Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Blak Blakannya Arsa
Setelah akad nikah dan prosesi sungkeman selesai, acara pagi ini pun selesai, para tamu undangan di persilahkan untuk menikmati semua fasilitas di hotel dan mempersiapkan diri untuk menghadiri resepsi yang akan di adakan nanti malam.
Acara pagi ini di tutup dengan pengambilan foto foto, karena terasa mengantuk Aurel dan Arsa memilih menyudahinya dan beristirahat di kamar pengantin.
" Sayang, bagaimana perasaanmu?" Tanya Arsa pada saat mereka tengah berdua di kamar pengantin.
" Aku? Biasa aja." Ucap Aurel sambil membuang mukanya.
" Jadi aku sendiri yang nervous setengah mati ni, aku sampai enggak tidur semaleman loh yang gara gara hafalin kalimat ijab qobul." Ucap Arsa pura pura kesal, ia tahu kalau Aurel juga merasa nervous sampai sebelum akad nikah selesai tadi, bahkan ekspresi nervous Aurel sekarang sangat lucu dimatanya.
Aurel tak menjawab lagi, gadis itu tengah terlihat sibuk sedang melepaskan satu persatu hiasan di atas kepala nya.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 13.00 wib, meski baru akad nikah saja namun prosesinya menghabiskan waktu cukup lama dan melelahkan namun ada kebahagiaan tersendiri.
Aurel terlihat kesusahan saat membuka resleting kebayanya dari belakang, Arsa yang melihat itu mendekat dan membantu membukakan resleting kebaya Aurel.
" Kalau sulit membukanya kenapa tidak meminta bantuan ku?" Arsa berbisik di telinga Aurel, dengan sengaja tangannya memberikan sentuhan sentuhan kecil pada punggung putih Aurel, membuat gadis itu tersentak, seperti ada sengatan sengatan kecil menyentuh punggungnya.
" Arsa, jangan begini, geli" ucap Aurel saat Arsa mendekatkan bibirnya di telinga Aurel, gadis itu merasakan sensasi geli dan sedikit risih atas perlakuan Arsa.
Arsa sengaja menggoda Aurel untuk membuat nya lebih rileks.
Setelah resleting kebaya Aurel terbuka sempurna, tak ingin lama lama bersama Arsa yang terus menggoda nya
Aurel berlari ke kamar mandi untuk mengganti baju.
10 menit Aurel di dalam kamar mandi, saat ia keluar dari sana, gadis itu melihat Arsa yang sudah terlelap di atas ranjang pengantin, sepertinya Arsa sangat kelelahan dan mengantuk karena semalaman tidak tidur.
Pun sama dengan Aurel, ia sama mengantuk nya, akhir nya Aurel berbaring di samping Arsa dan mereka tertidur bersama sambil menunggu untuk acara resepsi.
*
*
" Dimana ni pengantin kita?" Tanya Monti
" Mereka tadi naik ke lantai atas deh." Jawab Amel
" Jangan bilang mereka mau unboxing siang siang begini." Celetuk Sam.
" Bisa jadi tuh, secara Arsa kan udah kebelet nikah tuh." ian tertawa
" Emang udah ada yang kasih kado ya, bukan nya resepsinya masih malem." Arum dengan polos nya bertanya.
Seketika mereka saling pandang dan kemudian tergelak bersama.
" Apa sih kok malah pada ketawa?" Arum menjadi kesal
" Bukan begitu sayang, tadi ada beberapa yang udah kasih kado kok." Jawab Agra
" Bener Ar, mereka udah enggak sabar buka kado." Sam tak bisa menahan tawa lagi.
" Kok aku berasa di ketawain aja si yang." Arum misuh misuh menarik narik lengan baju Agra.
"Enggak usah di ladenin sayang, Sam kan gitu orangnya." Ucap Agra, " mending kamu istrahat gih, nanti malam kan mau resepsi Aurel,, biar saat kamu jadi bridesmaid tetap segar dan cantik." Agra menyelipkan rambut Arum yang sedikit berantakan.
" Hemmm, Mell, Sen kita ke kamar yuk." Ajak Arum.
" Ayo, dari tadi gue udah pegel ni pakai kebaya." Ucap Senna
" Tapi kamu cantik pakai itu sayang." Ucap ian memuji kekasih nya.
" Tapi enggak nyaman ian, aku mending pakai baju besi deh dari pada baju ini." Senna yang tomboy masih belum terbiasa jika memakai baju baju feminim.
