Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canyon City
...Bab 02...
"Tuan muda telah pergi!" Di sebuah gubuk yang terdapat daerah persawahan seorang lelaki paruh baya yang tidak lain adalah ayah angkat dari Jhon sedang berbicara dengan seseorang lelaki dan seorang wanita.
Perawakan lelaki itu tegap dengan garis-garis ketegasan terlihat dari raut wajahnya. Tatapannya dingin dan tajam membuat orang terasa terintimidasi. Sedangkan yang wanita memiliki paras cantik dengan bentuk tubuh yang sangat menggoda.
"Matt, terimakasih karena telah membawa Tuan muda ke tempat yang aman. Tp, apakah tidak ada kecurangan dari tuan muda terhadapmu?"
Mendengar pertanyaan ini, lelaki paruh baya bernama Matt tadi menggelengkan kepalanya. Hanya saja dia juga ragu. Walaupun kehilangan ingatan, Tuan muda mereka adalah orang yang sangat cerdas, cermat dan sangat teliti. Ini adalah sifatnya yang tidak mudah mempercayai siapa pun.
"Aku sudah merancang semuanya seolah-olah aku menemukannya terbawa arus. Walaupun itu terlalu mengada-ada, namun aku tidak memiliki alasan lain. Kalau benar-benar tuan muda menyelidiki nya, pasti dia akan menemukan kejanggalan. Tapi persetan dengan itu. Yang terpenting adalah kita harus bisa melindungi tuan muda sampai ingatannya benar-benar kembali. Kau tau bahwa ketika tuan muda berjuang membantai lebih dari seratus ribu musuh, dia telah meledakkan seluruh kekuatannya. Sekarang, tuan muda bisa dikatakan hanya tinggal cangkang kosong. Andai ada pihak musuh yang mengetahui keberadaannya, itu akan sangat membahayakan keselamatan nya. Kosong satu dan kau Black Rose, apakah kalian ada mendapatkan perintah dari Jenderal pembantu, Henry?"
Mendengar pertanyaan Matt, kosong satu dan Black Rose sama-sama mengangguk.
"Jenderal pembantu Henry mendapat pesan bahwa seluruh pasukan seramai lima ratus ribu harus dibubarkan walaupun kita tidak diperbolehkan untuk kembali ke Star hill. Ingat! Kita tidak boleh terlalu ikut campur dalam urusan tuan muda, terkecuali itu benar-benar menyangkut hidup dan mati. Musuh kita bukan hanya dari luar, melainkan aku khawatir dari dalam keluarga William sendiri, ada musuh yang menginginkan tuan muda kita tidak pernah kembali ke markas Dragon empire!"
"Kosong satu. Sebaiknya kau diam dan jangan lagi berspekulasi seperti itu. Ingat! Ada banyak telinga yang bisa mendengar tanpa kau ketahui. Tugas ku sudah selesai dan aku akan tetap berada di sini. Untuk selanjutnya, kau Black Rose, tugas mu adalah untuk menjaga keselamatan tuan muda. Tidak tau metode apa yang akan kau jalankan, yang penting jika tuan muda kenapa-kenapa, aku akan menguliti mu hidup-hidup!"
Wanita yang dipanggil dengan nama Black Rose itu segera memberi hormat ala militer lalu berkata, "hidupku diberikan oleh tuan ku. Walaupun harus melalui lautan api, jika aku mengeluh, maka aku bukan manusia!" Jawabnya dengan sangat tegas.
"Sebaiknya kita berpisah di sini. Kita akan berkumpul kembali ketika tuan muda memanggil. Dan ketika waktunya sampai, kita akan kembali menjilati darah di ujung pedang. Dan semoga itu tidak terlalu lama!" Kata Matt sebelum bangkit lalu meninggalkan kedua orang itu dengan punggung tegas namun terlihat sangat kesepian.
"Black Rose, kita berpisah di sini. Semoga kelak kita akan bertemu kembali,"
"Kau akan kemana?" Tanya Black Rose. Nadanya sangat getir.
