NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Berbohong

Ketika Cinta Berbohong

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita perkasa / Konflik etika / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:275
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Keluarga Arini dan Rizky tampak sempurna di mata orang lain – rumah yang nyaman, anak yang cerdas, dan karir yang sukses. Namun di balik itu semua, tekanan kerja dan harapan keluarga membuat Rizky terjerumus dalam hubungan selingkuh dengan Lina, seorang arsitek muda di perusahaannya. Ketika kebenaran terungkap, dunia Arini runtuh berkeping-keping. Novel ini mengikuti perjalanan panjang mereka melalui rasa sakit, penyesalan, dan usaha bersama untuk memulihkan kepercayaan yang hancur, serta menemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ULANG TAHUN TARA YANG MERIAH

Empat hari setelah pertemuan di rumah ibu Arini, tanggal 17 Juli tiba – ulang tahun Tara yang ke tujuh.

Rizky bangun jam 03.00 pagi, sudah tidak bisa tidur karena terus memikirkan bagaimana membuat hari anaknya spesial setelah semua masalah yang terjadi.

Dia sudah menyusun rencana dengan cermat: memesan kue karakter "Kucing Lucu" kesukaan Tara dari toko yang selalu dikunjungi keluarga, menyewa dekorator untuk menghias halaman rumah ibu Arini, dan mengundang teman-teman sekelas Tara beserta orang tuanya.

Dia langsung pergi ke toko kue, di mana Bu Yuni sudah menunggu dengan membawa kue yang sudah jadi dan dibungkus rapi.

"Pak Rizky, saya tambahkan topping ekstra untuk ulang tahun anak Anda," ujar Bu Yuni dengan senyum. "Semoga dia suka."

Rizky membayar dan membawa kue ke mobil. Dia juga berhenti di pasar untuk membeli bahan makanan – nasi kuning, ayam bakar, tahu isi, kerupuk warna-warni, es krim stick, dan jus buah segar.

Jam 06.00 tepat dia sampai di rumah ibu Arini, dan dekorator yang sudah dia pesan juga datang bersamaan.

Bu Siti membuka pintu dengan wajah terkejut. "Rizky? Kamu datang sangat pagi dan membawa banyak barang."

"Bu, saya mau memberi kejutan untuk Tara dan Arini. Bolehkah saya menghias halaman belakang saja? Saya tidak mau mengganggu mereka yang masih tidur."

Bu Siti melihatnya dengan pandangan yang mulai melunak. "Baiklah, saya bantu kamu. Kita cepat saja menyelesaikannya sebelum mereka bangun."

Keduanya bekerja sama dengan dekorator untuk memasang balon warna-warni dengan tema taman binatang, menggantung selempang ulang tahun yang bertuliskan.

"Selamat Ulang Tahun Tara yang Ke-7", dan menyusun meja makanan di sudut halaman yang teduh. Rizky juga memasang speaker kecil yang akan memutar musik anak-anak saat acara dimulai.

Jam 09.00, suara langkah kaki terdengar dari arah rumah. Arini keluar dengan baju tidur, wajahnya langsung menunjukkan ekspresi terkejut melihat halaman yang sudah dihias cantik dengan penuh warna-warni.

Tara mengikuti dari belakang, rambutnya masih berantakan dan wajahnya mengantuk tapi begitu melihat dekorasi, matanya langsung bersinar dan dia melompat-lompat dengan senang.

"Wow! Ini untuk saya ya Mama? Balonnya banyak banget!"

Sebelum Arini bisa berkata apa-apa, suara mobil datang berdering satu demi satu.

Teman-teman Tara mulai tiba dengan membawa hadiah berwarna-warni dan wajah yang penuh kegembiraan.

Orang tua mereka menyapa Arini dan Rizky dengan ramah, beberapa di antaranya sudah tahu tentang masalah keluarga mereka dan memberikan dukungan dengan senyum hangat.

Acara pun dimulai dengan meriah. Rizky aktif membantu menyajikan makanan, mengambil foto setiap momen penting dengan kamera yang dia pinjam dari Rina, dan menemani anak-anak bermain permainan tali melompat, makan kerupuk balap, serta melempar bola ke ember.

Arini melihatnya dari jauh sambil membantu Bu Siti mengatur makanan dan minuman, merasa hati sedikit melembut melihat bagaimana Rizky benar-benar fokus pada anak-anak dan membuat mereka tertawa riang.

Saat anak-anak sudah cukup bermain dan mulai merasa lapar, Rizky mengumpulkan semua orang di sekitar meja kue yang sudah diletakkan di tengah halaman.

Kue karakter kucing lucu itu tampak sangat menarik dengan lilin berwarna-warni sebanyak tujuh buah yang sudah dinyalakan.

Semua orang menyanyi lagu ulang tahun bersama dengan suara meriah, dan Tara berdiri di depan kue dengan wajah penuh kebahagiaan.

Setelah menyanyi, dia menutup mata dan membuat doa dengan tangan yang digenggam rapat. Arini mendekat dan membungkus tangan anaknya dengan lembut.

