NovelToon NovelToon
MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Poligami / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:584
Nilai: 5
Nama Author: Sekarwangi91

karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13.

Hhhh....

Roland pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan-lahan, seraya menatap kesamping dimana sang istri duduk disebelah stir kemudi. Dengan terdiam melamun tanpa membuka obrolan.

Sang istri juga lebih tertarik melihat keluar jendela kaca mobilnya dari pada mengajaknya mengobrol atau melihat kearahnya.

Kalau biasanya sang istri lebih banyak bercakap-cakap timbang bersikap diam seperti yang sekarang tengah dilakukannya.

Cupp..

"Tolong maafkan atas segala perkataan kakek dan keluarga ku yank, dimaklumi saja! Mungkin karena begitu mendambakan seorang cicit. Sampai kakek mengemukakan syarat tersebut."ujarnya dengan halus seraya menggenggam tangan sang istri dalam genggaman tangannya dengan sorot matanya yang lembut melabuhkan beberapa kecupan dipunggung tangan sang istri.

"Lantas apa kamu akan menyanggupi permintaan dari mereka?"pancing sang istri ingin tahu.

"Sayangku,,, setiap pasangan suami-istri yang menjalani biduk rumah tangga. Sudah barang mesti begitu sangat mendambakan adanya kehadiran anak ditengah-tengah mereka. Tapi kembali lagi! Semua tergantung pada sang pencipta yang lebih berkuasa untuk memberikan semuanya. Manusia hanya bisa berdoa dan berusaha. Dan apapun hasil dari yang kita lakukan maupun yang kita harapkan. Tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Yasudah, lebih baik bersikap legowo menerima segala pemberiannya. Toh, jika pun yang maha kuasa berkenan untuk memberikannya terhadap kita, semua itu sangat mudah dan gampang, mungkin hanya dalam hitungan detik apa yang kita harapkan bisa menjadi kenyataan."nasehat Roland panjang lebar pada sang istri dengan menatap dalam ke wajahnya.

"Tapi mas bagaimana kalau...

Shutt

Seketika Roland pun menempelkan jari telunjuknya ke bibir sang istri sambil berkata dengan lembut dan halus," cinta mas untuk mu takkan hilang dan pudar yank, walaupun kau belum jua memberikan mas seorang anak."katanya menyakinkan sang istri.

"Percaya sama mas, Hem?"imbuhnya dengan menatap penuh cinta terhadap sang istri.

Dan Stella pun membalas dengan mangguk mangguk seraya tersenyum manis terhadap sang suami dengan binar matanya yang memancarkan kebahagiaan juga cinta yang besar untuk sang terkasih.

( Maaf! Maafkan aku mas, a a aku belum sanggup untuk menceritakan juga memberi tahu jika sejujurnya aku takkan bisa menjadi seorang wanita sempurna! Lantaran tak ada rahim dalam diriku) Ungkap Stella membathin dengan perasaannya yang sedih dan cemas.

"Apakah boleh untuk malam ini aku menginap di rumahnya Reva."ucap Stella hati hati guna meminta ijin pada sang suami.

"Hhh... Boleh yank, tapi ingat jangan keluar malam dan pergi ke club. Dirumah saja, itu lebih baik untuk kalian seorang wanita."jawabnya lembut seraya menghela nafas panjang serta mengingat kan sang istri.

Roland tahu dan sangat tahu, jika sang istri butuh teman untuk sekedar menceritakan segala gundah rasanya. Maka dari itu dia mengijinkan sang istri untuk bertandang ke rumah sahabat masa kecilnya,

Biarkanlah untuk malam ini saja

Dan setelahnya mereka pun saling berpegangan tangan dan bermesraan. Dengan Roland yang memegang erat tangan sang istri, dan yang satunya dia gunakan untuk mengemudi, lantas Stella pun menyenderkan kepalanya di bahu sang suami dengan manja,

Cit

Mobil pun berhenti tepat dikediaman sahabat masa kecilnya Stella, yakni Reva Winata. Sekitar tiga puluh menit mereka menempuh perjalanan.

Sedetik kemudian pintu gerbang pun terbuka lebar dari dalam. Dan menampakkan sahabat sang istri yang tengah berdiri didepannya.

"Aku turun dulu mas, maafkan aku mas malam ini tak bisa menemani kamu tidur. Tapi aku butuh sekali teman untuk mendengarkan keluh kesah ku. Kamu mengerti kan maksud ku?"ujar Stella pada Roland dengan lembut namun terselip rasa tak enak hati lantaran tak bisa menemani tidur sang suami seperti biasanya. Tapi dia sungguh butuh untuk merefleksikan pikirannya.

