NovelToon NovelToon
Istriku Kekasih Abangku

Istriku Kekasih Abangku

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Perjodohan / Balas Dendam
Popularitas:608
Nilai: 5
Nama Author: ruang senandika

Pernikahan Arga dan hana awalnya tampak sempurna. Sepuluh tahun kebersamaan, satu ikatan suci, dan kepercayaan yang tak pernah ia ragukan. Hingga suatu hari, Arga menemukan kebenaran yang menghancurkan seluruh hidupnya—istri yang ia cintai ternyata adalah perempuan yang diam-diam menjadi kekasih dari satu-satunya darah daging yang ia miliki: abang kandungnya sendiri. Perselingkuhan itu bukan terjadi semalam. Ia tumbuh perlahan, berakar dari masa lalu yang tak pernah benar-benar mati. Setiap senyum yang Arga kira tulus, setiap pelukan yang ia anggap rumah, ternyata menyimpan pengkhianatan yang terencana. Di antara dosa, rasa bersalah, dan luka yang tak terucap, Arga terjebak dalam dilema: mempertahankan pernikahan yang sudah tercemar, atau melepaskan semuanya—termasuk ikatan saudara yang sejak kecil ia jaga dengan nyawa. Ketika kebenaran terungkap, tak ada lagi yang benar-benar menjadi pemenang. Karena terkadang, pengkhianatan paling menyakitkan bukan datang dari orang asing, melainkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruang senandika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kisah cinta arka

Arka memasukan beberapa perlengkapan nya untuk berangkat kerja. kini namanya hanya arka,tidak ada marga mishima lagi.

melanjutkan hidup di jepang bersama sang daddy sungguh berat untuk nya. caci maki orang-orang ia terima hampir setiap hari nya. tanpa mereka semua tau,bahwa arka salah satu putra pembisnis sukses berasal dari tokyo jepang.

itulah resikonya tinggal bersama sang daddy. berbeda dengan sang mommy yang memang sudah kaya raya,daddy nya hanyalah pekerja biasa. memang setelah menikah dengan sang mommy daddy nya bekerja membantu mengelola perusahaan milik sang mommy namun mereka telah berpisah otomatis semua kembali ke semula.

Dering ponsel nya membuat perhatian arka teralihkan. nama yang tertera terlihat jelas bahwa itu sang kekasih.

hana calling...

Dengan perasaan senang arka tersenyum lebar mengangkat panggilan.

" hai sayang " ucap arka.

" Sayang ..apakah hari ini kau menjemput ku " ucap hana.

arka terdiam cukup lama. ia sangat ingin menjemput kekasihnya namun setiap sampai di rumah sang kekasih ia tidak mendapatkan sambutan hangat dari kedua orang tua hana.

" Sayang " ucap hana.

" a,ya... a-aku akan menjemput mu bersiaplah..." Ucap arka walau saat ini arka tak ingin,namun ia menginginkan bertemu dengan sang kekasih.

" jangan terlalu lama " ucap hana.

" ya...aku berangkat sekarang.." ucap arka

tuttt...

arka menaruh helm nya di bagian spion merapihkan dirinya dan bersiap untuk mengetuk pintu rumah super mewah. saat akan mengetuk pintu, terbuka menampilkan seorang pria dengan ekspresi wajah sangat datar dan dingin seolah menatap musuh pasa arka.

arka hanya berusaha terus tersenyum walau hati nya cukp perih.

"pagi tuan juna " ucap arka memberikan salam hormat

"saya kira kamu tidak akan datang ke rumah ini lagi..." Ucap tuan Juna berat dengan nada yang kurang bersahabat.

"saya hanya ingin menjemput kekasih saya..." Ucap arka masih menampilkan senyuman nya.

"anak saya mungkin mengakuimu tapi tidak dengan saya.jangan bermimpi untuk mendapatkan restu dari ku" ucap tuan Juna.

arka terdiam.hubungan mereka sangat rumit mereka bagaikan langit dan bumi .kasta nya sangat jauh.

Arka menelan ludahnya. Kata-kata tuan Juna terasa seperti pisau tumpul yang digesekkan perlahan di dadanya—tidak langsung membunuh, tetapi menyiksa. Senyum di wajahnya bertahan dengan susah payah, seperti topeng rapuh yang bisa runtuh kapan saja.

“Aku mengerti, Tuan,” ucap Arka akhirnya, suaranya tenang meski jantungnya berdebar tak karuan.

“Aku hanya ingin menjemput Hana. Setelah itu aku akan pergi.” ucap arka

Tuan juna mendengus kecil. Pandangannya meremehkan, menelusuri jaket sederhana Arka, motor tua yang terparkir di halaman luas mansion, lalu kembali ke wajah Arka seakan ingin memastikan satu hal: pemuda di hadapannya memang tidak pantas berdiri di sini.

“Kau tahu, Arka,” kata tuan juna sambil melipat tangan di dada,

" dunia ini tidak berjalan dengan cinta saja. Ada status, ada nama, ada kekuasaan. Kau tidak punya apa-apa dari itu.”

Arka terdiam. Jika tuan juna tahu siapa dirinya sebenarnya—jika pria itu tahu bahwa darah Mishima mengalir di tubuh Arka, bahwa namanya dulu membuka pintu-pintu yang kini tertutup rapat—apakah semua ini akan berbeda? Namun Arka memilih diam. Ia sudah terlalu lelah hidup dengan nama besar yang tak lagi bisa ia sandang.

Langkah kaki terdengar dari dalam. Hana muncul di ujung tangga, mengenakan mantel krem dan syal tipis. Wajahnya langsung berubah cerah begitu melihat Arka berdiri di depan pintu.

