Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15: Lenyapnya Sang Penyakit Mematikan
Melihat pemandangan ini, hati Xia Ruofei seolah berdarah.
Selama sebulan terakhir, ia masuk ke dalam dimensi hampir setiap hari hanya untuk mengagumi bunga tiga warna itu. Ia sangat mencintai bunga indah yang seolah mengandung rahasia alam semesta tersebut. Siapa sangka, gara-gara keteledorannya, semua kelopak bunga itu malah rontok.
Xia Ruofei didera penyesalan mendalam, tapi nasi sudah menjadi bubur.
Ia segera bangkit berdiri tanpa memedulikan debu yang menempel di bajunya, lalu bergegas menghampiri tanaman tanpa nama itu.
Di tempat di mana bunga tiga warna yang indah itu tadinya mekar, kini hanya tersisa tangkai yang gundul. Pesona magis yang biasanya terpancar pun kini telah sirna.
Xia Ruofei menghela napas panjang. Ia berjongkok menatap tiga kelopak bunga yang jatuh di tanah. Kelopak merah, biru, dan kuning itu tergeletak diam. Meski sudah terlepas dari tangkainya, kecantikan mereka masih sanggup membuat siapa pun terkesima.
Xia Ruofei tidak tahu jenis tanaman apa ini, tidak tahu pula asal-usul bunga tiga warna tersebut. Namun, instingnya mengatakan bahwa benda ini sangat berharga, karena inilah satu-satunya penghuni "asli" di Ruang Peta Spiritual yang penuh misteri ini.
Karena tak tahan, ia mengulurkan tangan untuk memungut ketiga kelopak tersebut.
Tepat saat jari Xia Ruofei menyentuh kelopak berwarna kuning, sebuah perubahan aneh terjadi!
Kelopak kuning itu tiba-tiba meresap ke dalam telapak tangan Xia Ruofei dengan suara *wush* dan menghilang tanpa bekas, seolah-olah tidak pernah ada di sana.
Prosesnya begitu cepat hingga Xia Ruofei tidak sempat bereaksi. Ia hanya bisa melongo karena terkejut.
Detik berikutnya, Xia Ruofei merasakan gelombang panas menjalar ke seluruh tubuhnya. Sensasi hangat itu membuatnya merasa seolah-olah sedang berendam di air panas. Bahkan jiwanya pun bergetar karena rasa nyaman yang luar biasa. Ia tak kuasa menahan desahan napas yang lega.
Meski Xia Ruofei pernah ikut serta dalam operasi pemusnahan berbagai geng narkoba, ia sendiri tidak pernah menyentuh barang haram tersebut. Namun, ia yakin bahwa seorang pecandu narkoba pun tidak akan pernah merasakan sensasi melayang yang sehebat ini.
Proses ini berlangsung selama kurang lebih setengah menit sebelum akhirnya perlahan menghilang. Xia Ruofei merasa belum puas, instingnya mendorongnya untuk menjangkau kelopak kedua.
Begitu tangannya menyentuh kelopak biru, seperti dugaan, kelopak itu langsung menyerap ke telapak tangannya. Segera setelah itu, sensasi melayang yang familiar kembali menyerang...
Tak lama kemudian, kelopak biru juga habis terserap. Saat ini, pikirannya sudah kosong; ia hanya ingin meraih kelopak merah terakhir tanpa ragu sedikit pun.
Seluruh proses ini terjadi secara bawah sadar, seolah di luar kendalinya.
Baru setelah kelopak merah terserap sepenuhnya, Xia Ruofei tersadar kembali.
Saat itulah ia menyadari bahwa tubuhnya telah mengalami perubahan drastis.
Rasa lemas yang selalu menghantuinya sejak jatuh sakit kini telah lenyap total. Kekuatan yang selama ini ia rindukan seolah telah kembali, dan Xia Ruofei bisa merasakan dengan jelas bahwa ia sekarang jauh lebih kuat dibandingkan saat masa puncaknya di militer dulu.
Apa yang sebenarnya terjadi? Benda apa sebenarnya kelopak bunga tiga warna itu?
Xia Ruofei hanya bisa terperangah. Ia menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya.
Saat Xia Ruofei membuang napas, sebuah kabut hitam keluar dari mulutnya, membuatnya tersentak kaget.
Kabut itu menguarkan bau amis yang menyengat. Xia Ruofei segera mundur beberapa langkah.
Baru saat itulah ia menyadari bahwa seluruh tubuhnya juga diselimuti bau busuk ini. Kulitnya kini tertutup lapisan kotoran gelap yang kental dan lengket.
'Mungkinkah kelopak bunga tadi telah mengeluarkan virus dan racun dari dalam tubuhku?' Sebuah pemikiran muncul di benak Xia Ruofei.
Ia tidak sempat berpikir terlalu lama karena rasa lengket itu sangat tidak nyaman, ditambah lagi baunya yang luar biasa busuk. Bau ini bahkan terlalu kuat bagi seorang anggota pasukan khusus yang dulunya pernah sanggup mengendap di kolam limbah selama berhari-hari.
