NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:59.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KASIH SAYANG IBU

"Segera, Yang Mulia," jawab Ethan membungkuk dan bergegas pergi, merasa lega melihat sisi manusiawi Jasmine kembali.

Jasmine mulai melangkah menaiki tangga ruang bawah tanah sambil menggendong Leo.

Sementara Lucian berjalan di sampingnya, memegangi ujung baju Jasmine seolah takut ibunya akan berubah menjadi pelatih lagi.

"Ibu, tadi Ibu hebat sekali saat melempar belati," ucap Lucian mendongak, matanya berbinar kagum.

"Ibu hanya ingin kalian aman, Lucian, dunia di luar sana tidak selembut pelukan Ibu," jawab Jasmine pelan.

"Tapi Ibu tetap sayang kami kan, walau Ibu galak saat latihan?" tanya Leo dari pundak Jasmine, suaranya teredam.

Jasmine menghentikan langkahnya sejenak, dia mencium pipi gembul Leo yang mulai terasa hangat kembali.

"Ibu sangat menyayangi kalian lebih dari nyawa Ibu sendiri, Nak, justru karena Ibu sayang, Ibu harus memastikan kalian bisa melindungi diri kalian sendiri jika Ibu sedang tidak ada di samping kalian," jawab Jasmine, tersenyum lembut, penuh kasih sayang.

"Leo akan lindungi Ibu juga! Nanti kalau bertemu orang jahat yang kurung Ayah, Leo akan bakar celana mereka!" celoteh Leo yang mulai kembali ceria.

Jasmine tertawa renyah, diikuti tawa kecil Lucian.

Ketegangan yang menyelimuti mereka sejak semalam seolah luruh demi melihat tawa kedua bocah itu.

Sesampainya di atas, Nyonya Kimberly sudah menunggu dengan handuk kering yang hangat, dia melihat Jasmine yang bersikeras menggendong Leo meski wajahnya tampak lelah.

"Berikan Leo padaku, Jasmine, kamu juga harus mandi dan istirahat," tawar Nyonya Kimberly.

"Tidak apa-apa, Ibu, aku ingin menikmati waktu ini sebelum malam tiba," jawab Jasmine lembut.

"Leo hanya ingin digendong sebentar lagi, kan sayang?" lanjut Jasmine, tersenyum kecil.

Leo mengangguk mantap di pundak Jasmine, membuat Nyonya Kimberly hanya bisa tersenyum haru.

Di balik rencana perang yang berdarah-darah, di dalam kediaman Alistair pagi itu, mereka masihlah sebuah keluarga kecil yang saling memeluk erat.

"Setelah mandi, kita sarapan pancake apel kesukaan kalian ya?" tawar Jasmine.

"Yeeey! Pakai madu yang banyak ya Bu!" seru Leo kegirangan, sementara Lucian hanya tersenyum lebar, merasa hangat di hatinya.

Jasmine terus melangkah menyusuri lorong kediaman yang mulai diterangi cahaya matahari pagi yang masuk lewat jendela-jendela tinggi.

Meskipun tangannya mulai terasa pegal karena berat badan Leo, Jasmine sama sekali tidak berniat menurunkan putra bungsunya itu.

Kehangatan tubuh Leo di pundaknya adalah obat bagi rasa sesaknya setelah melihat penderitaan Lucas semalam.

"Ibu, tangan Ibu merah," bisik Lucian pelan.

Lucian menyentuh tangan Jasmine yang memegang paha Leo.

Rupanya, efek melempar belati dengan tenaga penuh dan memegang ember es tadi membuat kulit Jasmine sedikit lecet dan memerah.

"Ini tidak sakit, Sayang, melihat kalian bisa berdiri tegak setelah latihan tadi jauh lebih penting bagi Ibu," jawab Jasmine menunduk dan tersenyum tenang pada Lucian.

"Sini, biar Lucian pegang tangan Ibu yang satu lagi," ucap si sulung dengan wajah serius yang sangat mirip dengan Lucas saat sedang khawatir.

Lucian menggenggam jemari Jasmine yang bebas, mencoba memberikan dukungan kecil dengan kekuatannya sendiri.

Jasmine tersenyum, setidak nya dia masih memilik mereka berdua, yang akan menjadi penyemangat nya.

Sesampainya di depan kamar mandi besar, aroma lavender sudah mulai tercium, uap hangat mengepul keluar dari pintu yang terbuka sedikit.

"Nah, jagoan-jagoan Ibu. Masuklah," ucap Jasmine sambil perlahan menurunkan Leo ke lantai kayu yang hangat.

"Ibu tidak ikut mandi? Kan baju Ibu basah juga karena Leo," tanya Leo merengek kecil, menarik-narik ujung kemeja Jasmine yang masih basah.

Jasmine berlutut di depan kedua anaknya, merapikan rambut mereka yang acak-acakan.

