NovelToon NovelToon
Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:679.4k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

Sepuluh tahun pernikahan dan ribuan jarum suntik hanya menyisakan hampa bagi Zira Falisha. Demi cinta, ia mengizinkan wanita lain meminjamkan rahim untuk benih suaminya, Raka. Namun, ia tak menyangka keputusan itu justru membuka pintu perselingkuhan. Raka tidak hanya berbagi prosedur medis, tapi juga berbagi hati di belakangnya.

Namun, siapa sangka kehancuran rumah tangganya justru dimanfaatkan oleh pria yang berusia jauh lebih muda darinya, Kayden Julian Pradipta.

"Zira, minta suamimu untuk tidak campur tangan tentang hubungan kita."

"Dasar tidak waras!"

"Pria tidak waras ini masih mencintaimu, Sayang. Kutunggu jandamu."

Jika dulunya Kayden merelakan Zira menikahi pria lain, tapi saat ini ia tak mau lagi membiarkan wanita itu bersama pria yang menyakitinya. Ditambah, kehadiran seorang bocah menggemaskan yang memanggil Kayden dengan sebutan Papa.

"Oh, Mama balu Zayla? Yang kemalen itu nda jadi, Papa beal?"

Apakah Kayden berhasil merebut Zira dari suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cepatlah Bercerai

Setelah mendengar penjelasan panjang lebar yang disampaikan Kayden mengenai asal-usul Zayra, barulah Xavier paham sepenuhnya. Pria itu mengelus dadanya berkali-kali, berita itu benar-benar mengejutkannya. Xavier merasa seolah malam ini ia dijebak dalam sebuah wahana roller coaster informasi yang tak ada habisnya, padahal niat awalnya datang hanya untuk singgah sejenak melepas rindu.

"Zayla ngantuk, cudah belaaat mata ini, lihat dolal pun nda canggup," gumam Zayra pelan sembari mengusap matanya dengan punggung tangan yang mungil.

"Ayo sini sama Aunty," ajak Zira lembut. Ia menggandeng tangan Zayra, membimbing bocah itu menuju kamar untuk beristirahat, meninggalkan kedua pria itu di ruang tengah yang kini hanya ditemani kepulan uap dari teh hangat yang baru saja disajikan oleh pelayan.

"Kenapa kamu datang ke London? Bagaimana kabar istri dan anakmu di Indonesia?" tanya Kayden sembari meraih secangkir teh dan menyeruputnya perlahan, membiarkan kehangatan cairan itu meredakan radang di tenggorokannya.

"Aku datang karena ada urusan bisnis mendadak di sini, sekalian ingin menjengukmu. Kata Elvar kamu sedang sakit, Bang. Besok pagi aku sudah harus kembali ke Indonesia. Kasihan istri imutku jika harus tidur sendirian terlalu lama tanpaku," ucap Xavier yang langsung membuat Kayden mendelik kesal karena pamer kemesraan yang tidak pada tempatnya.

"Tumben sekali kamu khawatir. Pasti ada maunya, kan? Ingin apa?" tuduh Kayden yang membuat Xavier menganga tak percaya.

"Apa yang kumau darimu, Bang? Saldo rekeningku sudah unlimited, istri ada, anak pun punya. Aku sudah dua langkah lebih maju darimu dalam urusan kehidupan, hahaha!" ledek Xavier dengan tawa kemenangan. Sementara itu, Kayden hanya bisa memasang raut wajah kesal yang sangat kontras dengan wibawanya sebagai pengusaha.

"Sudah sana pulang, kamu hanya mengganggu ketenanganku saja," desis Kayden.

Xavier menyengir tanpa dosa. "Menginap semalam boleh lah, Bang. Boleh ya? Besok pagi-pagi sekali aku langsung ke bandara, janji," ucap Xavier dengan nada memohon yang dibuat-buat.

