NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 14 ] » Resonansi Mawar dan Detak yang Tertinggal

Hutan Berburu Roh biasanya terasa seperti rumah kedua bagi Ye Qingyi, atau yang lebih dikenal oleh murid-murid di akademi senior sebagai Madam Ye. Sebagai seorang Spirit Master tingkat tinggi, ia terbiasa dengan ancaman binatang roh. Namun, hari itu, alam seolah sedang murka. Badai energi roh yang tidak terduga telah memecah barisan ekspedisinya, memisahkan dirinya dari para asisten dan murid-muridnya, hingga akhirnya ia terjebak dalam pengepungan Shadow Leopard yang haus darah.

Kini, setelah rombongan kecil penyelamatnya berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke area yang lebih dalam, Madam Ye masih terduduk di bawah pohon kuno itu. Ia menyentuh perut dan bahunya. Seragam mahalnya memang masih terkoyak, namun kulit di baliknya telah menutup sempurna. Tidak ada bekas luka, tidak ada rasa perih akibat racun, bahkan rasa lelah yang luar biasa tadi seolah tersapu bersih.

"Anak itu..." gumamnya pelan. Suaranya yang serak kini kembali memiliki nada lembut yang berwibawa.

Ia teringat tatapan mata Tang Siyun. Itu bukan tatapan anak berusia enam atau tujuh tahun. Di balik wajah imut yang tampak malas itu, ada kedalaman yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah melewati gerbang kematian. Dan cara anak itu memanggil Roh Jam Sakunya...

Madam Ye memejamkan mata, mencoba mengingat kembali detik-detik saat Siyun melakukan "operasi" ajaibnya. Dalam ingatan Ye Qingyi, dunia seolah sempat kehilangan suaranya. Ada denyut energi yang sangat asing, bukan energi elemen, bukan energi fisik, melainkan sesuatu yang terasa seperti tatanan kosmik yang dipaksa tunduk.

"Grandmaster Yu Xiaogang... dia selalu dikenal sebagai 'sampah' oleh teori-teori kolot di dunia persilatan roh. Tapi jika dia berhasil menemukan dan mendidik monster kecil seperti Tang Siyun, maka seluruh benua ini telah melakukan kesalahan besar karena meremehkannya," pikir Madam Ye.

Ye Qingyi berdiri dengan perlahan. Meskipun lukanya sudah sembuh, ia tetap waspada. Ia mengeluarkan sebuah kompas roh dari saku pinggangnya yang masih utuh. Jarum kompas itu berputar liar, tidak menentu.

"Distorsi ruang?" alisnya bertaut.

Ia menyadari sesuatu. Alasan mengapa ia diserang oleh Shadow Leopard dan mengapa cuaca di area ini menjadi sangat kacau adalah karena adanya anomali di wilayah yang lebih dalam. Sebagai seorang instruktur senior, ia memiliki tanggung jawab untuk memastikan keamanan wilayah luar, namun rasa penasarannya terhadap arah tujuan rombongan Grandmaster lebih kuat.

Mereka menuju ke arah utara, menuju kliring kristal kuarsa. Ye Qingyi tahu betul apa yang ada di sana. Itu adalah wilayah yang bahkan para pemburu cincin roh tingkat tiga (Spirit Elder) pun enggan masuki sendirian.

"Mereka mencari Void Warp Spider," Ye Qingyi menyimpulkan dengan ngeri. "Gila. Anak itu baru akan mendapatkan cincin pertamanya, tapi mereka mengincar salah satu binatang roh paling sulit ditangkap?"

Namun, mengingat bagaimana Siyun mengendalikan 'waktu' untuk menyembuhkannya, Ye Qingyi merasa bahwa anak itu mungkin memang membutuhkan sesuatu yang sama ekstremnya dengan bakatnya.

Ia memutuskan untuk tidak langsung meninggalkan hutan. Dengan gerakan yang anggun namun cepat, ia melompat ke dahan pohon, mengikuti dari jarak yang sangat jauh, memastikan dirinya tidak terdeteksi oleh indra tajam Siyun yang ia sadari sangat berbahaya.

Sambil bergerak di antara pepohonan, pikiran Ye Qingyi melayang pada kata-kata terakhir Siyun.

"Mawar di tengah hutan ini tetap terlihat cantik bahkan saat sedang terluka."

Seulas senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di bibir Madam Ye. Selama bertahun-tahun mengajar di akademi senior, ia telah menerima ratusan pujian dari rekan guru maupun lamaran dari bangsawan kaya. Namun, tidak ada yang membuatnya merasa "terganggu" seperti pujian dari seorang bocah ingusan yang baru saja menjahit arterinya dengan jarum perak.

"Dasar bocah nakal," bisiknya pada angin. "Jika kau selamat dari perburuan ini, aku akan memastikan kita bertemu lagi di akademi."

Tiba-tiba, Ye Qingyi merasakan gelombang energi yang sangat dingin memancar dari arah depan. Itu adalah aura yang sangat spesifik: perpaduan antara kehampaan dan kecepatan. Ia berhenti di sebuah dahan tinggi yang tersembunyi oleh dedaunan ungu.

Di kejauhan, ia melihat kliring kuarsa yang mulai bercahaya. Ia melihat Grandmaster memberikan instruksi, ia melihat Tang San, anak yang satu lagi, menunjukkan kontrol Blue Silver Grass yang sangat presisi untuk usianya. Namun, fokus Ye Qingyi tetap pada Siyun.

