NovelToon NovelToon
CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

CELINA: OFFICE GIRL MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / CEO / Action / Dark Romance / Mafia / Office Romance
Popularitas:21.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

SEQUEL ISTRI MANDUL JADI IBU ANAK CEO!


Theodore Morelli, pria cerdas dan berkharisma yang melanjutkan perusahaan teknologi keluarga, hidup dengan prinsip bersih dan profesional. Sosok yang dikenal orang sebagai pria tak kenal ampun dan ditakuti karena kesempurnaannya, harus jungkir balik ketika dia berurusan dengan seorang office girl baru di perusahaannya.

Celina Lorenzo, yang menyamar sebagai Celina Dawson, office girl sederhana, masuk ke perusahaan itu sebagai mata-mata mafia keluarganya untuk menyelidiki sesuatu di perusahaan Theo.

Awalnya mereka hanya dua orang dari dunia berbeda.

Tapi semakin dalam Celina menyelidiki Morelli Corporation, semakin ia sadar:
Theo bukan musuh yang ia cari. Dan Theo yang ditakuti justru memiliki sisi paling lembut untuk Celina.

Lalu bagaimana jadinya jika Theo yang lembut itu tahu identitas asli dari Celina yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12. ALARM

Alarm itu tidak berbunyi seperti peringatan biasa.

Ia meraung.

Suaranya memekakkan, memantul di dinding kaca dan lorong-lorong marmer Morelli Corporation, menyayat udara dengan nada panjang yang membuat jantung siapa pun berdegup tak beraturan. Lampu-lampu darurat menyala bergantian, merah, putih, merah, menciptakan bayangan patah-patah di wajah para karyawan yang seketika membeku sebelum akhirnya tersadar.

Kekacauan meledak.

Teriakan bercampur langkah kaki yang tergesa. Kursi berdecit keras saat didorong ke belakang, map dan tablet terjatuh, pintu-pintu ruang kerja terbuka bersamaan. Aroma hangus samar menyusup ke udara, tipis, tapi cukup untuk membuat kepanikan tumbuh seperti api yang merambat.

"Evakuasi! Semua harap menuju tangga darurat terdekat!"

Suara dari pengeras terdengar terputus-putus, kalah oleh jeritan alarm.

Theo sudah bergerak bahkan sebelum kalimat itu selesai.

Refleksnya tajam, seperti seseorang yang terbiasa berada di tengah keadaan darurat. Matanya langsung menangkap sosok-sosok yang paling penting baginya saat itu.

Lucy. Leo. Celina.

Aiden sudah lebih dulu melangkah, tubuhnya membentuk perisai alami. Ia meraih bahu Lucy dengan satu tangan, tangan lain melindungi Leo yang terlihat kebingungan tapi berusaha tetap tenang.

"Di sini," kata Aiden tegas, suaranya keras menembus keramaian. "Tetap dekat."

Lucy menelan ludah, memegang tangan Leo erat-erat. Mata mereka melebar, memantulkan lampu merah yang berdenyut. Ada rasa panik namun mereka berusaha untuk tenang.

Celina berdiri sedikit di belakang Theo.

Wajahnya tenang, seperti biasa ketika dalam kekacauan.

Terlalu tenang untuk situasi seperti ini.

Matanya bergerak cepat, bukan panik, melainkan mengamati. Ia memerhatikan arah orang berlari, ekspresi mereka, pola kepanikan yang kacau tapi tetap memiliki alur.

"Aiden," Theo berkata tanpa menoleh, "apa yang terjadi?"

Aiden menghentikan seorang karyawan yang berlari terhuyung sambil memeluk tas laptopnya.

"Apa yang terjadi?" tanya Aiden cepat.

Karyawan itu menggeleng panik. "K-kurang tahu, Sir. Katanya ada yang terbakar ... di divisi IT. Api, atau korsleting besar, saya hanya dengar teriakannya."

Divisi IT.

Theo mengatupkan rahang, seolah kepalanya memutar sebuah kemungkinan di tengah kekacauan ini.

Namun Theo menyingkirkan itu dari pikirannya untuk sementara.

"Prioritas kita," kata Theo tegas, menunduk sedikit agar sejajar dengan Lucy dan Leo. "Keluar dari gedung. Sekarang."

Aiden mengangguk. "Aku bawa mereka."

Kerumunan mengalir menuju tangga darurat utama. Lorong itu penuh, terlalu penuh. Orang-orang saling mendorong, beberapa menangis, beberapa berteriak memanggil rekan kerja yang terpisah.

