Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Bertengkar
*****
Setelah berganti pakaian dengan pakaian yang di berikan Rocky, Ariana keluar dari kamar mandi dan duduk di tepi ranjang.
" Ini sudah malam. Apa kamu mau makan malam dulu?" Tanya Rocky menghampiri Ariana. Tadi nya dia berdiri di balkon.
" Nasi goreng pakai ayam bakar madu. Udang balado sekalian." Jawab Ariana cepat.
" Minumnya."
" Orange jus."
" Bisa nggak sih kamu itu bersikap seperti biasa dengan ku. Seolah - olah kamu sedang berhadapan dengan musuh mu." Pinta Rocky setelah dia memesan makan malam mereka. Pinta Rocky.
" Apa kamu sudah menghubungi Amel? Dia bilang apa? Apa Marvin, Pak Marvin masih di sana?" Bukan nya menjawab, Ariana malah mengembalikan nya pada Rocky dengan pertanyaan.
" Jawab pertanyaan ku dulu, Ariana."
" Bisa." Jawab Ariana singkat.
" Segitu peduli nya kamu sama Marvin? Sampai khawatir kalau dia masih menunggu kami di sana?"
" Kami sudah janji mau membahas buat acara hari jadi perusahaan."
" Itu kan cuma alasan nya saja supaya bisa dekat dengan kamu. Dia itu menyukai kamu, Ari."
" Aku sudah bilang kan, kalau kami tidak punya hubungan apa - apa. Hanya sebatas atasan dengan bawahan."
" Lalu kenapa bertanya soal dia? Apa kamu pernah tidur dengan dia?"
Ariana sontak melihat tajam ke Rocky begitu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Rocky.
Seketika darah Ariana mendidih. Dia bangkit dan mendekati Rocky dan menampar pria itu dengan keras.
Kepala Rocky bergeser ke samping. Tangan nya masih memegang pipi bekas tamparan dari Ariana. Tak lama dia pun menunjukkan wajah rasa bersalah nya pada Ariana.
" Kamu boleh menghinaku. Tapi jangan kamu pikir, aku ini perempuan yang memberikan tubuhnya pada pria mana pun." Ucap Ariana menunjuk wajah Rocky.
Maaf kan aku, Ari. Aku tidak bermaksud menghina atau berkata seperti itu pada mu." Ujar Rocky menyentuh kedua bahu Ariana. Dia merasa bersalah atas ucapan nya.
" Nggak bermaksud kamu bilang? Kamu merendahkan ku barusan, Rocky." Bentak Ariana.
" Siapa yang merendahkan kamu?" Tanya Rocky balik.
" Kamu. Barusan. Apa menurut kamu aku akan tidur dengan setiap laki - laki yang aku kenal? Iya?" Ariana menurunkan tangan Rocky dengan kasar.
Rocky terdiam. Dia bahkan tak mampu menatap mata Ariana sekarang.
" Seperti nya kamu tidak mengenali aku, Rocky. Kalau bukan karena kamu, mungkin sekarang ini aku masih perawan." Ujar Ariana menaikkan suara nya satu oktaf.
Rocky tersentak dan dia langsung mendekati Ariana yang sempat menjauh dari nya. Dia kembali menyentuh bahu Ariana.
" Maafkan aku, Ariana. Maaf kan aku. Aku khilaf. Aku mohon, ampuni aku, Ari." Ujar Rocky menangkup kedua tangan Ariana dan mencium nya.
" Aku memberikan apa yang berharga dalam hidup ku karena aku merasa kamu adalah yang terbaik untuk ku. Walaupun pada akhirnya kita berpisah. Tapi aku tidak menyesal, karena aku mencintai kamu dengan tulus. Aku bahkan tidak pernah berfikir kalau kamu hanya menginginkan aku untuk itu, bukan yang lain. Tapi bisa - bisa nya kamu memandang aku serendah itu." Ariana tersenyum sinis.
" Aku sungguh minta maaf, Ariana. Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi. Maaf kan aku." Rocky memeluk Ariana erat.
Tok
Tok
Tok
Ternyata yang datang adalah petugas hotel mengantarkan makanan mereka. Rocky menerima makanan itu dan meletakkan nya di meja.
