NovelToon NovelToon
My Possessive Mafia

My Possessive Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Balas Dendam / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Bagaimana jika ginjal yang ada di tubuhmu ternyata milik adik seorang mafia, dan sejak saat itu hidupmu berada dalam ancamannya?

Bahkan setelah berhasil lolos dari kematian, kamu masih harus menghadapi bayang-bayang maut dari mafia kejam yang tak pernah berhenti memburumu.

Itulah yang dirasakan Quinn ketika ia mengetahui bahwa keberhasilan operasi transplantasi ginjalnya telah merenggut nyawa orang lain demi kelangsungan hidupnya.

Apakah Quinn mampu bertahan hidup?

Ataukah nyawanya harus menjadi harga yang dibayar atas kehidupan yang pernah ia ambil?

୨ৎ MARUNDA SEASON III ୨ৎ

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

III. Rumah Baru Quinn

...୨ৎ──── B R A U N ────જ⁀➴...

Saat aku berdiri, aku tarik Quinn sampai kakinya gemetar. Aku lepas dia, lalu kasih isyarat ke Papanya sambil beri perintah, “Lepasin ikatannya.”

Vloo mendekat, mengeluarkan pisau lipat, membukanya, lalu jongkok di belakang Tanoko dan memotong ikatan di lengannya.

Waktu Tanoko berdiri sambil mengucek pergelangan tangannya yang bengkak, aku bilang, “Kamu punya lima menit buat ngucapin selamat tinggal ke putrimu.”

“Apa?” teriaknya kaget, matanya bolak-balik menatap aku dan Quinn.

“Kenapa? Apa yang bakal kamu lakuin?”

Tanpa menjawab, aku menyilangkan tangan di dada dan bergumam, “Lima menit kamu sudah dimulai.”

Dengan panik yang tampak jelas di wajahnya, dia meraih Quinn dan memeluknya erat-erat.

“Apa pun yang terjadi, Papa cinta sama kamu, Sayang.”

Dia mulai menangis lebih keras dan merangkul Papanya sekuat tenaga.

Aku enggak sanggup mengucapkan selamat tinggal.

Ya Tuhan.

Aku rela memberikan apa saja agar bisa memeluk Naveen untuk terakhir kalinya. Buat bilang ke dia kalau aku sayang sama dia.

Rasa sakit di dadaku makin parah, berubah jadi amarah mematikan yang sempat mereda setelah aku membunuh dokter itu, tapi sekarang kembali lagi dengan kekuatan penuh.

"Pa—Papa,” isaknya. "Aku, A—aku sayang Papa!"

“Papa minta maaf atas semua kekacauan yang Papa buat,” bisik Tanoko ke putrinya. “Papa cuma pingin nyelametin kamu. Tolong maafin Papa.”

Saat Quinn menggeleng kepala, darahku serasa beku. Aku langsung bilang, “Waktunya habis.”

Pandanganku langsung beralih ke Vloo dan Larron. Mereka langsung bergerak. Memisahkan Tanoko dan Quinn.

"Kamu bakal diantar pulang, Tanoko. Kalau Kamu nelepon polisi, Quinn bakal mati. Kalau Kamu coba nolong dia dengan cara apa pun, dia bakal mati. Kamu juga bakal mati. Pembantu rumah kamu yang sialan itu juga bakal mati. Mengerti?"

Dia menggeleng dengan panik. “Apa yang bakal kamu lakuin ke putriku?”

Sudut bibirku naik. “Aku bakal bawa Quinn ke rumah barunya, tempat dia bakal melayaniku dan berlutut.”

Wajahnya meringis, dan aku menikmati penderitaannya. Aku angkat tangan dan melingkarkan jari-jariku di tengkuk Quinn, tarik dia ke sisiku. “Kalau dia jadi pelayan yang baik, aku mungkin kasih dia hak buat kunjungi kamu sewaktu-waktu.”

“Kumohon. Jangan lakuin ini,” pinta Tanoko.

Sambil menghela napas, aku bergumam, “Astaga, aku udah bosen dengar kata-kata itu. Ulangin sekali lagi dan aku bunuh kamu karena udah ganggu aku.”

Quinn mengejutkanku dengan gumaman pelannya, “Enggak apa-apa, Pa. Pergi aja.”

Aku miringkan kepala sambil menatap Tanoko, meresapi setiap detik penderitaannya.

