NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19.main diam-diam.

Gedung-gedung pencakar langit masih terlihat di malam yang gelap gulita ini, cahaya terlihat bersinar di setiap jendela.

dan di pantai paling atas, milik Tuan Vans Wiratama, dan Nyonya Sela Wiratama terlihat menerima tamu spesial malam ini.

Ruangan itu begitu megah nan mewah, bahkan sangat serasi dengan pemiliknya yang begitu elegant, dan berwibawa.

"Maaf menganggu waktu anda Nyonya Wiratama," sapa Helena yang duduk bersama Tuan Azam, berhadapan dengan calon besan mereka.

"Apa maksudmu menganggu, Nyonya Darkizan, kami sungguh senang kalian datang kemari," Sahut Nyonya Wiratama, suaranya begitu lembut dan Elegant.

"Suatu kehormatan, kalian jauh jauh kemari," ujar Vans wiratama.

"Kita kesini karena ingin pernikahan anak-anak kita di percepat,"sahut Tuan Azam.

"Hanya itu, untuk apa kalian repot-repot kemari kalau begitu, bisa lewat telepon, kami merasa tidak enak, bila kalian jauh-jauh kemari,"Sela tersenyum lembut pada Helena yang menyambut baik senyum ramah itu.

"Ini sebagai rasa hormat kami pada kalian, kami tahu kalian adalah orang yang begitu sibuk dalam bisnis, jadi kami tak ingin menganggu sebelum janji temu di setujui,"ucap Helena.

"Kita tidak salah pilih besan Ayah, sungguh beruntung putri kita menikah dengan keluarga Darkizan," Sela sungguh merasa lega bila memang melepaskan putrinya pada keluarga itu.

"Bagaimana kalau kita majukan satu minggu lagi, atau kalau perlu langsung besok saja," ucapan Helena mengundang tawa mereka.

"Sepertinya Hazard sungguh tak sabar mempersunting putri kami, dan kami sungguh senang dia masih mau menggu di saat kalian di permalukan di depan banyak orang, kami sungguh minta maaf atas perbuatan putri kami," Sela merasa bersalah akan kejadian itu.

Dalam hati Helena tentu tak memaafkan begitu saja, tapi mau bagaimana lagi, ada udang di balik batu, sebab itu ia mau menyetujui pernikahan ini, kalau tidak, tentu ia tak akan mau menerima menantu seperti Shara yang manja dan terkesan tidak bisa apa-apa selain pekerjaannya itu.

"Tidak apa-apa Nyonya dan Tuna Wiratama, kami juga salah waktu itu,telah teledor dalam penjagaan, tapi nanti kami akan menjaga super ketat."

Kata Helena bagai ancaman yang di baluti sebuah candaa, Sela merasa canggung, begitupun Vans yang bersitatap dengan Azam yang terlihat ramah tapi matanya memperlihatkan sesuatu yang di sembunyikan.

Sela tertawa mencairkan suasana."Sepertinya kali ini putri kita tidak akan bisa kabur Ayah."

Malam ini Azam dan Helena menginap di gedung tinggi itu.

Dan di kamar mewah sepasang suami istri sedang membahas tentang putri mereka.

"Mas, apa terjadi sesuatu, sampai orang tua Hazard mendesak memajukan jadwal pernikahan?"tanya Sela yang mengelus rambut Vans yang tidur di pahanya.

Vans mendongak menatap wajah istrinya yang begitu cantik."Ayah juga merasa ini terlalu tiba-tiba,tapi itu tidak penting, yang penting adalah Hazard menjadi menantu kita, jika dia menjadi menantu kita, kita akan semakin di segani di dunia bawah tanah,Bunda mau memiliki segalanya bukan, termasuk membuat batik dari kulit hewan langka itu."

Sela langsung mengangguk. "itu Bunda mau, dan satu-satunya cara adalah menjadikan Hazard yang katanya pernah masuk dunia gelap, kita bisa meminta bantuan nya, dan bisa jadi dia tidak akan menolak setelah menjadi menantu," jelas Vans panjang lebar.

*******

Malam ini Hazard terasa lepas dari penjara, karena orang tuanya tak ada disini.

Jam menunjukkan 12 malam, semua sudah tidur, Hazard melangkah dengan hati-hati.

Langkahnya pelan tapi cepat, Hazard membuka pintu kamar Anggi, dan betapa senangnya ia melihat Anggi ternyata belum tidur, wanita itu duduk di pinggir jalan dan menatap cahaya rembulan.