" Ayo kita makan dulu. Kamu pasti sudah lapar kan?" Ajak Rocky.
" Aku tidak lapar. Aku mau pulang saja." Ariana membereskan tas nya.
" Aku tau aku salah, Ariana. Aku minta maaf, sayang. Aku terlalu cemburu karena Amel pernah bilang kalau Marvin menyukai kamu."
Ariana memandang Rocky dengan wajah yang semu. Wajah nya merah karena sempat menangis tadi.
" Aku minta maaf. Tolong, maafkan aku."
" Kita sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi, Rocky. Aku bebas, jika pun ada orang lain yang menyukai ku."
" Tapi bolehkah aku mencoba kesempatan kedua. Aku akan buktikan sama kamu, kalau masih kamu yang ada di hati ku, Ari." Pinta Rocky menatap Ariana dengan tulus sambil menciumi tangan Ariana.
" Aku tidak punya kesempatan kedua untuk mu. Kamu kan sudah punya calon tunangan. Jadi biarkan aku memulai kembali hidup ku. Mungkin dengan Marvin." Kara Ariana.
" Kenapa nama itu lagi yang kamu sebut, Ari. Apa kamu begitu menyukai nya?"
" Mungkin aku lebih baik menyukai Marvin dari pada kamu. Dia jelas - jelas sendiri. Tidak punya calon tunangan. Masa depan ku depan dia jelas terjamin. Tidak ada penghalang apa pun di antara kami." Ucap Ariana.
Rocky menggusar rambut nya frustasi. Dia merasa jika ucapan Ariana kali ini benar - benar serius soal Marvin. Karena memang sekarang ini Marvin sedang sendiri.
" Baiklah jika kamu menginginkan Marvin. Mungkin dia memang lebih pantas untuk mu. Perempuan seperti mu sudah tidak cocok lagi bersanding dengan ku. Harus nya aku sadar, sejak awal hubungan kita memang tidak sehat. Tidak ada yang bisa di pertahan kan dari hubungan kita ini. Kamu dan aku jelas jauh berbeda. Seperti langit dan bumi." Ucap Rocky dengan sinis.
Ariana terdiam mendengar kan ucapan Rocky yang telah menusuk relung hati yang paling dalam.
" Apa kamu yakin itu alasan nya?" Tanya Ariana memastikan ucapan Rocky yang menyakitkan itu.
" Memang nya kamu pikir karena apa? Merasa aku bisa begitu tertarik dengan wanita seperti kamu?" Ucap Rocky balik bertanya.
" Aku bahkan tidak memikirkan hal itu. Itu hanya ada dalam pemikiran mu saja. Aku bahkan tidak pernah berfikir untuk memperpanjang hubungan kita. Tapi Tuhan malah mempertemukan kita dalam satu kantor." Ucap Ariana seraya tersenyum bangkit dari duduk nya. Dia berdiri menatap luar dari kaca besar
" Jangan berfikir yang tidak - tidak, Ari. Aku hanya mengetes mu saja. Aku tidak pernah serius ingin balikan dengan kamu. Apa lagi untuk kalangan pria seperti aku. Aku ini punya pengaruh yang besar. Bahkan aku juga sudah punya calon tunangan." Ucap Rocky.
Rocky duduk menatap Ariana yang masih saja berdiri menatap luar dari jendela.
" Sebagai pria yang sukses aku juga tidak mungkin memilih wanita seperti kamu ini. Tidak ada orang yang tidak mengenal ku di negeri ini. Semua nya kenal siapa aku. Aku ini pengusaha sukses yang bisa membalikkan nasib orang lain semudah aku membalikkan telapak tangan ku. Nama ku lebih besar dari mu. Dan aku juga berasal dari keluarga terhormat. Berbeda dengan kamu." Jelas Rocky dengan lantang.
Ariana sampai melotot kala dia mendengar penuturan Rocky yang sangat menyakiti hati nya itu.
Hati Ariana seperti sedang di sayat - sayat oleh belati yang tajam saat mendengar kata - kata yang menyakitkan keluar satu persatu dari mulut Rocky.
Tubuh Ariana terasa sangat lemas. Rasa nya dia akan ambruk di depan Rocky. Tapi dia tidak boleh terlihat lemah mengingat Rocky sangat merendahkan harga diri nya sekarang ini.