“Aku enggak bakal mengulanginya lagi!” Aku memperingatkannya.

“Pergi, Papa! Aku mohon,” pinta Quinn. “Pergi!”

“Vloo, pastiin si Musielak bawa HP sama dompetnya,” perintahku sambil melepas Quinn.

Aku berbalik dan jalan ke arah pintu. “Sebaiknya kamu ikut aku, Tikus Kecil.”

“Selamat tinggal, Papa. Aku Sayang Papa,” katanya cepat, sebelum suara langkah kaki tergesa-gesa terdengar di belakangku.

"Quinn!" teriak Tanoko sebelum erangan keluar dari mulutnya. Vloo mungkin membungkam dia dengan pukulan.

Saat aku menuruni tangga, Quinn masih ada di belakangku. Perempuan itu membuatku terkejut, tapi bagaimanapun juga, dia cuma sedang mencoba menyelamatkan nyawa Papanya.

Aku mampir ke kantor dan bilang, “Aku mau pulang. Kabari aku kalau kamu ketemu Noor.”

Mata Gustav bolak-balik melihat Quinn dan aku sebelum dia bilang, “Oke ... Tidurlah.”

Waktu aku menengok ke kanan, aku melihat Nabilla sedang mengobrol sama Lazuar, dan aku jalan ke arah mereka. Begitu Nabilla sadar aku ada, punggungnya menegang dan dia langsung menurunkan pandangan.

“Nabilla, mulai sekarang kamu bakal kerja di klinik kami. Aku pastiin gaji kamu bagus.”

“Terima kasih, Tuan Baek.”

Pandanganku pindah ke Lazuar. “Bawa Nabilla ke rumahku besok biar dia bisa meriksa Quinn.”

“Baik, bos.”

Setelah semua beres, aku jalan ke pintu keluar dan kasih isyarat ke Marius sama Chooper dengan mengangkat dagu, tanda kami pergi.

Chooper taruh cangkir kopinya di salah satu meja. Dua anak buahku itu melirik Quinn dengan waspada waktu mereka jalan ke arah tempat Bentley diparkir.

Saat Marius membukakan pintu belakang, aku minggir dan kasih isyarat ke Quinn buat masuk.

Dia menengok ke belakang, mungkin berharap bisa lihat Papanya untuk terakhir kalinya. Dia masuk ke dalam, dan aku mengikuti dia, membuatnya menempel ke pintu satunya, untuk menjauh dari aku.

“Mau ke mana, bos?” tanya Chooper.

"Ke rumah."

Quinn memalingkan wajahnya menjauh dari aku dan menatap jendela saat kami pergi.

Kami meninggalkan gudang.

Aku dengar dia tarik napas dalam-dalam dan sadar kalau dia menangis. Aku memutar bahu, mengurangi ketegangan di leherku sambil memandang ke luar jendela.

HP aku mulai bergetar. Waktu aku keluarkan dari saku, nama Tully muncul di layar.

...📞...

“Selamat pagi,”

Aku bergumam capek setelah malam yang panjang.

^^^“Apa kabar?”^^^

Aku memejam dan menghela napas.

"Aku baik-baik aja. Gimana keluargamu? Kamu udah tidur?"

Tully ketawa kecil.

^^^“Aku sampai enggak bisa tidur. Baru satu masalah kelar, masalah lain muncul. Kayaknya aku bakal segera nyewa babbysitter.”^^^

“Kenapa kamu enggak lakuin dari kemarin?”

^^^“Lyorr enggak mau. Dan jujur aja, aku enggak percaya sama orang asing buat jaga mereka.”^^^

“Suruh Farris aja. Atau kamu sebaiknya bawa dia ke tempat penitipan anak biar kamu bisa istirahat sebentar.”

Tawanya meledak.

^^^ “Mustahil. Farris takut sama mereka.”^^^

Tawa kecil keluar dari mulutku.

“Aku bakal sempatin buat berkunjung akhir pekan ini.”

^^^“Mending kamu datang, atau aku yang datang ke rumah kamu bawa si kembar, biar kamu yang jagain mereka sementara aku tidur siang di salah satu kamar tamu.”^^^

“Jangan berani-beraninya kamu,”

Mataku pindah ke Quinn, yang langsung memalingkan wajahnya lagi.

“Aku punya tamu. Jangan bawa mereka.”

^^^“Siapa tamu kamu?”^^^

“Perempuan yang ngambil ginjalnya Naveen.”