"Ibu akan mandi di kamar Ibu sendiri, Sayang. Ibu harus ganti baju supaya tidak masuk angin, lalu Ibu akan menyiapkan pancake kalian di dapur," jawab Jasmine, tersenyum lembut.

"Ibu yang masak sendiri?" tanya Lucian, menatap ibunya.

"Tentu saja, hari ini spesial, jadi Ibu yang akan turun ke dapur," jawab Jasmine sambil mengerlingkan mata.

Cup

Cup

Jasmine mencium kening mereka satu per satu sebelum akhirnya berdiri.

"Mandinya yang bersih," pesan Jasmine.

Lucian dan Leo, hanya mengacung kan jempolnya, berjalan masuk ke dalam kamar mereka.

Begitu anak-anak masuk ke kamar mandi dibantu oleh beberapa pelayan terpercaya dan Nyonya Kimberly, Jasmine baru membiarkan pundaknya merosot lemas, dia bersandar sejenak di dinding lorong, mengatur napasnya.

"Kau terlalu memaksakan diri, Jasmine."

Suara berat Tuan Steven terdengar dari arah belakang.

Pria paruh baya itu berdiri di sana dengan wajah penuh simpati, memegang sebuah jubah kering untuk menutupi tubuh Jasmine yang kedinginan.

"Ayah..."

Jasmine menerima jubah itu dan menyampirkan nya ke bahu nya.

"Aku hanya ingin mereka merasa bahwa meski dunia berubah menjadi tempat yang keras, Ibu mereka tetaplah tempat mereka pulang," ucap Jasmine, menatap pintu kamar si kembar yang sudah tertutup.

"Lucas sangat beruntung memilikimu, tapi ingat, kau juga manusia, jangan sampai kamu roboh sebelum perang ini dimulai," ucap Tuan Steven mengangguk mengerti.

"Aku tidak akan roboh, Ayah, aku punya terlalu banyak alasan untuk tetap berdiri," jawab Jasmine tegas.

"Jasmine pergi dulu Ayah," pamit Jasmine, berlalu pergi dari sana.

Jasmine melangkah menuju kamarnya sendiri, di sepanjang jalan, dia menyapa para pelayan dengan ramah, seolah-olah dia bukan wanita yang baru saja berteriak kejam di ruang bawah tanah.

Di dalam kamarnya, Jasmine segera melepas pakaiannya yang basah kuyup.

Dia berdiri di depan cermin besar, menatap tubuhnya sendiri, ada beberapa memar kecil di lengannya akibat latihan tadi, tapi Jasmine hanya mengusapnya pelan.

Dia mengambil lencana perak Duke Lucas yang dia letakkan di atas meja rias, dingin dan getaran dari Duke Lucas sudah hilang, yang berarti suaminya mungkin sedang jatuh pingsan atau beristirahat dalam kepedihan di sana.

"Tahan sebentar lagi, Sayang, anak-anakmu sedang tumbuh menjadi ksatria yang hebat," bisik Jasmine pada lencana itu.

Jasmine berjalan masuk ke dalam kamar mandi nya.

Setelah mandi air hangat yang singkat, Jasmine mengenakan gaun rumah yang sederhana namun elegan, gaun berwarna biru pucat yang dulu sangat disukai Lucas, Jasmine tidak ingin terlihat seperti Pelatih saat di meja makan nanti, dia ingin menjadi Jasmine, istri sang Duke.

"Yang Mulia, semua bahan yang Anda perlukan sudah di siapkan," ucap Luna, yang menunggu Jasmine di depan kamar nya.

"Terimakasih Luna, aku akan memasak sarapan untuk Lucian dan Leo," jawab Jasmine, berjalan menuju dapur.

Kedatangan Jasmine ke dapur membuat para pelayan dapur kaget dan hendak bersujud, namun Jasmine segera menahan mereka.

"Biarkan saya sendiri di sini selama satu jam, Saya ingin memasak untuk anak-anak," perintah Jasmine dengan nada lembut namun tak terbantahkan.

"Biak Yang Mulia," jawab mereka semua, sopan.

1
Annida Annida
lanjut tor
Annida Annida
💪
beautyroses
ya allahh ga sabarrr nunggu extraaa selanjutnyaaaa 😍😍
Jas Merah
semangat lagi thor💪💪
Retno Palupi
semoga Lucas selamat dapat berkumpul dg keluarga
Nurhasanah
tegang nya bisa kebawa sampe besok ini 😭😭😭 ... semangatt thor di tunggu lanjutan nya 💪💪💪💪😍😍😍
Libra
ka tmbah lagi , penasaran bgt kelanjutannya
Ari Peny
aduh thor /Sob//Sob//Sob/
Silla Okta
deg deg an akunya Thor,,,, sungguh menguras emosi,,,,, lanjutkan Thor
Kusii Yaati
paling tidak enak pas lagi tegang" nya bersambung /Sob//Sob//Sob/
Fitri Bawono
lanjut thor... makin seru 📹📹📹📹📹
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!