NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:595.5k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Minggu malam pun datang dengan tenang. Lampu kamar anak-anak menyala temaram, menyelimuti ruangan dengan warna kuning hangat. Erza sudah mengenakan piyama, duduk bersandar di kepala ranjang sambil memeluk bantal. Di sisi lain, Elora sudah berbaring sambil membawa buku cerita bergambar kesukaannya.

“Mommy,” kata Erza lebih dulu, nadanya penuh tuntutan manja, “bacain kisah Nabi Sulaeman sama burung hud-hud, ya.”

“Ngak!” Elora langsung duduk. “Elora mau cerita Kancil sama Pak Tani!”

“Baca cerita tentang Nabi Sulaeman!”

“Si Kancil dan Pak Tani!”

Kedua anak kecil itu sama-sama memasang wajah galak, tidak mau mengalah.

Azalea yang berdiri di antara mereka terdiam. Ia tersenyum tipis, mencoba menengahi. “Bagaimana kalau satu dulu, nanti satu lagi?”

“Enggak mau!” kata mereka hampir bersamaan.

Erza menyerahkan bukunya ke Azalea. “Ini dulu. Ini ceritanya penting.”

“Elora juga mau,” Elora cemberut, matanya mulai berkaca-kaca. “Mommy pilih Elora!” Dia juga menyodorkan bukunya ke tangan Azalea.

“Mommy, please! Pilih punya aku,” ucap Erza dengan tatapan memohon.

“Mommy, enggak sayang sama aku, ya?” Mata Elora sudah siap meneteskan air matanya.

Azalea menghela napas pelan. Ia jongkok di antara mereka, mengusap kepala dua-duanya.

“Mommy enggak pilih siapa-siapa,” ucapnya lembut. “Mommy sayang kalian berdua.”

“Kalau begitu baca punya aku!” ucap Erza dan Elora bersamaan. Namun, tetap saja tak satu pun mau mengalah.

Suara perdebatan kecil itu terdengar sampai ke lorong. Enzo yang baru saja selesai merapikan laptopnya di ruang kerja berhenti melangkah. Ia menoleh ke arah kamar anak-anak, lalu mendekat.

“Ada apa?” tanya Enzo sambil berdiri di ambang pintu.

Erza langsung mengadu. “Daddy, Elora enggak mau mengalah.”

“Kakak juga!” balas Elora cepat.

Azalea menoleh ke Enzo dengan wajah sedikit lelah, tapi tetap tenang. “Mas Enzo, boleh minta bantuan?”

Enzo mengangkat alis. “Bantuan apa?”

“Mas bacakan cerita untuk Erza,” ujar Azalea hati-hati. “Tentang Nabi Sulaeman dan burung hud-hud. Aku bacakan cerita Kancil untuk Elora.”

Enzo terdiam. “Membacakan cerita?” Ia menelan ludah, tapi kemudian mengangguk. “Baik.”

Erza langsung berseri. “Yey, Daddy yang bacain!”

Enzo duduk di tepi ranjang, mengambil buku dari tangan Erza. Azalea duduk di sisi lain, menarik Elora ke pangkuannya dan membuka buku cerita bergambar.

“Siap?” tanya Azalea lembut dan Elora mengangguk senang.

Enzo membuka halaman pertama dan mulai membaca. “Pada suatu hari Nabi Sulaeman memiliki kerajaan yang besar.”

Nada suara Enzo datar. Tanpa naik-turun. Tanpa jeda emosi. Seperti sedang membaca laporan keuangan.

Azalea menahan senyum menahan geli.

Erza mengernyit. “Daddy, kok ceritanya kayak robot?”

Enzo berhenti membaca. “Memangnya harus bagaimana?”

“Harusnya seru,” protes Erza. “Ini kan tentang burung hud-hud yang bisa ngomong!”

Enzo melanjutkan membaca, tetap dengan nada yang sama.

Beberapa saat kemudian, Erza menghela napas kesal. “Dibacakannya sama Mommy aja, deh.”

Azalea menoleh. “Sama Daddy dulu, ya, Kak. Mommy lagi bacain punya Elora.”

Namun, Erza menggeleng keras. “Enggak. Daddy bacanya bikin merinding.”

Elora terkikik kecil di pangkuan Azalea.

Enzo terdiam, lalu menutup buku pelan. Ada rasa canggung di wajahnya, tapi juga penerimaan. “Baik,” katanya singkat. “Mommy kamu memang lebih jago.”

Azalea tersenyum menenangkan, lalu setelah Elora mulai menguap dan matanya memberat, ia menutup buku Kancil. Elora sudah setengah tertidur ketika Azalea menyelimutinya. Nanti, anak kecil itu akan dipindahkan ke kamar sebelah.

“Sekarang giliran Erza,” ucap Azalea lembut.

Wanita itu berpindah ke sisi Erza, membuka buku kisah Nabi Sulaeman. Suaranya berubah hangat, hidup, dan penuh intonasi.

“Nabi Sulaeman itu raja yang sangat adil,” ucap Azalea perlahan. “Beliau bisa berbicara dengan hewan. Suatu hari, burung hud-hud datang membawa kabar penting.”

Erza menyimak dengan mata berbinar. “Kenapa burungnya enggak takut sama Nabi Sulaeman dan jin?” tanyanya.

“Karena Nabi Sulaeman itu bijaksana,” jawab Azalea sambil tersenyum. “Beliau tidak suka menyakiti makhluk Allah.”

Erza terdiam, lalu mengangguk pelan.

Di sudut kamar, Enzo duduk di kursi kecil sambil memangku Elora yang sudah tertidur pulas. Kepala gadis kecil itu bersandar di dadanya, napasnya teratur.

