NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Action / Fantasi / Anime
Popularitas:88
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.

kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.

setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.

arc ini juga memperkuat beberapa character

dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mari bersenang senang

Di Akademi Sihir Agreta, Lucyfer dan tujuh rekannya duduk mengelilingi satu meja panjang di kantin. Waktu istirahat makan siang terasa tenang—setidaknya sampai Toma membuka suara.

“Hmmm… aku mulai bosan terus-terusan di akademi,” gumam Toma lesu, menatap piringnya.

Lucyfer mengunyah sandwich dengan tenang.

“Aku sih betah di akademi. Kalau kau mau jalan-jalan, pergi saja sendiri. Atau dengan mereka yang mau,” katanya datar.

Selesia mengangkat tangan.

“Eh, aku setuju sama Toma. Kita ini extrovert semua, masa tiap hari di dalam terus?”

“Ngapain,” bentak Alven sambil menyandarkan kepala ke meja.

“Mending aku di akademi tidur. Kalau kalian mau main, main saja. Jangan ajak aku.”

Klee tiba-tiba berdiri.

“Hmmm… tak apa. Aku punya ide.”

Elviera menoleh lembut.

“Apa itu, Klee?”

“Kita jalan-jalan ke tempat hiburan!” seru Klee penuh semangat.

“Sambil belanja… yang banyaaak.”

Varen melirik datar.

“Kelihatannya itu cuma akal-akalanmu biar bisa makan lebih banyak.”

“Ya ampun! Jangan nuduh sembarangan dong, Varen!” balas Klee sambil memalingkan wajah, pipinya memerah.

Toma langsung bangkit.

“Wah, aku ikut!"

Tak lama kemudian—

Klee sudah berdandan rapi.

Elviera dan Sylvara juga bersiap.

Di alun-alun kota, mereka bertiga menunggu.

“Jarang-jarang kita keluar begini ya…” ucap Klee gugup.

Suara langkah kaki terdengar.

Tap—tap—tap.

Lucyfer, Toma, Varen, Selesia, dan Alven datang menyusul.

“Halo! Kami datang!” seru Selesia ceria—sambil menarik sebuah tali.

Di ujung tali itu—

Alven.

Tubuh alven terikat mengelilingi dari dada dan melilit tangan nya, wajahnya penuh amarah.

“WOI! LEPASIN GUA! GUA MAU TIDUR SIANG!” teriaknya.

Lucyfer mendorong punggung Alven pelan.

“Ayo jalan. Kesempatan begini tak datang dua kali.”

“GAK MAU!” gerutu Alven.

Varen menghela napas.

“Merepotkan sekali… Toma, jangan sampai tersesat.”

“Akhirnya jalan juga!” seru Klee sambil melangkah duluan.

Mereka benar-benar bersenang-senang.

Permainan demi permainan dicoba.

Lucyfer bahkan berhasil memukul target di wahana “Pukul Naga” dan mendapatkan boneka besar.

"Klee berkata waaah aku belanja gak banyak kan."kata klee yang membawa setumpuk makanan di tangan nya.

Varen menatap datar

"pantas saja kau selalu hilang, rupa nya kau beli makanan diam diam."

Alven akhirnya lepas dan mencoba kabur pelan pelan

Tiba tiba—

Tangan selesia menahan tenggorokan alven dan alven hanya pasrah dan menatap dengan tatapan datar.

Elviera dan Lucyfer membeli sebuah kunci pintu yang baru berwujud seorang koala yang menatap datar.

Mata Elviera diam diam menatap Lucyfer dengan tatapan yang tak pernah Elviera tunjukkan.

Mereka juga membeli boneka-boneka lucu berbentuk High Magnus—Elice, Ignavia, dan lainnya—yang membuat Klee tertawa puas.

Untuk sesaat, tak ada ujian.

Tak ada ancaman.

Hanya tawa.

“Teman-teman,” ucap Toma.

“Mau istirahat ke rumahku dulu? Rumahku dekat dari sini.”

Lucyfer mengangguk.

“Baik.”

Mereka berjalan dan tiba di sebuah rumah sederhana.

“Ibu, aku pulang,” panggil Toma.

Seorang wanita keluar.

Rambutnya merah tua panjang, matanya merah tua lembut.

Dialah Rhan Ansel, ibu Toma.

“Wah, Toma… lama sekali kau tak pulang,” katanya hangat.

Toma tersenyum kecil.

Namun Rhan menyipitkan mata, menatap Lucyfer.

“Toma…” katanya pelan.

“Siapa anak berambut putih bermata merah itu? Ibu seperti… mengenalnya.”

“Dia Iglesias Lucyfer, Bu,” jawab Toma.

“Adik dari Iglesias Elice. High Magnus es terkuat generasi sekarang dan juga seorang pangeran kerajaan vantier.”

Rhan terdiam.

Lalu—

Ia bersujud.

"terimakasih atas kunjungan nya pangeran,maafkan Toma kalau dia selalu bikin kesalahan."

"Toma memang selalu membebani anda ya,"

"mau ku buatkan teh pangeran."

Memperlakukan Lucyfer dengan hormat yang berlebihan.

Lucyfer terkejut, hanya bisa tersenyum kecil—canggung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!