NovelToon NovelToon
Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Kontrak 10 Miliar Istri Rahasia Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / CEO / Teen School/College / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mr. Awph

​"Aku membelimu seharga 10 miliar. Jadi, jangan harap bisa melarikan diri dariku, bahkan ke sekolah sekalipun."
​Gwen (18 tahun) hanyalah siswi SMA tingkat akhir yang bercita-cita kuliah seni. Namun, dunianya runtuh saat ayahnya kabur meninggalkan hutang judi sebesar 10 miliar kepada keluarga terkaya di kota itu.
​Xavier Aradhana (29 tahun), CEO dingin yang dijuluki 'Iblis Bertangan Dingin', memberikan penawaran gila: Hutang lunas, asalkan Gwen bersedia menjadi istri rahasianya.
​Bagi Xavier, Gwen hanyalah "alat" untuk memenuhi syarat warisan kakeknya. Namun bagi Gwen, ini adalah penjara berlapis emas. Ia harus menjalani kehidupan ganda: menjadi siswi lugu yang memakai seragam di pagi hari, dan menjadi istri dari pria paling berkuasa di malam hari.
​Sanggupkah Gwen menyembunyikan statusnya saat Xavier mulai menunjukkan obsesi yang tak masuk akal? Dan apa yang terjadi saat cinta mulai tumbuh di tengah kontrak yang dingin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr. Awph, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Kartu Kredit Tanpa Batas untuk Jajan Sekolah

Kartu kredit tanpa batas untuk jajan sekolah itu tergeletak dengan sangat angkuh di atas meja kayu kantin yang sangat berminyak dan penuh dengan noda makanan sisa. Gwenola menatap benda mengilap itu dengan perasaan yang sangat campur aduk antara rasa malu yang luar biasa dan ketakutan yang mencekam. Ia baru saja mencoba membayar sebotol jus jeruk, namun pelayan kantin justru berteriak kaget saat mesin pembayaran menunjukkan angka saldo yang tidak masuk akal.

Seluruh penghuni kantin sekolah menengah atas kini sedang mengarahkan pandangan mereka secara terang-terangan ke arah meja Gwenola yang terletak di pojok ruangan. Bisikan-bisikan tajam mulai memenuhi udara, merayap masuk ke dalam telinga Gwenola seperti ribuan serangga yang sangat menyakitkan dan sangat mengganggu. Mereka bertanya-tanya darimana seorang siswi yang biasanya terlihat sederhana bisa memiliki kartu plastik berwarna hitam yang hanya dimiliki oleh para konglomerat kelas atas.

"Gwen, apakah kau baru saja merampok sebuah bank atau menemukan harta karun tersembunyi di tengah jalan?" tanya salah satu teman sekelasnya dengan nada suara yang penuh dengan kecurigaan.

Gwenola segera menyambar kartu itu dan menyembunyikannya ke dalam saku seragamnya dengan gerakan yang sangat kikuk dan sangat terburu-buru. Jantungnya berdegup sangat kencang hingga ia merasa seluruh wajahnya kini berubah menjadi merah padam seperti sedang terbakar oleh api yang sangat panas. Ia teringat kembali pada ancaman Xavier pagi tadi yang memaksanya untuk menggunakan kartu tersebut sebagai alat pelacak keberadaannya setiap detik.

"Ini hanya milik saudaraku, aku tidak sengaja membawanya karena terburu-buru tadi pagi saat berangkat sekolah," jawab Gwenola sambil berusaha menghindari kontak mata dengan siapa pun.

Tiba-tiba, sebuah tangan besar dengan sangat kasar merampas tas sekolah Gwenola hingga seluruh isinya berhamburan di atas lantai semen yang sangat kotor. Adrian berdiri di sana dengan wajah yang nampak sangat sangat kecewa dan penuh dengan amarah yang tidak bisa lagi ia sembunyikan dari teman-temannya. Ia telah melihat insiden di kediaman mewah kemarin sore dan ia merasa dikhianati oleh kebohongan-kebohongan yang selama ini Gwenola susun dengan sangat rapi.

