revisi
ternyata di platform ini,tidak suka Pace lambat/banyak kata
jadi kita merivisi semua dari bab 1
Shi Yan adalah seorang pecandu olahraga ekstrem yang tidak lagi merasakan tantangan dalam hidup, hingga maut menjemputnya dan melemparkannya ke dunia yang jauh lebih kejam. Terbangun di sebuah kolam mayat yang membusuk, ia mewarisi warisan kuno yang mengerikan: kemampuan untuk menyerap energi dari mereka yang mati.
Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, Shi Yan tidak memilih jalan pahlawan. Dengan Martial Spirit yang haus darah dan hati yang sedingin es, ia mendaki puncak kekuasaan di atas tumpukan tulang musuhnya. Baginya, setiap kematian adalah nutrisi, dan setiap peperangan adalah tangga menuju keilahian. Di dunia ini, kau hanya punya dua pilihan: Menjadi mangsa, atau menjadi sang Pembantai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11: Serangan Balik
Ketegangan menyelimuti Hutan Kegelapan. Para prajurit Keluarga Mo berpencar menjadi beberapa kelompok, mencari keberadaan Shi Yan di wilayah yang telah ditentukan. Wajah mereka tampak muram dan tertekan.
Wajah Mo Yanyu sedingin biasanya. Ia memberi perintah dengan suara tajam, "Cari bajingan itu sekarang! Begitu menemukan jejaknya, segera nyalakan bom asap biru! Jangan melawannya sendirian!"
"Sudah tiga hari kita mencarinya, tapi kita hanya menemukan jejak kaki dan patahan dahan. Apakah dia memang bodoh dalam menyembunyikan jejak, atau dia sengaja mempermainkan kita?" ucap Tuan Karu dengan wajah masam, jelas kesal dengan trik Shi Yan.
Mereka telah menyisir area ini berkali-kali. Jejaknya ada di mana-mana, tapi tidak ada satu pun petunjuk tentang di mana Shi Yan bersembunyi.
"Perluas area pencarian!" Mo Yanyu berteriak penuh amarah. "Bergeraklah terpisah! Begitu kalian melihatnya, segera lepaskan bom asap! Aku akan sampai ke sana dalam sekejap!"
***
"Apakah aman meninggalkan Naga Bumi sendirian?" Tuan Karu mengerutkan kening. "Semua botol obatku ada di sana. Jika bocah itu mengacaukan obat-obatanku, itu akan jadi masalah besar."
"Tuan Karu, jangan khawatir. Naga Bumi dijaga oleh Johnson dan tujuh prajurit lainnya. Johnson sudah mencapai Ranah Pemula Langit Ketiga. Bajingan itu bukan tandingannya," ucap Mo Yanyu dengan bangga.
Para prajurit Keluarga Mo mulai bergerak semakin jauh satu sama lain. Dengan bom asap biru di tangan, mereka merasa cukup aman. Begitu melihat Shi Yan, tinggal tarik picunya. Sederhana!
Salah satu prajurit berjalan di bawah bayang-bayang pohon sambil mengumpat. Ia mendongak ke dahan pohon, lalu memeriksa semak-semak di sekitar kakinya.
Ia merasa pencarian ini sia-sia. Untuk apa membuang waktu demi seorang prajurit tingkat rendah yang bahkan belum mencapai Ranah Pemula sepenuhnya? Ia berpikir Shi Yan pasti sudah lama kabur dari area ini.
Saat prajurit itu melintas di bawah pohon kuno yang rimbun, tiba-tiba hawa dingin yang jahat turun menyergapnya. Shi Yan melompat turun dari dahan pohon seperti serigala buas, menghantam wajah prajurit itu dengan lututnya.
"BRAKK!"
Wajah prajurit itu seketika bersimbah darah. Ia jatuh tersungkur ke tanah, matanya perih karena darah dan air mata. Untuk sesaat, pandangannya gelap.
Ia mencoba menusukkan belatinya secara membabi buta sambil berteriak panik, "Di sini! Dia di sini!"
Sebelum ia sempat menyalakan bom asap biru di tangan kirinya, rasa sakit yang luar biasa menghujam pergelangan tangannya. Shi Yan merebut bom itu darinya.
