NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Bab 28

Singapore....

"Arina, akhirnya kita sampai di sini." Ujar Rania Putri pada Arina Andrews.

Ya, mereka sampai di Singapore, mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Singapore. Impian mereka selama ini, selangkah demi selangkah mereka menuju mimpi mereka. Universitas yang mereka tuju mungkin berbeda, tapi mereka masih satu tujuan, sukses.

"Arina apa kau serius ingin tinggal di asrama? Kita beda jurusan. Mungkin kita akan punya kamar yang berbeda. " Ujar Rania pada Arina.

"Tidak apa-apa Ran. Lagi pula kita masih bisa saling berhubungan." Ujar Arina pada Rania.

Inilah yang Rania takutkan, dia takut akan jauh dari Arina. Sedari kecil dia selalu bersama dengan Arina, tidak pernah terpisahkan. Maka dari itu dia tidak ingin terpisah dari Arina barang sebentar saja.

Namun Arina berpendirian kuat, dia tidak ingin menjadi anak manja yang tinggal di apartemen mewah, sementara ayahnya di Indonesia bekerja keras demi Arina. Meski sebenarnya dia ingin sekamar dengan Rania. Arina tidak tahu saja jika ayahnya memiliki apartemen pribadi di Singapore.

Mereka menuju ke ruangan yang mirip dengan ruangan tata usaha. Di sana sudah ada pengurus. Mereka mendapatkan nomor kamar yang sama meski beda jurusan. Rania sangat senang mendapati dirinya satu asrama dengan Arina.

Mereka pun pergi ke asrama mereka, dan mengemasi barang-barang. Ada dua orang lagi yang akan se asrama dengan mereka. Katanya jurusannya sama dengan Arina, dan yang satu lagi sama dengan Rania.

Arina, dan Rania memilih satu kasur tingkat untuk mereka berdua, Arina di bawah, sementara Rania di atas. Rania sangat bahagia sekali mengetahui dirinya satu asrama dengan Arina. Dia senang bisa sekamar dengan sahabatnya.

Tak lama berselang, dua orang gadis datang. Dia adalah Felicia dari jurusan Matematika, dan Agraeni dari jurusan Kedokteran. Felicia berasal dari Inggris, sementara Angraeni sama seperti Arina, dan Rania berasa dari Indonesia. Wajah Arina yang agak kebaratan seperti ayahnya tidak mengidikasikan orang Indonesia. Sementara Rania yang berwajah jawa membuat Angraeni ingin berkenalan.

"Halo aku Angraeni, berasal dari Indonesia. Salam kenal." Ujar Angraeni dengan bahasa Inggris.

"Aku Felicia, asalku dari Inggris." Ujar garis bermata hijau itu.

"Aku Rania dari Indonesia." Tukas Rania.

"Aku Arina, dari Indonesia." Ucap Arina setelah Rania.

Felicia, dan Angraeni terkejut. Mereka tidak menyangka jika Arina berasal dari Indonesia. Sebab wajah Arina yang putih bersih, dengan rambut kecoklatan, dan mata coklatnya yang agak terang.

Felicia sudah menduga jika akan banyak orang melayu, dan Indonesia di kampus ini, sebab negaranya yang bertetangga. Hanya di tidal menyangka dirinya satu-satunya orang berkebangsaan Inggris di sana, dan bukan orang Indonesia seperti mereka.

"Kalian semua orang Indonesia? Perkenalkan aku Felicia." Ujar Felicia pada Arina, Rania, dan Angraeni. Dia bisa bahasa Indonesia, jadi menggunakan bahasa Indonesia.

"Kamu bisa bahasa Indonesia?" Ujar Rania takjub.

Angraeni tampak tidak terkejut, dia seperti sudah mengenal Felicia sebelumnya.

"Dia ini temanku, dia tinggal di Indonesia selama bertahun-tahun." Ujar Angraeni pada Arina, dan Rania.

Kini mereka mengerti, Arina, dan Rania adalah sahabat, begitu juga dengan Angraeni, dan Felicia.

"Aku tidak menyangka kau orang Indonesia Arina, ku pikir kau orang luar negeri sebab wajahmu seperti orang Timur Tengah, dan Eropa. Mata coklat terang itu, rambut coklat kemerahan." Ujar Felicia pada Arina.

"Itu karena ayahku orang keturunan eropa, dan Ibuku keturunan timur tengah. Darah Indonesiaku dari Ibuku yang ayahnya orang Indonesia. Nenek kakekku kebanyakan orang luar." Ujar Arina pada Felicia.

