NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:168k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Mencari Arman

Bu Narti bingung karena sampai sudah mau malam begini tapi Arman belum juga pulang dari sekolah sehingga ada rasa panik di dalam hati orang tua ini, kata Pak Kamil di kebun juga tidak ada padahal sudah di tunggu sejak tadi agar Arman mencari rumput untuk kambing mereka yang ada dua biji.

Memang setiap pulang sekolah Arman pasti akan mencari rumput karena kambing itu memang sudah diberikan untuk dia sehingga Arman harus menjaga dan mencarikan kambing tersebut makan, tapi hari ini Arman malah tidak kunjung pulang sehingga kedua orang tua merasa begitu cemas dan sudah mencari ke sana kemari agar Arman segera di temukan.

"Joko, apa tadi pulang bareng sama Arman juga?" Pak Kamil mendekati Joko yang baru pulang membawa rumput.

"Oh enggak, Arman tadi tidak masuk sekolah Pak." Joko menjawab jujur.

"Loh tapi tadi pagi dia berangkat sekolah kok, masa dia tidak masuk sekolah." Pak Kamil mulai bingung.

"Tadi dia sepertinya sakit perut terus masuk ke toilet tapi setelah itu dia tidak ada lagi masuk ke dalam kelas, Pak." Joko berusaha menjelaskan agar Pak Kamil tidak marah.

"Aduh ke mana ya jadi Arman pergi kok sampai sore begini dia belum pulang juga." cemas Pak Kamil karena memang hari sudah mulai maghrib.

Joko juga ikut bingung dan dia tidak tahu ke mana saat ini Arman pergi karena memang dia tidak pulang bareng sehingga tidak mengetahui, sebab Arman memang terlihat tidak suka ketika tadi pagi Rahman membawa motor baru sehingga mereka sedikit adu cekcok dan Arman pergi ke dalam toilet itu untuk buang air.

Tapi ternyata sampai sore begini Arman tak kunjung pulang juga sehingga orang tua yang menunggu di rumah sudah sangat cemas karena mereka pun tidak pernah mendapati anak mereka berdua bersikap seperti ini, paling lambat pukul dua atau pukul tiga Arman sudah ada di rumah dan mengerjakan beberapa pekerjaan yang memang untuk dia.

Namun hari ini terasa lain karena Arman sudah sampai sore tak kunjung pulang sehingga Pak Kamil mulai bingung dan mencari ke sana kemari untuk menemukan sang anak, walau mereka tinggal di desa dan kejahatan agak berkurang namun tetap saja sebagai orang tua ada rasa cemas di dalam hati mereka.

"Saya mau menaruh rumput ini dulu nanti akan saya bantu ya, Pak." pamit Joko karena dia juga kasihan.

"Iya, kalau gitu Bapak permisi." Pak Kamil segera berlalu pergi karena memang ingin mencari Arman saat ini juga.

"Ada apa, Jok?" Edo yang tinggal di sebelah rumah Joko langsung mendekati Joko.

"Itu Arman katanya sejak tadi tidak ada pulang ke rumah jadi sekarang Pak Kamil sibuk mencari Arman." jelas Joko.

"Kemana Arman pergi kok sampai sudah mau malam begini tapi dia belum juga pulang?" Edo ikut bingung.

"Ayo kita bantu cari Arman, kasihan tadi aku lihat Pak Kamil sudah sangat lelah tapi masih mau mencari anak juga." ajak Joko.

Edo mengangguk setuju karena memang mereka adalah teman sehingga sudah sepantasnya bila ikut membantu mencari di mana keberadaan Arman saat ini, bukan hanya teman tapi mereka juga tetangga dekat sehingga bila ada yang hilang begini pasti ada kewajiban untuk ikut mencari juga.

Sampai kemudian di tengah jalan mereka bertemu dengan Rahman yang sedang asyik test drive motor karena namanya motor baru pasti ada rasa bahagia dan ingin terus mencoba motor tersebut, Rahman yang melihat mereka berdua sedang berjalan agak terburu-buru maka dia segera mendekat untuk bertanya apa yang telah terjadi.

