NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 02: Jiwa Dari Dunia Lain!

***

Lian menelan salivanya dengan gugup, lalu dia ke arah Hua Zhen beberapa langkah.

"Nona ... apakah pencerahan itu membuat Anda merasa ... kesakitan?" tanya Lian dengan nada hati-hati.

Hua Zhen membuka matanya, lalu dia menatap lurus ke arah langit-langit kayu yang berlubang.

"Tidak. Justru membuat pikiranku terasa lebih jernih," jawab Hua Zhen dengan nada lembut.

"Pikiran lebih jernih?" beo Lian.

"Ya, sangat jernih! Aku jadi bisa membandingkan dengan diriku yang lama, diriku yang selalu patuh, terlalu percaya sama orang lain, dan terlalu naif untuk bertahan di dalam Istana yang penuh dengan 'racun' itu ..." jawab Hua Zhen dengan satu tarikan napas.

Wajah Lian langsung memucat, saat mendengar ucapan majikannya itu.

"Tolong jangan bicara sembarangan, Nona ... Dinding mempunyai 'telinga', bagaimana jika ada mata-mata kiriman Pangeran Rui di sini? Kita pasti akan kena masalah yang sangat berat ..." ujar Lian memperingatkan dengan halus.

"Kamu tenang saja, Lian. Jika memang ada mata-mata kiriman Pangeran Rui, mereka pasti sudah melaporkan kematianku tiga hari yang lalu kepada Pangeran Rui," sahut Hua Zhen dengan nada santai.

"Hah? Maksud Nona gimana?" tanya Lian dengan wajah bodoh.

"Bukankah aku kemarin koma cukup lama?" tanya Hua Zhen.

"I—iya, Nona. Anda tidak sadarkan diri sejak jatuh dari kereta. Hamba pikir ... hamba pikir Anda sudah meninggal ..." ujar Lian dengan nada bergetar.

"Tapi sayangnya ... aku kembali bangun, bukan?" ujar Hua Zhen dengan nada datar.

"Jangan bicara begitu, Nona. Itu bukanlah sebuah hal yang patut untuk disesalkan, itu adalah sebuah berkah!" sahut Lian dengan nada panik.

Hua Zhen alias Liang Yue tersenyum tipis, saat mendengar perkataan pelayan kecil itu.

"Yang menyesal bukan aku atau kamu, tapi mereka ..." ujar Hua Zhen.

Setelah hening beberapa saat, Lian memberanikan diri untuk bertanya kepada majikannya.

"Nona ... apakah Anda masih ... mencintai Yang Mulia Pangeran Rui?" tanya Lian.

Pertanyaan itu meluncur begitu saja, polos, namun penuh dengan rasa takut.

"Hua Zhen terkekeh mendengar pertanyaan itu.

Lalu dia menjawab drngan suara parau, namun penuh ejekan di dalam kata-katanya.

"Heh, mencintai dirinya? Hehehehe!"

"Mencintai seorang pria yang menuduh istrinya tanpa bukti, mempercayai selir licik, lalu membiarkan Istri sah-nya dibuang begitu saja ke wilayah terkutuk ini? Mimpi saja!" ujar Hua Zhen dengan nada sinis.

Lian menundukkan kepalanya, saat mendengar pengakuan itu.

"Tapi, Nona dulu ... sangat mencintai Pangeran Rui ..." ujar Lian dengan suara pelan.

"Itu Hua Zhen yang masih bodoh! Bukan Hua Zhen yang sudah menerima pencerahan sekarang!" sahut Hua Zhen baru dengan nada datar.

Lian mengangkat kepala bundarnya dengan cepat, matanya terbeliak tanda dia terkejut.

"Nona ...???"

"Dengarkan aku baik-baik, Lian!" ujar Hua Zhen baru dengan nada tegas.

"Mulai sekarang, kamu anggap saja Hua Zhen sudah mati ketika kepalanya membentur batu itu. Yang ada didepanmu saat ini adalah jiwa baru dengan raga Nonamu itu!" lanjut Hua Zhen dengan wajah datar.

"Tapi, Nona ..."

