NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7

Mobil hitam Felix berhenti. Syerly turun dari mobil dan berjalan dengan santai, menuju pintu rumahnya. Felix mengikutinya dan berjalan disampingnya.

 "Apa kau akan memikirkannya? Bukankah ide menjadi teman tapi mesra adalah ide yang bagus?" Felix tidak bertanya tapi ia memaksa Syerly untuk menyetujui idenya.

 Syerly berhenti, lalu menatap Felix. Wajah Felix hari ini sangat cerah dan juga tampan. Syerly mendesah pelan untuk menenangkan dadanya yang berdesir.

 "Apakah kau selalu mendapatkan apa yang kau inginkan?"

 Felix terdiam sebentar seolah berpikir.

 "Sepertinya... iya." Felix mengangguk.

 "jadi, kau mau menjadi teman tapi mesra." Kata Felix dengan tersenyum.

 "Aku belum menyetujuinya."

 "Kalau begitu, aku akan memaksamu."

 Lalu Felix menarik Syerly dan ingin menciumnya, Syerly terkejut dengan tindakan Felix, ia mencoba mendorong Felix.

 "Baik... baik... baik..." teriak Syerly ketakutan.

 Felix akhirnya sedikit menarik wajahnya.

 "Apa kau gila?" Syerly memarahi Felix.

 Tapi Felix tidak takut dengan kemarahan Syerly. Dia menatap Syerly seolah masih menunggu.

 "Jadi, bagaimana? Apa kau mau jadi teman tapi mesraku?"

 "Ya." Jawab Syerly singkat.

 Lalu mengulurkan tangannya.

 "Senang bertemu denganmu, teman tapi mesraku."

 Dengan senyum bahagia, Felix menyambut tangan Syerly. Tapi Felix tidak membiarkan Syerly pergi begitu saja.

 Felix menarik tangan Syerly dan mencium bibir Syerly dengan kasar.

 "Sialan, Felix! Apa kau begitu terangsang?" Teriak Syerly menatap Felix dengan kesal.

 Felix terkekeh pelan, sambil mengusap bibirnya dengan lembut.

 "Ya." Jawab Felix pelan.

 "Kau membuatku tidak dapat menahannya." Suara Felix terdengar serak seolah sedang menahan hasratnya.

 Syerly tanpa sadar menelan ludahnya.

 "Kau gila!" Syerly sedikit merasa takut dengan Felix yang seolah-olah ingin memakannya hidup-hidup.

 "Aku akan pergi!" Lalu Syerly cepat-cepat melarikan diri dari mata predator milik Felix.

 "Sampai jumpa di kampus, Syer." Teriak Felix sambil melambaikan tangannya.

 Syerly berhenti dan menatap Felix.

 "Ada begitu banyak gedung fakultas di kampus, kita bahkan berbeda fakultas, Bagaimana kita akan bertemu?" Tanya

 Syerly dengan dingin.

 "Aku akan menghubungimu." Kata Felix dengan tenang.

 "Kau bahkan tidak mempunyai nomor ponselku."

 "Aku akan mempunyainya, ketika kau memberikannya kepadaku."

 Felix berjalan mendekat kearah Syerly. Langkahnya tenang ketika mengeluarkan ponselnya dari saku.

 Syerly tidak bergerak ketika Felix menyodorkan ponselnya didepannya.

 Tapi Felix tidak mempunyai banyak kesabaran lagi. Ia menarik Syerly dan mencium Syerly dengan paksa.

 "Kau akan memberikannya atau tidak?" Kata Felix pelan tapi kata-katanya penuh ancaman.

 "Berikan padaku!" Kata Syerly dingin.

 Melihat Syerly yang sedang menulis serangkaian nomor di layar ponselnya, senyuman kecil menghiasi wajah Felix.

 "Telpon dirimu!" Kata Felix, tangannya masih melingkar di pundak Syerly. Bersiap kapan saja, untuk memberikan hukuman kepada Syerly, jika gadis itu menolak permintaannya.

 Syerly memanggil nomornya melalui ponsel milik Felix. Beberapa detik kemudian ponselnya berdering.

 Syerly mengambil ponsel miliknya lalu memperlihatkan layar yang menyala di depan Felix

 Felix mencium pipi Syerly sebagai hadiah karena sudah sangat patuh. Tapi Felix semakin ketagihan untuk menggoda Syerly.

 "Masukkan namamu juga!" Kata Felix.

 Syerly akhirnya mendesah kesal, ia menatap Felix dengan dingin.

 "Kau sudah tahu namaku. Kau bisa melakukannya sendiri."

 "Aku tahu." Kata Felix tenang.

 "Tapi, aku tidak mau."

 Felix lalu menatap kearah Syerly, matanya berubah tajam.

 "Kalau kau tidak mau melakukannya." Felix melangkah perlahan kearah Felix.

 "Aku akan memelukmu dan menciummu." Felix berbisik ditelinga Syerly, membuat Syerly harus berjalan mundur setengah langkah.

  "Sampai kau mau melakukannya." Suaranya seperti godaan yang sulit ditolak.

 "Atau..." nafas Felix berhembus mengenai leher Syerly lalu turun kebawah. Membuat dada Syerly berdesir.