"Dhuak! Dhuak! Dhuak!"
Wajah Shi Yan tampak sangat kejam. Matanya berubah menjadi merah gelap dengan sorot mata haus darah. Ia bergerak lincah menghindari tikaman belati dan terus menginjak wajah prajurit itu tanpa ampun.
Setiap serangan Shi Yan sekeras palu besi karena dorongan Qi Mendalam di kakinya. Hanya butuh lima serangan hingga prajurit itu berhenti bernapas.
Shi Yan mengambil belati dari tangan mayat itu dan menusukkannya tepat ke leher sang prajurit. Dingin dan presisi.
Seketika, gelombang energi tak terlihat yang bercampur dengan emosi marah, takut, dan putus asa mengalir keluar dari tubuh prajurit itu. Energi tersebut diserap oleh pori-pori Shi Yan dan mengalir ke meridiannya. Dalam hitungan detik, tubuh prajurit itu mengering menjadi mumi.
Shi Yan memeriksa saku mayat tersebut, hanya menemukan sebungkus makanan dan beberapa puluh Koin Kristal Ungu. Ia segera mengambilnya dan menghilang ke dalam kegelapan hutan seperti seekor rubah.
Ini adalah pertama kalinya ia mencabut nyawa orang lain. Namun, ia sama sekali tidak merasa gugup. Sebaliknya, ia merasakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Ia merasa terlahir sebagai seorang prajurit sejati, lahir untuk membunuh.
Setiap kali Qi Mendalam dari mayat masuk ke meridiannya, dorongan untuk membunuh kembali berkobar. Energi itu menyatu dengan Qi-nya sendiri, membuatnya jauh lebih kuat dari sebelumnya.
***
Selama lima hari, Shi Yan menjadi hantu di Hutan Kegelapan. Ia menyerang dengan presisi sebelum para prajurit sempat melepaskan bom asap mereka.
Tiga prajurit lagi menjadi korban. Setiap kali mayat mereka ditemukan, semuanya telah berubah menjadi mumi.
Mo Yanyu dan Tuan Karu mulai panik. Mereka mencium adanya krisis. Prajurit mereka yang semula sombong kini menjadi ketakutan.
Dilihat dari pola kematiannya, Shi Yan menjadi semakin ahli dalam membunuh. Hutan Kegelapan telah menjadi arena permainannya. Karena ketakutan, Mo Yanyu akhirnya memerintahkan prajuritnya untuk bergerak dalam kelompok minimal dua orang.
***
Di atas pohon kuno yang rimbun, Shi Yan duduk bersila sambil mengamati para prajurit dari kejauhan.
"Hah, mereka mulai tidak bodoh lagi," batin Shi Yan sinis. Ia tahu membunuh sekarang tidak akan semudah sebelumnya.
Shi Yan tidak terburu-buru menyerang. Ia menyadari para prajurit mulai bergerak menjauhi lokasinya. Karena merasa aman untuk sementara, ia mulai memulihkan dan memproses Qi Mendalam yang ia serap beberapa hari terakhir.
Ia mengalirkan Qi-nya semakin cepat. Energinya terasa jauh lebih kuat, mengalir seperti petir di seluruh tubuhnya. Shi Yan menahan napas, memusatkan seluruh perhatiannya ke lengan kanan.
Sekarang! Ia melepaskan energi panas itu sekaligus!
"Syuu!"
Asap cahaya perak tiba-tiba melesat keluar dari ujung jari telunjuk kanannya, menciptakan suara aneh di udara. Meski hanya bertahan beberapa detik sebelum memudar, Shi Yan tersenyum puas.
Ia berhasil! Ia telah berhasil mendorong Qi Mendalam keluar dari tubuhnya!
Ini menandakan bahwa ia telah mencapai **Ranah Pemula Langit Ketiga**. Berkat bantuan kekuatan aneh dari meridiannya, ia berhasil naik tingkat dalam waktu singkat.
Meski Qi yang keluar belum berbentuk padat atau tajam, sekarang ia bisa memasukkan Qi-nya ke dalam senjata apa pun, atau menghancurkan organ dalam musuh hanya dengan satu serangan fisik. Ini adalah tonggak sejarah baru dalam kekuatannya!