NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia Ini Sempit

BUGH

Dariush berhasil menangkap satu pria yang ada di mobil itu. Hanya dengan sekali pukulan, orang yang mengikuti dirinya juga istrinya, tumbang.

"Siapa yang menyuruh mu?" Tanya Dariush dengan tatapan tenangnya.

"Aa-ampun! Saya hanya dibayar untuk mengikuti kalian!" Teriak pria itu kesakitan saat kakinya di tekan oleh Dariush.

Satu tangan Dariush merogoh sakunya dan menghubungi Fabio untuk menyusulnya bersama pak Roni. Lalu ia memeriksa saku celana pria itu.

Dariush membuka ponsel itu dan memeriksa panggilan terakhirnya. "Revaldi? Siapa dia? JAWAB!" Sentak Dariush sambil menekan lagi pria itu.

"Ii-itu orang pem*rintahan argh....sakiiit ampun!"

"Brengsek!!! Dia sudah menabuh genderang perang dengan ku!" Dariush melepaskan cengkramannya dan berdiri.

Tak lama Fabio dan pak Roni datang. "Bereskan orang itu!" Ucap Dariush.

Bella keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri suaminya. Ia berhambur ke tubuh suaminya dan memeluknya erat.

"Kamu enggak apa-apa kan? Aku takut kamu_"

Dariush mengecup bibir istrinya, ia tahu jika sekarang Bella sangat khawatir padanya. "Tidak apa-apa sayang aku aman. Kita pulang ya sayang. Kamu punya apartment?" Tanya Dariush.

"Ada, kita bermalam disana. Jadi dia siapa?"

"Bukan siapa siapa hanya preman murahan." Sahut Darisush.

Bella tak bertanya lagi. Kini mereka pergi menuju apartment, Dariush menenangkan istrinya yang masih khawatir padanya.

Justru Dariush khawatir akan keselamatan istrinya. "Tidak akan ku biarkan siapapun menyakiti istriku! Lihat saja Revaldi, kau tak bisa lolos dariku." Geram Dariush dalam batinnya.

-

-

-

Sesampainya di apartment, Dariush bilang ia akan mengurus surat kepindahan Bella ke Italy. "Apa? Tapi pekerjaan ku gimana? Aku masih punya tanggung jawab di sini." Ucap Bella.

Jelas saja Arabella kaget bukan main, tiba tiba saja Dariush ingin membawa dirinya pindah ke negaranya. "Kita bisa mengontrol kantor kamu satu bulan sekali. Ada Natasha kan? Dia bisa kamu andalkan sepertinya." Jawab Dariush.

Kepala Bella menunduk lemah, ia bukannya tak ingin bersama suaminya. Tapi ada banyak hal yang membuat ia berat meninggalkan negara ini.

Tangan Dariush membelai pipi istrinya yang sedikit terlihat chubby. "Hey sayang... Aku hanya ingin melindungi istriku ini. Di sana kamu aman bersama ku."

"Melindungi ku dari apa? Dylan?" Tanya Bella.

"Ck..dia tidak sebanding dengan ku sayang. Yang jelas aku ingin kita selalu bersama. Minggu depan kita kembali ke Italy. Biar Fabio dan asisten daddy-mu yang mengurus semuanya." Jawab Dariush.

Bella menghela nafasnya dan menatap lekat suaminya. Kini Dariush membawa istrinya duduk di pangkuannya. Sejak kejadian tadi hatinya tak karuan. Ia tak ingin Bella tidak ada di depan matanya.

Kedua tangan Dariush memeluk erat pinggang istrinya. Ia memagut bibir ranum sang istri dengan lembut tanpa paksaan. Namun tangan Bella menahannya. Ia berdiri dan berjalan ke arah balkon kamarnya.

Helaan nafas Dariush menjawab segalanya. Ia tahu jika Bella enggan ikut bersamanya. "Apa kamu mencintaiku, Arabella?" Tanya Dariush dengan serius.

"Menurut mu?"

Dariush membalikkan tubuh istrinya agar menghadapnya. "Tidak ada yang perlu di cemaskan, semua akan baik baik saja. Kamu, aku dan anak kita." Ucapnya.

"Kamu pasti menyembunyikan sesuatu dari ku, iya kan?" Lirih Bella.

"Hmm, kamu tidak perlu tahu!"

"Selalu begini...aku istrimu kan? Aku berhak tahu, Dariush!" Lirih Bella dengan wajah frustasinya, ia duduk di kursi dengan memijat keningnya.

