NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

Langit Sterling, remaja Jakarta yang bermasalah akibat balap liar, dikirim ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Yogyakarta untuk dibina. Usaha kaburnya justru berujung petaka ketika ia tertangkap di asrama putri bersama Senja Ardhani, putri Kyai Danardi, hingga dipaksa menikah demi menjaga kehormatan pesantren.
Pernikahan itu harus dirahasiakan karena mereka masih bersekolah di SMA yang sama. Di sekolah, Langit dan Senja berpura-pura menjadi musuh, sementara di pesantren Langit berjuang hidup sebagai santri di bawah pengawasan mertuanya, sambil menjaga rapat identitasnya sebagai suami rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibawah cahaya doa dan fitnah

Di kamar, Senja menangis sejadi-jadinya. Air matanya tak terbendung, tubuhnya bergetar, wajahnya basah oleh tangis. Kabar wafatnya Abah Danardi menghantam hatinya seperti petir di siang bolong. 

Sebagai anak sulung, Senja merasa gagal. Ia merasa tidak bisa menjaga Abahnya, bahkan dalam benaknya, dialah penyebab Abah jatuh sakit hingga akhirnya meninggal. Rasa bersalah itu menyesakkan dada, membuat tangisnya semakin keras. 

“Aku… aku anak yang durhaka… Abah pergi karena aku…” Senja meratap, suaranya pecah. 

Bi Sumi duduk di sampingnya, berusaha menenangkan. Tangannya mengelus punggung Senja dengan lembut. “Neng… jangan begitu. Abah sayang sama kamu. Abah pergi karena takdir Allah, bukan karena kamu.” 

Namun Senja terus menangis, meremas ujung kerudungnya. “Tapi aku… aku yang bikin Abah sakit hati. Aku yang bikin semua orang malu…” 

Bi Sumi menatapnya dengan mata berkaca-kaca. “Neng Senja… Abah selalu bangga punya anak seperti kamu. Jangan salahkan diri sendiri. Doakan Abah, itu yang paling Abah butuhkan sekarang.” 

Senja terisak, tubuhnya meringkuk di ranjang. Hatinya hancur, penuh penyesalan. Malam itu, tangis Senja menjadi ratapan panjang seorang anak yang kehilangan ayah sekaligus merasa bersalah atas kepergiannya. 

Jenazah KH. Raden Mas Danardi Kusumo dibawa pulang ke Pesantren Mambaul Ulum, ke rumah kediamannya. Malam itu rumah ndalem penuh cahaya lampu, namun suasananya muram. Jenazah disemayamkan di ruang tengah, kain putih membungkus tubuh yang kini terbaring tenang. 

Di samping jenazah, Muhammad Fatih Danardi, putra kedua, duduk dengan wajah sendu. Suaranya lirih membacakan surat Yasin, ayat-ayat suci bergema menembus keheningan malam. Para santri berdatangan satu per satu, memenuhi ruangan dengan wajah tertunduk. Mereka pun mengaji Yasin bersama, khusus untuk almarhum KH. Raden Mas Danardi Kusumo, guru sekaligus ayah bagi mereka. 

Kabar wafatnya Abah segera sampai ke Jakarta. Keluarga Langit yang mendengar kematian besannya langsung bergegas. Malam itu juga mereka terbang ke Yogyakarta. Jam tiga dini hari, mobil keluarga sampai di pesantren. 

Mami Retno segera masuk ke kamar Senja Ardhani, putri sulung yang kini menjadi istri Langit. Ia memeluk Senja erat, mencoba menenangkan tangis yang tak kunjung berhenti. “Senja… sabar ya, Nak. Abah sudah tenang di sisi Allah.” 

Sementara itu, Pak Alistair bersama anak-anaknya langsung mengatur jalannya pemakaman sahabat lamanya. Mereka berkoordinasi dengan para ustadz senior, memastikan segala persiapan berjalan dengan baik. 

Langit hanya bisa tertunduk di samping jenazah KH. Raden Mas Danardi Kusumo. Air matanya jatuh tanpa suara, hatinya hancur. Baginya, Abah bukan hanya mertua, melainkan ayah yang telah menerima dan membimbingnya. Kini, sosok itu pergi, meninggalkan luka yang dalam. 

Di sudut rumah, Ahmad Zaki dan Aisyah Zakia, si kembar bungsu, menangis dalam pelukan ibunya, dr. Siti Aminah, Sp.A. Nyai Siti berusaha tegar, meski hatinya remuk. Malam itu, rumah pesantren penuh doa, penuh tangis, penuh kenangan. 

Pemakaman KH. Raden Mas Danardi Kusumo berjalan dengan lancar. Doa-doa mengiringi kepergian sang Kyai, masyarakat, santri, dan keluarga larut dalam khidmat. Liang lahat ditutup tanah, bunga tabur menghiasi, dan suasana penuh haru menyelimuti pesantren Mambaul Ulum. 

