NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:79.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Senja

Satu malam mengubah hidup Keyla selamanya.

Dijebak oleh ibu tirinya sendiri, Keyla kehilangan kehormatan dan masa depannya. Pria yang bersamanya malam itu bukan pria sembarangan—Dominic, mafia berbahaya yang tak pernah tersentuh hukum.

Bagi Dominic, wanita hanyalah alat. Kecuali istri yang amat sangat ia cintai.

Namun tekanan dari ibunya memaksanya mencari seorang pewaris, sementara istrinya menolak memberinya anak.

Saat Keyla muncul dalam hidupnya, sebuah keputusan kejam diambil Dom terpaksa menjadikannya istri kedua.

Tapi siapa sangka, hubungan yang diawali dengan paksaan justru menumbuhkan rasa yang sulit dikendalikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Sama-sama Gelisah

Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya. Clara tak mampu memejamkan mata, meski sudah berusaha berbaring di atas ranjang.

Pikirannya terus berputar, menelusuri satu bayangan yang sama, tentang apa yang mungkin sedang terjadi di balik pintu kamar. Dimana Keyla san Dominic berada.

Biasanya, Clara tak mudah terusik. Apa pun yang dilakukan Dominic di luar sana, ia selalu memilih untuk tidak peduli. Baginya, menjaga harga diri jauh lebih penting daripada meributkan sesuatu yang tak bisa ia kendalikan.

Namun malam ini berbeda.

Entah kenapa, setiap kali membayangkan Keyla berada di dekat Dominic, dadanya terasa sesak. Ada rasa yang menggerogoti, sesuatu yang membuatnya tak rela.

"Haruskah aku mengetuk pintunya lalu masuk begitu saja?" gumam Clara pelan.

Ia terdiam sesaat, lalu menggeleng cepat.

"Ah, tidak… tidak!" desisnya, menolak mentah-mentah pikirannya sendiri. "Harga diriku bisa hancur. Jala-ng itu bisa besar kepala dan mengira aku cemburu padanya."

Clara bangkit dari tempat tidur dengan gerakan gelisah. Ia melangkah keluar kamar, berniat menenangkan diri. Langkahnya justru membawanya kembali ke tempat yang sama.

Clara berdiri di depan pintu, menatap tanpa berkedip, seolah berharap bisa menembus apa yang ada di baliknya.

Hening.

Tak ada suara.

Tapi justru itu yang membuat pikirannya semakin tak karuan.

Clara menggigit bibirnya, lalu mulai berjalan mondar-mandir di depan pintu seperti seseorang yang sedang berperang dengan dirinya sendiri.

"Argh! Aku harus bagaimana sekarang?!" gerutunya frustasi, tangannya mengepal erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Andai saja ia memiliki kunci duplikat, semua ini tak akan serumit ini. Ia tak perlu berdiri di sini seperti orang bodoh, diliputi rasa penasaran yang menyiksa.

Keputusan pun mulai terbentuk.

Dengan napas tertahan, Clara berbalik. Ia berniat turun dan meminta kunci cadangan pada pelayan. Setidaknya, itu lebih masuk akal daripada terus berdiri di sini tanpa kepastian.

Kakinya terhenti begitu ia sampai di ujung tangga. Sosok bocah kecil berdiri di sana.

Clara langsung mengeraskan rahangnya. Dari semua orang yang bisa ia temui malam ini, kenapa harus bocah itu?

"Sial!" Clara menghela napas panjang, mencoba menahan kesal yang tiba-tiba menguar. Bocah itu adalah satu-satunya orang yang selalu berhasil mengganggu rencananya.

"Mau apa bibi di depan pintu kamal paman?" tanya Zoey sembari mengucek mata dan memeluk boneka kelinci kesayangannya.

"Bukan urusanmu, bocah! Cepat kembali ke kamarmu dan tidur!" bentak Clara, wajahnya memerah menahan malu karena tertangkap basah sedang bertingkah seperti pencuri.

"Bibi kenapa malah-malah telus? Nanti wajah bibi keliput dan cepat tua, mau? Paman Dom kan ndak suka cama nenek-nenek," ejek Zoey dengan sisa keberaniannya.

Semenjak bertemu Keyla yang lembut, Zoey merasa punya energi tambahan untuk melawan istri pamannya yang sombong ini.

"Hei bocah! Tahu apa kau soal perawatan wajahku? Suamiku kaya dan punya banyak uang, jadi aku tak perlu khawatir akan menua! Uang Dominic bisa membeli sepuluh wajah baru jika aku mau!" Clara melangkah maju, lalu dengan kasar mendorong bahu Zoey hingga bocah itu jatuh terduduk di lantai.

"Aww! Cakit, Bibi!" teriak Zoey, matanya mulai berkaca-kaca menahan perih di pantatnya.

"Rasakan itu! Makanya jangan jadi anak nakal yang suka mencampuri urusan orang dewasa," ejek Clara tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Jika Zoey bukan keponakan kesayangan Dominic, Clara pasti sudah menyingkirkannya sejak dulu.

Zoey berdiri perlahan lalu membersihkan roknya yang sedikit berantakan. Namun, bukannya menangis lari ke kamar neneknya, ia justru menyeringai kecil.

Tangan mungilnya meraba saku rok, lalu mengeluarkan sebuah benda logam.

"Bibi mau ini, kan?" ucap Zoey sembari menggoyang-goyangkan benda itu di depan wajah Clara.

Itu adalah kunci cadangan kamar Keyla yang baru saja ia pinjam dari Marco. Lebih tepatnya, Zoey mengambilnya tanpa izin.

"Kunci? Berikan padaku, bocah nakal! Itu bukan mainan!"