Perlahan Dariush menghampiri istrinya dan memeluknya. Ia berjanji akan selalu menjaganya dan melindunginya. Air mata Bella mengalir, ia mengangguk pelan mencoba percaya akan perkataan suaminya ini.

Tangan kekar Dariush menarik istrinya ke kamar. Ia menindih sang istri dan mulai melepaskan seluruh pakaiannya. Daging kenyal itu bersatu, saling memagut dan menyesap lebih dalam.

Ciuman Dariush menjalar ke leher jenjang istrinya. Bella menggigit bibir bawahnya menikmati setiap sentuhan suaminya.

Dirasa pemanasan sudah cukup, kini cacing besar milik Dariush masuk ke dalam goa berwarna pink muda itu. Ia mulai memacu pelan tapi pasti.

"Aaahh... Sayang." Bella melenguh ia memejamkan matanya merasakan nikmatnya cacing besar milik suaminya.

"Kamu makin s*ksi sayang...oh my God.." Racau Dariush.

-

-

-

"BRENGSEK!! Siapa lelaki yang sudah merusak rencana ku?" Teriak seorang pria yang sudah berumur pada anak buahnya itu.

"Sa-saya tidak tahu boss, tapi dia melindungi anak tuan Dave!" Ucap lelaki lain.

"Awasi rumah Dave! Aku yakin dia menyimpan semua bukti yang dikirim Damian! Brengsek! Bisa kacau rencanaku!"

Yah! Dia adalah Revaldi, pria yang membun*h orang tua Dariush dan Sean. Ia jugalah yang meneror keluarga Cassano hingga kecelakaan maut itu terjadi.

"Baik boss!"

Revaldi menghubungi seseorang untuk membantunya menjalankan rencananya. "Lakukan!"

CEKLEK

"Pah, lagi sibuk?" Tanya seorang anak lelaki ke dalam ruangan Revaldi.

"Hmm, tidak juga. Kenapa?" Tanya Revaldi.

"Besok papah jadi kan ikut acara amal di rumah sakit?"

Sedikit berpikir, Revaldi mengangguk menuruti keinginan anaknya yaitu Andrew. Dokter kandungan yang pernah memeriksa kandungan Arabella.

Andrew tidak tahu saja jika papahnya adalah orang berbahaya. Seandainya ia tahu, mungkin dirinya tidak akan pernah mengakui Revaldi sebagai ayahnya.

"Oke pah." Andrew keluar dari ruangan papahnya menuju lantai bawah menemui mamahnya.

"Sayang, ayo makan malam dulu. Kamu ini kerja terus bukannya cari istri, mamah udah kepingin punya cucu." Keluh Belinda yaitu mamahnya Andrew.

"Iya mah doakan saja, semoga aku dapat istri." Jawab Andrew.

"Memang pasien kamu enggak ada yg janda gitu? Janda juga enggak masalah sih, yang penting kamu menikah gitu loh." Lanjut Belinda.

Andrew tertawa terbahak bahak mendengar perkataan mamahnya. "Adanya istri orang mah. Cantik banget...udah gitu lembut." Ucapnya, ia tiba tiba jadi membayangkan wajah Arabella.

"Siapa? Rebut ajalah mamah dukung hahaha."

Obrolan keduanya yang absurd terdengar oleh Revaldi yang baru turun dari ruang kerjanya. "Kalian ini ketawa sampai kedengeran ke rumah tetangga."

"Iniloh pah, Andrew naksir istri orang."

"Serius kamu? Ya udah rebut aja. Cantik enggak?" Lanjut Revaldi sambil mengunyah makanannya.

"Cantik, pah. Namanya Arabella Dirgantara."

Sontak Revaldi syok hingga terbatuk batuk, Belinda membawakan segelas air putih dan menepuk nepuk punggung suaminya ini. "Pelan pelan sih pah, kayak anak tk aja makannya." Ucap Belinda.

Andrew hanya tertawa kecil melihatnya. "Ii-iya mah, ini papah keselek cabe tuh. Jadi, dia benar istri orang?" Tanya Revaldi.

"Iya pah. Yah aku mengagumi aja sih cantiknya tuh beda dari wanita kebanyakan di luar sana." Ucap Andrew dengan mata yang berbinar.

"Jadi Arabella Dirgantara sudah menikah dan hamil. Bagus! Ini menjadi kesempatan ku untuk bisa dekat melalui Andrew. Aku harus mendukung Andrew mendekati wanita itu. Dunia ini sempit rupanya." Gumam Revaldi dengan seringai liciknya.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!