Sekolah internasional terkenal dijakarta yang bernama Grand Imperial Academy, sedang disibukan dengan kedatangan siswa-siswi baru, yang sedang melakukan masa orientasi.
Anaya menjadi salah satu siswi baru di Grand Imperial Academy, ia bersekolah disana karena ada kedua abang kandungnya dan juga abang sepupunya yang bersekolah disana dan sudah menjadi siswa kelas 12 yang merupakan panitia orientasi juga.
Helga si Ketua OSIS yang tak pernah terlihat senyumannya sedikitpun menjadi icaran banyak siswi di Grand Imperial Academy.
Namun senyum Helga mulai muncul saat ia mulai tertarik dengan Anaya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NLiRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEDIAMAN WIRANTA
Kediaman Wiranta
Pagi menyelimuti suasana hangat di kediaman Wiranta.
Farraz masuk ke kamar adiknya yang bernuansa pink.
Klekkkk, pintu kamar dibuka dan terlihat seorang gadis yang masih tertidur lelap diatas kasur empuk.
"Ana... anaya, bangun dek" ucap Farraz dengan lembut sambil mengeluh pipi adiknya.
"Eummm, sebentar lagi abang" lenguh Anaya yang masih memejamkan matanya.
"Gak bisa Ana, ini sudah jam setengah tujuh dan hari ini, hari pertama kamu masuk sekolah. Kamu gak lupakan hari ini MPLS pertama" ucap Farraz lagi dengan lembut.
"Ah, ya ampun abanggg, aku lupaaa" teriak Anaya yang langsung bangkit dari kasurnya.
"Gawat... ini gawatt,, abang Ana gak mau telat, Ana gak mau dihukum" ucap Anaya yang mondar mandir karena panik.
"Anaya,,, gak akan telat kok, kalau kamu mandi dan siap-siap sekarang, lalu kamu segera turun kebawa untuk sarapan" ucap Farraz dengan lembut sambil memegang kedua bahu adik kesayangannya.
"Oke, abang tungguin Ana dibawa, Ana akan mandi dan bersiap-siap secepat kilat. Pokoknya abang jangan tinggalin Ana" ucap Anaya yang langsung lari ke kamar mandi.
Farraz hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat kelakukan adik kecilnya itu.
Farraz kemudian turun ke lantai bawah menuju meja makan yang dimana disana sudah ada empat orang yang menunggu. Andreas, Sinta, Mahesa dan William.
Andreas dan Sinta merupakan orang tua dari Farraz, Mahesa dan Anaya, sedangkan William merupakan keponakan dari Sinta. William tinggal di kediaman Wiranta sejak ia masih sekolah dasar, dikarenakan kedua orang tua William yang sudah meninggal dunia karena kecelakaan.
William sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Andreas, tak ada perbedaan perilaku antara William dan juga anak-anak Wiranta.
"Ana sudah bangun, Farraz? " tanya Sinta pada putra pertamanya.
"Sudah ma, lagi mandi" sahut Farraz sambil menarik kursi di samping William.
"Ah, aturan tadi Mahes aja ma, yang bangunin adek" ucap Mahesa yang kesal karena Sinta tak mengizinkan Mahes membangunkan Anaya.
"Lo mah bukan bangunin Ana, tapi mau bikin Ana nangis" celetuk William yang kesal dengan kelakuan Mahesa.
"Tau tuh, gak kasian apa lihat adek nangis terus gara-gara lu" celetuk Farraz yang juga kesal pada kembarannya itu.
"Yeee, seru tahu gangguin adek, gemes" sahut Mahesa yang melirik William dan kembarannya, Farraz sambil tersenyum.
"Udah, gak usah ribut. Gak baik ribut di depan makanan" ucap Andreas yang menengahi.
"Kalian ini ya, selalu saja meributkan adek kalian" ucap Sinta yang tersenyum.
"Habisnya Mahes tante, suka banget bikin Ana nangis" ucap William.
"Yeee, adek gue tu" sahut Mahesa nyolot.
"Adek sepupu gue" sambil William yang tak mau kalah.
"Adik kalian semua" sahut Andreas lagi.
"Oh ya, papa mau kalian jaga Ana dengan baik di sekolah, papa gak mau terjadi hal yang buruk pada adik kalian" ucap Andreas dengan serius.
"Baik pa, Farraz bakal jagain adek dengan baik" sahut Farraz.
"Tenang aja pa, papa bisa percayakan adek sama Mahes pa, aman" sahut Mahesa dengan penuh percaya diri.
"Iya om, kam.... " ucap William yang langsung diselah oleh Andreas.
"Wil... kamu sudah tinggal di sini dari umur 8 tahun dan sekarang umur kamu mau 17 tahun. apa belum bisa memanggil kamu ini dengan sebutan papa dan mama juga" ucap Andreas pada William.
"William masih sungkan om. William ada di sini aja sudah sangat bersyukur karena gak tinggal sendirian di rumah peninggalan mama dan papa William" ucap William yang menundukkan kepalanya.
"Nak, dengar baik-baik, kamu ada anak dari adik istri saya, Sinta. Kedua orang tua kamu menitipkan kamu kepada om dan tante, semenjak om dan tante bawa kamu ke rumah ini, kamu adalah anak om dan tante juga" ucap Andreas dengan tulus.
