NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Berita

​Suara janggal dari televisi tabung di ruang tamu mengisi keheningan malam di rumah sederhana keluarga Luis.

Di layar kaca, seorang pembawa berita wanita dengan wajah serius sedang membacakan tajuk utama yang menggemparkan seluruh kota.

​"KASUS PEMBUNUHAN BERANTAI: DINASTI WIJAYA RUNTUH DALAM SEMALAM"

​"Ih, ngeri banget ya, Bu. Masa orang sekuat Pak Wijaya bisa mati mengenaskan di taman? Padahal katanya kompleks itu dijaga ketat," ujar Luna sambil memeluk bantal sofa, matanya tidak lepas dari cuplikan garis polisi yang melingkari jasad yang sudah ditutupi kantong kuning.

​Lidya, yang sedang melipat pakaian di sampingnya, mengangguk setuju. "Iya, Lun. Sampai masuk berita nasional lho. Anehnya, polisi bilang mereka tidak menemukan jejak kaki, sidik jari, atau rekaman CCTV yang jelas. Benar-benar rapi kerjanya. Seperti dilakukan oleh hantu."

​Di sudut ruangan, pelaku utama dari semua kekacauan itu sedang berdiri santai di dekat meja makan.

Luis tampak tenang, tangannya sesekali merogoh bungkusan keripik singkong dan mengunyahnya dengan bunyi krak yang renyah. Tidak ada setitik pun kegelisahan di wajahnya.

​"Untuk apa kasihan? Lagi pula yang matinya juga orang jahat. Mungkin itu memang sudah ajalnya," celetuk Luis tanpa mengalihkan pandangan dari jendela.

​Luna menoleh dengan cepat, memberikan tatapan tajam. "Ih, Kakak! Gak boleh bicara begitu! Tetap saja pembunuhan itu gak baik, tahu. Kak Luis bicara seperti psikopat saja, dingin banget."

​Luna kemudian berdiri dan berkacak pinggang, mencoba mencairkan suasana dengan ejekan khasnya. "Makanya, Kak, cari pacar sana! Sudah kelas tiga SMA masih saja jomblo karatan. Teman cuma itu-itu saja, sudah gitu jarang keluar rumah. Kakak ini introvert-nya sudah kebangetan, hampir jadi kuper!"

​Hendri yang sedari tadi asyik dengan korannya, dan Lidya yang sedang melipat baju, meledak dalam tawa kecil.

​"Dengerin tuh adikmu, Luis," sahut Hendri sambil membetulkan letak kacamatanya. "Tapi syukurlah, Ibu dan Ayah senang sekarang kau sudah tidak terlalu sering mengurung diri di kamar seperti dulu. Kau terlihat lebih... hidup."

​Luis hanya tersenyum tipis, sebuah senyuman misterius yang sulit diartikan. "Iya, iya. Tenang saja, aku akan mulai bersenang-senang sebentar lagi."

​Luna tiba-tiba menghampiri Luis dan langsung menempel di lengannya. "Eh, Kak... peluk aku lagi dong, seperti waktu itu."

​"Hah? Untuk apa? Kau ini kelainan ya tiba-tiba minta peluk?" Luis mencoba menghindar, namun Luna tetap menempel.

​"Sembarangan! Aku kan cuma kangen punya kakak yang perhatian. Biasanya kan Kakak cuek seperti batu," Luna kemudian sedikit berjinjit dan berbisik di telinga Luis. "Nanti aku kenalin sama teman-teman sekolahku deh. Cantik-cantik lho, ada yang mirip artis Korea juga. Mau ya?"

​Luis menjauhkan kepala adiknya dengan telapak tangan, wajahnya tampak malas. "Jangan dekat-dekat, Luna. Kau bau matahari, belum mandi ya?"

​"Hehe, ini juga baru mau mandi kok!" Luna menjulurkan lidahnya lalu berjalan riang menuju kamar mandi.

​Namun, sebelum masuk, Luna tiba-tiba berhenti dan berbalik. Ia memperhatikan postur tubuh kakaknya dari atas sampai bawah. "Eh, tunggu dulu. Kok kalau diperhatikan... tubuh Kak Luis agak berotot ya? Dada sama lengannya jadi lebih berisi. Kakak olahraga diam-diam ya?"

​Hendri yang sedang membaca kembali menoleh, kali ini dengan tatapan menyelidik. "Loh, iya juga. Sejak kapan kau olahraga, Luis? Perasaan Ayah jarang lihat kau lari pagi atau ke gym."

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!