NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Sebuah Pilihan

“Mas! kenapa kamu belum mencuci piring?” teriak seorang wanita yang baru saja bangun dari tidurnya.

Raka yang sedang mencuci baju, menghentikan aktifitasnya sejenak lalu segera menghampiri wanita itu dengan tangan yang masih terlihat basah.

“Sabar dek, mas kan lagi cuci baju,” jawabnya dengan suara yang lembut.

Rasti hanya mendengus kesal sambil memutar bola matanya dengan malas. “Yaa sudah, buatkan aku makanan dulu, aku lapar.”

Setelah mengucapkan itu Rasti pergi begitu saja meninggalkan Raka yang hanya bisa mengelus dadanya pelan.

Raka adalah seorang suami yang baik hati, demi memenuhi keinginan Rasti dan keluarganya ia rela melakukan banyak pekerjaan. Jika tidak, ia hanya akan mendapatkan cacian dan makian saat pulang hanya membawa sedikit uang.

Hanya Doni, yang menganggapnya sebagai manusia di rumah itu. Adik ipar Raka, yang selalu diam-diam membantunya tanpa sepengetahuan keluarganya yang lain.

“Mas maaf ya, aku nggak bisa bantu dulu. Aku ada tugas kerja kelompok sama teman-temanku," bisik Doni yang baru saja tiba di dapur.

Raka tersenyum sambil menepuk bahu adik iparnya itu. “Nggak apa-apa Don, kamu pergi saja,” jawab Raka.

Doni pun mengangguk pelan sambil melangkah pergi dari dapur itu, sesaat ia kembali menoleh ke belakang ia sangat menyayangkan sikap keluarganya kepada kakak iparnya itu, ia selalu berharap bahwa rumah tangga kakaknya akan selalu baik-baik saja tanpa masalah apapun.

Doni menghela napas panjang sebelum akhirnya benar-benar pergi. Dapur kembali sepi, menyisakan suara gemericik air dari keran dan dentingan piring yang saling berbenturan pelan.

Raka menatap sesaat ke arah pintu yang baru saja tertutup, lalu mengulas senyum tipis, seolah berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua akan baik-baik saja.

Pria itu kembali bergerak, tangan kasarnya yang mulai memerah karena terlalu lama terkena sabun segera menyelesaikan cucian dan beralih menyiapkan sarapan.

Dengan cekatan ia membuka lemari dapur, mengambil telur, mie instan, dan beberapa bahan seadanya yang tersisa. Isi kulkas sudah jauh dari kata penuh, namun bukan karena tidak ada uang.

Sebagian besar penghasilannya selalu habis untuk memenuhi kebutuhan keluarga besar istrinya, mulai dari membayar cicilan motor adik iparnya, uang belanja bulanan mertua, hingga membantu kebutuhan kakak iparnya yang entah sampai kapan tidak pernah mau bekerja tetap.

Bagi Raka, semua itu tak pernah benar-benar ia hitung, baginya, selama Rasti tersenyum dan keluarganya merasa cukup, rasa lelah itu akan hilang dengan sendirinya, sayangnya, kenyataan tidak seindah pengorbanannya.

“Mas! Lama banget sih?” suara Rasti kembali terdengar dari ruang tamu, kali ini lebih nyaring dan penuh nada kesal. “Aku lapar, tahu!”

“Iya dek, sebentar lagi,” jawab Raka cepat sambil mempercepat gerakan tangannya.

Beberapa menit kemudian, sepiring mie goreng lengkap dengan telur mata sapi tersaji di meja, Raka membawanya dengan hati-hati sambil sesekali meniup jarinya yang terkena cipratan minyak panas.

“Nih dek, hati-hati masih panas.”

Rasti yang sedang bermain ponsel bahkan tidak langsung menatap wajah suaminya, wanita itu hanya melirik makanan di meja lalu mengernyit.

“Cuma ini?” tanyanya dengan nada tidak suka.

Raka sedikit terdiam. “Di rumah tinggal itu, nanti kalau mas pulang kerja mas beliin yang enak ya.”

Rasti meletakkan ponselnya dengan kasar.

“Kamu tuh gimana sih, Mas? Kerja tiap hari tapi hidup kita gini-gini aja. Lihat suami orang lain, bisa ngajak istrinya makan enak, beliin tas, dan jalan-jalan. Kamu? Jangankan begitu, bikin sarapan aja seadanya.”

