NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Berbohong

Ketika Cinta Berbohong

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Wanita perkasa / Konflik etika / Kehidupan di Kantor / Penyesalan Suami
Popularitas:278
Nilai: 5
Nama Author: Elrey

Keluarga Arini dan Rizky tampak sempurna di mata orang lain – rumah yang nyaman, anak yang cerdas, dan karir yang sukses. Namun di balik itu semua, tekanan kerja dan harapan keluarga membuat Rizky terjerumus dalam hubungan selingkuh dengan Lina, seorang arsitek muda di perusahaannya. Ketika kebenaran terungkap, dunia Arini runtuh berkeping-keping. Novel ini mengikuti perjalanan panjang mereka melalui rasa sakit, penyesalan, dan usaha bersama untuk memulihkan kepercayaan yang hancur, serta menemukan makna cinta yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elrey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RIZKY DI ANTARA DUA DUNIA

Rizky bangun jam 04.00 pagi. Rumah terasa sunyi sekali tanpa suara Arini yang memasak atau tawa Tara yang bermain.

Dia bikin kopi sendiri, tapi rasanya hambar di mulut.

Ponselnya berbunyi – pesan dari Lina: "Saya sudah siap mengurus pengunduran diri. Semoga Anda bisa menemukan jalan keluar yang terbaik, Pak Rizky."

Dia balas singkat: "Terima kasih atas segalanya, Lina. Semoga kamu juga bahagia."

Setelah itu dia coba hubungi Arini. Teleponnya terdengar lama sebelum akhirnya diangkat.

"Hello?" suara Arini dingin.

"Sayang... bagaimana kabarmu dan Tara?"

"Kita baik-baik saja. Tara baru saja bangun dan mau sarapan."

"Bolehkah saya datang menjenguk kalian sore ini?"

Ada jeda sebentar. "Baiklah. Jam 16.00 saja ya. Jangan datang lebih awal."

Rizky tutup telepon dan duduk di sofa kosong. Mata melihat foto keluarga di meja – mereka sedang tertawa bersama di pantai.

Dia ingat betul saat itu, Tara masih kecil dan selalu ingin berada di pangkuannya.

Jam 08.00 dia pergi ke kantor. Rina sudah menunggu di ruang rapat.

"Kak sudah tahu semuanya?" tanya Rizky pelan.

"Arini menghubungi saya kemarin malam." Rina melihatnya dengan wajah penuh kesedihan.

"Kamu harus bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan, Rizky. Arini dan Tara bukan mainan yang bisa kamu tinggalkan sesuka hati."

"Saya tahu Kak. Saya akan melakukan apa saja untuk memperbaiki semuanya."

"Klien proyek gedung baru sudah tahu tentang masalah pribadimu. Mereka khawatir akan mempengaruhi pekerjaan." Rina menarik nafas dalam.

"Saya usul kamu mengambil cuti sementara untuk mengurus masalah keluarga. Saya akan menangani proyek ini dulu."

Rizky mengangguk. "Baik Kak. Saya juga sudah memutuskan untuk tidak lagi terlibat langsung dengan proyek itu."

Siang hari dia pergi ke toko mainan. Dia memilih boneka beruang besar yang dulu selalu diinginkan Tara, plus buku cerita baru tentang keluarga hewan yang bahagia. Dia juga beli bunga mawar putih – favorit Arini.

Jam 16.00 tepat dia sampai di rumah ibu Arini. Bu Siti membuka pintu dengan wajah yang tidak terlalu ramah.

"Arini sudah menunggu di ruang tamu. Tara sedang bermain di kamar atas."

Rizky masuk dengan hati yang berat. Arini duduk di sofa dengan membawa buku catatan. Di mejanya ada tas kerja bisnis kue nya.

"Kamu datang tepat waktu." Arini tidak melihatnya langsung.

Rizky meletakkan boneka dan bunga di meja. "Ini untuk Tara dan kamu."

"Terima kasih." Arini akhirnya menatapnya. Wajahnya lebih kurus dari biasanya.

"Tara ada di atas. Kamu bisa ajak dia bermain sebentar."

Rizky naik ke kamar atas. Tara sedang duduk di lantai menyusun puzzle. Dia melihat ayahnya lalu langsung berlari dan memeluknya erat.

"Papa! Kenapa Papa tidak tinggal sama kita lagi?" anak kecil itu menangis di dadanya.

"Papa minta maaf nak. Papa sedang punya masalah yang harus diselesaikan." Rizky mencium kepalanya.

"Papa beli boneka yang kamu mau kan?"

Tara melihat boneka besar itu, tapi masih menangis. "Saya tidak mau boneka Papa. Saya mau Papa tinggal sama kita lagi di rumah."

Rizky merasa hatinya hancur. Dia duduk bersamanya, membantu menyelesaikan puzzle sambil bercerita tentang hari-hari dulu ketika mereka masih bersama.

Setelah satu jam, Arini memanggil mereka untuk minum teh. Di ruang tamu, mereka duduk berjauhan.

"Saya sudah mengambil cuti dari kantor," ujar Rizky. "Saya ingin fokus untuk memperbaiki hubungan kita."

"Bagaimana cara kamu akan memperbaikinya?" tanya Arini dengan suara tenang.

"Kamu sudah merusak kepercayaan yang kita bangun selama bertahun-tahun."

"Saya akan pergi ke konselor, saya akan belajar untuk menjadi pasangan dan ayah yang lebih baik. Saya siap melakukan apa saja yang kamu mau."

"Kamu tahu kan bukan hanya masalah kamu dan saya saja, Rizky. Tara juga terkena dampaknya. Dia sering bertanya mengapa Papa tidak ada di rumah lagi." Arini menangis pelan.

"Saya tidak bisa memberi tahu dia tentang apa yang kamu lakukan."

"Saya mengerti. Saya tidak akan memaksamu untuk memaafkan saya cepat-cepat." Rizky mengambil tangannya dengan lembut. Arini tidak menarik diri.

"Saya hanya mohon kesempatan untuk menunjukkan bahwa saya bisa berubah."

Ada jeda panjang. Kemudian Arini berkata: "Baiklah. Kamu bisa mulai dengan datang menjenguk kita setiap hari. Tapi kamu tidak boleh tinggal di sini. Dan kita harus pergi ke konselor bersama – kamu, saya, dan Tara."

Rizky merasa lega. Itu adalah langkah kecil tapi penting. "Terima kasih sayang. Saya tidak akan mengecewakanmu lagi."

Saat dia akan pergi, Tara berlari dan memeluk kaki nya. "Jangan pergi lagi ya Papa. Besok datang lagi ya?"

"InsyaAllah nak. Papa akan selalu datang untuk kamu dan Mama."

Di jalan pulang, Rizky menerima pesan dari kantor HRD – surat pengunduran diri Lina sudah diterima. Dia juga mendapatkan pesan dari Lina: "Saya sudah sampai di kota baru. Semoga Tuhan memberkati keluarga Anda. Saya tidak akan pernah melupakan Anda, tapi ini adalah jalan yang terbaik."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!