" Ya masa kamu mau pakai baju besi ke kondangan?" ian terkekeh membayangkan tunangan nya memakai baju besi.
" Ishh, kamu bayangin apa coba?" Tanya Senna kesal, sepertinya ia tau apa yang di pikirkan ian.
" Jangan kesal sayang, sudah gih sana kamu istrahat." Ucap ian lembut pada Senna.
Senna mengangguk, sementara itu Amel juga meminta ijin pada Monti untuk istirahat di kamar.
" Sayang aku ikut Arum dan Senna ya."
Monti hanya mengangguk, " iya sayang, selamat istirahat ya." Monti memegang wajah Amel.
" Kamu juga istrahat juga ya, aku ke atas." Ucap Amel.
Lalu ketiga gadis itu pergi ke kamar yang di peruntukan untuk tamu khusus dan kerabat dekat saja.
**
Arsa membuka mata perlahan, ia pun tersenyum saat melihat wajah istri nya tepat di depan wajah nya.
Arsa sedikit beringsut membenarkan posisi tubuh nya agar bisa lebih nyaman saat memandangi wajah Aurel.
Di lirik nya arloji di tangan kirinya yang masih menunjukan pukul 16.30, Masih ada waktu 3 jam menuju resepsi, ia bisa lebih lama memandangi wajah Aurel.
30 menit kemudian, Aurel bangun karena mendengar suara ketukan di luar kamar nya, namun tubuh nya terasa berat karena saat ini Arsa menindih tubuh nya.
" Sayang bangun." Aurel menepuk nepuk wajah Arsa.
" Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Arsa.
" Hemmm, kita harus bersiap siap buat acara resepsi nanti malam." Jawab Aurel.
Masih ada waktu 2 jam lagi, toh udah ada yang mengurus nya, kita tidur lagi saja." Arsa malah semakin mengeratkan dekapan nya pada Aurel.
" Arsa, Aurel,, bangun nak, kalian harus siap siap." Suara Mommy Manda terdengar dari luar kamar.
" Sayang dengar, Mommy udah manggil kita tuh." Ucap Aurel.
" Biarin aja." Arsa tak juga bergerak dari tempatnya.
" Ish." Aurel kesal karena tingkah Arsa, dengan gemas ia mengigit lengan Arsa yang melingkar di atas dada nya.
" Auuhhh." Arsa menjerit dan langsung melepaskan Aurel, " Sayang, emang nya tangan ku kelihatan kaya apa si, main gigit gigit aja." Gerutu Arsa
" Habis nya aku terlanjur gemes sama kamu, susah banget di banguninnya." Aurel berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.
Arsa masih mengelus lengan nya yang habis di gigit Aurel, " Awas kamu ya, aku bales nanti." Ucap Arsa sambil melihat istrinya masuk kedalam kamar mandi begitu saja.
Sementara itu pintu kamar masih di gedor gedor dari luar oleh Mommy Manda dengan tidak sabar, Dengan lunglai Arsa membuka pintu.
" Kenapa si Mom?" Tanya Arsa.
" Kalian sedang apa si, lama sekali buka pintu?" Tanya Mommy Manda.
" Ngapain nanya si Mom, kalau pengantin baru biasa nya ngapain coba." Ucapan Arsa membuat malu Amel, Senna yang juga ada di sana.
" Dasar anak nakal, kalau ngomong suka blak blakan aja, mana Aurel ?" Mommy Manda menjewer kuping Arsa sambil mendorongnya masuk kedalam kamar.
" Mom sakit." Keluh Arsa, ia heran kenapa dua wanita yang di cintainya suka sekali melakukan KDRT terhadap nya.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka, Aurel mematung saat melihat Mommy Manda menjewer suami nya di depan pintu kamar mandi.
Manda segera melepaskan telinga Arsa saat melihat Aurel yang baru saja keluar dari kamar mandi.
" Sayang, ayo cepat, kamu harus make up dulu, malam ini kamu harus jadi wanita yang paling cantik." Manda menarik tangan Aurel dan langsung membawa menantunya itu ke ruang make up, Aurel hanya bisa pasrah mengikuti Mommy mertua nya, untung saja ia sudah berpakaian lengkap saat keluar dari kamar mandi.
" Arsa, kamu cepat juga ganti baju dan siap siap." Ucap Mommy Manda sebelum membawa Aurel tadi.
Semangat 💪💪