Kau menyedot kekuatannya?"

"Begitulah kira-kira," jawab Kaelen mengelak. Tidak mau membuka rahasia sepenuhnya. "Intinya, bahaya sudah berlalu. Ayo kita lanjutkan perjalanan. Ini baru permulaan."

***

Mereka melanjutkan perjalanan lebih dalam lagi. Seiring berjalannya waktu, hari berganti menjadi malam, lalu kembali menjadi siang. Selama tiga hari itu, pemandangan yang sama terus berulang. Di mana pun mereka berada, bahaya selalu datang. Kawanan Serigala Tanah, Burung Hantu Angin Beracun, Kawanan Kumbang Besi hingga Makhluk Rawa yang mengerikan.

Namun setiap kali bahaya datang, Kaelenlah yang berdiri di baris terdepan. Dia tidak hanya mengalahkan musuh-musuh itu dengan mudah, tetapi juga memastikan Lira dan Dimas tidak terluka sedikit pun. Dia bertindak sebagai perisai terkuat sekaligus pedang ter tajam.

Saat menghadapi makhluk air di rawa luas yang hampir menenggelamkan mereka, Kaelen berdiri di pinggiran air. Dia mengulurkan tangannya ke permukaan air yang bergolak. Dengan kekuatan baru elemen Tanah-nya, dia mengeraskan tanah di bawah air menjadi jembatan kokoh, lalu dengan kemampuan menyerapnya, dia menyedot seluruh energi elemen Air yang ada di makhluk-makhluk itu maupun di lingkungan sekitarnya.

Air di rawa itu perlahan menjadi tenang. Warnanya berubah dari hijau keruh menjadi bening namun tidak lagi memancarkan aura mengancam. Semua energi air yang ada di wilayah itu mengalir deras masuk ke dalam tubuh Kaelen, memperkaya dirinya hingga batas maksimal.

[SERAPAN LINGKUNGAN SELESAI. ELEMEN AIR: TINGKAT DASAR 100% — MENINGKAT KE TINGKAT MAHIR.]

[PENGUASAAN ELEMEN AIR: SEMPURNA. KEMAMPUAN: PENYEMBUHAN, MANIPULASI CAIRAN, PERUBAHAN WUJUD.]

Setiap kali Kaelen menyerap energi, tubuhnya berubah sedikit demi sedikit. Kulitnya menjadi lebih halus namun jauh lebih keras dari baja. Otot-ototnya menjadi padat dan berisi tanpa terlihat besar. Matanya semakin berbinar dengan cahaya elemen yang berwarna-warni. Kekuatannya meningkat secara drastis, melonjak naik dengan kecepatan yang tidak masuk akal menurut standar sihir mana pun.

Di saat yang sama, di pinggiran hutan. Di atas sebuah menara pengawas tinggi. Beberapa orang sedang mengamati pergerakan para siswa menggunakan alat pengintai sihir kristal. Di sana ada Guru Besar Valerius beserta beberapa pengajar senior lainnya.

Biasanya pengawasan hanya dilakukan secara umum, namun kali ini mata Guru Besar Valerius terus tertuju pada satu titik tertentu di peta kristal itu yaitu titik di mana Kaelen dan rombongannya berada.

"Lihatlah, Valerius!" ucap salah satu guru tua dengan nada heran. "Kelompok itu... kelompok siswa baru dari desa itu. Sudah hari ketiga, mereka berada di wilayah Tengah bahkan mendekati wilayah Dalam. Wilayah itu berbahaya bahkan untuk siswa tingkat atas. Namun lihat indikator energi di sekitar mereka ada sesuatu yang aneh."

Valerius mengerutkan kening dalam. Matanya menatap tajam ke arah bayangan sosok Kaelen di kristal itu. Dia bisa melihat bahwa setiap kali ada lonjakan energi makhluk buas. Energi itu tiba-tiba hilang begitu saja, seolah disedot oleh lubang hitam yang tak terlihat. Bahkan energi alam yang melimpah di wilayah itu pun perlahan berkurang kepadatannya. Bergerak berpusat ke satu titik yang sama persis dengan posisi pemuda bernama Kaelen itu.

"Ini tidak masuk akal," gumam Valerius dengan suara berat. Tangannya yang keriput menyentuh permukaan kristal pengintai itu. Dia adalah penyihir tingkat tinggi. Ahli elemen Tanah dan Logam yang sudah hidup ratusan tahun.

Namun fenomena yang dilihatnya saat ini sama sekali di luar pemahamannya.