"Kalian mau ke mana kok terlihat berburu buru begitu?" tanya Rahman.

"Arman hilang sejak dari sekolah itu dan sampai sekarang dia belum juga ketemu." Joko yang menjawab.

"Serius? tapi kalau hilang juga hilang ke mana kan kita juga di desa loh." Rahman sekolah tidak percaya dengan ucapan mereka berdua.

"Ya nggak tahu juga, tapi kasihan sama Pak Kamil jadi kami bantu untuk mencari dia lah." Edo yang menjawab.

"Ayo, aku ikut cari juga kalau begitu siapa tahu cepat segera ketemu." Rahman tidak keberatan dan dia ikut mencari sang teman.

"Buruan, aku takut juga ini kalau sampai ada apa apa." Edo sudah tidak sabar lagi.

Ketiga pemuda ini segera berjalan cepat dan Rahman mengendarai motor karena dia akan segera meletakkan motor tersebut di rumah Pakde Parto lagi, lebih baik berjalan saja dengan yang lain karena nanti kesannya Rahman sangat ingin pamer tentang motor baru yang menjadi kesayangan dia karena memang sudah lama ingin kendaraan tersebut.

...****************...

"Armaaaaan!" Pak Kamil berteriak keras karena sekarang sudah pukul tujuh malam.

"Maaaaan, kamu di mana?" Bu Narti juga berteriak untuk mencari keberadaan sang anak.

"Ya Allah sudah sampai malam begini tapi belum juga ketemu." keluh Pak Kamil yang merasa ini ada yang tidak beres.

"Kemana Arman pergi kok mendadak saja dia menghilang begini?!" Bu Narti mulai menangis.

Dan sekarang yang mencari bukan hanya Bu Narti dan Pak Kamil saja karena kabar hilang tentang Arman itu sudah menyebar ke seluruh desa, semua warga turun tangan untuk mencari keberadaan pemuda tersebut karena ini memang sudah cukup memakan waktu.

"Tadi apa tidak ada yang melihat sepulang sekolah?" Bu Laras bertanya lembut kepada Edo.

"Dia tidak masuk sekolah karena mungkin sedang sakit perut, Bu." Edo menjawab pelan.

"Loh ini tambah bahaya kalau begitu, siapa tahu saja Arman sedang sakit sekarang." cemas Bu Laras.

"Itu lah, kita harus segera menemukan agar masalah ini segera selesai." Mbak Sri menjawab ucapan Laras.

Para warga sudah sibuk mencari sambil sebagian juga membawa obor karena tidak ada lampu di tengah semak belukar seperti ini, terlebih di desa ini banyak kebun sawit dan juga kebun karet sehingga mereka agak susah untuk mencari bila tidak membawa obor seperti sekarang.

"Itu putih apa yang tergantung di sana, Do?" Joko bertanya pelan.

"Kau jangan menakuti aku seperti itu!" Edo menyentak Joko karena dia mengira sedang di takuti.

"Aku tidak bohong, itu ada yang tergantung di pohon karet dan pakai baju putih." Joko agak kesal karena Edo malah takut sendiri.

"Apa yang kamu lihat, Joko?" Bu Laras menoleh kepada Joko.

"Itu di pohon karet ada putih-putih tergantung, Mbak Laras." Joko menunjuk benda tersebut.

Semua warga lantas menoleh ke arah pohon karet milik Pakde Parto itu dan mereka semua jadi tersentak kaget karena memang ada sesuatu tergantung di pohon karet itu, sebagian orang menyorot dengan senter dan mereka tertegun karena yang tergantung itu adalah sosok mayat dan mereka masih belum tahu sosok itu siapa.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Nengsih Irawati
Ampun deh 😂😂😂😂
Nengsih Irawati
😂😂😂
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!