NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Di sekolah sudah ramai tentang video yang viral tentang pembullyan yang dilakukan oleh anak dari salah satu donatur sekolah.

"Gue gak nyangka kalau Wina melakukan itu," bisik para murid.

"Gue juga gak nyangka padahal Wina gak pernah terlihat melakukan hal yang di luar batas. Wina itu cewek baik lho."

"Iya dia juga suka bantu gue, tapi kok dia buat kayak gitu."

"Apa mungkin Anggie ya duluan bikin masalah sampai Wina melakukan itu sama dia."

Wina dan kedua temannya yang baru datang merasa jadi pusat perhatian. Tapi mereka belum menyadari video yang ramai di grup sekolahnya.

"Kok hampir semua orang memperhatikan kita ya. Apa kita gak salah pakai baju?" Bela sambil melihat penampilannya di kaca.

"Mungkin karena kita cantik aja secara kita kan kemarin baru dari salon jadi aura kita makin keluar," Amel dengan percaya dirinya.

"Biarin ajalah mereka mau lihat kita juga emang kita cantik jadi wajar kalau jadi pusat perhatian. Mending sekarang kita cari Zian aja, gue udah bikin nasi goreng khusus buat Zian."

Wina dan temannya memang tidak tahu kalau mereka jadi bahan pembicaraan satu sekolah karena mereka kemarin mabuk dan tak sadar pulang pun ada yang mengantarkannya. Hingga mereka pun belum sempat untuk membuka ponselnya.

Saat Wina mencari keberadaan Zian di parkiran tiba-tiba ada temannya yang memanggil.

"Win kalian di panggil sama Bu Anita."

"Memangnya ada apa?" tanya Bela.

"Emangnya Lo gak buka grup ya."

"Memangnya di grup ada apa?" Wina pun langsung membuka ponselnya dan Wina terkejut saat melihat kejadian di toilet tempo hari. Dimana dirinya melakukan pembullyan pada Anggie.

"I-ini gak bener kan," gumam Wina.

"Gimana dong Win gue takut," seru Amel.

"Tenang aja kalian gak perlu takut gue anak donatur di sini gak akan terjadi apapun."

Akhirnya Wina dan kedua temannya datang ke ruang Bu Anita. Ia seorang guru BP yang terkenal tegas, di sana juga sudah ada orang tua dari Wina juga Bela dan Amel di sana juga terlihat ada seorang pria yang menggunakan jas tapi masih muda.

"Silahkan kalian duduk," perintah Pak Karyo kepala sekolah.

"Apa kalian sudah tahu kenapa kalian di panggil ke sini?" tanya Bu Anita.

Mereka bertiga kompak menggeleng kepala. Akhirnya Bu Anita memberikan ponselnya dan di sana sudah ada video pembullyan.

"Itu bukan kita Bu," kilah Wina.

"Ibu gak mau citra sekolah kita tercemar karena tindakan amoral kalian," bentak Bu Anita.

"Ibu bentak anak Saya," Mario tidak terima anaknya dibentak.

"Bukan maksud saya bentak anak bapak hanya saja anak bapak tidak pernah mau di kasih tahu kalau dia memang salah."

"Maksudnya anak saya bandel kalau begitu saya akan stop jadi donatur di sekolah ini. Saya gak terima anak saya diperlukan seperti ini sama sekolah."

"Maaf Pak kita bisa bicarakan ini secara kekeluargaan," ujar Pak Karyo yang takut kalau donaturnya akan dihentikan.

"Maaf Pak saya tidak mau dengan jalur kekeluargaan saya mau kasus ini bi bawa ke jalur hukum saja karena ini sudah masuk tindak pidana," seru Angkasa yang memang sudah melaporkan tindakan amoral Wina dan temannya kepada pihak sekolah.

Angkasa tahu video itu karena dia ada yang mengirimkan video kepadanya. Ia mengaku kalau dia adalah kakak kelas dari Anggie dan ingin membantu Anggie untuk membuat jera pelakunya.

"Tidak bisa begitu dong anak saya juga tidak sampai melukai adik anda dan hanya di guyur seperti itu saja gak akan membuatnya terluka sampai berdarah. Kalau memang Anda mau saya akan bayar berapa anda sudah mengeluarkan uang untuk pengobatan adik anda?"

Angkasa benar-benar geram dibuatnya. Kelakuan dari Mario sungguh membuatnya emosi.

"Saya tidak butuh uang Anda," Angkasa sambil memukul meja.

