NovelToon NovelToon
Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Fantasi Wanita / Bullying dan Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: Yukipoki

Demi membalas kehancuran masa depan putranya oleh Ratu Komunitas yang tak tersentuh, seorang mantan konsultan branding melakukan balas dendam sosial dan intelektual dengan meruntuhkan reputasi musuhnya di mata para ibu elit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yukipoki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menggali Kuburan Lama

Izin Kirana untuk membuat video tentang "sejarah keberhasilan" The Golden Bridge bukanlah kemenangan, melainkan perintah yang mengandung jebakan.

Kirana setuju karena ia percaya bahwa Nadia, si anggota baru yang polos, tidak akan menemukan apa-apa selain versi cerita yang sudah diatur oleh Kirana dan suaminya.

Kirana ingin Nadia menyia-nyiakan waktu dan sumber dayanya untuk proyek ini, mengalihkan fokus dari penyelidikan dana yayasan dan vila Bali.

Namun, Kirana tidak tahu bahwa Nadia tidak hanya mencari data publik. Nadia mencari aib yang Kirana kubur.

Nadia memulai proyeknya. Ia tidak bekerja dengan tim, ia bekerja dengan data. Ia kembali ke arsip e-mail curian yang berisi korespondensi bisnis Kirana dan suaminya, Bapak Wijaya, dari lima tahun lalu—periode ketika mereka mengakuisisi The Golden Bridge.

...****************...

Nadia menemukan serangkaian e-mail yang menunjukkan kronologi yang disembunyikan. The Golden Bridge didirikan oleh seorang pengusaha properti bernama Widodo Raharja, yang kemudian terlibat dalam skandal penipuan investasi besar yang hampir menjatuhkan sekolah itu.

Kirana dan Bapak Wijaya tidak "menyelamatkan" sekolah; mereka mengakuisisinya dengan harga diskon yang sangat besar melalui loopholes hukum, dengan imbalan Kirana menjamin diamnya beberapa pihak kunci, termasuk keluarga Widodo Raharja.

Nadia menemukan korespondensi Kirana yang sangat rinci dengan Putra Widodo Raharja, yang sedang mengalami kesulitan finansial saat itu.

Kirana menawarkan pembayaran tunai yang kecil, dengan syarat: Putra Widodo Raharja harus menandatangani perjanjian kerahasiaan total tentang harga akuisisi yang sebenarnya dan aib penipuan ayahnya.

Kirana bahkan menggunakan pengaruhnya untuk memastikan Putra Widodo Raharja tidak mendapatkan pekerjaan lagi di lingkungan elit.

Nadia menyadari, Kirana membangun kekuasaan ini di atas keheningan paksa dan penghancuran reputasi para pendahulu, sama seperti yang ia lakukan pada Aksa.

Nadia harus mencari Putra Widodo Raharja ini. Ia adalah saksi hidup yang telah dibayar mahal untuk diam, dan mungkin memiliki dendam yang bisa dieksploitasi. Nadia berhasil melacak e-mail kontak lama putra Widodo Raharja yang dicantumkan dalam perjanjian kerahasiaan.

Sementara Nadia sibuk menggali sejarah, ia juga harus mengamankan Ibu Siska, sekutu Kirana yang baru saja diasingkan.

Nadia mengirimkan pesan teks rahasia kepada Rina. "Bu Rina, sekarang waktunya untuk merangkul Ibu Siska. Jangan ajak dia bergosip tentang Kirana. Ajak dia untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk dirinya sendiri."

Rina, mengikuti instruksi Nadia, menghubungi Siska dan menyarankan agar Siska menggunakan cuti-nya untuk fokus pada masa depan putranya, Dimas, yang baru gagal lomba debat.

Rina menyarankan Siska mencari pelatih debat internasional yang elit, yang kebetulan Nadia kenal. Nadia sengaja memberikan Rina kontak pelatih yang sangat profesional.

Tujuan Nadia bukan hanya membantu Siska, tetapi mengubah Siska dari musuh menjadi sekutu yang berutang budi secara profesional. Siska, yang kini terbebani oleh kegagalan putranya dan pengkhianatan Kirana, akan melihat bantuan profesional ini sebagai penyelamat.

Setelah mengamankan Siska, Nadia kembali ke file Kirana yang berhubungan dengan Yayasan Cendana Biru (yayasan fiktif yang digunakan Kirana untuk membeli vila di Bali).

Nadia menemukan bahwa Kirana telah membuat draft dokumen fiktif yang menyatakan bahwa Vila Mutiara Uluwatu adalah aset yang dibeli untuk Program Retreat dan Kesejahteraan Anak Yatim Yayasan Cendana Biru.