"Berhenti berbohong, Gwen! Katakan pada mereka semua bahwa kau adalah simpanan pria kaya yang kemarin menyeretku secara paksa!" teriak Adrian dengan suara yang sangat menggelegar.

Atmosfer di dalam kantin sekolah seketika membeku menjadi es yang sangat dingin dan sangat menakutkan bagi batin Gwenola yang sangat rapuh. Semua orang kini menatapnya dengan pandangan yang sangat merendahkan seolah-olah ia adalah kotoran yang tidak layak berada di lingkungan sekolah menengah atas tersebut. Gwenola merasa dunia di sekelilingnya mulai berputar secara perlahan-lahan dan ia merasa ingin segera menghilang dari permukaan bumi saat itu juga.

"Kau tidak tahu apa-apa tentang hidupku, Adrian, jadi jangan pernah berani menghakimiku di depan umum seperti ini!" sahut Gwenola dengan air mata yang mulai menetes membasahi pipinya.

Gwenola segera berlutut untuk memunguti buku-buku pelajarannya yang berserakan sementara orang-orang di sekitarnya hanya diam menonton tanpa ada niat untuk menolong sedikit pun. Namun, perhatian mereka semua teralihkan ketika suara deru mesin mobil mewah yang sangat bising terdengar berhenti tepat di depan gerbang kantin. Sesosok pria dengan setelan jas hitam yang sangat mahal melangkah masuk dengan aura yang sangat mengintimidasi dan sangat penuh dengan dominasi.

Xavier berdiri di sana dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celananya, menatap seluruh isi ruangan dengan pandangan yang seolah ingin mematikan nyawa siapa pun. Ia melihat Gwenola yang sedang berlutut di lantai dan seketika itu juga matanya berubah menjadi merah padam karena amarah yang sangat luar biasa. Tidak ada satu pun siswa atau guru yang berani bersuara saat pimpinan perusahaan yang sangat berkuasa itu mulai berjalan mendekat ke arah Gwenola.

"Siapa yang berani membuat istriku berlutut di tempat kotor seperti ini?" tanya Xavier dengan suara yang sangat rendah namun mengandung ancaman yang sangat mematikan.

Pertanyaan itu membuat Adrian seketika menjadi sangat pucat pasi dan ia mundur beberapa langkah karena merasakan tekanan mental yang sangat hebat dari Xavier. Seluruh siswa di kantin tersebut kini saling berpandangan dengan wajah yang penuh dengan rasa tidak percaya yang sangat besar setelah mendengar kata istri keluar dari mulut Xavier. Rahasia yang selama ini Gwenola simpan dengan pertaruhan nyawa kini terbongkar begitu saja di tengah keramaian kantin sekolah yang sangat riuh.

"Xavier, tolong hentikan ini semua, jangan lakukan hal yang akan membuatku semakin malu di depan teman-temanku!" pinta Gwenola sambil menarik-narik ujung jas Xavier.

Xavier tidak memedulikan permintaan tersebut dan justru menarik tubuh Gwenola untuk berdiri di sampingnya dengan gerakan yang sangat posesif dan sangat kuat. Ia menatap Adrian dengan sorot mata iblis yang seolah sedang menandai buruannya untuk segera dihancurkan hingga tidak tersisa sedikit pun. Pimpinan perusahaan itu kemudian mengambil kartu hitam yang tadi disembunyikan Gwenola lalu melemparkannya ke hadapan Adrian dengan sangat angkuh.

"Gunakan kartu itu untuk membeli seluruh isi sekolah ini jika kau mau, asalkan kau menjauh dari wanita milikku sekarang juga," ucap Xavier dengan nada yang sangat menghina.