"Apa yang kamu minta ya nak?" tanya Arini setelah Tara memadamkan lilin dengan satu tiupan.

Tara melihat ayahnya dengan mata yang penuh harapan.

"Saya minta supaya Papa bisa tinggal sama kita lagi di rumah, dan keluarga kita bisa bahagia seperti dulu. Saya juga minta supaya Mama tidak menangis lagi dan Papa tidak bekerja terlalu banyak."

Semua tamu terdiam sebentar mendengar kata-kata anak kecil itu. Rizky merasa mata sedikit berkaca-kaca, dia segera mendekat dan memeluk Tara dengan erat.

"InsyaAllah nak, semua permintaanmu akan terkabul. Papa akan selalu ada untuk kamu dan Mama."

Setelah itu mereka memotong kue bersama dan menyebarkannya ke semua tamu.

Anak-anak tertawa dan berbagi cerita sambil makan kue dan makanan lain yang disediakan.

Beberapa teman Tara bahkan mengajak Tara untuk bermain lagi setelah acara selesai, dan Arini dengan senang hati menyetujuinya.

Setelah semua tamu pulang dan anak-anak selesai bermain, Arini mengajak Rizky berbicara di teras depan rumah.

Bu Siti sudah membawa dua gelas teh hangat dan meninggalkan mereka berdua untuk berbicara dengan tenang.

"Kamu sudah bersusah payah untuk acara ini," ujar Arini dengan suara yang lebih lembut dari biasanya.

"Tara benar-benar senang – dia sudah lama tidak tertawa dengan riang seperti ini."

"Saya hanya ingin membuatnya bahagia. Dia sudah terlalu banyak merasakan kesedihan karena masalah kita. Saya tidak ingin dia tumbuh dengan rasa sakit hati karena apa yang saya lakukan," jawab Rizky dengan serius. Dia mengambil gelas teh dan menyendoknya perlahan.

"Sayang..." lanjutnya, melihat mata Arini dengan tatapan yang penuh harapan.

"Saya sudah mendaftar untuk konseling keluarga di klinik Psikologi Harapan. Jadwalnya besok sore jam 15.00. Dokternya adalah Dr. Sari – teman sekolah Kak Rina yang ahli menangani kasus keluarga dengan masalah seperti kita. Bolehkah kita pergi bersama? Saya rasa penting bagi kita untuk menangani masalah ini dengan benar agar tidak berdampak buruk pada Tara."

Arini mengangguk perlahan setelah beberapa saat terdiam.

"Saya sudah menduga kamu akan mengusulkan hal seperti ini. Sebenarnya saya juga sudah berbicara dengan teman saya yang pernah mengalami hal yang sama, dan dia juga menyarankan kita untuk pergi ke konselor. Saya sudah menyetujui dengan Dr. Sari kemarin malam setelah kamu pulang dari sini. Dia bilang penting bagi kita untuk membicarakan semua masalah dengan terbuka agar bisa menemukan jalan keluar yang terbaik untuk kita berdua dan terutama untuk Tara."

Malam itu, Rizky tidak langsung pulang seperti biasanya. Dia membantu membersihkan tempat acara, menyimpan barang-barang yang belum terpakai ke dalam mobilnya, dan membantu Bu Siti membersihkan piring serta peralatan makan.

Setelah itu, dia duduk bersama Arini dan Tara di ruang tamu menonton kartun kesukaan mereka "Petualangan Kucing Lucu" yang selalu membuat Tara tertawa riang.

Tidak lama kemudian, Tara tertidur di pangkuan Arini dengan tangan kecilnya masih erat memegang jari kelingking Rizky.

"Sampai jumpa besok ya sayang," ujar Rizky ketika dia akhirnya harus pergi pulang. Arini mengangguk dan mengirimkan senyum yang lebih hangat dari biasanya.

"Jangan terlambat untuk konseling ya. Saya akan menyuruh Tara berangkat lebih awal dari taman kanak-kanak agar tidak terlambat."

Di jalan pulang, ponselnya berbunyi dengan suara pesan masuk. Dia melihat layar dan menemukan pesan dari Rina: "Klien proyek gedung baru sudah menyetujui kamu mengambil cuti lebih lama untuk mengurus keluarga. Saya sudah menangani semua hal di kantor, jadi kamu tidak perlu khawatir. Fokus pada keluarga dulu ya adik, itu yang paling penting."

Dia juga melihat foto yang baru saja dia kirimkan ke grup keluarga besar foto Tara yang sedang tertawa bahagia sambil memegang sepotong kue di tangannya.

Beberapa sepupu sudah memberikan komentar positif, termasuk Pak Hadi yang menulis: "Foto ini membuat hati saya menjadi hangat. Semoga keluarga kita bisa kembali bahagia seperti ini. Jangan menyerah ya anakku."

Rizky tersenyum sedikit sambil mengemudi mobilnya menuju rumah kosongnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!