Kata - kata Rocky barusan benar - benar menyakiti hati nya. Bahkan jauh lebih sakit saat dia memutuskan untuk menerima uang untuk membayar uang kuliah Amelia.
" Untuk apa punya calon tunangan jika kamu tidak mencintainya."
" Itu bukan urusan mu. Tahu apa kamu soal perasaan ku pada Nelly?"
Mendengar ucapan tambah dari Rocky barusan membuat Ariana semakin terluka. Bahkan kini Ariana seperti kehabisan kata - kata untuk membalas ucapan Rocky barusan.
Bodoh nya dia yang selama ini menganggap Rocky masih sangat mencintai nya.
" Inti nya ucapan ku selama ini pada mu jangan kamu anggap serius. Aku hanya bercanda. Hanya ingin memastikan apa kamu masih berharap dengan ku atau tidak. Itu saja. Tidak lebih."
Rocky menyudahi ucapan nya. Dia mengeluarkan ponsel nya dan membuka pesan yang masuk.
Ariana beranjak dari tempat nya. Melangkah dengan gontai menuju kamar mandi.
Di dalam sana air mata Ariana akhir nya jatuh membasahi pipi nya. Tak tahu lagi bagaimana dia mengutarakan rasa sakit hati nya sekarang ini.
" Kamu harus kuat, Ari. Kamu harus sabar. Yang di katakan Rocky itu benar. Wanita seperti kamu itu tidak pantas mendapatkan laki - laki seperti dia. Bahkan dalam mimpi sekalipun." Gumam Ariana lirih.
Keluar dari kamar mandi, Ariana memilih mengacuhkan Rocky karena ucapan Rocky tadi. Dia membereskan barang - barang nya dan berniat untuk pergi.
" Aku mau pulang ." Ucap Ariana terlihat biasa saja.
" Kebetulan aku juga mau pulang. Aku akan mengantar ku pulang." Tawar Rocky.
Rocky berharap jika saat bersama dengan Ariana di perjalanan bisa membuat Ariana melupakan perkataan nya tadi.
Ariana sejenak menolak ke arah Rocky. Tiba - tiba saja pria itu menawarkan tumpangan pada nya padahal jelas - jelas tadi dia sudah menghina Ariana habis - habisan.
" Terima kasih. Aku pulang sendiri saja." Tolak Ariana.
" Memang nya kamu mau pulang naik apa. Ini sudah malam bahaya jika pulang sendiri naik taksi atau bus." Ucap Rocky.
" Tidak perlu mengkhawatirkan ku. Aku sudah biasa pulang sendiri selarut ini." Jawab Ariana.
" Tidak ada yang mengkhawatirkan kamu, Ariana. Aku hanya ingin memperingatkan mu agar kamu lebih berhati - hati." Balas Rocky yang sebenar nya saat kecewa saat Ariana menolak untuk pulang dengan nya.
" Aku duluan." Kata Ariana yang lebih dulu keluar dari kamar apartment itu meninggalkan Rocky.
Rocky yang melihat kepergian Ariana segera mengikuti langkah Ariana. Dia juga ingin tahu dengan apa Ariana pulang selarut ini.
*
*
*
Ariana melangkah masuk ke dalam lift saat tangan Rocky menahan pintu lift yang akan tertutup dan masuk ke dalam nya.
Ariana keheranan melihat Rocky yang bersama nya di dalam lift. Tapi kemudian Ariana berusaha bersikap biasa saja. Ariana pun mundur dua langkah dan bersandar di dinding lift agar menjaga jarak dari Rocky.
Dan Rocky bisa merasakan jika Ariana menjaga jarak untuk menghindari nya.
Rocky pun merasa jika mungkin Ariana sedikit tersinggung dengan ucapan Rocky di kamar tadi.
Tidak ada pembicaraan apa pun di dalam lift. Kedua nya diam dalam lamunan masing - masing.
Pintu lift pun terbuka. Ariana lebih dulu keluar mendahului Rocky. Dan hal itu sukses membuat Rocky semakin kesal.
Tak jauh di belakang Ariana, Rocky melihat Ariana masuk ke dalam taksi dan meninggalkan lobby apartment.