"Tidak ada tapi-tapian! Jika kamu mau ikut denganku, mulai sekarang panggil aku 'Yuyue' tanpa kata 'Nona' di depannya ..." potong Ling Yue

Tubuh Lian membeku, saat mendengar ucapan majikannya itu.

"Nama ... apa itu?" tanyanya lirih.

"Nama pilihan yang akan aku pakai selamanya, tanpa marga dan tanpa embel-embel kata 'Nona'. Dan itu adalah nama baru, dimana orang tidak akan bisa menginjak-injak harga diriku lagi di masa depan!" ujar Liang Yue dengan nada tegas.

Ruangan itu sunyi beberapa saat, Lian tertunduk sambil memilin ujung pakaiannya.

"Nona ... Walaupun hamba tidak mengerti dengan apa yang Nona katakan, hamba akan tetap mengikuti Anda," ujar Lian pada akhirnya.

"Hamba tidak memiliki siapa-siapa lagi selain Anda ..." lanjut Lian dengan suara pelan.

Liang Yue menolehkan kepalanya ke arah Lian, lalu tersenyum samar.

"Bagus! Karena aku juga tidak punya siapa-siapa sekarang, maka kita berdua akan saling bergantung untuk bertahan hidup. Mulai sekarang, nama kamu Yaoyao, apakah kamu paham?" ujar Liang Yue, yang langsung mengganti nama Lian.

"Baik, Nona. Nama hamba sekarang Yaoyao dan Nona Liang Yue. Izinkan hamba tetap memanggil Anda 'Nona', karena hamba tidak terbiasa memanggil nama ..." jawab Yaoyao dengan wajah memohon.

"Baiklah! Aku izinkan, Yaoyao ..."

"Terima kasih, Nona ..."

Liang Yue menatap gadis pelayan itu dengan tajam.

"Karena kita sudah sepakat, dan kamu sudah tahu identitas asliku, maka jawab pertanyaanku dengan jujur ..." ujar Liang Yue.

"Ba—baik, Nona ..."

"Wilayah Kutukan Utara ini ... sebenarnya wilayah apa?" tanya Liang Yue.

Yaoyao menarik napasnya sebentar, sebelum dia menjawab pertanyaan majikan barunya itu.

"Ini adalah wilayah buangan yang tanahnya sangat dingin, energi spiritualnya kacau, banyak binatang buas level tinggi, dan ... tempat pembuangan mayat para penjahat negara," jawab Yaoyao.

"Persingkat saja, ini tempat apa?"

Suara dingin dan aura yang kuat itu membuat Yaoyao merinding.

"Ini adalah tempat pembuangan untuk orang-orang yang sudah dianggap mati, Nona ..." jawab Yaoyao.

Liang Yue langsung tersenyum cerah, saat mendengar jawaban itu.

"Tempat yang sangat sempurna!" ujar Liang Yue dengan nada ceria.

"Hah?! Nona, tempat ini sangat mengerikan! Kenapa Anda malah bilang tempat yang sempurna?" tanya Yaoyao dengan wajah bingung.

"Jika semua orang menganggap tempat ini neraka, maka tidak ada yang mengawasi kita. Masa begitu saja kamu tidak paham?" ujar Liang Yue sambil menyeringai.

Yaoyao langsung membeliakkan matanya.

"Nona jangan bilang jika Anda …"

"Ya, kita akan bertahan hidup disini. Bahkan kita akan berkembang menjadi kuat!" jawab Liang Yue.

Lian menggelengkan kepalanya dengan panik.

"Jangan memaksakan diri, Nona. Tubuh Anda lemah! Tabib Istana saja bilang Anda—"

"Tabib Istana itu payah! Mereka bahkan tidak tahu perbedaan antara racun kronis dan racun lambat ..." potong Liang Yue dengan nada meremehkan.

"Raga ini memang sudah rusak, oleh karena itu dia menjadi lemah!" ujar Liang Yue.

Liang Yue langsung menekan pergelangan tangannya sendiri, guna memeriksa denyut nadinya.

"Dingin yang berlebih, meridian tersumbat, dan ... ada sisa racun yang belum sepenuhnya hilang."

Mata bulat Yaoyao terbelalak, saat mendengar diagnosa majikan barunya itu.