"Berdasarkan laporan ujian masuk, anak itu hanya memiliki elemen Angin tingkat dasar. Tapi lihatlah apa yang dia lakukan di sana. Dia mengeraskan tanah. Membelokkan aliran air. Bahkan memanipulasi energi lingkungan dengan cara yang belum pernah diajarkan di akademi ini."

Guru pengajar lain di sampingnya, tuan Gareth ikut mengamati dengan wajah penuh kebingungan. "Apakah mungkin dia memiliki bakat ganda? Angin dan Tanah? Atau Angin dan Air? Tapi cara penggunaannya berbeda sekali. Penyihir elemen Tanah harus melalui proses pemadatan dan pengendalian yang rumit. Namun dia hanya mengulurkan tangan dan tanah itu berubah sesuai kehendaknya. Seolah tanah itu adalah bagian dari tubuhnya sendiri."

Valerius menggeleng pelan. Matanya semakin menyipit tajam. "Bukan hanya itu. Perhatikan aura yang memancar darinya. Setiap kali dia mengalahkan makhluk atau berada lama di satu tempat, tekanan energinya bertambah. Bukan bertambah sedikit, tapi melonjak drastis. Dalam waktu tiga hari ini, kekuatannya telah meningkat berkali-kali lipat dari saat dia masuk. Tidak ada manusia normal yang bisa tumbuh secepat itu. Bahkan jenius terhebat pun butuh berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menaikkan tingkat penguasaan elemennya."

Keingintahuan bercampur dengan rasa was-was mulai memenuhi hati Guru Besar itu. Dia teringat kembali sejarah kuno yang hampir terhapus, kisah yang hanya dicatat dalam kitab-kitab terlarang di ruang bawah tanah perpustakaan akademi. Kisah tentang sosok yang bisa menguasai segalanya, sosok yang ditakuti dan dikhianati ribuan tahun lalu.

"Tidak mungkin. Keluarga Voss sudah musnah. Tidak mungkin ada keturunan mereka yang tersisa," batin Valerius berusaha menyangkal, namun naluri pengalaman panjangnya berteriak sebaliknya. "Tapi kemampuan menyerap dan menguasai semua elemen tanpa batas. Itu adalah satu-satunya ciri khas mereka."

***

Sementara itu, jauh di dalam hutan. Hari ketiga menjelang sore. Matahari mulai condong ke barat, menciptakan bayangan panjang yang seram di antara pepohonan raksasa. Kaelen, Lira, dan Dimas telah sampai di wilayah terdalam yang paling berbahaya. Di sini, energi alam begitu kental hingga terasa berat menekan dada, dan makhluk-makhluk yang berkeliaran adalah binatang tingkat Tinggi yang kekuatannya setara dengan penyihir tingkat Lanjutan manusia.

Namun justru di sinilah Kaelen merasa paling hidup. Tubuhnya terasa penuh, kuat, dan berdenyut dengan kekuatan yang meluap-luap. Dia sudah sepenuhnya menguasai elemen Tanah dan Air hingga tingkat Mahir. Dipadukan dengan Angin dan Petir yang juga berada di tingkat yang sama. Empat elemen utama sudah berada dalam genggamannya. Rasanya, tidak ada lagi yang bisa menghentikannya di hutan ini.

"Kaelen, lihat itu!" seru Lira dengan suara bergetar menunjuk ke arah sebuah tebing batu besar di depan mereka.

Di atas tebing itu, bersandar malas seekor makhluk raksasa yang memancarkan aura mengerikan. Tubuhnya sebesar gajah, ditutupi kulit tebal berwarna hijau gelap bercampur cokelat. Dia memiliki empat kaki kokoh. Ekor panjang yang berujung duri tajam, dan kepala buaya dengan rahang yang bisa meremukkan batu.

Makhluk Itu adalah Naga Tanah Purba, makhluk legendaris tingkat Tinggi yang jarang terlihat. Bahkan oleh para guru akademi sekalipun.

Makhluk itu membuka matanya yang besar dan menyala merah saat merasakan kehadiran penyusup. Dia mengaum panjang, suara yang menggetarkan bumi dan membuat pepohonan di sekitarnya bergoyang hebat. Dari tubuhnya, keluar gelombang energi Tanah dan Air yang sangat murni dan kental. Jauh lebih berkualitas dibandingkan makhluk-makhluk yang telah dikalahkan Kaelen sebelumnya.

"Ini... ini masalah besar," bisik Dimas, wajahnya pucat pasi. Dia merasa seolah ada gunung besar yang sedang menatapnya. "Kekuatan makhluk itu jauh di atas kami. Kita harus lari, sekarang juga!"