"Bener Willi, tante akan sangat senang jika kamu ikut memanggil kami dengan sebutan mama dan papa" sahut Sinta dengan tulus.
"Papa mau kamu juga ikut merasakan hangat kasih sayang dari orang tua nak, dan itu semua dari om, tante, Farraz, Mahes dan Ana juga" ucap Andreas yang membuat air mata William mengalir.
"Makasih Ma, Pa" ucap William untuk pertama kalinya dan membuat Andreas dan Sinta tersenyum hangat.
"Will pikir, William gak akan pernah merasakan kehangatan dan kasih sayang dari orang tua lagi semenjak orang tua will meninggal, tapi nyatanya kehangatan dan kasih sayang yang penuh selalu willi dapatkan dari keluarga ini" ucap William yang bangkit dari duduknya dan memeluk Andreas.
Sinta yang melihat pemandangan hangat itu langsung menghampiri William dan suaminya, kemudian mengusap punggung William
"Kami disini nak, kami ada untuk kamu" ucap Sinta dengan lembut.
"Kita keluarga, jangan pernah merasakan kesepian, minta apapun yang kamu inginkan sama papa, jangan sungkan" ucap Andreas yang masih memeluk William.
"Mahes juga pa" celetuk Mahesa.
"Elu ah, suasana lagi haru gini main ngehancurin vibes aja" kesal Farraz.
"Kembaran kamu emang gak pernah tau momen bang" ucap Sinta yang kembali ke tempat duduknya.
"Hah, ada apa ini? " tanya Anaya yang baru turun kebawah.
"Kok abang Wil nangis? " tanya Anaya yang menghampiri meja makan.
"Ada yang Ana lewatin ya? " tanya Anaya lagi.
"Gak ada sayang" ucap Sinta yang mencium pipi putri kesayangan.
"Cup selamat pagi Ma" ucap Anaya yang mengecup pipi mamanya.
"Iya sayang" sahut Sinta yang tersenyum.
"Cup selamat pagi Pa"sambung Anaya yang menghampiri papanya dan juga mengecup pipi papanya.
Selamat pagi juga princess papa" sahut Anderas dengan tersenyum hangat melihat putrinya.
"Abang gak di cium nih? " tanya Farraz yang cemberut.
"Hehehhe, cup, selamat pagi abanggg" ucap Anaya sambil mengecup pipi Farraz.
"Morning tuan putrinya abang" sahut Farraz dengan lembut.
"Abang williiii, eummm, jangan nangis-nangis lagi ya, nanti diejek sama bang Mahes" ucap Anaya yang menghampiri William dan memeluknya dengan erat.
"Hahahaha, abang gak nangis karena cengeng kok, iya kan Pa" ucap William yang tersenyum.
"Hah, bang Wil udah panggil papa jugaa, yeeeee" ucap Anaya dengan heboh.
"Iya dong, kan abang Wil, anak papa juga" sahut Andreas.
"Yeee, Ana sayang sama abang Wil, cup" ucap Anaya yang juga ikut mencium pipi William.
"Abang juga sayang Ana" sahut William yang mengelus rambut Anaya.
"Abang engga nih? " tanya Mahesa yang menunggu gilirannya dicium oleh adik kecilnya.
"Hahaha, abang cemburu ya" ejek Anaya samb tertawa
"Iya lah, abang cemburu" ucap Mahesa tanpa bantahan.
"Cup, sayang abang Mahes juga" ucap Anaya yang mengecup pipi Mahesa juga.
"Abang juga sayang sama adik kecil abang ini" sahut Mahesa yang mengacak-acak rambut Ana karena gemas pada adiknya.
"Ihhh abang jangan dong, nanti rambut Ana berantakan" rengek Anaya yang kesal.
"Dan satu lagi, Ana sudah besar abang, Ana gak kecil lagi" sambung Anaya dengan wajahnya yang masih cemberut.
"Hahaha besar apanya, masih kecil juga ni, segini" ucap Mahesa yang semakin menganggu dan membuat tangan bentuk kecil 🤏.
"Bang Farraz, Bang Wil... " rengek Anaya yang mengacu pada Farraz dan William.
"Hesss" "ucap keduanya berbarengan.
"Iya-iya maap, adek udah besar kok, saking besarnya sampai ngelewatin abang nih" ucap Mahesa yang masih menganggu Anaya.
"Mahesa... " ucap Andreas dan Sinta barengan.
"Upss, oke sorry" sahut Mahesa.
"Udah cepat sarapan, nanti telat ke sekolah" putus Andreas.
Merekapun langsung sarapan pagi bersama sambil sesekali Mahesa terus menganggu Anaya.
...****************...
...****************...
...****************...
Hai udah lama author gak up cerita, so kali ini author up cerita baru yang bertemakan anak sekolah lagi. mohon dukungannya, maaf kalau banyak kata yang typo. Jangan lupa Like, Comment dan Sarannya. Jujur saran dari kalian bisa menjadi motivasi bagi author untuk baut jalan cerita. Makasih semuanya, selamat menikmati....
...****************...
...****************...
...****************...