NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Pulang Terlambat

Saat jarak Kayla dan Arthur hanya tinggal dua meter, Arthur mendongak. Tatapannya melewati Kayla begitu saja, seolah Kayla hanyalah bagian dari dekorasi dinding rumah sakit dan ia kembali fokus pada tablet di tangannya, melanjutkan instruksinya kepada residen tersebut dengan suara datar.

​Kayla menelan ludah, rasa sesak mendadak menyerang dadanya. Padahal tadi pagi ia masih melihat tulisan tangan rapi pria itu di secarik kertas, tapi sekarang Kayla merasa seperti orang asing yang benar-benar tidak berharga di mata suaminya sendiri.

​'Oke, Kayla. Fokus, kamu di sini jadi Dokter muda, bukan istri Dokter kulkas itu,' batinnya menyemangati diri sendiri.

"Dokter Muda Kayla, anda diminta Dokter Bian untuk segera ke ruangannya mengambil berkas pasien yang tadi dioperasi," ucap seorang perawat.

​Kayla mengangguk dan berbalik arah dan tanpa ia sadari, saat ia berbalik, mata tajam Arthur melirik ke arah punggungnya sejenak. Rahang Arthur mengeras, ada secercah emosi yang ia tahan di balik wajah datarnya yang sedingin es itu.

​Saat Kayla sampai di depan ruangan Dokter Bian, ia harus melewati lorong yang cukup sepi. Di sana, ia melihat Arthur sendirian sedang berjalan dari arah berlawanan. Kayla memutuskan untuk bersikap biasa saja.

​"Permisi, Dokter," ucap Kayla sopan sambil menundukkan kepala sedikit saat mereka berpapasan.

​"Laporannya harus selesai dalam satu jam, jangan sampai ada kesalahan satu huruf pun Dokter Muda Kayla," ucap Arthur.

"Tapi, saya kan anak didiknya Dokter Bian," ucap Kayla.

"Sama saja, semua laporan nanti juga akan saya periksa, ingat satu jam," ucap Arthur lalu melenggang pergi tanpa menunggu jawaban Kayla.

Kayla menghentakkan kakinya kesal ke lantai koridor yang sunyi, "Satu jam? Dia pikir aku ini robot apa? Baru juga selesai operasi tiga jam, otakku masih panas!" gerutu Kayla pelan.

Namun, Kayla tahu tidak ada gunanya membantah, dengan setengah berlari, Kayla menuju ruang koas, mengambil laptop dan mulai mengetik laporan observasi pasca operasi dengan kecepatan penuh, Jihan dan Celine yang melihat Kayla tampak sangat serius tidak berani mengganggu.

Tepat lima puluh menit kemudian, laporan itu selesai, Kayla memeriksanya dua kali memastikan tidak ada kesalahan satu huruf pun sesuai perintah Aiden lalu berjalan menuju ruangan Kepala Departemen Bedah Saraf.

Di depan pintu ruangan Arthur, Kayla berusaha untuk tenang dan memberanikan diri masuk ke ruangan tersebut dan akhirnya Kayla pun mengetuk pintu ruangan itu.

"Masuk," suara bariton dari dalam terdengar.

Kayla masuk dan melihat Arthur sedang duduk di balik meja besarnya, masih sibuk dengan tumpukan dokumen, ia bahkan tidak mendongak saat Kayla meletakkan map laporan di meja.

"Ini laporan observasi pasien bernama Pak Wijaya, Dokter," ucap Kayla.

Arthur mengambil map tersebut, membukanya dan membacanya dengan sangat teliti. Suasana ruangan itu begitu hening, hanya terdengar suara detak jam dinding dan gesekan kertas, Kayla berdiri dengan kaku sembari menunggu vonis dari suaminya.

"Lumayan," ucap Arthur singkat setelah hampir lima menit memeriksa.

Lalu Arthur menutup map itu dan akhirnya mendongak, menatap mata Kayla. "Tapi kau lupa mencantumkan output urine pasien di jam terakhir," lanjut Arthur.

"Ta-tapi tadi saya tanya perawat, katanya sedang diganti kantongnya, jadi..." ucapan Kayla terhenti lantaran Arthur yang menyelanya.

"Seorang dokter tidak menerima jawaban katanya Dokter Muda Kayla, kau harus melihatnya sendiri. Jadi, kembali ke bangsal dan lengkapi datanya lalu serahkan lagi padaku," ucap Arthur.

Kayla mengepalkan tangan di balik saku jas putihnya, "Baik, Dokter," jawab Kayla.

Saat Kayla hendak berbalik pergi, Arthur tiba-tiba berucap dengan suara yang sedikit lebih rendah, "Dan satu lagi," ucap Arthur yang menghentikan langkah Kayla.

"Iya, Dok? Apa ada yang harus saya lakukan lagi?" tanya Kayla.

"Jangan pulang terlambat, sopir sudah aku minta menjemputmu jam lima sore. Aku ada operasi tambahan malam ini, jadi aku mungkin pulang tengah malam, jangan tunggu aku untuk makan malam," ucap Arthur.

Kayla tertegun, nada bicaranya tetap dingin, tapi ada terselip perintah yang bersifat personal di sana. "Tapi Dok, saya bisa pulang sendiri pakai mobil yang tadi pagi..." ucapan Kayla lagi-lagi dipotong Arthur.

"Mobil itu terlalu besar untukmu yang sedang kelelahan, turuti saja perintahku," sahut Arthur kembali fokus pada kertas-kertasnya dan menandakan bahwa pembicaraan sudah berakhir secara sepihak.

