NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Teman Sekolah yang Mulai Bertanya

Teman sekolah yang mulai bertanya itu berdiri dengan sangat gelisah di depan gerbang besi raksasa yang nampak sangat angkuh dan sangat tidak bersahabat. Adrian terus menekan bel berkali-kali sambil menggenggam susu kotak rasa stroberi yang mulai terasa hangat di dalam kepalannya yang berkeringat. Ia merasa ada sesuatu yang sangat janggal sejak Gwenola menghilang secara tiba-tiba dari sekolah menengah atas tanpa memberikan kabar sedikit pun kepada siapa pun.

Di dalam pusat pemantauan keamanan, Xavier menatap layar besar dengan pandangan yang sangat menusuk dan penuh dengan kebencian yang mendidih. Ia melihat tangan Adrian yang gemetar melalui kamera pengawas, membuat rasa posesif di dalam dadanya meledak-ledak seperti gunung berapi yang siap memuntahkan lava. Pria pimpinan perusahaan itu benci melihat ada pria lain yang begitu gigih mencari perhatian istrinya yang masih sangat belia dan sangat rapuh.

"Biarkan dia masuk ke area halaman depan, aku ingin melihat sejauh mana nyalinya di hadapan pimpinan perusahaan ini," perintah Xavier melalui alat komunikasi dengan nada yang sangat tajam.

Gwenola yang masih berada di perpustakaan pribadi segera bangkit dari duduknya saat mendengar nama Adrian disebut oleh para pengawal yang berjaga di depan pintu. Ia merasa jantungnya hampir meloncat keluar karena rasa takut jika Xavier akan melakukan tindakan yang sangat beringas terhadap teman baiknya itu. Gadis itu mencoba berlari menuju pintu keluar, namun tangan Xavier sudah terlebih dahulu mencekal pergelangan tangannya dengan sangat kuat dan sangat dingin.

"Lepaskan aku, Xavier! Dia hanya temanku dan dia tidak tahu apa-apa mengenai kontrak sepuluh miliar ini!" teriak Gwenola dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Xavier tidak memedulikan teriakan itu dan justru menarik tubuh Gwenola untuk ikut menuju beranda depan agar bisa menyaksikan kedatangan tamu tak diundang tersebut. Ia ingin menghancurkan mental Adrian sekaligus memberikan peringatan keras bahwa Gwenola adalah aset berharga yang tidak boleh disentuh oleh tangan kotor mana pun. Langkah kaki mereka yang berat bergema di sepanjang lantai marmer kediaman mewah yang sangat sunyi dan sangat mencekam pada sore hari itu.

"Jika kau ingin dia selamat, maka tutup mulutmu dan bersikaplah seperti istri yang sangat patuh di hadapanku," bisik Xavier dengan suara yang sangat rendah dan penuh ancaman.

Adrian terperangah ketika pintu utama yang sangat besar terbuka dan menampakkan sosok pimpinan perusahaan yang sangat berpengaruh berdiri berdampingan dengan Gwenola. Ia melihat bagaimana tangan Xavier melingkar dengan sangat erat di pinggang kecil Gwenola seolah sedang menunjukkan tanda kepemilikan yang sangat mutlak. Susu kotak di tangan Adrian hampir saja terjatuh saat ia menyadari aura kegelapan yang dipancarkan oleh pria penguasa bisnis yang berdiri di depannya.

"Gwen, kenapa kau berada di sini? Dan siapa pria yang terus memegangimu seolah kau adalah boneka pajangan ini?" tanya Adrian dengan suara yang sangat parau.

Gwenola hanya bisa menunduk sangat dalam tanpa berani menatap mata Adrian yang dipenuhi dengan ribuan pertanyaan yang sangat menuntut jawaban pasti. Ia merasa sangat terhina karena harus menunjukkan sisi kehidupannya yang sangat kelam ini di depan teman sekolah menengah atas yang selalu bersikap baik kepadanya. Rasa malu yang sangat luar biasa menyumbat tenggorokannya hingga ia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun untuk menjelaskan situasi yang sangat rumit ini.

"Saya adalah walinya, dan rumah ini adalah tempat tinggalnya yang paling aman dari gangguan anak kecil seperti Anda," jawab Xavier dengan senyuman tipis yang sangat merendahkan.

Adrian mengepalkan tangannya karena ia merasa jawaban tersebut sangat tidak masuk akal dan sangat penuh dengan kepalsuan yang sangat nyata di depan matanya. Ia melangkah satu langkah lebih maju meskipun para pengawal pribadi Xavier sudah mulai memegang gagang senjata mereka sebagai bentuk peringatan keras. Keberanian yang muncul karena rasa sayang membuat Adrian tidak gentar menghadapi tatapan iblis dari pria yang jauh lebih tua dan lebih berkuasa darinya.

"Wali macam apa yang mengurung seorang siswi sekolah hingga dia tidak bisa masuk kelas selama berhari-hari?" tantang Adrian dengan nada suara yang mulai meninggi.

