NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Rahasia di Balik Brankas

Rahasia besar itu seolah-olah berdenyut di balik dinding ruang kerja yang baru saja dimasuki secara diam-diam oleh Maya Anindya. Cahaya bulan menyelinap masuk melalui celah gorden yang terbuka sedikit hingga menerangi sebuah kotak besi hitam yang tertanam di sudut ruangan. Gadis itu menahan napas sambil melangkah berjinjit karena tidak ingin suara lantai kayu yang berderit membangunkan pria di kamar sebelah.

"Apa sebenarnya yang ayah sembunyikan sampai harus melibatkan seorang perwira kaku seperti dia?" bisik Maya Anindya dengan jemari yang mulai menyentuh permukaan dingin brankas tersebut.

Gadis remaja itu mencoba memutar angka pengunci dengan kombinasi tanggal lahir ayahnya yang dia ingat dengan sangat jelas. Namun sebuah suara denting kecil yang menandakan kesalahan sistem keamanan membuat jantungnya berdegup kencang karena rasa takut yang luar biasa. Dia menyadari bahwa bermain dengan barang milik Arga Dirgantara sama saja dengan menyerahkan diri ke dalam sarang singa yang sangat lapar.

"Saya sudah memperingatkan Anda untuk tidak pernah menginjakkan kaki di ruangan ini tanpa izin saya," ucap sebuah suara bariton yang sangat berat dari arah kegelapan.

Maya Anindya tersentak kaget hingga tubuhnya membentur tepian meja kayu yang sangat keras serta menyakitkan. Dia melihat sosok Arga Dirgantara berdiri tegak di ambang pintu dengan tatapan mata yang sangat tajam serta mematikan. Pria itu masih mengenakan kaus hitam ketat yang memperlihatkan otot lengannya yang sangat kokoh serta penuh dengan luka-luka bekas pertempuran.

"Saya hanya ingin tahu mengapa hidup saya harus hancur berkeping-keping seperti ini!" teriak Maya Anindya dengan air mata yang mulai membanjiri pipinya yang pucat.

Arga Dirgantara melangkah maju dengan sangat tenang namun setiap pijakan kakinya terasa seperti lonceng kematian bagi keberanian gadis itu. Dia tidak menunjukkan kemarahan yang meledak-ledak melainkan hanya sebuah aura otoritas yang sangat dingin serta mencekam. Pria itu meraih tangan Maya Anindya lalu menariknya menjauh dari brankas rahasia tersebut dengan kekuatan yang sangat tidak terbantahkan.

"Ada hal-hal di dunia ini yang lebih baik tetap menjadi misteri daripada harus membunuh jiwamu secara perlahan," jawab Arga Dirgantara sambil mencengkeram bahu istrinya.

Gadis itu menatap lurus ke dalam bola mata sang letnan satu yang tampak sangat gelap seolah-olah sedang menyembunyikan badai yang luar biasa besar. Dia merasa ada sebuah janji yang sangat berat yang sedang dipikul oleh pria di hadapannya demi menjaga keselamatannya. Rasa penasaran itu bukannya padam justru semakin membara di dalam hati Maya Anindya saat dia melihat sebuah kilatan cahaya dari dalam brankas yang sedikit terbuka.

"Apakah itu foto ibu saya yang berada di dalam sana?" tanya Maya Anindya dengan nada bicara yang sangat penuh dengan keraguan.

Pria berseragam itu terdiam sesaat sambil menutup pintu brankas tersebut dengan gerakan kaki yang sangat cepat serta tertutup rapat. Dia kemudian membimbing Maya Anindya keluar dari ruang kerja itu dengan cara yang sangat protektif sekaligus sangat menekan. Suasana di lorong rumah dinas itu menjadi semakin sunyi saat mereka berdua berdiri berhadapan di depan pintu kamar yang terasa sangat kaku.

"Pertanyaanmu adalah sebuah ancaman bagi nyawa kita berdua, jadi belajarlah untuk tetap diam," tegas Arga Dirgantara sambil mengunci pintu ruang kerjanya dengan sebuah kunci emas yang sangat unik.

Maya Anindya hanya bisa terpaku saat menyadari bahwa suaminya bukan hanya sekadar pelindung melainkan seorang penjaga rahasia yang sangat berbahaya. Dia melihat Arga Dirgantara berjalan menjauh menuju arah dapur dengan langkah yang sangat teratur serta tanpa beban sedikit-pun. Namun sebuah bayangan hitam besar tiba-tiba melintas di balik jendela luar yang membuat suasana malam itu menjadi sangat mencekam serta penuh dengan tanda tanya.

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!