Nadia tertawa dingin. Retreat untuk anak yatim? Vila itu dilengkapi kolam renang pribadi, jacuzzi mewah, dan lima kamar tidur master. Jelas itu adalah tempat liburan pribadi Kirana.

Nadia memutuskan untuk tidak langsung membocorkan ini. Ia akan menggunakan informasi ini untuk membuat Pengacara Keuangan Bapak Wijaya yang telah ia e-mail sebelumnya, semakin panik dan memulai penyelidikan yang lebih agresif terhadap Kirana.

Nadia mengirim e-mail anonim lain, ditujukan kepada Pengacara Keuangan itu, dengan isi yang lebih rinci:

—'Yth. Bapak Pengacara, mohon cek dokumen Program Retreat Yayasan Cendana Biru. Kami menduga, meski diklaim untuk amal, vila tersebut sering digunakan oleh pemegang saham utama yayasan tersebut untuk keperluan pribadi. Ini akan menjadi masalah besar dalam investigasi pajak yang sedang berlangsung.'—

Nadia sengaja menyebut "pemegang saham utama" dan bukan Kirana, karena Bapak Wijaya adalah pemegang saham utama di perusahaan yang mengalirkan dana ke Yayasan Cendana Biru.

Serangan ini akan membuat Bapak Wijaya merasa terlibat secara hukum dalam skema Kirana, memaksanya untuk menekan Kirana lebih keras di rumah.

Sore harinya, saat Komite mengadakan rapat kecil darurat untuk membahas anggaran dekorasi, Kirana muncul dengan ponsel di tangannya. Ia tampak semakin tertekan.

Di tengah rapat, Rina, yang hadir sebagai tamu undangan untuk menunjukkan bahwa ia 'sudah membaik,' berbisik kepada Nadia.

"Bu Nadia, Ibu Nina—si donatur—menelepon suami saya. Dia bilang, dia sudah menyewa Pengacara Keuangan untuk mengecek ulang semua tax deduction amalnya tahun ini. Dia bilang, ada 'bau amis' di laporan The Golden Bridge."

Nadia mengangguk kecil. Kepercayaan telah hilang. Para donatur tidak lagi takut pada Kirana, mereka takut pada diri mereka sendiri—takut terlibat masalah pajak karena Kirana.

Nadia memutuskan untuk meluncurkan serangan history video yang ia rencanakan, tepat di depan Kirana.

Nadia berdiri, memegang laptopnya. "Bu Kirana, saya sudah punya draft untuk video sejarah. Saya ingin kita fokus pada semangat para pendiri awal yang berjuang membangun The Golden Bridge."

Nadia memproyeksikan slide pertamanya di layar. Bukan foto sekolah yang mewah, tetapi foto buram Widodo Raharja, pendiri sekolah yang dipenjara karena penipuan. Di bawah foto itu, tertulis: "Widodo Raharja: Pendiri dengan Visi, yang Sayangnya, Harus Mengalami Krisis."

Semua mata di ruangan itu tertuju pada Kirana. Kirana telah menghapus Widodo Raharja dari sejarah sekolah. Memunculkan kembali namanya adalah kejahatan terbesar.

Wajah Kirana memucat, lebih pucat dari sebelumnya. Ia tahu Nadia telah membuka kotak Pandora.

"Matikan itu, Bu Nadia!" perintah Kirana, suaranya tajam dan bergetar, untuk pertama kalinya ia benar-benar menunjukkan amarah tanpa kontrol.

"Tapi, Bu Kirana," balas Nadia, memainkan peran polos dengan sempurna. "Mengapa? Ini hanya sejarah. Kita harus menghormati asal-usul sekolah."

"Itu... itu adalah sejarah yang tidak relevan," Kirana tersentak, suaranya meninggi. "Fokus pada masa kepemimpinan kita! Video ini dibatalkan! Saya tidak mengizinkan Anda menggunakan image yang tidak disetujui Komite!"

Nadia mematikan slide-nya. Ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan: Kirana menunjukkan ketakutan yang nyata dan tidak beralasan di depan Komite.

Penolakan Kirana yang panik dan tiba-tiba untuk memutar video sejarah mengirimkan pesan keras kepada ibu-ibu lain: Kirana menyembunyikan sesuatu yang besar tentang fondasi kekuasaan mereka.

Nadia duduk, matanya bertemu dengan Rina. Rina membalas dengan tatapan kagum dan ngeri.

Nadia tahu, ia tidak hanya membuat Kirana panik. Ia telah menanam benih kecurigaan bahwa Nadia Permata tahu rahasia terdalam Kirana. Sekarang, Kirana akan mencurigai setiap langkah yang Nadia lakukan, setiap senyum yang ia berikan. Nadia telah berhasil menggali kuburan lama Kirana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!