Kayla keluar dari ruangan itu dengan perasaan campur aduk, ia kesal karena dikritik soal laporan. Tapi, di sisi lain, ia sedikit tersentuh karena Arthur tahu ia lelah.

Malam harinya, Kayla baru saja selesai mandi dan sedang mengeringkan rambutnya di kamar saat ia mendengar suara pintu apartemen terbuka. Tak lama kemudian, Arthur masuk ke kamar dengan wajah yang tampak sangat pucat dan kelelahan, jas dokternya tersampir asal di bahu.

Tanpa berkata apa-apa, Arthur langsung menjatuhkan dirinya ke sofa kecil yang ada di sudut kamar, memejamkan mata dengan napas yang berat.

Kayla yang melihat itu merasa tidak tega, rasa takutnya sedikit memudar melihat sisi rapuh pria yang dijuluki Dokter Kulkas itu, ia mengambil segelas air hangat dan berjalan mendekat.

"I-ini minum dulu," ucap Kayla pelan sambil menyodorkan gelas.

Arthur membuka matanya perlahan,ia menatap Kayla sejenak, lalu menerima gelas itu dan meminumnya hingga habis, "Terima kasih," ucapnya parau.

"Tadi operasinya lancar?" tanya Kayla mencoba berbasa-basi dan hanya mendapat anggukan dari Arthur.

Hening sejenak, sampai akhirnya Arthur menatap tangan Kayla yang masih memegang gelas kosong. Secara tiba-tiba, ia meraih pergelangan tangan Kayla dan menariknya pelan hingga Kayla terduduk di sampingnya di sofa yang sempit itu.

"Arthur," Kayla terkejut akan tindakan Arthur.

Arthur tidak menjawab, ia justru menyandarkan kepalanya di bahu Kayla, memejamkan mata sambil menghirup aroma sabun dari rambut Kayla.

"Aku tidak suka dengan panggilanmu," ucap Arthur.

"Terus aku harus panggil apa?" tanya Kayla.

"Terserah, tapi jangan panggil nama," ucap Arthur.

"Ma-mas?" tanya Kayla.

"Boleh," jawab Arthur.

"Tapi, kalau di rumah aja ya. Kalau di rumah sakit, aku panggil Dokter. Aku gak mau orang-orang tahu hubungan kita, nanti kalau mereka tahu bisa-bisa aku jadi omongan," ucap Kayla dan diangguki Arthur.

Kayla merasa tidak nyaman dan ingin menyingkirkan kepala sang suami dari bahunya, "Biarkan seperti ini sebentar saja. Aku sangat lelah," ucapnya lirih.

Jantung Kayla berdegup kencang, ia adalah pertama kalinya Arthur menunjukkan sisi seperti ini, sisi yang membutuhkan sandaran. Kayla yang tadinya ingin protes, perlahan-lahan mengendurkan tubuhnya dan membiarkan suaminya bersandar.

'Ternyata, sedingin-dinginnya kulkas, dia tetap manusia yang bisa lelah juga,' batin Kayla sambil tersenyum tipis dalam kegelapan.

.

.

.

Bersambung.....

1
Nur Syamsi
Itulah Josua buah dr sifat irimu terhadap Athur waktu itu, untung Athur orang yg jiwa penolongnya kuat dan selalu mengutamakan keselamatan nyawa sseorang
Nur Syamsi
Waduh salah sasaran ni preman....
SLina
jgn langsung baik kay
Nur Syamsi
Sabar ya dr Athur dr Kayla SMA sepertimu jiwa nolongnya sangat kuat yg ingin menyelamatkan nyawa seseorang
Nur Syamsi
We dr Athur istrimu itu belum makan siang trus kamu maw memakannya 😃😃😃
Nur Syamsi
Tidak salah waktu dijodohkan Athur tdk menolak gegara melihat Kayla menolong seseorang dgn merawat orang tersebut ternyata mrk sejodoh dan seprofesional 💪💪💪
Nur Syamsi
itulah konsekwensinya klaw mendengar sepihak coba dr Juan tanyak Baek" dr Kayla itu langsung main skorsing aja tdk mikir ap berita itu benar ap tidak ....
Ani Kurniati
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Nur Syamsi
Tu pasien kepo bangat kan kamu TDK tau prosesnya seseorang sampai mencapai titik jdi dr spesialis, sebagai pasien hanya menerima pengobatan dan yg lainnya bukan mengurusi pribadi orang....
Nur Syamsi
💪💪💪 Kayla, dr Athur tetap bersamamu walau hanya fotomu yg dia bawa bawa
Nur Syamsi
Athurnya tu sehat sehat Kayla menolong orang yg kena serangan cuma di tempatnya susah jaringan....jdi bersabarlah ....klaw bisa di wa sja jdi pas ada jaringan Jan bisa dia baca sebagai pengobat rindu
Nusa thotz
bapaknya sok tau banget ya....baru juga jodohin udah bilang "sudah bahagia..." padahal belum di jalanin...sok tau dan egois..
Nur Syamsi
Yg sabar Kayla berdoa saja mudah" an komplik yg didatangi Athur cepat selesai shg Athurmi cepat balik
Nur Syamsi
💪💪💪🤲🤲🤲
Nur Syamsi
Itu Krn dr Athur orang yg cerdas dan kompeten makanya dia dikirim
Sulistiyani
zzz🐌🐌🐹🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌🐌😛
Endang Sulistia
keren ...
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Leo Singa
mampir
Endang Sulistia
CK..CK..CK...Arthur bener bener berubah..
🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!