Usai acara, Langit masih duduk bersama ayahnya, Pak Alistair, dan kakak-kakaknya. Mereka berbicara pelan, membicarakan bagaimana menjaga keluarga besar pesantren setelah kepergian Abah. Langit tertunduk, sesekali mengusap wajahnya, hatinya masih berat. Baginya, Abah sudah seperti ayah kandung, dan kini ia merasa harus memikul tanggung jawab lebih besar. 

Sementara itu, di kamar ndalem, Senja Ardhani masih ditemani oleh Mami Retno dan kakak iparnya. Senja menangis dalam pelukan Mami Retno, air matanya tak kunjung berhenti. “Mami… Senja nggak bisa menjaga Abah. Senja malah jadi penyebab semua ini…” ucapnya lirih. 

Mami Retno mengelus rambut Senja dengan lembut. “Nak, jangan salahkan dirimu. Abah pergi karena takdir Allah. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mendoakan beliau, menjaga pesantren, dan menjaga keluarga.” 

Kakak iparnya duduk di samping, ikut menenangkan. “Senja, kamu anak sulung. Justru sekarang kamu harus kuat. Fatih, Zaki, dan Zakia butuh kakak yang bisa jadi sandaran.” 

Senja mengangguk pelan, meski air matanya masih mengalir. Malam itu, kamar ndalem penuh dengan pelukan, doa, dan penguatan. Di luar, pesantren mulai tenang, namun duka masih terasa di setiap sudut. 

Acara tahlilan malam itu berjalan khidmat. Semua yang hadir larut dalam doa untuk almarhum KH. Raden Mas Danardi Kusumo. Langit mengambil peran besar, mengatur jalannya acara bersama Ustadz Hasan dan para ustadz senior lainnya. Suaranya tegas namun penuh hormat, memastikan setiap rangkaian doa berjalan lancar. 

Santri-santri duduk rapi, suara lantunan Yasin bergema di seluruh ruangan. Malam itu pesantren Mambaul Ulum benar-benar menjadi rumah doa, tempat semua hati tertuju pada Allah, memohon ampunan dan rahmat untuk sang Kyai. 

Esok harinya, keluarga Langit bersiap kembali ke Jakarta. Pak Alistair dan Mami Retno berpamitan dengan keluarga pesantren, memberikan pelukan hangat kepada Senja Ardhani dan adik-adiknya. “Kami titip Senja dan keluarga di sini. Semoga Allah selalu menjaga,” ucap Mamai Retno dengan mata berkaca-kaca. 

Begitu pula dengan Gus Azka dan teman-temannya. Sebelum berangkat, Azka menghampiri Langit. Wajahnya penuh penyesalan. 

“Langit… aku minta maaf atas kejadian yang memalukan itu. Sungguh aku sudah berusaha menyadarkan Senja, tapi dia meruntuhkan imanku. Aku sangat menyesal.” 

Langit menatap Azka lama, lalu tersenyum tipis. “Aku tahu, Azka. Aku percaya kamu tidak berniat buruk. Aku maafkan. Semoga ini jadi pelajaran untuk kita semua.” 

Azka menunduk, lega mendengar kata-kata itu. Ia lalu berpamitan kepada seluruh keluarga pesantren, begitu juga teman-temannya. Mereka meninggalkan ndalem dengan hati berat, membawa rasa bersalah sekaligus doa untuk keluarga besar pesantren. 

Langit berdiri di serambi rumah, menatap kepergian mereka. Hatinya masih penuh luka, namun ia tahu, memaafkan adalah jalan terbaik untuk menjaga kehormatan pesantren dan keluarga. 

Hari itu, kabar mengejutkan beredar luas di media sosial. Video yang menampilkan Senja Ardhani, putri sulung KH. Raden Mas Danardi Kusumo, bersama mantan pacarnya yang kini seorang ustadz, tersebar tanpa kendali. Judul-judul sensasional menyebutnya sebagai “perselingkuhan anak Kyai.” 

Para wali santri pun mulai khawatir. Bisik-bisik muncul di grup WhatsApp orang tua, beberapa bahkan langsung mengambil langkah drastis. Tak terkecuali kedua orang tua Rendra, yang merasa malu dengan rumor itu. Mereka segera menyuruh Rendra keluar dari pesantren, tak ingin nama keluarga mereka ikut tercemar. Beberapa wali santri lain pun memutuskan memindahkan anak-anaknya ke pesantren lain. 

Melihat situasi semakin genting, Ustadz Hasan bersama ustadz senior mengadakan konferensi pembelaan di aula pesantren. Dengan suara tegas, ia menjelaskan duduk perkara. “Santri-santri sekalian, para wali yang kami hormati, kejadian yang tersebar di media sosial bukanlah kebenaran utuh. Senja tidak sadar saat itu. Ada seseorang yang memberikan minuman yang sudah dicampur dengan minuman keras. Itu sebabnya ia bertingkah di luar kendali.” 