Enzo tidak beranjak. Ia justru ikut mendengarkan. Cara Azalea membaca bukan hanya menyampaikan cerita, tetapi juga rasa. Setiap kata terasa punya tujuan. Setiap penjelasan diselipkan pelan, tanpa menggurui.

“Jadi,” kata Azalea lembut, “kalau kita punya kelebihan, kita harus pakai untuk kebaikan. Bukan untuk sombong.”

Erza menatapnya. “Berarti Daddy juga?”

Azalea tersenyum. “Iya. Daddy, Mommy, semua.”

Enzo menunduk sedikit, menatap Elora di pangkuannya.

Setelah cerita selesai, Erza sudah tampak mengantuk. Azalea menutup buku, lalu mendekat dan mengusap rambut anak itu. Ia berdoa pelan, hampir berbisik. Kata-katanya mengalir lembut, lalu ia meniupkan doa itu ke ubun-ubun Erza.

Enzo memperhatikan dengan saksama. “Apa yang kamu lakukan barusan ke Erza?” tanyanya pelan agar tak membangunkan anak-anak.

Azalea menoleh. “Itu aku bacakan doa.”

“Doa apa?”

“Supaya Erza jadi anak yang saleh, cerdas, dan selalu dilindungi Allah dari bahaya,” jawab Azalea tenang.

Enzo terdiam. Untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang tak pernah ia lakukan dan tak pernah ia ajarkan. Kini ia mengerti. Ternyata bukan karena keajaiban atau karena kebetulan. Tetapi karena setiap hari, setiap malam, ada doa yang dipanjatkan dengan tulus oleh Azalea untuk anak-anaknya.

Enzo menunduk, menatap kedua anaknya yang terlelap. Lalu menatap Azalea dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya, lebih lembut, lebih dalam. “Sekarang aku paham,” ucapnya lirih.

“Paham apa, Mas?” tanya Azalea.

“Kenapa anak-anak cepat berubah,” jawab Enzo jujur. “Bukan karena kamu memaksa, tapi karena kamu mendoakan.”

Azalea tersenyum kecil. “Anak-anak itu titipan. Kalau kita jaga dengan doa, Allah yang akan jaga sisanya.”

Enzo mengangguk pelan.

Malam itu, di kamar kecil yang hangat, tidak ada pertengkaran. Tidak ada jarak. Hanya seorang ayah yang mulai belajar hadir. Dan seorang ibu yang mencintai dengan caranya sendiri, lembut, tenang, dan penuh doa.

***

Semoga hari ini bisa crazy up.

1
Dini Anggraini
Alhamdulillah kebenaran jasmine bahwa dia istri setia gak pernah selingkuh akhirnya terungkap kebencianmu enzo tak berdasar coba kamu kayak sekarang pasti jasmine gak menderita sampai akhir hidupnya. 🙏🙏😍😍
Nifatul Masruro Hikari Masaru
akhirnya kebenaran terungkap
Uba Muhammad Al-varo
akhirnya semua misteri dibalik rumor penghianatan Jasmine terungkap ada dalang dibalik semua ini
Rahma Inayah
akhirnya terkuak klu Jasmine TDK berhianat dan Enzo SDH tau kebenarnya semua krn ulah dan rekayasa Kamila dan Enzo hdp dlmpenyesaln Krn SDH menuduh Jasmine selingkh dan di akhir hayat nya Enzo membenci nya hingga wkt lahiran dan menggl
Mineaa
awas aja kalau udah terkuak tenang Jasmine....
kamu jadi dingin sama Azalea.....😡
Fitri Adin
selalu menunggu update nya kak😊
Ita rahmawati
rencana gagal nyumput juga ketauan hadeuh karmilot² nasibmu bener² sial 🤣
Ita rahmawati
dih sibandot hari bener² bucin SM karmilot 😏
Ita rahmawati
emang sudah seharusnya sih Enzo lebih hati² kan udh pengalaman masa iya jatuh dilubang yg SM
Rahma Inayah
sblm melakukan kejahatan dan membuat video fitnah senyum2 merasa bangga bkal di atas angin nyata nya sebaliknya stlh tertngkp SPT tikus tercebur dlm air .GK BS apa2 cuma BS pasrah di bwh polisi .bodoh nya Mila dia menggunakan orng yg SMA SPT dia menjebak dan menghantkn rumh tangga Enzo dan Jasmine yaitu Rendi .
Rahma Inayah
semoga Enzo BS menemukan persembunyian kalian Dan oerjuanagnya TDK sia2
Gadis misterius
Dan dr rendilah akan terbongkar kejahatan karmila dan soal kematiab jasmine akan terang menderang
Halimah
Alhamdulillah....Congrats ya thor
Yuningsih Nining
mau ngancurin klg mami Elsa
Mila asal km tau jg rasain nnti pada akhir nya kamu mila biasa nya awal busukmu berakhir busuk juga
apalagi yang km hadapi Lea, enzo gak akan ragu buat hancurin Loe jg klo loe Mila coba ngusik kesayangan²kya enzo
sunaryati jarum
Ternyata Karmila pelakunya hingga Enzo mengabaikan Jasmine
sunaryati jarum
Kenapa Karmila tahu Jasmine
echa purin
👍
Yuningsih Nining
semoga rating nya jg Naik teruuuss thorr
🌸Santi Suki🌸: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Yuningsih Nining
selamat Thor terus lah berkaya
Yuningsih Nining
Azalea the best woman utk enzo seklg ni kayk nya👍
udah lewat aja tu si mala,kalian tinggalin ngadepin yang kayk si mala nguras wktu jgn lain nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!