NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:27.2k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Begitu Cemas

Chandra segera menghubungi sang bos. Akan tetapi, panggilannya malah ditolak. Sungguh dia pusing sendiri. Apalagi pesan dari bos besar dia belum dibalas.

"Pak Bos, please angkat!!"

Sayangnya, panggilannya malah diabaikan. Terpaksa Chandra mengirimkan pesan kepada Ezra. Sekaligus dengan foto dari bos besar. Tak menunggu lama pesan itu dibaca dan mata Chandra tertuju pada sang atasan yang terlihat mulai panik.

"Saya ke toilet dulu."

Nika hanya mengangguk. Dia meyakini jika ada sesuatu hal yang terjadi. Apalagi mimik Ezra berubah dalam sekejap. Dan benar dia melihat sang pengawal tengah berbincang serius dengan lelaki yang menunggunya di depan hotel. Dua lelaki itu bergegas meninggalkan tempat acara.

Gadis cantik itu terus mengikuti acara walau duduk sendiri. Ada beberapa orang yang mulai mendekat, dan bertanya sambil berbisik.

"Kamu siapanya Tuan Ezra?"

Deheman seseorang membuat orang yang mencoba mengorek informasi tersenyum kecil dan pergi dari kursi di samping Nika.

"Kamu berhak tidak menjawab pertanyaan siapapun." Kembali Nika mengangguk.

Lelaki itu memang sangat menjaganya. Bahkan, Ezra tahu disaat dirinya merasa tak nyaman. Selalu melindungi dengan caranya yang dingin. Tapi, begitu menghangatkan bagi Nika.

Sebenarnya Nika ingin bertanya perihal mimik Ezra yang berubah. Tapi, dia tak ingin dicap sebagai perempuan kepo. Menunggu lelaki itu bercerita pun tak mungkin. Sudah terlihat jelas jika Ezra Naradipta bukanlah orang yang mudah bercerita.

Di tengah acara, Ezra berdiri. Menarik tangan Nika untuk pergi dari sana. Tak ada pertanyaan apapun. Hanya menjadi anak kucing yang penurut.

"Saya ada keperluan. Di luar unit banyak yang jaga."

Lagi, Nika mengangguk. Tak biasanya Ezra seperti ini. Menurunkannya hanya sampai depan apartment. Hembusan napas kasar keluar dari bibirnya. Ada keyakinan jika tengah terjadi sesuatu.

Ponselnya segera diraih setelah masuk apart, mulai menghubungi seseorang yang berada di negara lain.

"Hm."

Suara yang begitu datar terdengar. Jangan berharap panggilannya akan disambut hangat oleh orang di balik sambungan telepon.

"Lu lagi di mana?"

"Rumah Opa."

Ya, siapa lagi jika bukan Radja Elang Ranendra. Cucu kesayangan Restu Ranendra. Nika mulai bertanya banyak hal kepada remaja lelaki itu. Termasuk tentang sang papi juga Uncle-nya.

"Opari (Rio Addhitama) enggak ada ke sini. Kalau Opa lagi terbang ke Beijing."

Nika terkejut mendengarnya. Mulai menyambungkan sikap Ezra di acara tadi.

"Sejak kapan Uncle berangkat?"

"Kemarin." Singkat, jelas, dan malas menjawab panjang lebar.

"Bukannya Uncle enggak ada bisnis di sana?" Begitu hati-hati bertanya kepada Elang agar remaja itu tak curiga.

"Diajak Opa Axel buat hadirin acara Wang Grup."

Ponsel yang menempel di telinga pun terjatuh. Untungnya jatuh ke sofa empuk. Sudah pasti sang paman melihat dirinya bersama Ezra. Dan alasan Ezra pergi tanpa memberitahu karena dipanggil oleh singa jantan itu.

Jari lentik Nika sudah mulai menari. Mengirimkan pesan kepada sang pengawal. Namun, pesan itu tak dibaca sama sekali. Rasa takut mulai hadir. Nika sangat tahu bagaimana sang paman. Tak segan kepada siapapun. Apalagi menyangkut keluarganya. Ingin rasanya mengirim pesan kepada sang uncle, tapi rasa takutnya sangat besar.

Satu jam ... Dua jam ... Tiga jam ...

Sang pengawal tak jua kembali. Rasa cemas mulai menjadi. Pesan yang dikirimkan pun belum dibaca sama sekali. Alhasil, Nika kembali menghubungi Elang.

"Udah tengah malam, Naynay." Panggilan Elang jika tengah kesal kepada Nika.