Ia harus segera mandi.
Tentu saja Xia Ruofei tidak akan bersikap terlalu mewah dengan mandi menggunakan air kolam spiritual, jadi ia segera keluar dari Ruang Peta Spiritual tanpa ragu.
***
Kamar kostnya berbagi kamar mandi umum dengan penghuni lain. Beruntungnya, sebagian besar penyewa sedang pergi bekerja di siang hari. Jika tidak, bau busuk Xia Ruofei pasti akan membuat semua orang pingsan.
Ia segera mencari baju ganti dan bergegas ke kamar mandi umum. Ia menyalakan *shower* dan mulai mengguyur tubuhnya.
Setelah menyabuni tubuhnya hingga tiga kali, akhirnya semua kotoran itu luntur. Xia Ruofei berganti dengan piyama katun dan keluar dari kamar mandi dengan perasaan segar bugar.
Ia lalu membuka semua jendela di area umum. Saat melewatinya tadi, ruang tamu umum yang kecil itu pun sudah dipenuhi bau menyengat tersebut. Ia harus melakukan ventilasi, jangan sampai penghuni lain curiga saat mereka pulang nanti.
Setelah urusan itu selesai, Xia Ruofei kembali ke kamar sempitnya.
Saat mandi tadi, Xia Ruofei sudah merasa bahwa setelah menyerap kelopak bunga tiga warna, semua penyakitnya seolah telah sembuh total. Kekuatan luar biasa yang mengalir di tubuhnya hampir membuatnya menitikkan air mata.
Sejak didiagnosis mengidap ALS (Penyakit Neuron Motorik), dunia Xia Ruofei terasa kelabu.
Itu adalah penyakit mematikan, bahkan lebih mengerikan daripada kanker. Selain belum ada obat yang efektif, yang lebih menakutkan adalah pasien akan merasa seolah-olah tubuh mereka perlahan-lahan membeku. Awalnya mungkin hanya satu jari yang mati rasa, tapi lama-kelamaan akan menyebar ke setiap tulang, otot, organ, bahkan lidah dan bola mata pun tidak akan bisa digerakkan. Akhirnya, kebanyakan dari mereka meninggal karena gagal napas.
Hal yang paling mengerikan adalah selama proses menuju kematian itu, pikiran dan indra pasien tetap sadar sepenuhnya. Itu sama saja dengan menonton diri sendiri mati secara perlahan tanpa bisa berbuat apa-apa.
Proses itu bisa berlangsung selama dua sampai tiga tahun, atau bahkan lima sampai enam tahun. Bayangkan betapa mengerikannya itu!
Kematian bukanlah hal terburuk. Hal terburuk adalah saat kau harus menunggu ajal menjemputmu.
Dan sekarang, berkat tiga kelopak bunga ajaib itu, penyakit mengerikan itu telah sembuh.
Rasa bahagia karena berhasil selamat dari maut benar-benar tak terlukiskan.
Xia Ruofei duduk termangu di atas ranjang kecilnya. Perasaannya campur aduk mengingat penderitaan yang ia lalui sejak jatuh sakit. Sekarang, saat penyakitnya telah lenyap, prajurit berdarah besi ini pun tak sanggup menahan air matanya.
Beberapa saat kemudian, Xia Ruofei yang mulai tenang berdiri dan tak sengaja melirik cermin kecil yang tergantung di dinding. Ia pun terpaku.
Bayangannya di cermin tampak berbeda.
Berkat latihan keras selama bertahun-tahun di militer, kulit Xia Ruofei dulunya berwarna sawo matang karena terbakar matahari. Otot-otot di tubuhnya pun menonjol kuat seperti naga yang melilit. Sekali lihat saja orang tahu dia adalah prajurit yang perkasa.
Namun, perubahan yang paling mencolok sekarang adalah kulitnya menjadi jauh lebih cerah, bahkan bisa dibilang sangat halus. Jika ia berjalan di luar, mungkin banyak gadis yang akan merasa iri dengan kulitnya.
Selain itu, otot-ototnya tidak lagi tampak menonjol kasar. Bentuk tubuhnya menjadi lebih proporsional, bahkan ia terlihat seperti seorang terpelajar yang agak lemah.
Namun, Xia Ruofei tahu betul bahwa meskipun kelopak bunga ajaib itu telah mengubah tampilan ototnya, kekuatannya sama sekali tidak berkurang. Sebaliknya, baik kecepatan reaksi maupun kekuatan fisiknya kini jauh melampaui masa puncaknya saat masih di pasukan khusus.
Semua ini berkat kelopak bunga tiga warna tersebut.
Xia Ruofei menatap dirinya di cermin dengan perasaan emosional.
Tiba-tiba, ia teringat sesuatu dan spontan menepuk jidatnya sendiri. Ia bergumam penuh rasa frustrasi.
"Mampus! Celaka! Dasar otak udang..."