Kalimat itu menusuk lebih dalam daripada yang terlihat. Namun Raka hanya menundukkan kepala sambil tersenyum kecil, senyum yang lebih mirip usaha keras untuk menyembunyikan luka.

“Maaf ya dek, mas lagi berusaha.”

“Berusaha? Kata itu terus yang aku dengar!” Rasti berdiri sambil menyilangkan tangan di dada. “Kalau memang nggak mampu, jangan banyak alasan.”

Ucapan itu membuat suasana seketika terasa lebih dingin, Raka menggenggam jemarinya sendiri pelan, ada sesuatu yang sesak di dadanya, tetapi seperti biasa, ia memilih diam. Ia terlalu mencintai wanita itu untuk membalas perkataannya.

Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya muncul dari kamarnya dengan rambut masih berantakan. Ibu mertua Raka melirik meja makan lalu mendecak pelan.

“Rasti, sarapannya cuma mie?” tanyanya sinis sebelum menatap Raka tajam. “Kamu kerja sebenarnya dapat uang atau tidak sih? Anak saya kok hidupnya begini terus?”

Raka segera berdiri. “Maaf Bu, bulan ini agak seret karena kemarin saya bayar biaya rumah sakit Pakde...”

“Alasan saja!” potong wanita itu tanpa memberi kesempatan menjelaskan. “Sudah jadi laki-laki, nafkahi keluarga saja tidak becus.”

Kalimat itu terdengar biasa bagi mereka, tetapi tidak bagi hati seseorang yang setiap hari berusaha untuk bertahan, Raka hanya menunduk lebih dalam, tak ada yang membelanya dan tak tak bisa membantah apapun.

Padahal pagi tadi, sebelum matahari terbit, ia sudah berangkat mengambil kerja sambilan mengantar barang demi menambah penghasilan.

Tubuhnya bahkan belum benar-benar beristirahat, tetapi sesampainya di rumah, yang ia dapat hanyalah daftar pekerjaan rumah dan kata-kata yang mengikis harga dirinya sedikit demi sedikit.

Di atas meja kecil ruang tamu, ponsel Raka tiba-tiba bergetar, Sebuah pesan masuk dari bank.

Saldo masuk: Rp2.500.000

Belum sempat ia membaca lebih jauh, suara Rasti kembali terdengar. “Mas! Nanti siang transfer uang ya, mama mau bayar arisan, Doni juga katanya perlu uang jajan tambahan!”

Raka menatap layar ponselnya beberapa detik sebelum menghembuskan napas pelan.

“Baik dek...” jawabnya lirih, ia bahkan belum sempat memikirkan dirinya sendiri.

Siang harinya, Raka berangkat untuk mencari pekerjaan tambahan, matanya yang terlihat sayu berusaha untuk kuat demi memenuhi semua kebutuhan keluarganya.

Namun, begitulah Raka selalu berusaha kuat demi mempertahankan keutuhan keluarganya sendiri.

Tanpa ia sadari, sebuah mobil hitam terus mengikutinya dari kejauhan, di dalamnya pria berjas hitam terus berkomunikasi dengan seseorang melalui ponselnya dan terus melaporkan apa yang di lihatnya saat ini.

“Baik tuan, akan segera saya sampaikan pada tuan muda,” ucapnya sambil mengakhiri panggilan itu.

Akhirnya Raka tiba di sebuah rumah tua yang berantakan, seorang pria yang sedang menunggunya di halaman rumah itu langsung tersenyum begitu melihat kedatangan Raka.

“Akhirnya dateng juga, ngopi dulu aja Ka, kerjaannya santai kok,” ucapnya begitu Raka sampai di hadapannya.

Raka mengangguk pelan sambil tersenyum. “Bersihin rumah ini bisa seharian, berantakan banget Jo,” ujar Raka sambil memperhatikan halaman rumah yang di penuhi semak belukar itu.

Jono hanya terkekeh pelan sambil menyalakan sebatang rokok di tangannya itu. “Tenang aja bayarannya lumayan, soalnya rumah ini di beli juragan kaya, orangnya baik juga jadi santai aja,” timpal Jono.

Raka mengangguk pelan sambil duduk dan memperhatikan halaman rumah itu. Tapi, baru saja ia duduk dirinya di kejutkan dengan kehadiran pria berjas hitam di hadapannya, rahangnya langsung mengeras saat melihatnya.