^^^“Astaga, Braun. Kamu bawa dia ke rumah. Kenapa?”^^^

“Aku ceritain pas kita ketemu,”

Aku enggak mau Quinn dengar bagian percakapan ini.

^^^“Oke. Hati-hati.”^^^

"Aku cabut dulu."

Aku tutup panggilan dan masukkan HP itu ke dalam saku.

Beberapa menit kemudian, Chooper parkir Bentley dan aku buka pintu. Begitu turun, aku teriak,“Ayo, Tikus Kecil.”

Quinn ragu-ragu sebelum jalan. Di tengah jalan ke arah lift, dia berhenti.

Aku tekan tombol, dan saat pintunya terbuka, aku scan kartu kunci lalu kasih perintah, “Marius, tembak dia kalau dia enggak ada di dalam lift saat pintunya tertutup.”

“Baik, bos.”

Quinn langsung berlari masuk dan melingkarkan lengannya di pinggang.

Keheningan di antara kami mencekam saat lift naik. Begitu pintunya terbuka, aku masuk ke ruang tamu dan mengambil remote. Begitu TV menyala, semua siaran langsung dari kamera rumah keluarga Musielak langsung muncul di layar.

Pembantunya ada di dapur, tapi Tanoko enggak kelihatan. Aku angkat telepon dan menelepon nomor Vloo.

...📞...

^^^“Ya, bos?”^^^

"Di mana dia?"

^^^"Kami harus mukul dia sedikit. Kami sudah mau sampai."^^^

"Dia nerima peringatannya?"

^^^"Iya, bos."^^^

"Good."

Aku menutup panggilan. Sambil menunggu Tanoko pulang, pandanganku beralih ke Quinn yang lagi memperhatikan TV dengan ekspresi ketakutan.

“Selamat datang di rumah barumu,” kataku dengan nada yang sama sekali enggak menjanjikan hal baik.

Matanya melirik ke arah aku. “Ini enggak akan pernah jadi rumah aku!”

Aku pun tertawa pahit. “Kita lihat aja nanti.”

1
sleepyhead
Dan akhirnya A death pact with the Grim Reaper
sleepyhead
( -̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷄◞ω◟-̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷅ )
Adellia❤
jadi intinya q enggak bisa siksa Quin sampe 6 bulan kedepan??? setan .... hahahaha... ngakak pollll😂😂
Lisa Halik
kesianlah quiin klu dia pun di siksa
Rainn Dirgantara
Lanjut kak
Rainn Dirgantara
Cinta sma siapa, dia siapa? Salfok
Rainn Dirgantara
Emang, dokter apaan kek gitu
Rainn Dirgantara
Diem deh nolan, etdah santai bgt tuh org
Rainn Dirgantara
Lah enak pake bg lah quin ngapain polisi 😏
Adellia❤
dan dy bisa bunuh km kapanpun..
Rainn Dirgantara
Aduhh 💔😭
Rainn Dirgantara
Ga sepenuhnya salah quin juga, kalo dia tau dapet ginjal nya dngn cara gitu pasti dia gamau 🥺
Rainn Dirgantara
Naikin aja dulu harga awalnya, abis itu kalo masih minta diskon lagi tinggal kasih wkwk
Adellia❤
detak jantungnya enggak akan meningkat hanya karna bunuh orang Quin tapi suatu hari nanti km yg bikin dy jantungan..
Adellia❤
AK, PDW apa itu thorrr???
Adellia❤: oke👌 AK yg kayak di pake pasukan BRIMOB kali yak..
total 2 replies
Adellia❤
Quinn... 😭😭😭😭 sumpah ini sedih bangett kalo dari awal tau Quinn pasti enggak mau transplantasi ginjal 😭😭😭😭 seseorang harus bertanggung jawab bukan km Quinn😭😭😭
Adellia❤
sumpah serem bangett kalo q yg di posisi Quin udah ngompol berkali" terus enggak sadarkan diri..
Adellia❤
woyyy cover kenapa jadi CEO gitu enggak cocok sama bang braun 😭😭😭
Adellia❤: hah ??? serius thorrr tuh cover berubah sendiri ??? bukan km yg ganti??? udah kayak siluman tuh cover bisa ganti wujud..
total 2 replies
Adellia❤
kasian km Quin pasti bingung bangett takut juga..
Adellia❤
sayangnya dy kebal polisi Quin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!