NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alexander Wijaya

"Alex, aku ingin kamu menikahi adik iparku Vanessa."

Permintaan dari sang bos membuat pria berumur 30 tahun itu terbelalak. Dialah Alexander Wijaya, seorang pria lajang yang mengabdikan hidupnya kepada keluarga Lucian, hingga untuk mencari cinta sejati pun tidak ada waktu.

Sebenarnya bukan tidak ada waktu, melainkan masa lalu keluarganya yang buruk yang membuatnya menutup hati dan enggan menikah. Jangankan menikah menjalin hubungan saja tidak pernah, rasa trauma masih melekat di jiwanya.

"Tuan, apa kau gila? Aku harus menikahi Vanessa yang masih duduk di bangku SMA. Dia masih sekolah, ditambah dia sangat menyebalkan," geram Alex mengingat tingkah-tingkah Vanessa yang selalu membuatnya kesal.

Bahkan Alex memanggil gadis itu dengan sebutan kancil.

"Aku tahu Alex, cuman ini permintaan mertuaku kamu sendiri yang melakukannya."

Ya, semua ini karena insiden malam itu.

Malam di mana ketika ia harus pulang bekerja, yang seharusnya pergi menuju apartemen untuk merebahkan diri tetapi harus kembali bertugas karena permintaan dari istri bosnya Nyonya Sera.

Sang bos panik, karena sang adik seharusnya sudah pulang sekolah tetapi masih berkeliaran di luar pada malam hari tanpa ada kabar. Tentu, tingkahnya itu membuat ibu dan ayahnya panik, sehingga menghubungi Sera kakak tercintanya yang merupakan istri bosnya.

Dia meminta Alex untuk mencari Vanessa. Satu permintaan yang tidak bisa ia tolak.

"Alex, aku mohon kamu carikan Essa untukku. Sejak pagi berangkat sekolah dia belum pulang sampai malam ini, ibuku khawatir jadi tolong kamu cari dia, ya."

Alex hanya bisa membuang nafas berat ketika mendapat perintah itu, apalagi saat suara Darren terdengar dari seberang sana.

"Cepat carikan Vanessa itu perintah dariku."

Alex semakin menghela pelan nafasnya. "Iya, baik Nyonya, tapi apa ada satu tempat yang dikira adikmu kunjungi? Mungkin tempat yang biasa dikunjungi Essa, seperti taman, atau perpustakaan mungkin."

Namun, diantara keduanya tidak termasuk. Alex terbelalak ketika mendengar tujuan yang termungkin Vanessa kunjungi.

"Ibu bilang dia diajak temannya pergi ke Club."

"Club?" Kening Alex, mengerut. Gadis remaja seperti Vanessa bisa masuk ke Club, itu tidak mungkin. Kecuali ada seseorang yang mengajaknya, karena masuk ke tempat seperti itu tidaklah mudah, kecuali orang yang sering berkunjung ke sana dan sangat mengenal orang-orang di dalamnya.

"Baiklah, aku akan mencarinya jadi tunggu saja kabar dari saya. Kirimkan saja beberapa foto temannya yang mungkin selalu pergi bersamanya."

Alex menutup sambungan teleponnya, membuka pintu mobil lantas masuk ke dalam. Alex, duduk dibagian kemudi, membuka dasi yang mencekik lehernya seharian, membuka jas yang membuat tubuhnya sangat kepanasan sehingga ingin berendam di dalam bathtub.

Setelah melepas seluruh pakaian yang menyiksanya Alex, menekan bundaran setir yang sedari tadi menunggu ia kendalikan. Sambil membuka kancing kemeja atasnya tangan Alex terus memutar bundaran setir ke kiri dan kanan, hingga mobilnya melaju meninggalkan area perusahaan.

Dentingan ponsel membuyarkan fokusnya. Alex mengurangi sedikit kecepatan untuk mengintip pesan WhatsApp yang dikirimkan Sera. Ada dua foto gadis seusia Vanessa, Alex pun mengamatinya sebentar—ia mengenali sosok kedua gadis itu yang pernah ditemuinya beberapa waktu lalu.