“Arka!” serunya. Ia berlari kecil menghampiri, mengabaikan tatapan ayahnya. “Kau datang.”

Arka tersenyum tulus kali ini. Senyum yang hanya Hana yang mampu memancingnya.

“Tentu. Aku sudah bilang akan menjemputmu.” Senyum arka terbit melihat cantik nya sang kekasih di pagi ini.

“ayo kita berangkat sekarang…” ucap hana pada arka yang hanya di respon anggukan oleh arka.

“ lebih bagus memakai mobil mu... apa gunanya mobil mewah yang ayah berikan “ ucap tuan juna terlihat wajahnya datar benar-benar tidak menyukai arka.

“ini masih pagi ayah.. aku tidak mau bertengkar dengan mu..”ucap hana dengan wajah datarnya pada sang ayah

Tuan juna terlihat mendesis pelan,dan langsung memasuki rumah super mewah nya .rasa kekesalan itu setiap pagi terus datang jika melihat arka

“sayang ...kau nanti pulang jam berapa” tanya arka pada hana

Arka berucap sedikit keras karena angin pagi yang cukup kencang dan lagi mereka sedaang di perjalnan memakai motor.

“aku pulang lebih awal hari ini.. nanti akan ku kabari lagi” ucap hana menjawab sedikit keras.

Di balik helmn nya arka tersenyum senang,mengantar jemput sang kekasih sudah membuat nya terasa lebih berguna.

Arka sadar bahwa diri ya tidak bisa memberikan apapun yang kekasih nya minta selain cinta nya. arka punya cinta yang tulus tapi tidak jika sang kekasih meminta hal-hal yang mewah,arka tidak bisa memberikan itu.

“sayang..apa kau bekerja hari ini “tanya Hana

“ya”jawab arka

Arka tidak melanjutkan Pendidikan nya karena lebh memilih bekerja dan lagi tidak mau membebani daddy nya.

Mereka terdiam lama sampai terhenti di kampus besar yang ada di jepang.setiap melihat kampus ini,arka merasa iri karena tidak bisa melanjutkan Pendidikan nya ke jenjang kuliah.

“jangan terlalu Lelah sayang”ucap hana sembari memberika helm yang baru saja di pakai.

"‎kau tenang saja sayang "ucap Arga tersenyum lembut.

‎"berikan aku kecupan singkat untuk pagi ini" ucap Hana kepada arka dengan senyuman manis sembari menunjuk ke pipi

‎Arka tersenyum menanggapi dan langsung mengecup singkat chubby Hana.

"‎bye nona Hana... tuanmu akan pergi bekerja" ucap Arka

"‎hati-hati sayang " ucap Hana

‎wanita bernama Hana itu tersenyum lebar menatap kepergian kekasihnya yaitu Arka. Sudah 2 tahun mereka bersama rasa nyaman itu tak pernah berubah walau cinta mereka terhalang restu namun mereka masih tetap menjalani seperti biasa. tetap bersenang-senang dengan cinta dan tak perlu dipikirkan lebih jauh tentang restu.

‎arka memasuki perusahaan tempat ia bekerja. sambutan hangat hanya ia dapatkan di sini itu pun dari teman-temannya.

"‎arka..." ucap Akbar

‎seruan itu membuat Arka tersenyum menetap seseorang yang menghampirinya dengan rasa antusias.

"‎akhirnya kau datang juga... bian sudah menanyakan perihal hasil foto Mina". ucap Akbar

‎"tenang saja aku membawanya" ucap Arga.

" segeralah ke ruangan bian... majalahnya akan segera diluncurkan jadi kita harus bekerja cepat" ucap Akbar kepada Arka.

"‎iya Akbar aku akan ke ruangannya sekarang" jawab Arka

‎Akbar hanya mengangguk saja lalu menepuk bahu Arka kemudian pergi begitu saja. melihat itu arka hanya tersenyum sambil menggeleng melihat kelakuan random temannya itu sebuah hiburan. Arka melangkahkan kakinya menuju ruangan bian bos sekaligus sahabatnya.

‎sesampainya di sana Arga melihat bian yang sibuk dengan laptopnya

‎" bos " ucap arka

‎bian mendongak ya segera menyingkirkan laptopnya dan membiarkan Arka duduk.

‎" aku mencarimu sedari tadi " ucap bian

" ‎maaf aku harus mengantar Hana terlebih dahulu " ucap Arka

‎bian mengangguk mengerti, bibirnya terbentuk senyum kagum arka lebih muda darinya tapi kemandirian Arka berhasil membuatnya kagum.

" ‎aku ingin melihat hasil Pemotretan nya " ucap bian

‎" arka membuka tasnya dan mengeluarkan kamera kesayangannya yang memperlihatkan hasil fotonya bian mengangguk-angguk merasa puas dengan hasil jepretan Arka. ia tersenyum bangga melihat bahwa Arka memang sudah seperti profesional

" ‎ini sungguh rapi terima kasih kau membantu mempercepat proses majalahnya " ucap bian

‎ " itu sudah menjadi tugasku " ucap arka

‎bian lagi-lagi dibuat tersenyum kagum lalu ia menyerahkan sebuah amplop putih Arka yang melihat itu mengerutkan keningnya

" ‎ini bonus untuk bulan ini " ucap bian kepada Arka

‎"bi...bian gajiku saja sudah cukup " ucap Arka menolak halus.

‎" tentu belum terimalah sebagai ucapan terima kasihku " ucap bian sembari maksa arka untuk menerima amplop itu

"‎terima kasih bian " ucap Arka akhirnya menerima itu dengan perasaan senang

‎bian mengganggu kan sambil tersenyum teruslah bekerja dengan baik itu bisa membuatmu sukses di masa depan ucapin

" ‎aku akan bian " jawab akan

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!