Kayden sebenarnya merasa malas. Kehadiran keponakan jauhnya ini berarti ia tidak bisa bebas berduaan atau bermanja-manja dengan Zira. Namun, menyuruh Xavier pergi di jam selarut ini juga bukan tindakan yang bijak. Ah, sudahlah, ia masih punya sedikit sisi baik sebagai seorang paman, bukan?

"Ingat, hanya semalam." Kayden mengangkat satu jari telunjuknya, menatap tajam ke arah Xavier yang langsung mengangguk cepat layaknya kucing yang baru saja diberi ikan.

Suasana kembali hening sejenak. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing yang berkecamuk. Sampai akhirnya, Xavier membuka suara kembali dengan nada yang lebih serius.

"Bang, jujur padaku. Apa Kak Zira sudah mulai jatuh cinta padamu?"

Kayden terdiam. Ia menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong, seolah mencoba mencari jawaban di antara bayangan lampu kota yang menembus jendela kaca. "Sepertinya belum. Aku masih bisa melihat sisa-sisa cintanya pada Raka, meski luka itu sudah sangat dalam."

Xavier menghela napas kasar. "Abang tidak takut sakit hati lagi? Kak Zira bukan orang yang mudah ditebak, dia tipe wanita yang sulit jatuh cinta. Bagaimana jika ... setelah bercerai nanti, Kak Zira justru memilih untuk menyendiri atau bahkan menikah dengan pria lain yang bukan Abang?"

Pertanyaan Xavier membuat dada Kayden bergemuruh hebat. "Dulu, Zira menikah dengan Raka karena aku memilih untuk mengalah. Aku memilih mengubur perasaan ini dalam-dalam dan menyerah sebelum berperang. Tapi kali ini, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk kedua kalinya. Justru yang sekarang paling aku sesali adalah kenapa saat itu aku tidak hancurkan saja pernikahan mereka sejak awal."

"Eh?!" Xavier menganga tak percaya. Pemikiran pamannya ini benar-benar di luar nalar sehat.

"Menjadi pebinor ternyata seru juga kalau tujuannya untuk menyelamatkan dia. Kamu tidak mau coba?" ucap Kayden yang langsung mendapat tawa sinis dari Xavier.

"Kamu mengajak senior untuk mencoba, Bang Kay?" ledek Xavier.

"Sial. Diamlah," desis Kayden yang membuat Xavier tertawa keras, memecah kesunyian malam di kediaman mewah itu.

.

.

.

.

Keesokan paginya, Kayden terbangun dengan perasaan yang jauh lebih baik. Meskipun tubuhnya belum pulih seratus persen, namun rasa lemasnya sudah banyak berkurang. Ia berjalan keluar kamar, menuruni tangga melingkar, dan melangkah menuju dapur karena aroma masakan yang menggoda selera.

Langkah kaki Kayden terhenti saat matanya menangkap sosok wanita dengan rambut yang dicepol asal, tengah sibuk di depan kompor. Zira terlihat menggendong Zayra di pinggangnya sembari tangan satunya dengan lihai mengaduk masakan. Pemandangan domestik yang selama ini hanya ada dalam impian Kayden, kini terpampang nyata di depan matanya.

"Molning belondong," celetuk Zayra tiba-tiba saat menyadari kehadiran Kayden.

Zira tersentak kaget dan menoleh, mendapati Kayden yang sudah berdiri di sana dengan raut wajah kesal karena panggilan Zayra.

"Belondong mau calapan? Minta cama Bibi pilang kemalen itu, ini ictli olang lagi buatin Zayla cucu cebental, calapan Zayla juga, pokoknya ictli olang punya Zayla," ucap bocah itu dengan posesif, memeluk leher Zira erat.

"Bisa singkirkan bocah menyebalkan itu dari sana, Zira?" desis Kayden gemas.

Zira justru terkekeh melihat persaingan antara ayah dan anak itu. "Oh ayolah, dia hanya anak kecil, Kay. Kemarilah, cobalah masakanku. Sudah lama sekali aku tidak menyentuh dapur."

