Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 19. bukan mencuri
Empat murid akademi gagak langit itu ada dua di tahap spirit tingkat 6 dan dua di tingkat 5, dengan kekuatannya saat ini, Yang Chen percaya kalau ia akan bisa mengalahkan mereka.
Yang Chen mulai mengikuti mereka dan bersiap untuk melancarkan serangan, begitu ia melihat kesempatan, ia langsung melompat dan dengan cepat melepaskan puluhan tebasan kearah mereka.
" Sialan!" Serangan Yang Chen yang tiba-tiba membuat mereka panik dan segera menghalau setiap tebasan ke arah mereka.
Namun karena tidak siap, dua orang di tahap spirit tingkat 5 terkena tebasan Yang Chen tepat di leher mereka membuat mereka langsung jatuh ketanah tak bernyawa.
Dengan kematian dua orang, maka tersisa dua orang lagi yang keduanya berada di tahap spirit tingkat 6.
" Sialan! Ayo kita serang bersama." Melihat kedua rekan mereka yang langsung mati, membuat mereka marah dan segera mengelilingi Yang Chen untuk mengeroyoknya.
Tapi berkat teknik pedang yang Chen yang berada di tahap spirit tingkat tinggi membuat ia bisa mengatasi kedua orang itu.
Bukannya berhasil menyerang Yang Chen, mereka malah dibuat terpojok oleh Yang Chen. Akhirnya Yang Chen tidak perlu waktu lama untuk bisa mengalahkannya keduanya.
Setelah berhasil membunuh keempat orang itu, Yang Chen lalu mengambil cincin ruang mereka dan memeriksa isinya. Setelah melihat isinya, ia tersenyum puas dengan apa yang ia dapatkan.
" Jumlahnya lebih dari lima ratus batu roh tingkat rendah, aku rasa keputusanku untuk merampok murid dari akademi gagak langit sudah benar." Ucapnya sambil tersenyum.
" Aku memerlukan waktu satu Minggu untuk mengumpulkan lima ratus batu roh dari memburu binatang spiritual, tapi sekarang hanya kurang dari sepuluh menit aku bisa mengumpulkan lima ratus batu roh. Jadi ini jelas sangat menguntungkan." Ucap kembali Yang Chen.
" Setelah kultivasiku meningkat ke tingkat 6 tahap spirit di tambah dengan teknik pedang yang berada di tahap spirit tingkat tinggi, aku merasa aku bisa bertarung dengan orang di tahap spirit tingkat 8 atau 9." Ungkap Yang Chen yang menganalisis kekuatan bertarungnya.
Yang Chen kembali mulai mencari orang-orang dari akademi gagak langit untuk dirampoknya.
Target utamanya adalah murid akademi gagak langit yang kultivasinya berada di bawah tahap spirit tingkat 7, sedangkan untuk tingkat 7 keatas ia merasa bisa melawan tapi hanya jika targetnya satu atau dua orang saja. Jika jumlah mereka banyak tentu Yang Chen tidak akan menyerang karena resikonya yang besar.
Yang Chen kemudian menghabiskan waktunya untuk memburu para murid akademi gagak langit.
Waktu berlalu dengan cepat, sudah satu Minggu sejak dimulainya Yang Chen memburu para murid akademi gagak langit.
Selama satu Minggu itu, Yang Chen berhasil membunuh lima puluh orang. Kebanyakan korban Yang Chen hanya di bawah tahap spirit tingkat 7, dan sebagian kecil di tahap spirit tingkat 8.
Dibawah tingkat 7 Yang Chen tidak kesulitan membunuh mereka, tapi untuk di tingkat 8 ia memerlukan waktu yang lebih lama dari biasanya. Sedangkan di tingkat 9 ia hanya bisa mengimbanginya.
Dan hasil dari kerja kerasnya selama satu Minggu, ia berhasil mendapatkan enam ribu batu roh tingkat rendah.
" Dengan jumlah batu roh sebanyak ini aku rasa bisa menerobos dua kali berturut-turut." Ucap Yang Chen yang tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.
Ia kemudian mencari tempat aman untuk berkultivasi, ia akhirnya kembali ke gua kecil tempat dulu dimana ia menerobos ke tingkat 6.
Setelah itu Yang Chen mulai gila-gilaan menyerap satu persatu batu roh miliknya.
Yang Chen membutuhkan waktu seharian penuh untuk berhasil menerobos ke tahap spirit tingkat 7. Yang Chen diam-diam senang dan kembali lagi berkultivasi.
Dihari kedua Yang Chen kembali lagi menerobos ke tahap spirit tingkat 8, namun ia masih belum berhenti dan tetap terus berkultivasi.