Langit, sebagai suami Senja, berdiri di samping Ustadz Hasan. Wajahnya tegas, meski hatinya masih terluka. “Saya bersaksi, istri saya tidak sadar. Senja bukan perempuan seperti yang kalian lihat di video. Ada tangan yang sengaja mencampurkan minuman Coca Cola dengan minuman keras. Itu yang membuatnya kehilangan kesadaran.” 

Suasana aula hening. Para wali santri saling berpandangan, sebagian mulai memahami, sebagian masih diliputi keraguan. Namun pembelaan itu penting: pesantren tidak boleh runtuh hanya karena fitnah dan rekayasa. 

Di luar aula, Rendra tersenyum tipis, puas melihat kekacauan yang ia ciptakan. Namun di dalam, Langit dan Ustadz Hasan bertekad menjaga kehormatan pesantren Mambaul Ulum, meski harus melawan badai rumor yang terus bergulir. 

Langit akhirnya menemukan jawaban. Dari hasil pelacakan yang ia percayakan pada seseorang, jelaslah bahwa dalang di balik semua kekacauan, fitnah, dan video yang mencoreng nama pesantren adalah Rendra, musuh bebuyutannya. 

Tanpa menunggu lama, Langit mendatangi kampus tempat Rendra kuliah. Ia menunggu di sudut yang sepi, hingga akhirnya sosok itu muncul. Begitu melihatnya, darah Langit mendidih. 

“Rendra!” teriaknya, lalu tanpa basa-basi ia menghajar musuh lamanya. Pukulan demi pukulan mendarat, Rendra pun melawan, perkelahian sengit terjadi di tempat sunyi itu. 

Langit menahan Rendra di dinding, matanya berkilat penuh amarah. “Aku bisa melaporkanmu ke polisi sekarang juga! Kau yang mencampur minuman itu, kau yang menyebarkan video, kau yang membuat pesantren hancur!” 

Rendra terdesak, wajahnya pucat. Air mata buaya mulai mengalir. “Langit… aku khilaf. Aku mohon, jangan lanjutkan kasus ini. Aku… aku salah. Maafkan aku.” 

Langit menatapnya tajam, tidak mudah percaya. “Kalau kau benar-benar menyesal, buktikan. Aku ingin kau meminta maaf di depan awak media. Aku ingin kau membuat video, menjelaskan kejadian sebenarnya, bahwa Senja tidak bersalah. Kau yang harus mengakui semuanya.” 

Rendra terdiam, wajahnya penuh ketakutan. Ia tahu tidak ada jalan lain. Dengan terpaksa, ia menunduk. “Baik… aku akan lakukan.” 

Hari itu juga, Rendra membuat video permintaan maaf. Di hadapan kamera, ia mengakui perbuatannya: mencampur minuman, menyebarkan video, dan menebar fitnah. Ia menyatakan bahwa Senja Ardhani tidak bersalah, bahwa semua hanyalah rekayasa yang ia lakukan karena dendam pribadi. 

Video itu tersebar luas, menjadi bukti kebenaran. Nama baik Senja dan pesantren perlahan dipulihkan. 

Langit berdiri di kejauhan, menatap layar ponselnya yang memutar video pengakuan Rendra. Senyum tipis muncul di wajahnya. Akhirnya… kebenaran terungkap. Abah, aku sudah menepati janji. 

1
Miramira Kalapung
Alurnya cerita nya sangat bagus
yuningsih titin: makasih kak semoga suka
total 1 replies
Siti Amyati
akhirnya lanjut kak
kalea rizuky
senja np di buat bloon bgt sih heran
kalea rizuky
senja aja goblok
Siti Amyati
lanjut kak
Siti Amyati
kasihan ujian nya kok senja di lecehin gitu smoga langit ngga lansung ambil keputusan yg bikin berpisah tpi bisa buktiin siapa dalang semuanya
Kurman
👍👍👍
Julidarwati
BHSnya baku x dan g eris sebut nm thor
yuningsih titin: makasih koreksinya dan komentar nya
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
yuningsih titin: siap👍
total 1 replies
yuningsih titin
makasih masukannya kak
ndah_rmdhani0510
Senja yng di gombalin, kok aku yang meleleh🤭
Bulan Benderang
bahasanya masih sedikit kaku kak,🙏🙏
Ai Nurlaela Jm
Karyamu luar biasa kereen Thor, lanjutkan💪
rinn
semangat thor
yuningsih titin: makasih kak
total 1 replies
Dri Andri
lanjut kan berkarya tetap semangat
Dri Andri
lanjutkan thour
Dri Andri
awwsshh ceritanya bikin.... 😁😁😁😁
yuningsih titin
ngga kuat deh langit sama senja romantis banget
ndah_rmdhani0510
Benci apa benci Langit? Ntar kamu bucin lho ama Senja🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!