Zira menyendokkan sedikit nasi goreng yang baru saja matang dan mengarahkannya pada Kayden. Kayden mendekat, namun alih-alih menerima sendok itu, ia justru meraih tangan Zira dan membimbingnya sendiri menuju mulutnya.

Sentuhan kulit Kayden yang hangat terasa seperti arus listrik yang menyengat hati Zira. Jantungnya berdebar kencang secara tiba-tiba, sementara Kayden dengan santai mengunyah nasi goreng itu sembari terus menatap mata Zira.

"Hmm, rasanya sedikit asin," komentar Kayden.

"Oh ya? Masa sih? Padahal aku sudah mengukurnya," ucap Zira panik, hendak mencicipi masakannya sendiri.

"Iya, asin. Sepertinya kamu sudah tidak sabar ingin menikah denganku ya?" goda Kayden dengan senyum nakal.

"Eh?" Zira tidak menyangka respon Kayden akan serandom itu.

Kayden sedikit menundukkan wajahnya, memangkas jarak hingga napasnya terasa di wajah Zira. Ia menatap Zira dengan tatapan lekat yang sangat intens. "Cepatlah bercerai, Zira. Aku benar-benar tidak sabar ingin melihatmu setiap pagi menyambutku dengan kecantikanmu yang seperti ini di rumah kita sendiri."

Gombalan maut itu sukses membuat pipi Zira bersemu merah bak kepiting rebus. Namun, momen romantis itu tidak bertahan lama karena sebuah pukulan mungil mendarat tepat di pipi Kayden.

Bugh!

"Arghh! Zayra!" pekik Kayden kesakitan sembari memegangi pipinya.

"Papa kenapa liatnya begituuu, Zayla takut tau ndaaaaa!" teriak Zayra penuh emosi, seolah sedang melindungi Zira dari predator.

Zira tidak bisa menahan tawanya lagi. Ia tertawa terbahak-bahak melihat Kayden yang kini mengaduh kesal sementara Zayra memasang wajah garang.

"Cembalangan jadi olang tua," cicit Zayra yang masih merasa kesal.

____________

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
dasar wanita. maunya dibujuk rayu 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
karma itu xavi
Teh Yen
aah Xavier ayah idaman d om terbaik hihii 😁
~Ni Inda~
Bkn mageeell mikiiil Zay...dialeee otaknyaaa🤣🤣🤣
Teh Yen
s Sofia mah halu udh tau kay nya engg mau knp maksa wooyyyy
Syifa Azhar
berharap raya gak makin tantrum karena ayah tersayang malah jemput sambil bawa buntelan cabai😂😂😂
Lanjar Lestari
ternyata cinta sendiri Sofia g sadar cuma di jadikan oelarian sesaat sm Kayden di hati tetap Zira🤣🤣🤣
Nureliya Yajid
Semangat lanjut thor
bunda fafa
alamak...bukan magel mikil zay.. astogeee zay..sdh digendong pun msh sj komplen🤣
bunda fafa
calon2 emak2 bawel dan ras terkuat di bumi tdk mau disalahkan🤣🤣 giliran gak mau diajak dibilang pasrah 😆nanti dipakca katanya pemaksaan 🤣🤦ribet kali jd bodel🤣🤣
bunda fafa
habisnya hrs gmn kl gak PASRAH zay🤣🤣 hrs memohon dan merayu2 biar km ikut jemput raya gt?🤣🤣
faridah ida
ooaalaaa nih bocil drama nya banyak banget kamu Zayra ...😂😜
bunda fafa
ikut sj zay..nanti bs beli telol gulung 🤣
bunda fafa
keren si zayra..lg nunggu masa depan loh dia 🤣🤣
Naviah
magel mikil gak tuh 😭🤣
bunda fafa
kentut2 gt hasil cebong mu looh piir🤣🤣
bunda fafa
jagoan maunya sm mama Nara sj papaa..Sono papa sama kak raya sj😁
Naviah
bikin ngakak 🤣
Rahmat
thor banyakin bahasa alien bocil cadelx karna itu keren
Naviah
hahaha oh ternyata mau dibujuk Zayla 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!