"Uang saya juga cukup kalau untuk membeli perusahaan Anda yang memang sedang collapse. Pak Karyo gak usah khawatir kalau misalkan Pak Mario gak bisa menjadi donatur di sekolah ini saya bisa gantikan dia sebagai donatur tetap di sekolah ini," Angkasa memang bukan maksud sombong hanya saja dia sudah muak dengan kelakuan Mario yang menganggap semua akan beres hanya dengan uang.

"Anda siapa berani-beraninya bicara seperti itu sama saya?" bentak Mario yang tidak suka di rendahkan.

Angkasa tersenyum meledek, "Anda tak perlu tahu saya siapa tapi saya tahu Anda siapa? Kalau saja saya beritahu tentang video ini kepada istri anda kira-kira apa anda akan masih di percaya dari CEO," Angkasa dengan santai memberikan ponselnya yang menayangkan adegan dewasa Mario dengan seorang wanita panggilan.

"Sekarang mau kamu apa?" Mario bergetar.

"Anak anda dan kedua temannya datang meminta maaf pada adik saya setelah itu kalian pindah dari sekolah ini."

"Aku gak mau pindah dari sini Pa," rengek Wina pada ayahnya.

"Gak perlu pindah tapi mereka akan meminta maaf sama adik kamu," tawar Mario.

"Okey kalau memang maunya seperti itu," Angkasa langsung memainkan ponselnya.

"Sebentar lagi beritanya akan viral, lihat saja."

Mario pun langsung melihat ponselnya dan benar saja videonya sudah di upload dan baru sebentar saja videonya di upload tapi sudah banyak yang komentar.

"Okey saya akan memindahkan anak saya tapi saya mohon videonya di hapus," Mario ketakutan.

"Saya pegang omongan Anda. Jika sekali lagi kejadian ini terjadi pada adik saya maka saya tidak akan segan-segan buat bikin kamu jatuh miskin, camkan itu."

"Buat kalian kalau sampai kalian melakukan hal seperti ini lagi maka saya juga gak akan segan-segan buat bikin viral tentang video kalian yang sedang di bar," mereka bertiga langsung kaget saat Angkasa tahu kalau mereka sering ke bar.

"Kok anda tahu?" tanya Wina dengan nada ketakutan.

"Maka dari itu saya peringatkan kalian jangan pernah melakukan itu lagi pada adik saya kalau hal itu terjadi lagi maka akan fatal akibatnya."

Semua orang yang ada di sana terkejut saat tahu kalau kakaknya Anggie itu ternyata mempunyai power sangat kuat. Sebenarnya pihak sekolah juga tidak suka dengan Mario yang terlalu banyak ngatur tapi mereka tidak bisa melarang karena dia selalu mengancam akan berhenti jadi donatur sekolah.

Sekarang ada orang yang berani melawan Mario dan ia pun bersedia jadi donatur tetap.

Angkasa tahu masalah perusahaan Mario yang sedang collapse karena dia sendiri yang akan akuisisi perusahaannya itu. Mario tidak tahu saja siapa Angkasa karena memang Angkasa tidak menunjukkan dirinya sebagai CEO.

Perusahaan Angkasa yang dulu baru CV sekarang sudah menjadi PT karena dukungan dan bantuan dari para teman-temannya juga. Perusahaan Angkasa berkembang pesat. Melebihi perusahaan yang ayahnya bekerja sekarang.

Setelah mengancam Mario dan anaknya Angkasa langsung akan menuju pergi ke rumah sakit untuk menemui adiknya. Saat keluar ruang kepala sekolah Angkasa dikejutkan dengan kedatangan Zian yang menghampirinya.

"Terima kasih atas video yang sudah kamu berikan sama saya. Tapi jangan harap kalau saya mengijinkan kamu buat pacaran sama Anggie."

"Saya memang menyukai Anggie tapi saya tidak akan menjadikannya sebagai pacar saya menginginkan Anggie sebagai masa depan saya."

Angkasa tersenyum kecut, "Memangnya kamu sudah punya apa bisa bilang bicara seperti itu?"

"Sekarang saya memang tidak punya apa-apa tapi saya janji beberapa tahun kemudian saya akan datang untuk meminta Anggie untuk menjadi calon istri saya."

Angkasa hanya tersenyum kecut saat ada seorang pria yang mungkin uang jajan saja masih minta sama orang tua. Tapi dia sudah berani untuk membicarakan tentang masa depannya bersama adik kesayangannya.

"Saya gak perlu janji tapi saya perlu bukti."

"Saya minta waktu empat tahun agar saya bisa sepadan dengan Anggie."

"Saya tunggu."

***

Apakah Zian bisa membuktikan omongannya kepada Angkasa? Atau sebaliknya akan ada cowok lain yang bisa memiliki Anggie...

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!