 "Kau ingin aku menciummu disini?"

 Ancaman Felix berhasil membuat dada Syerly berdesir.

 Lalu dengan tangan gemetar ia menulis namanya pada layar ponsel milik Felix

 Syerly (TTM)

 Menatap nama itu, Felix akhirnya melepaskan tekanannya dan tersenyum dengan lebar.

 "Apa kau puas?" Tanya Syerly datar.

 "Ya." Felix mengangguk.

 "Lalu, bagaimana kau akan memberi nama pada nomorku?

 "Bukan urusanmu." Kata Syerly.

 "Kau harus memberikan namanya sekarang! Aku tidak ingin kau kehilangan nomorku."

 "Mengapa kau begitu banyak permintaan?"

 "Kalau kau tidak mau, aku bisa membantumu menuliskan nomorku dengan sebutan suami."

 Syerly tahu, Felix dapat melakukannya jika ia tidak mau menuruti permintaan Felix.

 Meskipun sangat kesal, akhirnya Syerly menulis nama pada layar ponselnya.

 FL (TMT)

 Senyum Felix semakin lebar, dan tanpa pemberitahuan apapun, Felix mencium bibir Syerly dengan semangat. Seolah ia sedang menandai kepemilikannya.

 Mereka berciuman sebentar lalu berpisah.

 "Aku peringatkan, jangan terlalu bersemangat!" Kata Syerly dingin.

 "Karena aku bisa menghapus nomormu kapan saja."

 Lalu Syerly segera berbalik dan berjalan pergi tanpa menoleh kebelakang.

 Dengan tersenyum lebar, Felix melambaikan tangannya.

 "Kalau begitu, hati-hati!" teriak Felix.

 "Jangan sampai kau tidak dapat menghapusku dari ingatanmu!"

 Syerly tidak menoleh hanya memberikan jari tengahnya kepada Felix sebagai jawabannya.

 ---

 Duduk disebuah bangku didalam Kantin Kampus, Peter dan Thea sedang sarapan bersama.

 "Apa kau tidak menyukai sayuran?"

 Peter memperhatikan, Thea yang sedang menyingkirkan sayuran hijau dari atas piring.

 "En."

 Thea sedikit malu karena ketahuan telah pilih-pilih makanan.

 Peter mendesah pelan dengan senyum kecil,

 "Kalau begitu aku akan memakannya."

  Peter mengambil sayuran hijau dari atas piring mie milik Thea. Lalu sebagai gantinya, Peter mengambil telur goreng dari atas piringnya dan meletakkan diatas piring Thea

 "Makan ini!" Kata Peter lembut.

 Thea tersenyum.

 "Terimakasih."

 Hal-hal kecil ini yang sebenarnya, membuat Thea tersentuh lalu jatuh hati kepada Peter. Perlakuan lembut Peter yang tidak dapat ia dapatkan saat bersama Felix.

 Felix adalah tipe laki-laki yang mudah bosan dan suka bergonta-ganti pacar.

 Awalnya Felix memang akan mengumumkan hubungan mereka didepan publik, dan membuat Thea bahagia.

 Tapi, Thea merasa setiap ia berada bersama Felix ia tidak pernah merasakan ketulusannya.

 Setelah sarapan pagi, Peter dan Thea pergi ke Perpustakaan. Mereka menghabiskan waktu disana sebentar. Membaca buku dengan damai tapi terasa sangat manis.

 Mereka keluar dari gedung Perpustakaan bersama, masih berjalan berdampingan, ketika seorang gadis cantik menghampiri Peter dengan senyum manis.

 Kerah tinggi yang dipakai gadis itu seolah untuk menutupi sesuatu dibaliknya.

 "Peter... " suaranya lembut lalu dengan sangat akrab tangannya memeluk lengan Peter.

 "Dimana roti dan jusku?"

 Peter menatap Syerly dengan senyum kecil. Lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya.

 "Aku tidak lupa." Katanya pelan.

 Syerly mengambil makanan dari Peter dengan senyum lebar.

 "Terimakasih."

 Syerly menoleh, menatap gadis berambut pendek yang tampak cantik dan manis berdiri disamping Peter.

 "Apa dia pacarmu?" Bisik Syerly penasaran.

 Peter tersenyum kecil sambil sedikit mengangguk. Peter melihat mata Syerly sedikit membesar setelah mendengarnya. Dan ia juga merasakan ketidak sabaran dari Syerly untuk segera diperkenalkan dengan Thea.

 "Thea, perkenalkan dia teman dekatku namanya Syerly." Kata Peter tenang.

 "Hai, namaku Syerly." Syerly mengulurkan tangannya didepan Thea.

 Thea menarik lagi perhatiannya dari tangan Syerly yang masih melingkar pada lengan Peter. Thea menatap Syerly sebentar lalu berusaha tersenyum kecil.

 "Thea." Katanya ringan.

 Meski Thea merasa tidak nyaman, tapi ia percaya dengan Peter.

 Thea merasa tidak mempunyai hak untuk cemburu, karena apa yang telah ia lakukan kepada Peter, menjadikan Peter sebagai selingkuhannya. Pasti lebih menyakitkan Peter dari perasaan cemburunya yang melihat kedekatan Peter dengan sahabatnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!