Xavier tertawa sinis sambil mempererat pelukannya di pinggang Gwenola hingga gadis itu sedikit merintih karena rasa sakit yang mulai menyerang tulang rusuknya. Ia menikmati kemarahan Adrian karena baginya itu adalah bukti bahwa ia telah menang telak dalam memperebutkan perhatian Gwenola yang sangat berharga. Pimpinan perusahaan itu kemudian memberikan isyarat kepada kepala pengawal untuk segera mengusir Adrian dari area kediaman mewah tersebut tanpa ampun.

"Bawa dia pergi dan pastikan dia tidak pernah lagi menginjakkan kaki di tanah milik keluarga besar saya ini," perintah Xavier dengan nada yang sangat mutlak.

Adrian terus berteriak memanggil nama Gwenola saat tubuhnya diseret secara paksa oleh dua pengawal bertubuh raksasa menuju gerbang besi yang sangat dingin. Ia mencoba meronta namun tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan kekuatan para profesional yang sudah terlatih untuk menghadapi keributan seperti ini. Susu kotak stroberi yang tadi ia bawa kini terinjak-injak oleh sepatu bot para pengawal hingga cairannya tumpah membasahi aspal jalanan.

"Gwen! Katakan sesuatu! Jangan diam saja saat pria ini memperlakukanmu seperti seorang tahanan!" teriak Adrian sebelum pintu gerbang tertutup dengan sangat nyaring.

Gwenola akhirnya meledak dalam tangisan yang sangat hebat dan ia berusaha melepaskan diri dari dekapan Xavier yang terasa sangat menyesakkan dada. Ia merasa sangat bersalah karena telah membuat Adrian berada dalam bahaya besar hanya karena ingin memastikan keadaannya yang sedang terpuruk ini. Rasa benci kepada Xavier kini kembali berkobar sangat panas di dalam relung hatinya, lebih panas daripada api dendam masa lalu yang pernah ia rasakan.

"Kau benar-benar seorang iblis yang tidak memiliki hati nurani sedikit pun, Xavier!" umpat Gwenola sambil memukul dada bidang Xavier berkali-kali.

Xavier menangkap kedua tangan Gwenola lalu mendorongnya ke dinding koridor dengan sangat cepat dan sangat kuat hingga menimbulkan suara benturan yang cukup keras. Ia menatap Gwenola dengan pandangan yang sangat liar dan penuh dengan gairah kemarahan yang sudah sangat sulit untuk dibendung lagi. Jarak di antara mereka kembali menghilang, menyisakan ketegangan yang sangat pekat di tengah redupnya cahaya lampu kediaman mewah yang sangat megah itu.

"Jika aku seorang iblis, maka kau adalah pengikut setiamu yang sudah menandatangani kontrak sepuluh miliar dengan darahmu sendiri," bisik Xavier dengan napas yang memburu.

Gwenola terdiam seribu bahasa saat menyadari bahwa setiap perkataan Xavier adalah kenyataan pahit yang tidak akan pernah bisa ia hapus dari sejarah hidupnya. Ia melihat Xavier merogoh saku jas mahalnya dan mengeluarkan sebuah kartu plastik berwarna emas yang berkilat sangat mewah di bawah sinar lampu. Pria itu menyodorkan kartu tersebut tepat di depan wajah Gwenola dengan tatapan yang sangat penuh dengan rahasia baru yang belum terungkap.

"Mulai besok kau akan kembali ke sekolah, namun dengan pengawasan yang jauh lebih ketat daripada yang bisa kau bayangkan di dalam otak kecilmu," ucap Xavier sambil menyeringai.

Gwenola menerima kartu tersebut dengan tangan yang sangat gemetar, menyadari bahwa kehidupan gandanya sebagai istri rahasia dan siswi sekolah akan segera dimulai. Ia tidak tahu bahwa kartu tersebut bukan hanya sekadar identitas, melainkan alat pelacak yang akan melaporkan setiap langkahnya kepada Xavier setiap detik. Rasa cemas kembali menghantam jiwanya saat ia memikirkan bagaimana ia harus menghadapi teman-teman sekolahnya setelah insiden memilukan sore hari ini.

Malam itu, Gwenola tidak bisa tidur dan terus menatap kartu emas tersebut sambil memikirkan rencana selanjutnya untuk bisa lepas dari cengkeraman sang iblis. Namun, ia tidak menyadari bahwa di luar sana, seseorang sedang memantau kamarnya menggunakan alat pengintai jarak jauh yang sangat canggih dan sangat rahasia. Sosok misterius itu tersenyum lebar melihat kegelisahan Gwenola, seolah-olah sedang menunggu saat yang tepat untuk menjatuhkan bom informasi yang lebih dahsyat.

Saat fajar mulai menyingsing, sebuah paket tanpa nama tiba di depan pintu kamar Gwenola secara diam-diam tanpa diketahui oleh tim keamanan Xavier. Di dalam paket tersebut terdapat sebuah foto lama yang nampak sangat kusam namun masih cukup jelas untuk memperlihatkan sebuah rahasia besar. Foto itu menunjukkan Xavier sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama seorang wanita yang wajahnya sangat mirip dengan ibu kandung Gwenola yang sudah lama meninggal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!