Dihari ketiga, akhirnya Yang Chen menerobos ke tahap spirit tingkat 9. Dihari itu juga Yang Chen berhenti berkultivasi karena semua batu roh yang ia kumpulkan telah habis.
Merasakan peningkatan besar membuat Yang Chen langsung meninju dinding gua untuk mengetes kekuatan tubuhnya.
Bang! Tinju Yang Chen membuat dinding gua mengalami retak dan gua sedikit berguncang.
" Dengan kultivasiku sekarang, aku merasa tidak akan kalah jika berhadapan lagi dengan Xi Kun." Ucap Yang Chen sambil tersenyum puas.
Akhirnya Yang Chen keluar dari tempat itu, dan kembali lagi mencari murid dari akademi gagak langit.
Yang Chen mulai kecanduan merampok para murid akademi gagak langit sehingga ia masih ingin melakukannya.
Namun ia sudah berkeliling hutan, ia tidak menemukan satupun murid akademi gagak langit, bahkan ia juga tidak berjumpa dengan murid akademi pedang terbang. Hal ini membuat Yang Chen bingung.
Yang Chen lebih bingung lagi, ia juga tidak menemui satupun murid akademi bunga Phoenix dan orang-orang perwakilan kekaisaran.
" Apakah waktu festival berburu sudah berakhir, sehingga tidak ada lagi orang di hutan ini?" Mulanya Yang Chen berfikir seperti itu, tapi ia segera ingat kalau waktu festival ini berakhir adalah satu bulan sedangkan Yang Chen merasa kalau baru dua minggu lebih sejak festival dimulai sehingga festival seharusnya masih berlangsung.
Akhirnya Yang Chen kembali lagi berkeliling, setelah mencari beberapa lama akhirnya ia mendengar suara kerumunan orang tidak jauh darinya.
Ia segera menuju kesana dan mengintip dari jauh siapa saja orang disana.
Ia kemudian melihat dua kelompok besar yang saling bertengkar.
" Oh ternyata mereka ada disini." Dua kelompok itu adalah akademi gagak langit dan akademi pedang terbang. Keduanya terlihat sedang berdebat panas.
" Jian Tian, kalian harus bertanggung jawab atas terbunuhnya lebih dari lima puluh murid kami yang mati. Mereka mati dengan luka tebasan pedang, sehingga kalian pasti yang membunuh mereka." Ucap pria dengan wajah dingin sambil mengeluarkan aura membunuh.
Pria itu adalah Guo Liang, murid inti yang terkuat yang dimiliki oleh akademi gagak langit, ia berada di tahap mistik tingkat 5 sehingga ia menjadi pemimpin dari kelompok akademi gagak langit.
" Sungguh omong kosong! Kamu kira hanya kami yang menggunakan pedang dalam bertarung. Aku tahu ini hanya akal-akalan kamu untuk mencari masalah dengan kami." Ucap Jian Tian dengan tenang.
" Aku tahu kelompok kalian sedang mencari orang dari akademi kami yang berambut biru karena orang yang membunuh adikmu Guo Feng adalah pria berambut biru."
" Hal inilah yang membuat kalian mengejar orang-orang kami yang berambut biru dan membunuhnya. Setelah membunuh murid dari akademi kami sekarang kamu bertingkah seperti menjadi seorang korban disini, sungguh menjijikkan." Ungkap Jian Tian dengan tatapan jijik dengan sandiwara Guo Liang.
" Apapun alasannya, kalian harus bertanggung jawab atas meninggalnya lebih dari lima puluh orang murid akademi kami." Guo Liang tidak mengakui tapi ia juga tidak mengelak tuduhan Jian Tian. Ia tidak ingin membahas mengenai mereka yang membunuh murid-murid akademi pedang terbang yang berambut biru dan fokus pada pertanggung jawaban akademi atas matinya lebih dari lima puluh murid akademi gagak langit.
" Kamu kira kami adalah orang yang dengan gampang kalian tindas, kami sama sekali tidak takut dengan kalian." Ucap Jian Tian dengan percaya diri.
Sekarang Jian Tian sudah berada di tahap mistik tingkat 5 sehingga ia tidak takut jika harus berhadapan dengan Guo Liang.
Yang Chen mendengar perselisihan mereka membuat ia berkata, " sepertinya semua masalah di kedua sekolah secara langsung dan tidak langsung, aku adalah penyebabnya."
Benahi dulu susunan kata dalam kalimat dan penggunaan kata. Pakailah bahasa Indonesia jangan pakai bahasa Inggris. Semoga karya novel ini meraih kesuksesan. Amiin 🤲