NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:150
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Anggoro sebenarnya pergi bukan untuk urusan pekerjaan tapi dia akan menemui Rasti karena yang menelpon tadi adalah Rasti. Kini Anggoro sedang ada di rumah Rasti.

"Sayang kok kamu lama sih?" Rasti memeluk Anggoro dengan mesra saat Anggoro masuk ke rumahnya.

"Kamu tahu kan anak saya lagi sakit kenapa kamu nyuruh aku buat ke sini?" ujar Anggoro sambil mengurai pelukannya.

"Kamu kok marah sih gak seneng liat aku? Yang tadi siang juga aku belum puas," Rasti sambil cemberut.

"Kalau di sini pasti ada Nia."

"Nia sedang ada di rumah Papanya makanya aku sengaja hubungi Kamu karena di rumah gak ada siapapun jadi kita bebas."

"Awas aja kalau kayak tadi. Aku kan jadi takut kalau nanti Anggie sampai cerita sama ibu dan kakaknya bisa bahaya."

"Sekarang gimana keadaan Anggie apa dia bilang sesuatu?"

"Tadi waktu aku ke sini dia masih belum sadar. Sebenarnya aku gak tega melihat dia kayak gitu sedang aku meninggalkan dia dan bersenang-senang sama kamu."

"Gak apa-apa kita senang-senang dulu sekarang nanti kalau kamu sudah puas baru kamu pulang buat nemuin anak kesayangan kamu itu. Kamu pastikan juga dia gak bilang sama siapapun tentang kejadian tadi. Aku gak mau nanti kamu kena masalah sama istri kamu dan berujung kamu sengsara."

"Kamu tenang saja sayang selama kamu setia sama aku. Aku akan pastikan kamu akan tetap hidup mewah seperti Anggun."

"Awas kalau nanti kamu beda-bedain."

"Makanya kita nikah supaya kita bebas dan gak takut ketahuan."

"Memangnya kalau udah nikah nanti kamu mau publish tentang status kita nanti? Apa kamu gak takut kalau Anggun cabut semua fasilitas yang kamu punya. Aku gak mau ya kalau nanti aku hidup miskin."

"Makanya kamu harus bisa jaga sikap di depan Anggun."

"Iya deh kalau begitu kita ke kamar aja yuk," ajak Rasti dengan manja. Sedangkan Anggoro yang mata keranjang itu langsung menggendong Rasti pergi ke kamarnya.

***

Angkasa sudah kembali ke rumah sakit setelah tadi mencari bukti tentang apa yang terjadi pada adiknya di rumah.

"Gimana Bang ada yang mencurigakan?"

"Kamu tahu gak bau parfum siapa ini?" Angkasa memberikan jaket yang dibawa Angkasa yang ia temukan di kamar ayahnya.

Angga pun mencium jaketnya, "Aku kayak pernah mencium parfum ini Bang tapi dimana ya? Kayak familiar. Tapi ini bukan parfum Bunda bang. Abang nemuin jaket ini dimana?"

"Abang nemuin ini di kamar ayah."

"Apa jangan-jangan..."

"Abang juga berpikir seperti itu tapi Abang gak bisa nyimpulin itu dulu sebelum ada bukti yang kuat. Gimana keadaan adek?"

"Tadi adek sempat sadar tapi kembali tidur."

"Adek bilang apa waktu sadar?"

"Adek gak bilang apapun bang tapi dia hanya nangis makanya aku gak tega dan menyuruhnya untuk istirahat lagi aja."

"Kasian adek. Abang yakin ini ada sangkut pautnya sama jaket ini."

"Aku juga berpikiran seperti itu Bang. Tapi kita harus cari bukti lain."

Saat mereka ngobrol tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan ibunya datang.

"Assalamualaikum, Adek."

Anggun langsung menuju ranjang Anggie.

"Waalaikumsalam, Bunda," jawab serempak.

Anggie yang mendapat pelukan dari ibunya terbangun dan membalas pelukan ibunya sambil menangis.

Anggun langsung panik saat melihat anaknya menangis.

"Adek apa yang sakit sayang?" Anggie menggeleng sambil menangis.