"Jadi, tubuh Nona Hia Zhen diracuni juga oleh Selir Bai itu?" tanya Yaoyao.

"Ya, dan raga ini malah meminum racun itu secara sukarela, dari teh yang disajikan oleh pelayan kediaman."

"Selir Bai ini sudah meracuni dirinya perlahan, sejak dia masuk ke Istana Pangeran Rui sebagai Istri Sah! Itulah sebabnya, raga ini sangat sulit untuk hamil, lemah, dan sering pingsan tanpa sebab ..." ujar Liang Yue menjelaskan dengan nada dingin.

"Tapi, kenapa tidak ada yang mengetahuinya?" tanya Yaoyao.

"Karena mereka melakukannya dengan sangat rapi. Racun itu tidak berbau dan tidak mudah terdeteksi oleh para Tabib rendahan itu!" jawab Liang Yue.

Yaoyao mengepalkan tangannya dengan erat.

"Jadi ... Jadi Anda difitnah sekaligus diracuni oleh mereka?" tanya Yaoyao dengan nada lirih.

"Ya!" jawab Liang Yue singkat.

Wajah Yaoyao memerah menahan tangis.

"Mereka sangat kejam sekali, Nona ..."

Liang Yue menatap jemarinya yang sudah berwarna ungu kehitaman diujungnya.

"Permainan seperti ini, adalah makanan sehari-hari aku di dunia asalku sana ... Sebuah dunia yang sangat modern dengan fasilitas lengkap. Ah, andaikan saja aku bisa membawa laboratorium canggihku ke dunia ini, maka kita tidak akan terlalu kesulitan ..." ujar Liang Yue dengan sedikit keluhan.

"Laboratorium? Apa itu, Nona?" tanya Yaoyao, bingung.

"Itu adalah sebuah tempat untuk membuat dan menguji hal-hal ajaib, yang ditemukan oleh manusia. Jika sudah terbukti aman, maka bisa digunakan untuk seluruh manusia dengan cara menjualnya. Sama seperti pekerjaan para 'Alkemis' di dunia ini."

Yaoyao menganggukkan kepalanya, walaupun hanya ucapan terakhir dari majikannya itu yang dia pahami.

"Apa yang akan kita lakukan sekarang, Nona?" tanya Yaoyao.

Liang Yue menatap gadis di depannya dengan tajam.

"Pertama, kita harus memastikan raga ini pulih ..." ujar Liang Yue.

"Yang kedua?" tanya Yaoyao.

"Kita harus bisa bertahan hidup di wilayah Kutukan ini tanpa menarik perhatian ..." jawab Liang Yue.

"Dan yang ketiga?" tanya Yaoyao.

Liang Yue tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat bulu kuduk Yaoyao merinding.

"Aku akan membuat mereka yang menghina, menjebak, merendahkan, dan membuangku ke wilayah ini ... sangat ... sangat ... Menyesal! Hehehehe!" jawab Liang Yue sambil terkekeh.

Yaoyao menelan salivanya dengan gugup, saat mendengar kekehan majikan barunya itu.

"Ta—tapi, Nona ... bagaimana caranya melakukan semua itu, jika kita tidak mempunyai apa-apa di sini? Hamba hanya mempunyai seratus keping tembaga ditangan, karena memang itu yang diberikan oleh Kediaman Pengeran Rui untuk Nona ..." ujar Yaoyao dengan wajah sedih.

Liang Yue melihat pelayan itu sedih, hatinya juga ikut miris.

Seratus keping tembaga?

Bah!

Dia yang biasa memegang uang ratusan juta Yuan setiap hari, sekarang hanya punya seratus keping tembaga?

Hahahaha! Lucunya Sang Pemilik Alam, jika sedang bercanda dengan takdir manusia ciptaannya.

Dari duduk diatas singgasana emas, dijatuhkan ke dasar pantat wajan yang hancur dan hitam.

"Aku akan membalas mereka semua dengan racun paling mematikan buatanku ..." jawab Liang Yue.

Yaoyao terkejut, saat mendengar jawaban Liang Yue.

"Ra—racun???"

"T—tapi, Nona ... racun itu benda berbahaya!" ujar Yaoyao dengan nada gugup.