Theo berjalan di sisi Celina, tubuhnya secara otomatis sedikit condong ke arahnya, protektif.

Namun tepat saat mereka hampir mencapai pintu tangga darurat ...

Celina berhenti mendadak.

Matanya membeku pada satu titik.

Bukan ke arah pintu. Bukan ke arah kerumunan.

Ke arah berlawanan.

Seseorang berlari melintasi ujung lorong, cepat, rendah, tubuhnya menunduk seperti bayangan yang mencoba menghindari sorotan lampu darurat. Pakaiannya bukan seragam karyawan. Gerakannya terlalu terlatih untuk seseorang yang panik karena alarm.

Dan yang paling penting ... Celina tahu dia bukan bagian dari sini.

Ingatan itu muncul seketika, jernih dan tajam.

Wajah itu. Postur bahu itu.

Celina pernah melihatnya.

Bukan secara langsung.

Di foto. Di daftar. Di data yang gadis itu simpan rapi dalam benaknya, orang-orang yang dianggap berbahaya, yang terhubung dengan hal ilegal yang sedang ia selidiki diam-diam melalui celah-celah data Morelli Corporation.

Jantung Celina berdetak lebih cepat, tapi wajahnya tetap terkendali.

Celina langsung menarik lengan Theo.

"Ada penyusup," kata gadis itu cepat, nyaris berbisik tapi penuh kepastian.

Theo menoleh tajam. "Apa?"

"Ada seseorang yang tidak pernah aku lihat sebelumnya di perusahaan ini," beritahu Celina dengan wajah serius.

Aiden, yang berada setengah langkah di depan bersama Lucy dan Leo, menoleh. "Apa maksudmu?"

Celina mengangkat tangan, menunjuk lorong di sisi kanan, arah yang berlawanan dari evakuasi.

"Dia lari ke sana," kata Celina.

Lucy terkejut. Leo mencengkeram tangan adiknya lebih erat.

"Itu mustahil-" Aiden memulai, tapi terhenti ketika melihat ekspresi Celina.

Tidak ragu. Tidak panik.

Yakin.

Dan sebelum siapa pun sempat menghentikannya ...

Celina sudah bergerak.

Ia menerobos kerumunan.

"Celina!" Theo berteriak.

Tubuhnya ramping, gesit, menyelip di antara orang-orang yang panik. Beberapa karyawan tersentak kaget, ada yang memaki karena tersenggol, tapi Celina tidak berhenti.

Theo merasakan amarah dan ketakutan naik bersamaan.

"Dia gila," ujar Theo kesal karena sikap sembrono Celina, lalu berbalik ke Aiden. "Aiden, aku akan mengejar Celina."

"Apa?! Kau gila!" Aiden menjawab cepat.

"Kau bawa Lucy dan Leo keluar. Evakuasi karyawan tanpa bikin panik. Pastikan mereka aman," ujar Theo tak ingin dibantah.

"Theo?" Lucy terlihat khawatir.

"Aku akan baik-baik saja. Aku akan membawa Celina keluar dan memarahinya nanti. Pastikan tidak terpisah dengan Leo dan Aiden," kata Theo lembut seraya mengelus kepala adik perempuannya itu.

"Baiklah. Berjanjilah kau harus hati-hati," kata Aiden akhirnya.

Theo mengangguk, tidak menunggu lebih lama.

Ia berlari.

Lorong itu terasa lebih panjang dari biasanya. Alarm masih meraung, tapi di bagian gedung ini suaranya terdengar lebih teredam, seperti berada di balik dinding tebal.

Theo melihat Celina beberapa meter di depan, rambutnya berkibar, langkahnya cepat dan terarah.

"Celina?!" serunya lagi.

Ia mengejarnya, dan ketika jarak cukup dekat.

Theo meraih pergelangan tangan Celina dan menariknya keras ke samping.

Celina tersentak berhenti.

"Apa yang kau lakukan?!" Theo membentaknya, napasnya berat. "Kau gila lari sendirian ke arah yang mungkin berbahaya?"

Celina menatapnya.

Tenang. Serius.

"Lepaskan aku," kata Celina, suaranya rendah tapi tegas.

Theo tidak langsung melepas. "Tidak sampai kau jelaskan apa yang kau pikirkan."

Celina menarik napas dalam, lalu berkata dengan nada yang membuat Theo merinding.

"Aku melihat orang itu sebelumnya. Dia ada di daftar orang berbahaya yang terhubung dengan gal ilegal. Aku melihat fotonya. Berkali-kali," kata Celina penuh keyakinan.