Pemandangan yang begitu indah, melihat rambut Anggi yang terurai menggunakan baju tidur sutra.

Anggi terkejut langsung menoleh, ia bernapas lega ternyata itu Hazard.pria itu memeluknya begitu erat dengan muka datarnya.

"Apa yang Tuan lakukan, nanti ada yang lihat."

"Biarkan saja, selama bukan Shara, kita aman,"ucap Hazard mencium leher Anggi, Anggi langsung merasa geli.

"Tuan, bukannya tadi di taman sudah,"bisik Anggi, lebih tepatnya ia menahan suara desahan keluar, saat Hazard menyesap kulit lehernya lebih keras.

"Saya tidak merasa itu cukup," Mata mereka beradu, cahaya bulan menerangi keduanya di malam yang bergairah ini.

"Anggi."

Suara ketukan dan panggilan Shara terdengar.

"Tuan, ada Shara,"bisik Anggi.

"Biarkan saja,jangan di jawab,nanti juga pergi sendiri," Hazard terus menyesap gunduk Anggi yang terlihat menawan dan berisi.

Anggi memejamkan mata kuat-kuat kala serangan Hazard begitu brutal dan membuat ia langsung basah di bagian intinya.

Tangan Anggi meremas pelan rambut Hazard.

"enggh."

"Anggi, kamu udah tidur, aku mau ngomong sesuatu,"ujar Shara sambil mengetuk.

"Tuan, tolong, berhenti sebentar, Nyonya aahh."

Hazard tak memberi waktu Anggi bicara, ia semakin ganas, memasukan jarinya ke dalam bagian dalam Anggi.

Anggi mendongak merasakan tangan itu masuk ke dalam sana, dan mulut Hazard yang terus memainkan bagian atas nya.

Ketukan dan panggilan Shara tak di gubris oleh Anggi dan Hazard, keduanya menikmati sensasi panas di malam bulan purnama.

"ehmm, aah,tu–anh, ahh."

Hazard langsung membuka seluruh pakaian Anggi dan juga pakaiannya.

Anggi baru kali ini memperhatikan Hazard melakukan penyatuan dengannya, biasanya ia akan langsung memejamkan mata dan menikmati apa yang di berikan Hazard padanya.

"Ternyata tubuhnya se kekar ini." batin Anggi, sampai lupa ada Shara di luar sana.

Tangan Anggi refleks menyentuh benda kotak dan keras itu, Hazard tersenyum tipis dan menikmati sentuhan Anggi yang semakin lama turun menyentuh sesuatu yang sudah mengeras.

"Ahmm."

Anggi mendongak melihat wajah yang menunduk terlihat merah dan panas.

Hazard menunduk dan mencium bibir Anggi sampai kebas.

Setelah itu turun ke bawah gundukan setelah puas disana ia turun ke tempat yang benar-benar ia suka.

Anggi meremas seprei, merasakan lidah Hazard masuk semakin dalam. "aahhh, enggh."

Shara di balik pintu mengerutkan kening, dan menempelkan telinganya pada pintu.

Hazard yang puas melakukan kegiatan itu mulai menyatukan dirinya dengan Anggi.

Ahhhhhh!

Shara yang mendengarnya membulatkan mata, pantas saja Anggi tak menjawab, wajahnya memerah."ck, pantas saja tidak menjawab, si Zuma ternyata lagi isshh,kasih jeda kek,"gerutu Shara berjalan kembali ke kamarnya.

Ahhh! aahhh! ehmmm! enggh!

Shara merinding mendengar suara desahan Anggi yang begitu kencang."padahal sudah sejauh ini, suaranya masih terdengar,"gumam Shara lanjut jalan setelah menoleh sebentar.

Tapi keningnya berkerut kala melihat Zuma yang terlihat lelah dan baru sampai di rumah.

"Zuma, loh, kok kamu disini?"tanya Shara heran.

Zuma sendiri menaikkan alisnya.

Duuh bakalan ketahuan nggak ya🫣

Jangan lupa like dan bintangnya well🫨

1
merry
anggi ditolong org lain atau sembunyi ya,, moga ku lg 5 thnm dann anggi sudh kuat tanggung untuk ngelawan Hazard dan kluarga y
merry
jahat ya kluarga suami gi gi,,,
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!