NovelToon NovelToon
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

Menggambarkan kemegahan hidup Doni Salman di usia 46 tahun, puncak kekuasaan Salman Group, hingga tragedi malam berdarah saat racun melumpuhkan sarafnya.

Konfrontasi kejam Amanda dan Andreas, pengakuan mengejutkan tentang anak gelap mereka, serta fakta mengerikan bahwa Zahra diperkosa dan dibunuh atas perintah Amanda.

Doni mati dalam murka, memicu keajaiban langit yang melempar jiwanya kembali ke tahun saat ia berusia 26 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2: Topeng yang Terbuka

Kelumpuhan itu merayap dengan kecepatan yang mengerikan, seperti jutaan semut api yang membakar jalur saraf dari ujung kaki hingga ke dadanya.

Doni Salman, sang singa korporat yang biasanya ditakuti di ruang sidang dan papan atas perbankan, kini hanya bisa terkapar tak berdaya di atas sofa kulit mahalnya sendiri.

Setiap inci otot di tubuhnya menolak untuk mematuhi perintah otaknya.

Jari-jari tangannya yang biasa menandatangani kontrak bernilai triliunan rupiah kini melengkung kaku, bergetar hebat tanpa daya.

"An... dreas..." bisik Doni.

Suaranya terdengar parau, terputus-putus oleh pasokan oksigen yang kian menipis di paru-parunya.

"Telepon... ambulans..."

Andreas tidak bergerak satu milimeter pun.

Pria yang biasanya langsung berlari cekatan setiap kali Doni memanggil namanya itu kini hanya berdiri tegak dengan kedua tangan disembunyikan dengan santai di dalam saku celana bahan mahalnya.

Alih-alih kepanikan, sepasang mata Andreas memancarkan kepuasan dingin yang begitu pekat, seolah ia sedang menikmati sebuah pertunjukan teater yang sudah lama ia nantikan tirainya terbuka.

"Tidak akan ada ambulans, Pak Doni," jawab Andreas.

Nada suaranya sangat tenang, terlalu tenang, bahkan terdengar datar seolah mereka sedang mendiskusikan laporan laba-rugi bulanan perusahaan.

"Jangankan ambulans, seluruh staf keamanan di lantai ini sudah saya pulangkan sejak dua jam yang lalu dengan alasan perayaan pribadi Anda dan Bu Amanda."

"Tidak akan ada yang masuk ke ruangan ini sampai besok pagi."

Doni terbelalak.

Saraf matanya adalah satu dari sedikit bagian tubuhnya yang masih bisa berfungsi penuh.

Di dalam benaknya yang mulai dipenuhi rasa panik, ia mencoba memproses setiap kata yang keluar dari mulut tangan kanannya.

"Kau... kenapa..." erang Doni,

setitik darah segar mulai merembes dari sudut bibirnya, mengotori kemeja putih sutra yang ia kenakan.

"Kenapa?"

Andreas terkekeh pelan.

Suara kekehannya terdengar begitu asing di telinga Doni, penuh dengan racun dan sarkasme yang selama sepuluh tahun ini berhasil disembunyikan di balik topeng kesetiaan.

"Anda bertanya kenapa, Pak Doni? Mari saya jelaskan selagi racun saraf sintetis tipe VX itu menyelesaikan tugasnya di dalam batang otak Anda."

"Racun itu sangat luar biasa, bukan?"

 Modifikasi militer tingkat tinggi."

"Tidak berbau, tidak berasa, dan yang paling penting, ia akan menghentikan detak jantung Anda dalam hitungan menit tanpa meninggalkan jejak yang bisa dideteksi oleh tim forensik rumah sakit biasa."

"Mereka hanya akan mengira Anda mati karena serangan jantung mendadak akibat kelelahan bekerja."

Andreas melangkah maju dua kali, mendekati sofa.

Sepatu pantofel kulitnya yang mengkilap menginjak genangan anggur merah di lantai marmer, meninggalkan jejak kaki berwarna merah pekat yang menyerupai darah.

"Sepuluh tahun, Doni,"

lanjut Andreas, kini ia tidak lagi menggunakan embel-embel 'Pak' di depan nama bosnya.

"Sepuluh tahun aku harus menundukkan kepala di depanmu."

"Setiap hari aku harus memasang wajah bodoh yang penuh rasa syukur, berpura-pura menganggapmu sebagai dewa penolong yang mengangkatku dari lumpur."

"Kau pikir aku benar-benar berterima kasih saat kau memberikan posisi Wakil CEO ini kepadaku? Tidak."

"Setiap kali kau menepuk pundakku dan berkata 'kau sudah seperti adikku sendiri', rasanya aku ingin memuntahkan isi perutku di depan wajah sok sucimu itu!"

