Di dunia yang mengandalkan kekuatan sebagai hal utama, Yan Jian— seorang Tuan Muda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri. Namun, di saat ia benar-benar berada pada titik terendah, ia mendapatkan kepercayaan dari Permaisuri Es, sehingga Permaisuri Es pun mengorbankan dirinya untuk menjadi Roh Bela Diri Yan Jian.
Setelah mendapatkan Roh Bela Diri Permaisuri Es dan Salju, Yan Jian pun bertekad untuk membalaskan dendamnya terhadap kedua pamannya yang telah membunuh orang tuanya. Namun, perjalanannya di dunia kultivasi tidaklah mudah. Berulang kali terjatuh dan hampir mati.
Bagaimana kisah Yan Jian untuk bertahan di kerasnya kehidupan ini? Yuk, ikuti keseruan petualangan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
"Apa keistimewaan bocah laki-laki itu? Bahkan bisa membuat Qingchen bertindak seperti itu. Hm!" gumam ayahnya Liu Qingchen, Kepala Keluarga Liu.
Dia adalah Liu Jin Tian— 50 tahun, seorang praktisi bela diri yang telah berada pada tingkatan ranah kelima; Raja Tempur Bintang Empat.
"Sudah, cukup, berhenti bertingkah aneh, Qingchen!" bentak Liu Gu, kemudian menoleh kepada Tetua Liu Sanxian dan berkata; "Kita mulai pertarungan ini!" kata Liu Gu dengan nada yang kesal.
Liu Sanxian pun mengumumkan akan pertarungan Liu Gu yang akan menghadapi Yan Jian sebagai penantang.
Itu adalah puncak pertarungan hari ini. Sebagai orang yang menyandang gelar Tuan Muda keluarga Liu, tentu pertarungannya sangat diminati untuk dilihat oleh banyak kalangan masyarakat Desa Sungai Panjang. Bahkan, tidak ada yang pernah menyangka dan tak pernah sedikitpun terpikirkan.
Di saat semua orang telah memenuhi sekelilingnya Arena Pertarungan, halaman depan Kediaman Keluarga Liu, tiba-tiba air sungai meluap dan naik tinggi ke langit membentuk anak tangga.
"Dewa Sungai?" ucap Liu Jin Tian, terkejut. Dia yang tengah duduk di kursinya yang mewah pun sontak bangkit berdiri.
"Aku hidup di dunia ini sudah lima puluh tahun, tetapi baru kali ini aku melihat Dewa Sungai kembali menampakkan dirinya." gumam Liu Jin Tian.
Sosok yang agung itu seolah-olah terbentuk dari air yang perlahan berubah wujud menjadi sosok pria tampan yang sangat lembut. Jubah putihnya yang suci dan jubah birunya mampu menyejukkan siapapun yang melihatnya.
Dewa Sungai itu dikatakan telah berusia lebih dari seratus tahun, tetapi penampilannya masih terlihat seperti seorang pria tampan yang berusia dua puluh tahunan. Selain memiliki paras yang rupawan, Dewa Sungai juga memiliki rambut hitam yang panjang dan lurus, bahkan rambutnya berkilau mengeluarkan cahaya yang cemerlang.
Di saat melihat kemunculan Dewa Sungai yang kini tengah berjalan menuruni anak tangga! Semua orang pun serentak membungkukkan tubuhnya, menyambut dan menunjukan rasa hormatnya kepada Dewa Sungai.
Begitu juga dengan Yan Jian! Kedua tangannya bertumpuk di depan dada, dan sedikit membungkukkan tubuhnya.
Namun siapa sangka! Dewa Sungai berjalan dengan tenang dan sebelah tangannya berada dibelakang punggungnya, tersembunyi dibalik jubah ditangannya. Kini dia berjalan hingga berdiri dalam jarak lima meter di depan Yan Jian.
Di atas Arena Pertarungan, Yan Jian merasa bingung di saat Dewa Sungai menatapnya dengan tatapan yang lembut, tetapi sangat serius.
'Kenapa dia menatapku...!?' batin Yan Jian.
Untuk sekali lagi, Yan Jian pun membungkukkan tubuhnya, memberi hormat kepada Dewa Sungai.
Perlahan kedua tangan sang Dewa Sungai terangkat dan bertumpuk di depannya, kemudian dia membungkukkan tubuhnya di depan Yan Jian. Itu membuat semua orang dibuat terkejut.
Seorang Dewa Sungai yang memiliki kekuatan yang melampaui mereka yang memiliki gelar Raja Surgawi, kini membungkukkan tubuhnya di depan bocah kecil yang hanya berada pada tingkatan Ranah Manifestasi Roh.
"Se— Senior ... a— apa yang anda ...." perkataan Yan Jian terhenti di saat Dewa Sungai memotong ucapannya.
"Junior Li Hai ... hormat kepada permai ...."
Sebelum Dewa Sungai itu menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba tangan Yan Jian bergerak dengan sendirinya, dan sekelebat cahaya putih keluar dari tangan Yan Jian. Cahaya itu memiliki kekuatan yang amat dahsyat, bahkan seketika membuat lantai Arena Pertarungan berubah menjadi lantai kristal es beku, dan tubuh Dewa Sungai pun membeku, kristal-kristal es yang bening benar-benar membekukannya.
'Li Hai! Sekarang aku adalah bentuk Roh Bela Diri milik bocah kecil ini! Jangan bertindak gegabah, kalau tidak ... bocah ini akan berada dalam bahaya, kau paham! Li Hai?' Lin Bing menggunakan teknik telepatinya untuk berbicara kepada Dewa Sungai.
Perkataan sang Permaisuri Es dan Salju itu membuat raut wajah Dewa Sungai seolah-olah terbangun, dia sangat terkejut.
'Roh Bela Diri yang memiliki kesadaran sendiri! Se— Senior ... anda, menggunakan teknik pengorbanan...!?' kata Dewa Sungai dengan sangat terkejut.
Menghela nafasnya, 'Sudah, cukup, jangan membuat masalah!' bentak Lin Bing.
Namun, mereka 'Keluarga Liu' mengira bahwa Yan Jian bersikap lancang terhadap Dewa Sungai Li Hai.
"Lancang!" teriak Liu Jin Tian dengan suara yang lantang, "Kau sungguh tidak tahu diri, bocah tengik!" maki Liu Jin Tian, telunjuknya terangkat tajam menunjuk Yan Jian, dan ia pun segera melompat memasuki Arena Pertarungan.
Liu Jin Tian pun berdiri tepat di hadapan Yan Jian, di samping tubuh Dewa Sungai yang membeku.
"Kau ... mengacau di acara keluarga Liu ku ini, dan juga bersikap kurang ajar terhadap yang mulia Dewa Sungai, kau ... harus mati!" kata Liu Jin Tian dengan suara yang meninggi, kedua matanya membola bulat, memelototi Yan Jian. Bahkan, ia pun mengeluarkan tombak emasnya dari dalam cincin ruang penyimpanan miliknya untuk menyerang Yan Jian.
Seru dan sangat mudah dimengerti alurnya Thor. Tapi agak lambat buat naikin kekuatannya Yan Jian. Semangat thor