Alex berpikir kedua temannya itu yang membawa pengaruh buruk bagi Vanessa. Alex, mengirimkan foto tersebut kepada beberapa temannya yang sering pergi ke Club malam untuk bersenang-senang.

Dari sekian banyak teman, hanya satu yang membalas. Alex semakin menyipitkan kedua matanya, membaca pelan tulisan itu.

Aku pernah melihatnya, dia sering datang ke clubing Fall, mereka memang masih remaja tetapi jiwanya sudah dewasa. Remaja sekarang sudah dewasa sebelum waktunya, dan untuk si baju merah aku rasa dia pacar klienku, gila! dia memacari sugar Daddy. klienku usianya 40 tahun.

Sontak bola mata Alex, membulat seketika. Ternyata yang Alex dengar waktu itu benar. Kedua teman Vanessa, menyarankan Vanessa untuk mencari Om-Om untuk dipacari biar dapat uang jajan lebih. Akan tetapi, tidak mungkin seorang lelaki dewasa mau memberikan uang secara cuma-cuma jika tidak ada maksud lain, semacam memvaskannya.

Alex, semakin mempercepat laju mobilnya menuju Clubing Fall. Baginya Vanessa terlalu polos untuk diajak ke tempat seperti itu. Jangan sampai seorang pria melakukan hal buruk padanya, walaupun hubungannya tidak pernah baik dengan Essa, sebagai jiwa lelaki dewasa Alex, juga menganggap Essa seperti adiknya, yang tidak akan membiarkan Essa terjerumus.

Alex, segera turun dari mobil. Sebelum keluar ia membuka kacamata beningnya, memperlihatkan mata biru yang indah, Alex, terlihat tampan tanpa kacamata ditambah rambut yang kalis dibiarkan berantakan, biar terlihat seperti pria nakal lainnya.

Alex, langsung turun melangkah masuk ke dalam Club, ketika dihentikan kedua penjaga Alex hanya menatap datar, lalu memperlihatkan kartu VIPnya. Dengan begitu ia mudah memasuki tempat terlarang itu. Semua pengunjung mempunyai kartu akses masuk, tidak sembarang orang masuk kesana.

Lalu bagaimana dengan Alex?

Pria itu tidak pernah memasuki tempat terkutuk itu kecuali sesekali karena sebuah tugas khusus dari bosnya.

Alex, memasuki area Club yang semakin dalam semakin penuh dan riuh. Pencahayaan yang remang, membuat matanya harus setajam mungkin mencari sosok gadis kancilnya.

Dari jauh di sudut ruangan Darren melihat gadis remaja yang memakai seragam sekolah, walau kemeja atasnya sudah ditutup oleh switer. Alex melihat Vanessa seperti tidak nyaman, kedua pria yang berada di samping kiri dan kanannya terus menggangu, mencolek, hingga berani memepet gadis itu.

Alex, yang melihat itu sangat geram. Hingga ketika Essa hendak meminum segelas vodka langsung ditepis oleh Alex. Mata Vanessa membola seketika, ia terlihat tidak suka dengan kehadiran Alex.

"Om, ngapain di sini? Apa Om sedang mencari ani-ani, Oh Tuhan ... Om, seleramu buruk sekali."

Alex memutar bola matanya malas. Belum apa-apa Vanessa sudah ngajak ribut dirinya.

Namun, Alex tidak peduli ia langsung menarik Essa dari sana.

"Ayo pulang."

"Eh, Om tunggu! Jangan main tarik-tarik aja dong." Essa melepaskan tangan Alex. "Aku datang kesini dengan teman-temanku, aku akan pulang dengan mereka," tegas Essa.

"Essa, kau tidak tahu ini tempat apa? Tempat ini tidak cocok untuk usia sepertimu."

"Maksudnya?" Essa menatap tajam Alex, dengan kedua tangan yang dilipat di bawah dada.