"Memang berbahaya, tapi mereka duluan yang memprovokasi aku! Jika kamu ingin mengikuti aku, jangan banyak bertanya dengan apa yang akan aku lakukan. Jika tidak bisa diam, maka ... Enyahlah!" ujar Liang Yue dengan nada dingin.

Yaoyao langsung berlutut dengan tubuh gemetar.

"Hamba tidak berani ..."

"Izinkan hamba bertanya, Nona ... Apakah Nona bisa membuat racun?" tanya Yaoyao dengan suara pelan karena takut.

"Tentu saja bisa! Aku adalah wanita jenius dari dunia lain, yang lulus sekolah tertinggi diusia muda dengan nilai tertinggi!" jawab Liang Yue dengan nada bangga.

"Aku bisa membuat racun yang sangat mematikan, tanpa bisa terdeteksi oleh alat hebat manapun di dunia asalku. Apalagi di dunia kuno seperti ini? Aku bisa jadi 'Peri Racun' paling hebat di dunia ini, hahahaha!" lanjut Liang Yue sambil tertawa.

Yaoyao langsung menggigil ngeri ...

Jiwa yang merasuki tubuh majikannya sekarang, ternyata 'Iblis' mengerikan dari dunia lain!

Betapa mengerikannya!

"Nona ... Anda benar-benar berubah!"

"Tentu saja berubah! Siapa suruh mereka memprovokasi aku? Terima saja akibatnya nanti!" sahut Liang Yue dengan nada rendah.

Liang Yue seperti sedang memikirkan sesuatu sesaat, dan tiba-tiba dia bicara ...

"Sepertinya, nama 'Yueyue' tidak pantas aku sandang, ganti saja dengan nama 'Anlian-Lotus Gelap', dan panggil aku Nona Duxin mulai sekarang. Apakah kamu mengerti, Yaoyao?" ujar Liang Yue tiba-tiba.

"Hamba paham, Nona Duxin ..."

"Bagus! Aku akan mengukir nama kita berdua di dunia yang kejam ini dengan baik! Jika mereka kejam, maka aku akan sejuta kali lebih kejam daripada Iblis! Jika mereka berhati bersih, maka aku akan jadi Malaikat Pelindung diatas mereka! Camkan kalimat itu, agar kamu paham sifat aku ..." ujar Liang Yue alias Anlian.

(Sekarang kita akan gunakan nama Anlian untuk FL, Duxin adalah nama panggilan si FL, dan Yaoyao adalah pelayan setianya, oke?)

Anlian menghela napasnya sebentar, lalu dia menoleh ke arah Yaoyao yang masih berlutut dihadapannya.

"Sekarang, bawakan aku apapun yang ada di dalam dapur kita. Entah itu daun, akar, kulit kayu, atau apa saja yang ada disana ..." ujar Anlian kepada Yaoyao.

Yaoyao mengangkat kepalanya ke arah Anlian.

"Untuk apa, Nona?" tanya Yaoyao.

"Untuk melihat, apa saja yang bisa aku gunakan untuk menjadi obat!" jawab Anlian dengan nada kesal.

Yaoyao langsung berdiri dengan sigap, saat mendengar suara tidak senang majikannya itu.

"Baik! Hamba akan segera kembali!"

Saat Yaoyao berlari keluar, Anlian kembali memejamkan matanya.

"Tubuh ini memang tidak cocok untuk melakukan kultivasi," gumam Anlian pelan.

"Tapi siapa bilang aku harus mengikuti cara kultivasi mereka? Aku pasti akan mendapatkan cara sendiri untuk memperkuat raga ini, dengan cara kultivasi yang berbeda ..."

Anlian merasakan aliran energi yang kacau di dalam tubuhnya.

"Jika aliran energi spiritual ini tidak mau patuh, maka aku akan memaksanya ... dengan metode lain!" gumam Anlian pelan.

Angin dingin menyelinap masuk melalui celah dinding, membuat Anlian tersenyum tipis.

"Wilayah Kutukan Utara ... Jadilah saksi bisu kelahiran wanita beracun yang tidak terkalahkan di dunia ini! Hahahahaha!"

♨♨♨

1
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!