Doni merasakan jantungnya berdenyut kasar, memberikan rasa sakit yang menghunjam dada.

Rasa dikhianati oleh orang yang paling ia percayai di dunia kerja terasa jauh lebih menyakitkan daripada efek racun yang sedang menggerogoti organ dalamnya.

Pria di depannya ini adalah orang yang ia lindungi dari kejaran penagih utang sepuluh tahun lalu, orang yang ia biayai pengobatan ibunya hingga sembuh, dan orang yang ia persiapkan untuk memegang kendali atas Salman Group jika suatu saat ia pensiun.

"Aku... memberi...mu... segalanya... Andreas..."

bisik Doni, air mata kemarahan mulai mengalir dari sudut matanya yang memerah.

"Kau memberiku segalanya karena kau butuh anjing yang setia untuk mengurus bisnismu yang kotor, Doni!" bentak Andreas,

untuk pertama kalinya emosinya meledak, memperlihatkan kebencian mendalam yang selama ini terkunci rapat di dalam dadanya.

"Kau pikir kau membangun Salman Group sendirian? Tanpa kelicikanku mengamankan jalur-jalur penyelundupan kontainer di pelabuhan, perusahaan logistikmu tidak akan pernah sebesar ini!"

"Tapi apa yang aku dapat? Hanya remah-remah! Nama besarmu yang selalu dielu-elukan di media, sementara aku tetap berada di bawah bayang-bayangmu!"

Sebelum Doni sempat mencerna semua luapan amarah Andreas, sebuah langkah kaki yang anggun kembali terdengar mendekat.

Amanda Santoso berjalan perlahan mengitari sofa.

Gaun hitamnya yang elegan tampak berkibar sedikit saat ia berbalik, lalu dengan santai ia duduk di lengan sofa, tepat di sebelah kepala Doni yang kaku tak bisa bergerak.

Amanda mengulurkan tangannya yang lentik. Jari-jemarinya yang dihiasi cat kuku berwarna merah darah bergerak membelai pipi Doni yang sudah mulai terasa dingin.

Sentuhan itu tidak lagi terasa hangat seperti biasanya; sentuhan itu terasa seperti kulit ular yang licik.

"Jangan terlalu keras pada Andreas, Mas,"

kata Amanda, suaranya kembali terdengar manja, namun penuh dengan nada ejekan yang kejam.

"Dia hanya mengatakan kebenaran yang selama ini tidak mampu kau lihat karena matamu sudah terlalu buta oleh kesombonganmu sendiri."

Doni menatap mata istrinya.

Wanita yang telah menemaninya selama dua puluh lima tahun, wanita yang selalu ia peluk setiap malam, kini menatapnya seolah-olah Doni hanyalah seekor serangga yang menjijikkan yang sedang menunggu waktu untuk diinjak hingga mati.

"Kau... juga... Amanda...?"

kata Doni, suaranya kini hampir menyerupai bisikan angin, sangat lemah.

"Tentu saja aku, Sayang,"

Amanda tersenyum, sebuah senyuman yang begitu cantik namun memancarkan aura iblis yang mengerikan.

"Kau pikir seorang putri dari keluarga Santoso benar-benar bisa jatuh cinta pada seorang pria miskin yang beruntung seperti dirimu?"

"Ayahku, Devan Santoso, sudah merancang semua ini bahkan sebelum kau mendaftarkan nama Salman Group di kementerian hukum."

Amanda mendekatkan wajahnya ke wajah Doni, membiarkan Doni menghirup aroma parfum melatinya yang kini terasa mencekik.

"Keluarga Santoso memiliki sejarah panjang dalam dunia bisnis, Doni."

"Dan kami tidak suka ada orang asing yang tiba-tiba naik daun dan mencoba mengangkangi wilayah kekuasaan kami."

"Pernikahan kita? Itu hanyalah sebuah pion catur yang digerakkan oleh Ayahku untuk menyusup ke dalam hidupmu, melemahkan waspadamu, dan pada akhirnya... mengambil alih seluruh kekaisaran yang sudah kau bangun dengan susah payah ini."

Mendengarnya, benteng mental Doni runtuh sepenuhnya.

Ruangan mewah yang selama ini ia banggakan sebagai simbol puncak kekuasaannya, malam ini berubah menjadi sebuah sangkar maut yang dirancang dengan sangat rapi oleh orang-orang terdekatnya sendiri.

Kebenaran yang baru saja terungkap satu per satu terasa seperti pisau berkarat yang ditusukkan ke jantungnya, merobek semua ilusi kebahagiaan yang ia miliki selama dua dekade terakhir.

Namun, pengkhianatan ini ternyata masih memiliki lapisan yang jauh lebih gelap dan menjijikkan, yang siap diungkapkan oleh kedua orang di hadapannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!