Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Luna sudah rapi dengan penampilanya. Meski bukan pakain yang mewah tapi nampak sesuatu dengan dirinya yang sederhana tapi anggun. Tapibkuta ia sedikit memoles wajahnya dnegan make up tipis biar tak keliatan terlalu pucat.
Luna mematuk dirinya di depan cermin dan cukup merasa puas dengan penampilanya. Tak lupa ia membawa tas kecil lusuh yang selalu menemaninya kemana pun ia pergi.
"Mau kemana kamu?" tanya suaminya saat melihat istrinya hendak keluar.
"Jalan - jalan, sumpek di rumah melulu." jawab Luna santai.
"Ngapain juga dandan kaya gitu sih? Norak tau." hina suaminya, padahal Keanu merasa kagum dengan wajah istrinya yang cantik. Sudah lama ia tak melihat istrinya dandan. Ternyata istrinya tak sejelek yang selama ini ia dan keluarganya sematkan.
"Biarin norak, mana tau ada yang naksir nantinya." ujar Luna sambil tertawa ringan.
"Dari pada keluar mending kamu mengerjakan pekerjaan rumah. Masak kek buat aku." protes suaminya.
"Males, kalau mau makan beli aja sendiri. Atau suruh aja mama atau adik kamu yang masak mas." jawab Luna santai.
"Kak Luna mau kemana, tumben dandan?" tanya Mirna yang baru saja pulang dari warung membeli pembalut.
"Mau tau aja, kepo." jawaban Luna membuat Mirna sakit hati.
"Siapa yang kepo." sahut mama yang sudah berada diantara mereka.
"Mama, masa aku di bilang kepo sama kak Luna." adu Mirna manja.
"Mau kemana kamu udah dandan kaya gini?" tegur mama.
"Keluar. " jawab Luna singkat.
"Suami di rumah bukannya di layani ini malah mau keluyuran. Noh masak sana, cucian juga numpuk. Udah tau kerjaan banyak malah keluyuran." omel mama.
"Ngaruh ya kalau mas Keanu di rumah? Toh selama ini aku juga ga pernah di anggap. Jadi sekalian aja aku pergi, sesekali aku juga butuh penyegaran." jawab Luna sambil tersenyum miring.
"Kerjain dulu pekerjaan rumah baru kamu pergi, jangan lepas tanggung jawab gitu dong." ujar mama ketus.
"Mama selalu bicara tanggung jawab, apa mama tau artinya tanggung jawab? Tanya dulu diri mama apa sudah bertanggung jawab belum sebagai mertua? " ledek Luna membuat mertuanya meradang.
"Kamu itu hanya menantu di rumah ini, udah sok ngajari saya. Dasar orang miskin yang tak tau sopan santun." urat leher mama nampak kelaur saking marahnya.
"Tau kak Luna nih, harus kak Luna nurut kata mama. Jangan jadi menantu durhaka yang tak tau terimakasih." selaku Mirna pedes.
"Nurut dalam arti apa? jadi babu kalian? sorry aku udah ga mau lagi. Mulai saat ini kita itu harus diri sendiri." balas Luna.
"Luna, lancang kamu." hardik Keanu.
"Istrimu kayanya habis kesambet setan dari kampungnya makanya ia berani melawan." ledek mama.
"Kalau iya kenapa? Mau aku cekik kalian satu persatu biar ga ngoceh lagi." Luna mengangkat kedua Tanganya dan bersikap seolah mau mencekik mertuanya.
"Plak ....." bunyi tamparan terdengar menggelegar. Rupanya Keanu yang emosi tanpa berpikir langsung saja mengayunkan tanganya. Pipi Luna terasa panas, matanya berkaca - kaca. Di tatap suaminya lekat membuat Keanu gugup. Ini kali pertamanya ia main tangan, meski hampir setiap hari ia menghina istrinya tapi tak pernah sekalipun ia main tangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum kk terimakasih supportnya dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 👍🙏😘
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat