Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah
"Baiklah, jika kamu berjanji untuk menjaga kedua orang tua ku, maka aku akan menikah dengan mu," Jawab Yuna dengan tegas, setelah memikirkan semua nya kembali.
Itulah Yuna, perempuan tegas yang tidak mau berfikir dua kali. Apa yang dilakukan nya, adalah sesuatu yang tak pernah di sesalinya. Itulah kenapa di kehidupan sebelumnya, meski Yuna menderita. Karna dia sudah pergi dan tidak pernah ingin melihat Liam lagi, dia tidak akan pernah melihatnya meski mati pun.
Namun pemikiran tegas itu, terkadang di gunakan di tempat yang salah.
"Baiklah, kamu hanya perlu bersiap-siap, bawa beberapa wali agar kita langsung pergi ke KUA," ujar Liam yang langsung bangun dari tempat tidur.
"secepat itu?," gumam Yuna, tapi tetap menurut untuk cepat-cepat pergi.
Tiga jam kemudian, di sebuah pabrik yang cukup besar, Liam berjalan kearah pondok keamanan. Terlihat beberapa satpam sedang duduk berbincang-bincang. Meski begitu, tatapan mereka masih terjaga ke arah gerbang masuk.
Saat Liam tiba di gerbang, seseorang dari satpam itu menyahut, "tuan ada yang bisa di bantu?."
Mendengar sahutan itu, Liam menjawab, "saya keluarga dari salah satu pekerja disini, apa saya bisa masuk dan menemuinya?, ada urusan yang sangat mendesak," terang Liam dengan cukup panjang.
"maaf, anda tidak di ijinkan masuk, jika ingin menemui seseorang, katakan saja, biar kami panggil kan," awab satpam itu.
"Namanya Mulan, dia ibu saya, katakan saja putranya Liam ingin menemuinya". Balasnya dengan senyum sopan.
setelah mendengar itu, salah satu satpam beranjak, dan masuk kedalam pabrik.
Setelah beberapa saat, Liam melihat seorang wanita paruh baya, berjalan keluar dari dalam pabrik. Itu adalah wanita yang masih menampakkan kecantikan masa muda, tapi keriput tipis di wajahnya dan uban yang mulai tampak di rambutnya. Menunjukkan kelelahan dan perjuangan yang telah lama terpendam.
Melihat ibu nya yang sudah bertahun-tahun tidak ia temui, membuat hati Liam terguncah. Ini adalah ibu yang merawatnya, ibu yang meninggal muda, karna berjuang untuk nya. Dan sekarang dia ingin menangis dan datang memeluk ibu nya. Tapi dia tahu bahwa ini bukanlah waktu yang tepat, jadi dia berjalan mendekat, merangkul tangan ibunya lalu membawanya pergi.
"nak?, kamu mau membawa ibu kemana?," ucap Mulan yang terkejut dengan tindakan Liam.
"kita akan pergi ke tempat administrasi untuk mengurus pengunduran diri ibu." Ucap Liam santai.
Meski Liam belum memiliki apa-apa, tapi dia memiliki ingatan masa lalu, untuk dia yang seorang miliarder masa lalu. Mendapatkan beberapa uang bukanlah hal yang sulit.
"pengunduran diri?, tapi kenapa?, jika ibu tidak bekerja, kita mau makan apa?," ucap Mulan yang tiba-tiba berhenti.
Melihat itu, Liam hanya menoleh ke arah ibunya, "buk, ibu tidak perlu khawatir, bisnisku yang selama ini kubilang sedang ku jalankan sudah berhasil, jadi ibu tidak perlu khawatir."Jawab Liam dengan senyum manis.
"Benarkah?," ucap Mulan yang terkejut, dan terharu. Air mata jatuh dari pipinya, dia tidak menyangka bahwa bisnis yang selama ini anaknya katakan ternyata benar ada.
Itu adalah kebohongan yang dibuat Liam di kehidupan sebelumnya, kebohongan besar yang membuat harapan ibunya hancur.
Tapi sekarang itu berbeda, meski Liam masih berbohong, tapi dengan pengalaman nya, apalagi sistem yang dia miliki. Semua itu akan terwujud dalam waktu dekat.
"Tapi meski bisnismu berjalan lancar, ibu masih bisa bekerja untuk menafkahi ibu sendiri, ibu tidak mau merepotkan mu nak."
"Merepotkan?, perkataan apa itu?," ucap Liam yang tidak memperdulikan kata ibu nya, lalu menariknya pergi.
Setelah beberapa saat akhirnya, Liam dan Mulan telah keluar dari pabrik tersebut. "nak, sekarang kita mau kemana?," tanya Mulan kepada anaknya.
"kita akan ke kantor urusan sipil, aku akan mendapatkan menantu yang baik untuk ibu". Ucap Liam dengan senyum manis.
mendengar itu, Mulan kembali terkejut. "Kamu akan menikah?, kalau begitu tunggu sebentar," Gumam Mulan sembari ingin kembali ke dalam pabrik.
"Ibu mau kemana lagi?," tanya Liam yang menahan ibu nya.
"Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu mau menikah?, ibu tidak mau merepotkan mu dan istrimu nanti, jadi ibu kembali dan melamar kerja lagi." Ucap Mulan dengan tegas.
"Ibu akan tau nanti apakah itu merepotkan, jadi ibu ikut saja, dan jangan terlalu khawatir." Ucap Liam kembali dengan tegas.
Mendengar itu, Mulan hanya bisa pasrah, dan melihat keadaan, jika memang itu akan merepotkan nya, dia bisa bekerja lagi kapan saja.
Itulah ibu, perempuan yang sudah sangat-sangat kerepotan dalam merawat anaknya, tapi ketika situasi nya berbalik, dia akan sangat tidak mau untuk membuat anaknya itu, repot Karena nya.
Setelah berlalu beberapa jam lagi, Liam dan ibunya tiba di kantor urusan sipil yang sudah di janjikan.
Dia melihat kearah seseorang, itu adalah perempuan yang sudah dinanti nantikan oleh Liam selama dua kehidupan.
Melihat Liam yang juga melihat ke arahnya, Mulan terkejut, lalu beranjak mendekat. Dia hanya datang sendirian, karna dia tahu tidak akan ada dari kedua orang tuanya, yang mau menikahkan dia dengan Liam, tanpa melihat latar belakang Liam dulu. Tapi Liam maunya menikah sekarang, jadi tidak ada waktu untuk melihat latar belakangnya.
"Ibu, ini Yuna, calon menantu ibu. Yuna, ini ibuku, calon mertua mu." Ucap Liam yang tersenyum sembari mengenalkan mereka berdua.
Mendengar itu, kedua perempuan itu memiliki ekspresi yang sangat berbeda. Yuna hanya menunduk malu-malu, sedangkan Mulan hanya bisa terkejut tidak percaya.
"Nak?, apa kamu melakukan sesuatu yang gaib?, kenapa wanita secantik ini mau kepadamu?," tanya Mulan dengan wajah yang aneh.
Meskipun Liam tidak terlalu tampan, tapi dia masih di kategori kan pria tampan. Jadi mendengar perkataan ibunya itu, Liam merasa bahwa air dingin telah disiramkan ibunya, ke wajahnya yang sedang kedinginan juga.
Yuna yang juga mendengar nya, malah tertawa kecil, rasa malunya mulai mereda.
"Kenapa tertawa?, apakah kau menganggap perkataan ibuku ibu benar?, cepat panggil ibu mertua kalau berani?," tantang Liam dengan sengaja, melihat wajah istrinya yang tertawa puas itu.
mendengar itu, yang tadinya Yuna tertawa, kini kembali menunduk malu. Tapi perkataan sama-sama ibu mertua masih terdengar dari mulutnya.
Mendengar dia dipanggil ibu, Mulan tersenyum cerah, lalu dia mendekat merangkul tangan Yuna, lalu pergi memasuki ruang kantor.
Saat mengantri, Liam mencari alasan tentang ketidak hadiran keluarga Yuna, agar ibunya tidak terlalu khawatir dan curiga.
Dua jam lagi berlalu, kini sore telah tiba, tiga orang sedang berdiri di pinggir jalan, menanti taksi yang sudah di pesan.
Setelah beberapa saat, taksi tiba, dan ketiga orang itu masuk kedalam.
"Nak, kita mau ke mana sekarang?," tanya Mulan yang penasaran, karna jalan yang dilalui, belum pernah ia lewati.
"Rahasia, jadi kalian berdua hanya perlu duduk manis, sampai kita tiba di tujuan." Balas Liam yang menghentikan Yuna yang juga ingin ikut bertanya.
Perjalanan itu, berlalu hampir setengah jam, dan kepadatan kota mulai menghilang. Kini tiba di tempat yang khusus, taksi tiba-tiba berhenti. Lalu seseorang datang dan menghadang taksi. "Maaf tuan-tuan, orang luar tidak di ijinkan masuk ke kawasan ini," Ucap orang itu, yang salah satu penjaga keamanan komplek villa Zenith residence.
Mendengar itu, Liam membuka kaca mobil, lalu menyerahkan KTP, "lihat apa ini terdaftar sebagai salah satu pemilik?," ucapnya.
Mendengar itu, petugas keamanan mengambil KTP, lalu melihat daftar kepemilikan villa Zenith residence. Tidak apa-apa jika dia tidak melihatnya, tapi ketika dia melihatnya. Keterkejutan muncul di wajahnya.