Arina, dan Rania pun membantu Felicia, dan Angraeni untuk menata barang mereka. Tampak Angraeni yang bawa banyak barang. Dia bawa banyak bumbu Indonesia juga di tasnya.

"Kamu seperti Rania temanku, dia juga suka membawa bumbu-bumbu di saat berpergian ke luar negeri." Ujar Arina pada Angraeni.

"Aku tidak bisa hidup tanpa rempah Indonesia. Untungnya di Singapore, di dekat universitas kita ada toko yang menjual berbagai bumbu rempah Indonesia." Ujar Angraeni pada Arina.

"Terua kenapa masih bawa banyak begini?" Tanya Arina pada Angraeni, dia heran sebab Arina sendiri tidak pernah membawa banyak bumbu seperti itu. Dia bisa makan apa saja, meski yang penting matang, meski bisa makan susi yang mentah-mentah, tapi Arina lebih suka makanan matang.

"Karena harga di luar negeri kan mahal, di awal kita harus banyak menghemat." Ujar Angraeni pada Arina Andrews.

"Kamukan akan sekelas dengan Rania, aku mohon jaga dia, dia itu sedikit ceroboh." Pesan Arina pada Angraeni.

"Iya, kamu juga jagalah Felicia, dia itu sahabatku satu-satunya disini." Pesan Angraeni juga.

"Baiklah." Balas Arina.

Mereka pun selesai mengemasi barang-barang keperluan mereka di asrama. Setelah itu mereka duduk-duduk saja di kasur. Arina yang merasa lelah pun memutuskan untuk tidur, begitu juga dengan Felicia. Rania, dan Angraeni yang melihat itu juga ikut letih. Mereka pun merebahkan diri. Terlebih hari juga sudah mulai malam.

Tengah malam, Arina terbangun. Dia ingin ke kamar kecil. Untungnya di kamar mereka ada kamar mandi, jadi tidak perlu turun ke bawah hanya untuk sekedar buang air kecil.

Felicia yang mendengar suara pun ikut terbangun.

"Kamu terbangun?" Tanya Felicia pada Arina yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Kelihatan bagaimana?" Judes Arina.

"Aku juga. Hehe.." Felicia tertawa canggung. "Gimana kalau ke balkon. Sambil melihat lampu-lampu gedung yang menyala di malam hari." Usul Felicia.

"Boleh saja." Ujar Arina.

Mereka berdua pun melihat pemandangan yang luar biasa, tampak dari balkon, banyak lampu-lampu yang berkedip-kedip, tampak juga arus kendaraan yang tertip berlalu lalang. Singapore benar-benar berbeda dengan Indonesia.

Arina jadi merindukan balkon di rumahnya. Dan juga dengan bintang di langit pantai, bintang-bintang yang bersinar sementara Arina berbaring di pasir. Dia ingat saat itu dia sedang kamping bersama Rania. Sungguh hari-hari yang menyenangkan.

Felicia tampak senang melihat lampu-lampu yang menyala di gelapnya malam. Dia melihat ke arah Arina yang bermuka datar.

"Apa impianmu?" Tanya Felicia pada Arina.

"Impianku?" Balas Arina balik bertanya.

"Iya Impian, kamu sampai ke Singapore, menenteng tas ke universitas ini pasti penuh impian." Ujar Felicia pada Arina.

"Aku hanya ingin menjadi dosen matematika, sambil meneruskan perusahaan ayahku." Balas Arina sambil tersenyum. Senyuman yang jarang terlihat di bibir manisnya.

"Kamu manis saat tersenyum, sayangnya kamu selalu memasang wajah datar." Ujar Felicia pada Arina. Dia menyadari jika teman sekamarnya itu memang jarang tersenyum.

"Aku hanya malas saja tersenyum. Kalau tidak ada yang membuat ingin tersenyum ya tidak tersenyumkan?" Tanya Arina.

Felicia menggeleng. "Entahlah, aku tidak tahu." Ujarnya.

Arina pun duduk di balkon, begitu juga Felicia. Saat di rasa udara makin mendingin, mereka pun masuk ke dalam kamar lagi. Di tutupnya jendela balkon yang besar, dan kembali merebahkan diri ke atas kasur.

Felicia melihat Arina yang memejamkan mata, dan memunggungi dirinya.

"Arina." Ujar Felicia.

"Hmm??" Arina tidak menoleh.

"Good night..." Ujar Felicia.

"Good Night." Balas Arina.

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝑫𝒆𝒘'𝒂⁹⁹
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!