"Aku tidak tau. Mungkin akan memperdalam kemahiran sambil menunggu panggilan dari tuan muda Jhon William,"
"Baiklah. Kita berpisah di sini. Black Rose sudah mati. Nama ku Riana. Hanya ketika tuan ku ada, baru lah Black Rose ada,"
Akhirnya keduanya pun berpisah. Mereka mengambil arah yang berlawanan dengan langkah yang sangat kesepian.
*********
Canyon City
Sebuah bus melaju dengan kecepatan sedang dari area pertanian menuju Canyon City. Diperkirakan perjalanan ini akan memakan waktu setidaknya dua hari satu malam.
Di dalam bus, seorang pemuda yang tidak lain adalah Jhon tampak duduk di kursi bagian dalam. Tubuhnya merapat ke dinding bus sambil memeluk tas ransel yang sudah pudar warnanya di beberapa bagian. Tatapannya kosong menatap ke luar jendela. Dia tidak menyadari atau tepatnya tidak perduli dengan tatapan penuh hinaan dari para penumpang lain. Bahkan saking mereka tidak suka dan menganggap Jhon adalah gelandangan, sampai-sampai tidak ada satu orang pun yang mau duduk sebangku dengan dirinya.
Tepat hari kedua, pada tengah hari ketika bus itu berhenti di terminal sebuah kota, seorang gadis yang hampir seusia dengannya dengan didampingi dua pengawal memasuki bus. Karena hanya melihat bahwa kursi kosong hanya di sebelah kursi yang diduduki oleh Jhon, maka mau tidak mau gadis itu duduk juga di samping pemuda itu, sedangkan pengawal nya hanya berdiri.
Perjalanan menuju Canyon City tidak terlalu jauh. Diperkirakan paling lama jika tidak ada halangan, mereka akan tiba sekitar pukul tiga sore.
"Permisi!" Kata gadis itu memaksakan senyum terpaksa kearah Jhon William. Namun yang mengherankan bagi gadis itu ialah, pemuda itu hanya menoleh kearahnya sesaat sebelum menggeser posisi duduknya sebelum kembali melihat ke arah luar. Hal ini membuat gadis cantik itu merasa kurang senang. Bagaimanapun, dirinya adalah seorang gadis yang cantik. Di mana-mana, dirinya sering menjadi incaran para pemuda. Baru kali ini ada yang mengabaikan dirinya.
"Hmmm. Ingin menarik perhatian ku dengan cara murahan seperti ini? Lagu lama!" Cibirnya dalam hati. Tapi tampaknya Jhon sama sekali tidak perduli. Hal ini lah yang membuatnya menjadi lebih memandang rendah pemuda disampingnya itu.
Setelah selesai dengan para penumpang yang menaiki bus, akhirnya bus itupun meninggalkan terminal menuju tujuan yaitu Canyon City.
Awalnya perjalanan ini baik-baik saja. Namun ketika perjalanan memasuki sebuah kota kecil, beberapa orang lelaki segera menghentikan bus dengan paksa kemudian segera memasuki bus dengan sangat arogan.
Pendatang baru itu dengan bentakan memerintahkan kepada sopir bus untuk terus maju sedangkan mereka memulai aksinya dengan merampok semua penumpang.
Gadis cantik yang berada di samping Jhon terlihat sedikit panik. Namun karena dia melihat bahwa dua pengawalnya terlihat siap siaga, dia pun mengendorkan sedikit ketegangannya.
Sekali lagi gadis itu melirik ke arah Jhon William yang tampak larut dalam dunianya sendiri. Ini membuat gadis itu berpikir apakah pemuda disampingnya itu bisu atau gila. Tapi dia buru-buru menepis pikirannya. Mana mungkin orang gila naik bus sampai sejauh ini. Kemungkinan memang pemuda itu bisu. Itulah yang dapat dia simpulkan.
Saat ini, para perampok sudah mendekati kursi mereka. Ini sontak membuat dua pengawal gadis itu segera membentak.
"Jaga jarak kalian. Jangan bertindak liar di sini. Apakah kalian tau siapa kami? Kami adalah dua pengawal nona muda dari keluarga...,"
Plak..!
Belum lagi kedua pengawal itu menyelesaikan kata-katanya, sebuah tamparan dengan mulus mendarat di pipinya membuatnya goyah dan hampir jatuh terduduk.
semangat author untuk terus berkarya..../Good/💪
itu adalah angka keramat 18+++