"Essa, orang tua mu mencari, dan aku kesini atas perintah kakakmu. Aku akan mengantarkanmu pulang."

"Tidak!"

"Essa!" sentak Alex dengan tajam. Sedetik Essa, terdiam. Matanya terpaku menatap dekat wajah tampan Alex yang berbeda, apalagi ketika membentaknya Alex, terlihat lebih berkarisma.

Oh tidak, apa yang aku pikirkan, Essa menggeleng.

"Aku tahu apa yang kamu pikirkan, menurutmu aku bukan gadis dewasa, kan jadi aku tidak boleh datang kesini. Cukup menganggap ku anak kecil, dan malam ini akan aku buktikan jika aku sudah dewasa."

Kening Alex mengerut.

Essa, berbalik matanya memindai sekeliling hingga jatuh pada seorang bartender yang membawa nampan berisi banyak gelas minuman. Demi membuktikan jika dirinya sudah dewasa, Essa berjalan ke arah bartender itu lalu mengambil segelas Vodka yang langsung diteguknya.

Sambil merem melek Essa, merasakan minuman itu untuk pertama kalinya. Sensasi aneh dan tidak bisa dijabarkan apa minuman itu enak atau buruk. Essa, meletakkan kembali gelas itu pada nampan, lantas berbalik ke arah Alex.

Sementara sang bartender, meringis karena minuman itu sudah dipesan khusus. Seseorang sudah memesannya dan yang paling parah minuman itu sudah dicampur dengan obat yang entah obat apa itu.

"Kamu lihat, kan aku meminum ah ...." Tiba-tiba Essa memegang kepalanya yang terasa pusing. Alex, langsung mendekat yang meraih tubuh kecil itu yang hendak terjatuh.

"Sudah aku bilang kau belum cukup dewasa Essa."

"Aduh, pusing." Essa meringis.

Alex, segera membawanya pergi dari tempat itu. Akan tetapi setibanya dalam mobil tingkahnya menjadi aneh. Essa, merasa tidak karuan, tidak nyaman, sambil bergerak ke samping kanan dan kiri.

Alex, mengabaikan yang tetap fokus pada jalanan. Namun, tiba-tiba tingkah Essa membuatnya terkejut, Essa melepas switernya, melepas kancing kemeja yang hampir saja seragam itu terlepas. Alex, segera menahan tangan Essa dengan tangan kirinya.

"Essa hentikan! Apa yang kamu lakukan?"

"Gerah, rasanya panas."

"Apa!"

Alex sudah pasti menebak apa yang terjadi kepada Essa. Minuman Essa mengandung obat perangsang. Alex, berdecak kesal yang langsung memacu lebih cepat mobilnya hingga tiba di depan sebuah kedai.

Kedai milik ibu dan ayah Essa, Alex membawa turun Essa, yang semakin meronta dan mengacau. Alex tidak bisa membiarkan gadis itu berjalan sehingga ia menggendongnya. Namun, setelah tiba di dalam Ane dan Joko tidak ada, Alex bingung apa yang harus dia lakukan pada Essa.

Alex pun membawa Essa ke dalam toilet, menyiramnya dengan air demi untuk menghilangkan rasa panas pada tubuhnya. Namun, Essa sudah diluar kendali, ia menarik tubuh Alex hingga menempel padanya, seketika tubuh Alex pun jadi basah.

Essa, menatap lekat wajah tampan Alex, masih setengah sadar, Essa berjinjit untuk menyetarakan tingginya, seketika tubuh Alex meremang, ia terpaku saat Essa mencium bibirnya. Dan disaat itulah kedua orang tua Essa datang hingga menimbulkan kesalahpahaman.

...----------------...

Apa kabar reader, selamat datang di karya author yang baru. Ini kisah Essa dan Alex, yang belum tahu awal cerita Alex dan Essa bisa kalian baca di novel aku yang berjudul Godaan Cinta Ibu Susu .

Jangan lupa kasih dukungan untuk karya aku yang baru ini, ya 🤗

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!