Gwenola merasa hatinya hancur berkeping-keping karena ia menyadari bahwa mulai hari ini hidupnya di sekolah tidak akan pernah lagi terasa sama atau normal kembali. Ia melihat Adrian tertunduk malu dengan wajah yang sangat merah sementara teman-teman yang lain mulai sibuk mengabadikan momen tersebut menggunakan alat komunikasi mereka. Skandal besar ini akan segera menyebar ke seluruh penjuru kota hanya dalam waktu beberapa menit saja melalui jaringan informasi yang sangat cepat.

"Ayo pulang, tempat ini sudah tidak lagi layak untuk menjadi tempat belajarmu yang tenang," perintah Xavier sambil menyeret Gwenola keluar dari kantin.

Gwenola mengikuti langkah besar Xavier dengan tubuh yang sangat lemas dan pikiran yang sangat kosong karena ia sudah kehilangan segalanya dalam satu hari yang sangat singkat. Di dalam mobil, Xavier tidak mengucapkan sepatah kata pun dan justru sibuk menghubungi asisten pribadinya untuk segera menutup semua akses berita mengenai kejadian tadi. Ia nampak sangat sibuk melindungi citra perusahaannya namun ia sama sekali tidak memikirkan bagaimana hancurnya perasaan Gwenola saat ini.

Sesampainya di kediaman mewah, Xavier melemparkan tas sekolah Gwenola ke atas sofa kulit yang sangat besar dan ia menyuruh seluruh pelayan untuk pergi meninggalkan mereka berdua. Ia menutup pintu utama dengan sangat keras hingga guncangannya terasa sampai ke dalam dada Gwenola yang masih dipenuhi dengan isak tangis yang tertahan. Ketegangan baru mulai muncul di antara mereka saat Xavier mulai membuka kancing kemejanya dengan raut wajah yang sangat penuh dengan gairah kemarahan yang tertunda.

"Kau harus belajar bahwa setiap tindak tandukmu di luar sana akan selalu membawa konsekuensi yang sangat berat bagiku," bisik Xavier sambil mengepung tubuh Gwenola di pojok ruangan.

Gwenola mendongak dan menatap Xavier dengan pandangan yang penuh dengan perlawanan meskipun ia tahu bahwa ia sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menang. Ia merasa sangat muak dengan cara Xavier mengendalikan hidupnya seolah-olah ia hanyalah sebuah benda yang tidak memiliki perasaan atau keinginan sendiri. Tiba-tiba, alat komunikasi Xavier bergetar di atas meja dan menunjukkan sebuah pesan dari nomor yang sangat rahasia dan sangat tidak dikenal.

Pesan itu berisi sebuah foto yang memperlihatkan Xavier sedang bersalaman dengan seorang pria misterius di sebuah gudang tua yang sangat gelap pada malam penandatanganan kontrak. Di bawah foto tersebut tertulis sebuah kalimat yang menyatakan bahwa seluruh dunia akan segera mengetahui bahwa pernikahan ini hanyalah sebuah kedok untuk menutupi pencucian uang. Xavier tertegun sejenak dan seketika itu juga ia merasakan sebuah tamparan keras dari kenyataan bahwa musuh sudah berada sangat dekat dengan mereka.

"Siapkan pakaian terbaikmu, kita harus menghadiri sebuah pertemuan bisnis yang sangat penting malam ini juga," perintah Xavier dengan suara yang mendadak berubah menjadi sangat cemas.

Gwenola merasa ada sesuatu yang sangat besar yang sedang disembunyikan oleh suaminya dan itu bukan hanya sekadar masalah hutang ayahnya yang bernilai sepuluh miliar. Ia melihat Xavier mulai membongkar lemari pakaiannya dan mengeluarkan sebuah gaun pesta berwarna merah darah yang sangat indah namun nampak sangat mengerikan. Ia menyadari bahwa malam ini ia tidak akan lagi menjadi siswi sekolah menengah atas, melainkan sebuah bidak catur di dalam permainan bisnis yang sangat berdarah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!