Siyun berdiri di sana, tampak santai namun setiap otot tubuhnya seperti busur yang siap melepaskan anak panah. Ye Qingyi bisa melihat jam saku perak itu kembali muncul. Dari jarak ini, ia merasa bulu kuduknya meremang. Ada semacam tekanan tak kasat mata yang mulai menyelimuti area tersebut.

Saat Void Warp Spider muncul dari retakan ruang, sebuah pemandangan yang membuat Ye Qingyi hampir saja melompat turun untuk membantu karena tahu betapa berbahayanya makhluk itu, ia menahan diri. Ia melihat bagaimana kedua bersaudara Tang itu bekerja sama.

Ia terkesiap saat melihat Siyun melemparkan belati dengan perhitungan yang begitu matang sehingga memaksa laba-laba ruang itu melakukan teleportasi ke arah yang sudah diprediksi.

"Visi bertarungnya... dia tidak melihat gerakan, dia melihat kemungkinan," Ye Qingyi menganalisis dengan takjub. Sebagai seorang ahli, ia bisa melihat bahwa Siyun sedang memanipulasi lawan bukan dengan kekuatan, tapi dengan memaksa lawan masuk ke dalam ritme permainannya.

Dan ketika cahaya ungu meledak menandakan kematian sang laba-laba, Ye Qingyi mengembuskan napas lega yang tidak ia sadari telah ia tahan sejak tadi.

Ia menyaksikan proses penyerapan cincin roh itu dari kejauhan. Satu jam yang ia habiskan dengan mengamati Siyun dalam meditasinya memberinya waktu untuk berpikir. Dunia Spirit Master sedang berubah. Munculnya bakat-bakat seperti ini, terutama Roh Jam Saku yang belum pernah tercatat dalam buku sejarah manapun, akan mengguncang tatanan kekuasaan kekaisaran.

Saat Siyun akhirnya berhasil dan mencoba kemampuannya, Time Stasis, Ye Qingyi merasa dunianya seolah berhenti berputar selama satu detik. Meskipun ia berada di luar radius efektif serangan itu, efek samping dari distorsi waktu tersebut membuat jantungnya sempat berhenti berdetak sesaat.

"Dia benar-benar melakukannya," bisik Ye Qingyi dengan mata membelalak. "Menghentikan waktu... bahkan di tingkat Judged Douluo sekalipun, kemampuan seperti itu adalah legenda."

Ia melihat Siyun yang tiba-tiba lemas dan mulai makan dengan rakus. Ye Qingyi terkekeh pelan. Setidaknya, anak itu masih memiliki sisi manusiawi. Rasa lapar yang luar biasa itu adalah bukti bahwa tubuh fana Siyun sedang berusaha membayar hutang pada hukum alam yang baru saja ia langgar.

Sebelum rombongan Grandmaster memutuskan untuk berbalik arah menuju jalan keluar hutan, Ye Qingyi memutuskan untuk pergi lebih dulu. Ia tidak ingin Siyun tahu bahwa ia telah mengawasinya. Ia ingin pertemuan mereka selanjutnya menjadi sesuatu yang "organik", seperti yang diinginkan oleh takdir.

Ia kembali ke gerbang Hutan Berburu Roh dengan kecepatan penuh. Di sana, ia bertemu dengan pasukan militer dan beberapa guru dari akademinya yang sedang mencarinya dengan cemas.

"Madam Ye! Anda selamat!" seru salah satu asisten guru dengan wajah pucat. "Kami mengira Anda... apa yang terjadi? Luka-luka Anda..."

Ye Qingyi menyesuaikan kembali pakaiannya, memasang wajah dingin dan bermartabat yang biasanya ia tunjukkan di depan umum. "Aku berhasil menangani binatang itu. Luka-lukanya tidak sedalam yang terlihat."

Ia merahasiakan tentang Tang Siyun. Entah mengapa, ia merasa bahwa menceritakan kemampuan Siyun kepada dunia saat ini hanya akan membahayakan nyawa anak itu. Siyun adalah permata yang belum terasah, dan ia ingin melihat permata itu bersinar dengan caranya sendiri.

"Siapkan laporan keberangkatan," perintah Ye Qingyi tegas. "Aku akan kembali ke akademi utama. Ada beberapa 'penyesuaian' kurikulum yang ingin aku diskusikan dengan kepala sekolah."

Dalam hatinya, Ye Qingyi tahu bahwa ia akan segera mencari informasi tentang murid-murid baru di Akademi Nuoding. Ia teringat nama itu dengan sangat jelas: Tang Siyun.

"Kita akan bertemu lagi, penyelamat kecilku," pikirnya sambil menoleh ke arah hutan yang mulai gelap. "Dan saat itu terjadi, mawar ini tidak akan lagi terluka."

Dengan itu, Madam Ye melangkah pergi, membawa rahasia tentang seorang bocah pengendali waktu yang baru saja memulai langkah pertamanya menuju puncak dunia. Sementara itu, di bagian lain hutan, Siyun masih sibuk mengunyah dendeng, tidak menyadari bahwa investasi "harem" yang ia pikirkan tadi ternyata telah menanam benih ketertarikan yang jauh lebih dalam daripada yang ia duga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!