"Adek jangan nangis ada bunda ada Abang juga kamu aman sekarang."

Tangisannya semakin kencang saat mendapat perhatian dari keluarganya.

"Adek udah makan?" tanya ibunya lembut sambil mengurai pelukannya dan mendapat gelengan kepala dari Anggie.

"Abang emang adek belum makan?"

"Belum Bun karena adek tadi sadar sebentar terus tidur lagi," terang Angga.

"Adek mau makan apa?" tanya Angkasa.

Anggie hanya melihatnya dan tidak berkata apapun.

"Adek mau apa?" tanya Angkasa.

"Adek makan dulu ya supaya cepat sembuh nanti kalau adek sembuh kita liburan, ya kan Bang?" ujar ibunya.

"Iya kita liburan. Bukannya adek mau ke pantai ya," seru Angga.

Akhirnya Anggie pun makan di suapin ibunya. Setelah makan yang hanya tiga sendok saja akhirnya Anggie pun kembali istirahat. Setelah di rasa Anggie tidur nyenyak Anggun duduk di sofa bersama kedua anak laki-lakinya.

Karena hari sudah malam Anggun di suruh istirahat oleh anaknya dan yang menjaga sekarang adalah Angga sedangkan Angkasa sibuk dengan laptop dan skripsinya.

Saat melihat ibunya kedinginan Angkasa yang ada di samping ibunya pun menyelimuti nya dengan jaket yang dia temukan di kamar ibunya.

Saat pagi hari Anggun menyadari kalau dia menggunakan jaket yang dia kenal.

"Bang kok jaket Tante Rasti ada di sini?"

Deg

Angga dan Angkasa saling pandang saat ibunya menyebutkan kalau itu jaket Rasti.

"Itu bukan jaket bunda?"

"Bukan ini jaket Tante Rasti malahan bunda yang beliin waktu kita liburan ke Singapura kemarin. Memangnya ada Tante Rasti ya datang ke sini kapan?"

"Aku nemuin jaket itu di kamar bunda, aku pikir itu punya bunda makanya aku bawa ke sini."

Anggun mematung saat tahu jaket itu ada dikamar nya.

"Mungkin bunda lupa bunda pernah pinjam," Anggun mencoba positif thinking di depan anaknya.

"Tapi Bun parfum yang ada di jaketnya juga bukan parfum Bunda," seru Angga.

Hati Anggun semakin sakit saat pernyataan yang dikatakan anaknya.

"Gak mungkin kan Bang ayah seperti itu?" gumam Anggun sambil menatap Angkasa lalu Angkasa pun memeluk ibunya.

"Aku beranggapan itu yang membuat adek trauma sampai harus fisioterapi Bun," bisik Angkasa.

"Gak mungkin kan Bang?" lirih Anggun dan Angkasa mencoba menguatkan.

"Abang akan cari bukti kalau apa yang kita curigai gak terjadi."

Setelah jam sepuluh siang Anggoro dan Rasti datang bersamaan ke rumah sakit.

"Sayang kamu kapan datang?" tanya Anggoro sambil memeluk istrinya.

"Aku tadi malam, Mas kok bisa bareng sama Rasti?"

"Iya kita kebetulan ketemu di depan jadi barengan aja."

"Mas kapan pulang dari Cirebon?"

"Kemarin."

"Kok gak bilang kalau Mas pulang?"

"Maaf sayang karena Mas sibuk kemarin juga harus pergi lagi karena ada dokumen yang harus diselesaikan jadi Mas juga baru bisa ke sini lagi sekarang."

"Rasti kok tahu Anggie di rawat di sini?"

"A-aku... Aku tahu dari Nia. Iya dari Nia," jawab Rasti gugup.

"Oh dari Nia ya emang Nia tahu Anggie di rawat di rumah sakit ini setahu aku dari anak-anak kalau mereka gak bilang kalau mereka gak bilang Anggie di rawat di rumah sakit ini."

Rasti seketika diam saat pernyataan yang dikatakan Anggun.

"Aku hanya insting aja kalau Anggie pasti di rawat di sini karena rumah sakit ini kan yang paling dekat sama rumah kalian."

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!