Lira sudah bersiap mengerahkan seluruh kekuatan airnya untuk membuat perisai pelindung, namun dia tahu itu tidak akan cukup.

"Kaelen, Dimas benar. Makhluk ini bukan tandingan kita. Mari kita mundur perlahan, jangan memprovokasinya."

Namun Kaelen tidak bergerak mundur selangkah pun. Justru matanya bersinar terang penuh semangat. Di dalam benaknya, sistem berteriak dengan suara gembira dan antusiasme yang sama dengannya.

[DETEKSI MAKHLUK TINGGI TERJADI. NAGA TANAH PURBA. SUMBER ENERGI MURNI DAN LUAR BIASA TERDETEKSI. KESEMPATAN EMAS UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN ELEMEN TANAH DAN AIR MENJADI TINGKAT MURNI. APABILA BERHASIL, PENGGUNA AKAN MEMILIKI KEKUATAN YANG MELEBIHI STANDAR SISWA AKADEMI.]

Kaelen mengangkat tangan kanannya, memberi isyarat agar kedua temannya tenang. Dia menatap makhluk raksasa itu dengan tatapan yang bukan rasa takut, melainkan rasa lapar akan kekuatan.

"Kalian mundur ke belakang. Cari tempat berlindung di balik pohon besar!" perintah Kaelen dengan suara tenang namun berwibawa. "Biarkan aku yang menghadapinya sendirian."

"APA?!" seru Lira dan Dimas serentak kaget.

"Kaelen, kau gila?! Makhluk itu bisa menghancurkan bukit dengan satu hentakan kaki! Kau tidak mungkin mengalahkannya sendirian!" Dimas hendak menarik lengan Kaelen.

Namun Dimas seketika tertegun merasakan kekuatan yang memancar dari tubuh temannya.

Aura Kaelen telah berubah. Saat dia melangkah maju, tanah di bawah kakinya bergetar dan berubah sekeras intan. Di sekeliling tubuhnya, berputar empat arus energi berwarna berbeda yaitu Hijau Angin, Kuning Petir, Cokelat Tanah, dan Biru Air. Keempat elemen itu berputar harmonis. Menciptakan tekanan udara yang begitu kuat hingga dedaunan di sekitarnya terlempar menjauh.

"Aku tahu risikonya," jawab Kaelen tanpa menoleh. Matanya terus terkunci pada mata naga raksasa itu. "Tapi aku juga tahu bahwa dialah kunci untuk melompat ke tingkat yang lebih tinggi. Percayalah padaku, seperti biasanya."

1
whiteblack✴️
Tekat yang bagus kae
whiteblack✴️
Rasakan tuw setan bayang ...enak tidak balasan Kae
whiteblack✴️
nah gitu dong kae...tekat harus kuat lebih dari baja😌...
whiteblack✴️
lanjutkan kae..
whiteblack✴️
Keren sekali " Mana" kae..
whiteblack✴️
Kae kuharap.. niat kamu baik awal & saat ini untuk Membawa Nama keluarga Vogs bangkit kembali
whiteblack✴️
hey setan bedeba mimpi loe terlalu tinggi😒...Kae akan membalas loe setan bedeba penghianat!!!
whiteblack✴️
hey setan bedeba..loe takut...ayo maju...sampai mana "" kekuatan Mana" mu melawan Kae😌
whiteblack✴️
Ray setan...Rasakan...tuw Kae lebih Unggul 😌...bisa mematahkan kesombonganmu.😌
whiteblack✴️
Hhooorreeew...Selamat ya Kae...💃💃💃🪊🪊🪊
whiteblack✴️
di rayakan dong keberhasilan kae...
whiteblack✴️
wow Kae Keren😌...apa masih membutuhkan yg lain kae
whiteblack✴️
benar sekali kae...tapi ingat...tiap berjuangan pasti ada pengorbanan
whiteblack✴️
good job kae....
whiteblack✴️
perjalanan kae masih berlanjut...tapi tiap moment.. ada kejutan ...eufhoria dag dig dug
whiteblack✴️
wow...keren kae...
whiteblack✴️
suasananya tegang...,Khawatir apa kae berhasil?? aap bisa bikin guru + kawan"nya terkejut??

seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/
whiteblack✴️
wow..kae keren.. tingkat" mananya " tinggi stabil...
whiteblack✴️
itulah nama seorang legendaris di lupakan
whiteblack✴️
keren kae....lanjutkan ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!