Theo terdiam.

"Dia bukan karyawan. Dan dia tidak lari karena panik," lanjut Celina. “Dia menuju sesuatu. Atau seseorang."

Theo menatap wajah Celina, mencari tanda keraguan.

Tidak ada.

Yang ada hanya fokus dingin, seperti seseorang yang sudah lama berjalan di tepi bahaya dan terbiasa berdiri di sana.

"Dan kau yakin?" tanya Theo pelan.

"Seratus persen. Kau juga sendiri tahu bagaimana ingatanku bekerja," kata Celina tanpa keraguan sedikit pun.

Theo mengumpat pelan.

Kesal. Takut. Kagum dan marah pada dirinya sendiri karena merasa semuanya sekaligus. Ia akhirnya melepas tangan Celina.

"Kau tetap di belakangku," perintah Theo.

Celina mengangguk singkat.

Mereka kembali berlari.

Lorong itu berujung pada pintu darurat lain, lebih kecil, lebih sepi. Tidak ada kerumunan di sini. Hanya cahaya lampu merah yang berkedip dan bau hangus yang kini terasa lebih kuat.

Mereka membuka pintu itu dan menuruni tangga ke lantai bawah.

Satu lantai.

Dua lantai.

Dan ketika pintu besi itu terbuka.

Mereka tiba di lantai divisi IT.

Suasana di sana jauh dari kosong.

Kabel-kabel berserakan. Monitor pecah. Percikan api kecil masih menyala di sudut ruangan, asap tipis menggantung di udara.

Dan di tengah ruangan itu ...

Ada pertarungan.

Cedric.

Dan pria yang tadi dikejar Celina dan Theo.

Tubuh mereka bergerak cepat, brutal. Tinju menghantam, suara benturan daging dan logam bergema di ruang IT yang porak-poranda.

Celina dan Theo membeku di ambang pintu.

Menyaksikan. Terkejut.

Dan menyadari ... alarm ini bukan sekadar kebakaran.

1
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
Eli Rahma
twins diculik
Miss Typo
beritahu ayahmu Theo, biar langsung bertindak .
semoga gak terlambat menyelamatkan twins
Archiemorarty: Jari othor sudah menyerah 😂
total 2 replies
Endah Lestary
ceritanya masuk akal .. penuturannya tidak membosankan...👍👍👍👍👍💝
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
q bacane dredeg thoooorrrr😟😟😟😟
Archiemorarty: Apa itu tenang soalnya 🤭
total 1 replies
Miss Typo
Theo pawangnya Celine 😁
Miss Typo
hayo lho hati² dgn Cedric ya Celine 🤣
A R
aduhh leo lucy diculik
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙘𝙧𝙖𝙯𝙮 𝙪𝙥 𝙩𝙝𝙤𝙧🤣🤣
mimief
ehhh...kata orang Betawi juga
lo jual gw beli
maaf ye,bukan kita yg mulai, ini namanya mekanisme perlindungan diri.
kan..bukan aku yg mulai🤣🤣
mimief: iyalah..masa diem aja ya🤣
total 2 replies
mimief
ga seruu dia, mainya aduan 😌🫣🤣
Archiemorarty: Kan kan 🤣
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣
mulut mu
tapi bener lah
mimief: hayooo
entah,apa ounty rose nya.
Mak nya mah ga mungkin,apalagi zane🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
kelamaan di sekep sama keluarga Lorenzo begini ni...
dibully malah menikmati sensasi nya🫣
mimief: 🤣🤣🤣🤣🫣
total 2 replies
Miss Typo
karna keahlian kepintaran Celine
PengGeng EN SifHa
akhirnya...ADA TOMMY & JERRY kwwkwkkwkwkwkw


bagus

bagus

bagus

bagus thooorr...
q suka...q suka❤️❤️❤️❤️❤️
Archiemorarty: selalu seru kalau udah ada yang modelan Tom Jerry itu ya 🤣
total 1 replies
Asyatun 1
lanjut
A R
😂😂😂
Wulan Sari
waaaah cerita ini sangat menarik dan selalu biat penasaran intrik2 di Kantor selalu ada yg berbuat jahat semoga nanti akhir cerita bahagia CEO nya dan tukang bersih2 yg nyamar, happy end ya Thor semangat 💪 salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
MODE BERUANG INGIN MENERKAM IKAN SALMON🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: iya juga ya 🤣
total 1 replies
Jelita S
ternyata Cedric punya tatapan maut jga🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Galak dia itu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!