"Iya sayang kamu hati hati ya, ingat pesen mas.

Nanti besok kalau mas enggak sibuk bisalah untuk jemput kamu."jawabnya lembut seraya mengelus lembut rambut sang istri dan memberikan kecupan manis di bibirnya.

"Tidak usah lah mas, biar nanti Reva saja yang mengantar nya. Yang penting kamu semangat saja kerjanya. Tidak usah khawatir kan aku. Mungkin juga besok aku langsung datang ke butik."ucapnya menolak secara halus.

"Oh, yasudah." Jawab Roland pasrah.

BAM

"Dadah mas.."sahut Stella sambil melambaikan tangannya pada sang suami sambil tersenyum manis setelah keluar dari dalam mobil dan tengah berdiri sejajar disamping Reva.

Tin tin..

"Tolong jaga istriku!"pinta Roland pada sahabat masa kecilnya sang istri.

"Ok."jawab Reva lugas.

Dan setelahnya Roland pun hilang dari pandangan Stella dan Reva dengan melajukan kendaraan roda empat nya menuju ke mansion pribadinya.

Lantas dua wanita dewasa tersebut pun masuk kedalam rumah sambil mengobrol ringan.

"Ada angin apa? Suami lu ngijinin lu datang ke rumah gue! Biasanya aja ngelarang keras. Ehh,, ini malah dia sendiri yang nganterin."tukas Stella terheran-heran akan sikap Roland yang tidak seperti biasanya.

"Gue juga enggak tahu rev, mungkin dia ngerasa enggak enak kali sama gue. Karena tuntutan dari si tua Bangka biyantara."terangnya.

"Tuntutan! Tuntutan apa stell?"katanya ingin tahu.

Kemudian Stella menceritakan segalanya yang terjadi di kediaman kakek biyantara tanpa ada yang disembunyikan dari sahabatnya.

"Busyet itu si tua Bangka ada ada aja kasih syarat nya. Memang sih sepele banget. Tapi kan bagi wanita sempurna yang memiliki rahim untuk dibuahi. Lah lu kan rahim aja kagak punya! Terus bagaimana caranya biar lu bisa hamil?"ujar Reva bingung.

"Nah itu dia yang bikin pala gue pusing dan butuh refreshing. Dan mungkin juga alasan itu yang ngebuat suami gue ngijinin gue buat nginep di rumah lu rev,,"katanya menduga.

"Oh begitu, yaudah lah enggak penting banget. Lebih baik kita senang senang sampai puas. Mumpung lu ada disini kita gunain waktu sebaik mungkin buat hangout bareng."sambut nya masa bodoh.

"Sip lah, elu udah ngabarin dia belum,?"tanya Stella memastikan.

"Udah kok. Pas lu kirim pesen ke gue. Langsung deh gue suruh dia datang kesini. Tunggu aja!"jelas Reva dengan terlonjak senang.

Kemudian kedua wanita tersebut pun bersiap-siap dengan mempercantik diri mereka dengan penampilannya yang begitu mempesona.

Jika Reva hanya menggunakan sebuah kemben sebatas pusar. Dipadukan dengan celana hot pants warna hitam sebatas setengah pahanya. Rambutnya dia Cepol penuh keatas dan memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus menggoda.

Sedangkan untuk Stella mengunakan lingerie seksi warna cream dengan model tali spaghetti yang melingkar di lehernya. Pendeknya sebatas setengah pahanya. Dia sengaja membiarkan rambutnya tergerai indah dibelakang punggungnya.

Sedetik kemudian..

Ting tong..

Dengan Cepat seraya berjalan berlenggak-lenggok layaknya model majalah dewasa. Reva membukakan pintu rumahnya untuk melihat siapa yang datang? Apakah orang yang tengah ditunggu-tunggu kedatangannya? Atau orang lain yang memiliki urusan penting dengannya?

Ceklek.

"Oh kau?"katanya dengan sedikit berteriak. Sebabnya Reva yang tengah berdiri didepan pintu sedangkan sang tamu berdiri diluar pagar rumahnya.

"Tangkap kuncinya."ujar Reva dengan melemparkan kunci gerbang rumahnya pada tamu yang sedari tadi ditunggu-tunggu kedatangannya.

°°°°°°°°°

HY JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK.

SALAM DUNIA HALU °<°

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!