"Wleeee! Tangkap Zoey dulu kalau bica!" Zoey menjulurkan lidahnya, lalu berbalik dan berlari kencang menuruni anak tangga dengan tawa mengejek.

"Kurang ajar! Berhenti kau!" geram Clara mengejar dari belakang.

Bocah itu tidak lari ke taman, melainkan langsung menuju sayap kanan mansion, tepat ke arah kamar Elise dan Diego.

Clara mendadak menghentikan langkahnya di ujung tangga. Ia tahu persis, jika ia terus mengejar Zoey sampai ke kamar mertuanya dengan pakaian seksi seperti ini, tamatlah riwayatnya.

Zoey benar-benar licik! Harapan Clara untuk menyelinap masuk dan membawa Dominic kembali ke kamarnya pun pupus seketika.

*

*

Jam dinding berdetak pelan, menunjuk angka tiga dini hari. Dalam keheningan itu, Keyla perlahan terbangun. Tenggorokannya terasa kering, seolah tak setetes pun air tersisa di sana. Ia mencoba bergerak, namun seketika tubuhnya menegang.

Ada beban hangat di pinggangnya. Sebuah lengan besar melingkar erat, menahannya tetap di tempat.

Dominic masih tertidur pulas, wajahnya begitu dekat hingga Keyla bisa merasakan hembusan napasnya yang teratur. Pelukan itu kuat, seakan Dominic takut Keyla akan menghilang jika sedikit saja ia melepasnya.

Keyla menatap wajah itu dalam diam. Untuk pertama kalinya, ia melihat sisi lain dari Dominic. Garis-garis dingin yang biasanya tegas kini melunak dalam tidur, digantikan ketenangan yang terasa asing tapi menenangkan.

Anehnya, Keyla tidak marah.

Tidak ada dorongan untuk memberontak. Setelah badai yang menghantam dirinya beberapa jam lalu, pelukan ini justru memberinya rasa aman yang tak pernah ia duga.

"Airnya habis…" gumamnya lirih, matanya melirik gelas kosong di meja samping tempat tidur.

Dengan hati-hati, ia mengangkat tangan Dominic yang masih melingkar. Gerakannya perlahan, nyaris tak bersuara, seolah takut membangunkan pria itu.

Setelah beberapa detik yang terasa panjang, akhirnya ia berhasil melepaskan diri.

Keyla turun dari ranjang, telapak kakinya menyentuh lantai dingin. Tanpa banyak berpikir, ia berjalan menuju pintu dan membukanya.

Lorong mansion itu cukup gelap. Sebagian besar lampu telah dipadamkan, menyisakan bayangan panjang yang menelan setiap sudut. Keyla menelan ludah.

"Astaga… gelap sekali," bisiknya, tangannya meraba dinding sebagai penuntun.

Setiap langkah terasa berat. Bayangan masa lalu yang ingin Keyla lupakan justru muncul kembali. Kenangan saat ia dikurung oleh Siska di ruangan gelap dan sunyi seakan hidup kembali di sekelilingnya.

Dalam benaknya, banyak monster kecil mulai menari-nari, mengintai dari setiap sudut.

Keyla mencoba mengatur napas, menenangkan diri, tapi rasa haus itu lebih kuat.

Langkahnya terus berlanjut hingga Keyla tiba di tangga besar yang melingkar. Tangga itu menjulang, terlihat semakin mengerikan dalam gelap.

Satu langkah, dua langkah. Telapak kakinya yang tanpa alas menginjak sesuatu yang licin.

"Aaaaaa!" teriak Keyla dengan histeris saat tubuhnya kehilangan keseimbangan.

1
Mulaini
Bukan Keyla yang mengerjai mu tapi calon anak mu Dominic hehehe...
Mineaa
waaaaaahhhh.... sungkem ane sama daddy Jae....tuh anak laki perlu di kasih faham biar kembali ke jalan yang benar......👍.....

Naahh..... tinggal si Dom calon daddy nich...walau sedang mengalami Couvade syndrome tetep semangat.... untuk memperjuangkan istri dan anakmu....
fighting.......💪🔥🔥🔥🔥🔥
Yensi Juniarti
biar tau rasanya orang hamil itu susunya gimana...
biar para laki itu GK semena mena 🤭🤭🤭
Dew666
💝💝
angel
thor jangan lama" buat dominicio ketemu istrinya ya🤭
partini
hukumnya ya hukuman mafia Dong ,suruh mengurus di tapal
batas kan sibuk jadi lupa
plus kasih seseorang yg tengil suka" dia.
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
MamDeyh
Damian GK salah jg sih.. Kan dia gk tau jg kalo Keyla adiknya😀
Uthie
Di tegasin aja pak Jayden si Damian 👍😌
olyv
hayooooo cepat jawab damian
olyv
keyla hamidun /Grin/
Indah Wahyuni
Alhamdulillah sudah nangkring di ranking 20 semoga retensinya juga bagus
Senja: Aamiin, makasih kakakk selalu mantau🙏🤲
total 1 replies
erviana erastus
hajar anakmu Jayden.... selain ngecanin kayla di juga tidur sama clara istri nya dominic kamu kan ayah yg hebat selidiki 😏
tinie: iya setuju
kelakuan Damian memang murahan😁
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut doubel up pupung masih anget2 thor
Senja: 🤣 siappp kk
total 1 replies
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Pawon Ana
kapok kuwe kang Damian 🤣
diamok bapakmu kuwe🤣
Senja: Wkwkwk
total 1 replies
Mulaini
Damian jawab tuh pertanyaan ayahmu dengan jujur gak usah bertele-tele.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
damian pengecut
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
damian pengecut
Mineaa
Bagus lah kalau orang tua Keyla masih punya hati......
Buang aja damian sono ke antartika...
kalau udah sembuh baru boleh pulang....
bikin kacau aja........😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!