"El, misalkan gua ngelakuin kesalahan. Uncle bakalan tahu enggak?"

"Jangan pura-pura amnesia. Opa matanya banyak," balas Elang dan membuat Nika menelan ludah.

Para tikus keparat yang ada di Zurich saja bisa dibunuh oleh seorang Restu Ranendra yang ada di tanah air. Apalagi ini yang hanya di Beijing.

Nika yang sudah buntu pun akhirnya menceritakan semuanya kepada Elang. Sedingin-dinginnya Elang, remaja itu adalah sosok pendengar yang baik.

"Palingan kena tampar atau tonjok." Jawaban yang membuat Nika berteriak di tengah malam.

"EL!!!"

Nika benar-benar kepikiran akan ucapan Elang. Sungguh dia tak bisa tidur dibuatnya. Mencoba menghubungi Ezra pun malah tak aktif. Sungguh dia sangat khawatir.

Yang Nika lakukan ketika bangun pagi adalah mengecek pesan yang dikirimkan semalam. Belum juga dibaca. Dan mencoba menghubungi lelaki itupun tak aktif. Dengan langkah gontai Nika turun dari tempat tidur. Mencuci wajahnya sebelum turun untuk menyiapkan sarapan. Matanya seketika melebar ketika melihat punggung yang amat familiar di dapur. Gadis cantik itu berlari dan berhambur memeluk tubuh bagian belakang yang begitu tegap.

Ezra sedikit terkejut dengan mata yang perlahan terpejam seperti orang yang menahan kesakitan. Segera mematikan kompor yang menyala karena takut mencederai perempuan yang harus dia jaga.

Perlahan lelaki itu memutar tubuh. Menatap wajah Nika yang penuh dengan kekhawatiran. Ezra menunjukkan ponselnya yang rusak.

"Jangan bikin Nika cemas."

Gadis cantik itu kembali memeluk Ezra tanpa segan. Sedangkan tangan Ezra masih berada di tempat semula. Rasa ingin membalas tak lebih besar dari tugasnya sebagai pengawal.

.

Ponsel baru serta obat sudah ada di atas meja direktur utama. Chandra pun sudah menyambut kedatangan sang atasan.

"Obati luka saya dulu."

Bukan Ezra yang meringis, melainkan sang asisten pribadi karena melihat luka yang ada di punggung sang bos. Sudah dipastikan cambukan itu begitu keras. Dan baru kali ini dia melihat sang bos terkalahkan sepertu ini.

"Apa ini ada hubungannya sama cewek dan bos besar semalam?" Rasa penasaran membuat Chandra memberanikan diri untuk bertanya.

"Tutup mulut kamu atau saya bawa tukang sol ke sini buat jahit kamu punya congor."

Refleks Chandra pun tak banyak bertanya lagi. Mau dipaksa seperti apapun bosnya tak akan membuka cerita. Sangat-sangat tertutup.

Hembusan napas kasar keluar dari bibir seorang Ezra Naradipta ketika selesai diobati. Apalagi rentetan pesan dari Nayanika baru saja dia baca. Matanya terpejam sambil mengingat kejadian semalam.

Sebuah foto dilempar ke atas meja. Suasana begitu mencekam. Dan hanya ada dirinya, Axel dan bos besar. Tatapan tajam mematikan membuat Ezra harus bersiap menerima segala konsekuensi yang ada.

"Maaf, Bang Res. Saya hanya ingin mengajak Nona Nika keluar."

"Sejak kapan otak kamu mulai dangkal?" tekan Restu Ranendra penuh kesarkasan.

Ezra tak bisa menjawab. Apa yang dia lakukan memang salah. Dia mulai berdiri dari tempatnya. Menuju sebuah lemari di mana tersimpan cambuk di sana. Lalu, menyerahkan kepada Restu Ranendra. Seketika wajah bos besar sangat tak bersahabat.

"Gua enggak pernah bermain dengan alat." Lengan kemeja pun sudah digulung.

"Untuk sekarang dan ke depannya, jika saya salah hukumlah pakai alat ini, Bang," pintanya dengan sopan.

"Berikan alasannya!"

Axel yang berada di ruangan tersebut sudah melipat kedua tangannya. Menonton siaran langsung adu jotos yang penuh dengan keseruan.

"Saya tidak ingin menunjukkan wajah penuh luka kepada perempuan yang tengah saya jaga."

"SIAPA?"

....

...**** BERSAMBUNG ****...

Boleh kan minta komennya?

1
Kasih Sklhqu
kasihan paman gantatr
kasihan paman ganteng di tinggal Nika
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!