Setelah taksi Ariana pergi, Rocky merutuki kebodohan nya yang telah berbicara kasar dan menyinggung perasaan Ariana tadi. Harus nya dia tidak mengatakan hal itu secara terang - terangan pada Ariana. Walaupun saat ini hati nya sedang panas karena Ariana membandingkan diri nya dengan Marvin.
Setelah mobil Ariana menjauh Rocky pun melangkah dari sana menuju basemen. Tempat dia memarkir kan mobil nya.
Padahal tadi rencana di awal Rocky hanya ingin mengajak Ariana bermalam di apartment nya. Agar ke depan nya dia bisa mengajak Ariana dan Amelia tinggal di sana. Tempat yang jauh lebih baik dari kost an nya Ariana.
Tapi semua nya berantakan hanya karena rasa cemburu Rocky yang tidak bisa dia kendalikan.
*
*
*
Sepanjang perjalanan Ariana hanya diam duduk di bangku penumpang. Ucapan - ucapan pedas dari Rocky masih berputar - putar di kepala nya. Bahkan suara Rocky terdengar begitu nyaring di indera pendengaran nya.
Ariana berulang kali membuang nafas nya. Berharap dia bisa melupakan ucapan Rocky tadi. Tapi rasa nya sulit. Bahkan saat mata nya terpejam pun, ucapan itu seolah masih terdengar begitu jelas.
" Jangan sedih Ariana. Kamu sudah tahu kan jika Rocky memang tidak bisa mengontrol emosi nya. Anggap saja hari ini dia sedang marah pada mu. Dan mulai hari ini kamu haru belajar melupakan dia. Buang jauh - jauh mimpi kamu untuk bersama dengan dia Ariana." Bathin Ariana.
Ariana memejamkan mata nya bersandar di bangku mobil. Mungkin sebaiknya dia terpejam saja agar bisa melupakan ucapan Gibran.
*
*
*
Ariana masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintu rumah nya. Langkah nya terasa gontai saat dia melangkah tanpa melihat Amelia yang sedang berbaring di lantai.
" Kak Ari." Panggil Amelia saat melihat sang kakak hanya melenggang melewati nya.
Ariana tersadar dan menghentikan langkah nya. Menoleh ke belakang dan memasang senyum untuk Amelia.
" Main nyelonong aja. Nggak lihat apa Amel di sini?"
" Lihat Amel. Cuma Kakak capek banget. Mau langsung istirahat saja ya."
" Yakin cuma capek doang?" Tanya Amelia curiga.
" Yakin." Jawab Ariana.
" Any problem?" Tanya Amelia lagi.
" Yes." Jawab Ariana singkat.
" Oke. Kalau gitu Amel mau ngomong sebentar. Ada yang mau Amel bilang sama kakak."
Amel bangkit dan duduk mendongak menatap Ariana.
" Tadi siang Amel ketemu kak Rocky di rumah sakit. Terus kak Rocky nawarin rumah buat kita kak." Ucap Amelia.
" Terus kamu bilang apa?"
" Amel bilang, nanti Amel tanya sama kak Ari dulu. Gitu."
" Bilang sama Rocky terima kasih. Tapi kita lebih baik tinggal di sini dari pada di rumah nya."
" Tapi di sana lebih enak kak. Kak Rocky bilang tempat nya dekat dengan rumah sakit tempat Amel koas kak. Rumah nya juga lebih besar dari tempat kos yang cuma muat buat kita berdua."
" Memang nya kamu mau ngajak siapa buat tinggal sama kit?"
Amelia menggeleng.
" Kalau gitu nggak usah. Kita di sini saja. Bilang gitu sama kak Rocky kamu itu."
Ariana menyelesaikan ucapan nya dan berlalu masuk ke dalam kamar meninggalkan Amelia yang masih bingung dengan pendapat sang kakak.
* Kecewa bener dah sama Rocky... Sayang tapi malah jaim. Jaim malah marah marah dan menghina Ariana. Othor jadi gerem sama Rocky. Yuk... Ikutan marah...
Jangan lupa tinggalkan komentar ya readers biar othor tahu gimana perasaan kalian setelah membaca bab ini.
Terima kasih...