“Tuan muda, sebaiknya Tuan memikirkan kembali tawaran Tuan Rendra.”

Deg.

Sementara Jono hanya diam dengan kebingungan, terlebih saat orang berjas hitam itu memanggil temannya tuan muda.

1
azizan zizan
hah... yah mau salah si watak utama ia tidak salah sih udah si ATHOR buat ia kayak gitu apa boleh buat...Yakan...
Mio Amore
lanjut bca
kite cuhi2 waktu bace
azizan zizan
maknanya Tim it Tim pengawal yang mc punya masih di lvl amatir lah gitu... Kerna bertindak dalam sesuatu kasus perlu makan waktu yang lama... masih lemah lalu gitu mcnya...
moch fachri: tenang, bukan lemah, Mc sebenarnya dah tau siapa yang jadi dalang, cuman dia tidak bertindak sesuka hati harus cukup bukti😄
total 1 replies
azizan zizan
Thor cuma saran aja kalau boleh jangan di ulang-ulang yang sama berterusan maksud saya perkataan di bab lepas jangan di ulang lagi di bab yang baru... jadi bosan baca Thor jika perkataan yang sama di ulang terus..
moch fachri: oke aman, ntar di perbarui di setiap babnya terimakasih kak udah mampir dan memberi masukan🙏😄
total 1 replies
LANY SUSANA
dasar ibu mertua gak tau diri...
masih sj menyalahkan raka
pdhal! sjk nikah raka jd sapi perah di kel rasti, tp msh tetep diam sj
LANY SUSANA
next Thor ceritanya cukup bagus....
azizan zizan
wahh.. ini bener2 mc yang tidak berguna Nih kerana seorang perempuan jalang ia sanggup membiarkan ibunya menderita sakit memang kurang Hajar ni Nih kurang sopan kesantunan Nih orang..
moch fachri: 🤣🙏 jangan emosi kak
total 1 replies
azizan zizan
perjuangan yang sia2.. udah hidup enak malah di buang untuk jadi orang yang tolol...kasihan bodoh amat..
juwita
kenapa g di talak dm si rasti nya. tar klo tau raka holang ky malah g mau diceraikan lg
juwita
sia" perjuangan km hidup miskin raka. ternyata di selingkuhin. udh enak jd holang kaya malah mau jd org miskin. coba lah tukaran posisi sm aq. biar aq ngerasain jd org ky banyak duit🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Jono kan yang nguli bareng Raka, kan? Bukannya dia udah tahu kalau Raka pewaris Pradipta Group?
moch fachri: ceritanya dia ngelag dan belum sadar kalo sahabatnya itu pewaris, jadi otaknya kan masih mencerna itu😄
total 1 replies
♋Ichageul💞
Curiga itu mantannya pak dokter🤣
moch fachri: 🤣tidak seperti itu
total 1 replies
Erchapram
Ulat bulu datang lagi 🤔
moch fachri: biar gereget😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
woow kurien
Dinar Keke
Bacanya langsung marathon dulu, tinggal momentary.
Hati hati Doni mending ditabung saja, kalau perlu deposito kan.
moch fachri: makasih kak udah mau mampir😄🙏
total 1 replies
LANY SUSANA
Dion sini nitip aku sj uangmu yg 10 juta ya
hati 2 lo ilang, lagian raka bukannya kasih ATM sj lbh simpel ya, ni dion pergi2 bw uang banyak lo, takutnya di smbil. nenek. lampir
♋Ichageul💞: Jangan, takutnya investasi bodong🤣🏃🏃🏃
total 2 replies
Mio Amore
apakah rasti mulai galau
moch fachri: rasti nanti galaunya pas liat Raka bawa bugatti🤣
total 1 replies
Mio Amore
lanjut
♋Ichageul💞
Iyalah nikah aja sama Selina, aku dukung
LANY SUSANA: aku juga dukung...
jodoh yg tertunda ni selama
sjk dulu di jodohin raka nolak tp selama udah cinta 😍
total 1 replies
LANY SUSANA
semoga lancar proses nya dan uang yg di beri unt dion ga di kasih ortu
siap2 ya farhan km nanggung hutang jel rasti🤣🤣🤣puyeng puyeng deck km
♋Ichageul💞: Doni, kenapa jadi Dion🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!