Level 0 yang Menaklukkan Dunia
Di dunia tempat setiap orang memperoleh kekuatan saat berusia delapan belas tahun, status menentukan segalanya. Ada Rank E, D, C, B, A, hingga S. Namun Kai... Mendapatkan Level 0. "Mustahil..." "
0
1
Aku dan Gadis yang Menghilang Saat Fajar
Hujan turun pelan ketika Arga pulang dari sekolah. Langit kelabu membuat jalanan terlihat sepi. Saat melewati halte tua yang sudah lama tidak digunakan, ia melihat seorang gadis duduk sendirian sambil
0
1
Syailendra
Bab 1 Dua Kilau di Balik Kabut Kuno Malam itu, di jantung Lembah Syailendra—sebuah wilayah yang terhapus dari peta modern—langit menangis lewat badai petir yang hebat. Di dalam kuil batu Suku Aka
0
0
~Luka Badai, Dermaga Sunyi~
Elvano selalu suka aroma laut saat sore. Namun, tidak dengan badai yang tiba-tiba mengamuk sore itu di jembatan melengkung Pantai Ancol. Hujan deras mulai menghantam papan-papan kayu dermaga dengan ka
0
0
"SEHARUSNYA"
Sudah 3 hari lebih sejak aku sembuh setelah jatuh di kamar mandi, sejak saat itu aku selalu benci ketika melihat cermin, setiap cermin di kamarku selalu aku sembunyikan atau hancurkan. Bahkan aku tida
0
1
CATATAN DARI RUMAH KOS
"Kak Evan, cerita ini sudah bisa diterbitkan kah?" tanya Dewi sambil menyerahkan tumpukan kertas ke tangan pria yang sedang duduk di sudut kedai buku kecil. Wajah Dewi yang cantik namun sedikit lelah
0
0
Rewrite the stars...
— How can we rewrite the stars? Say that the world can be ours, tonight. --- Malam itu suasananya sunyi. Di langit malam yang indah, bintang-bintang berhamburan. Indah banget. Seolah-olah mere
0
1
Cinta yang kembali tumbuh
Deon dan Maya telah bersama sejak kuliah. Mereka berbagi mimpi yang sederhana: rumah kecil, perjalanan ke luar kota, dan suatu hari, anak-anak yang berlarian di halaman. Namun, hidup tak selalu sesua
0
1
Ketika Waktu Memilih Kita
Alina adalah seorang mahasiswa seni yang bercita-cita besar. Di kampus, dia bertemu Bima, pemuda pendiam yang baru pindah dari kota lain. Awalnya, mereka hanya berteman, berbagi cerita tentang mimpi
0
0
Say it Louder!
Konon, masa sekolah adalah masa anak anak remaja bisa saja menemukan cinta sejatinya. Kalimat ini cocok untuk Kanaya yang baru saja menginjak usia 16 tahun dan mulai memasuki sekolah menengah atas. D
0
0
Halo, Ini Aku. Yang Tidak Pernah Dapat Meraihmu.
Halo, ini aku. Aku yang selalu menatapmu dari balik layar yang dingin, dari jarak yang tidak bisa kutempuh dengan kaki. Aku mencintaimu sejak pertama kali suaramu masuk ke kamarku lewat sepasang e
0
1
27 Tahun dan Pertama Kalinya Jatuh Cinta
Nisa selalu menyukai perjalanan. Bukan sekadar berpindah tempat, tetapi melarikan diri sejenak dari rutinitas, menghirup udara baru, melihat wajah-wajah asing, dan mengingatkan dirinya bahwa dunia ja
0
0
Pemberontakan Malaikat Maut
“Apa?! Mengapa saya harus mencabut nyawa manusia? Bukannya sudah ada yang bekerja di bidang tersebut?” “IX, kamu harus mengerti bahwa dalam hidup, terkadang kita harus bisa menerima hal yang tidak k
0
0
aku juga anakmu
01.Sisa Makanan di Meja Makan Aroma semur daging sapi buatan Ibu memenuhi seluruh penjuru rumah. Elin menelan ludah. Perutnya sudah berbunyi sejak pulang sekolah tadi. Namun, ia tahu diri. Ia tidak b
0
1
Pelukan Ibu : Perisai Terkuat dan Terhangat
Jika sebuah pelukan itu sangat dirindukan, maka itu yang dirasakan seorang gadis kecil bernama Serly. Tinggal didesa hanya berdua bersama ibunya, membuat gadis kecil itu hidup mandiri dan sederhana. R
0
0
Melintas di bab Remaja
Aroma kertas tua dan debu yang menari di bawah sela cahaya jendela selalu menjadi aroma favoritku. Bagi orang lain, perpustakaan kota di ujung jalan itu mungkin tempat yang membosankan dan berbau apak
0
2
Hyper
Angin berembus pelan, layaknya sapaan lembut sebelum pelukan hangat. Lalu hujan turun deras, memeluk bumi dengan rintik-rintik yang membawa kesejukan. Terlihat dibawah atap sekolah yang sudah tua, wan
0
1
Rintihan Jiwa Tanpa Nama
Mereka menamainya ketenangan, aku menamainya pelupaan. Ibu tidak pernah tahu bahwa di balik dinding rahim yang hangat itu, aku sempat memiliki detak jantung yang berdegup kencang seperti genderang kec
5
4
Tanah Terkutuk #2: Amis yang Menolak Bilas
Sembilan tahun berlalu. Jeruji besi yang dingin tidak mampu membersihkan bau darah dari ingatan Joko. Namun, hukum manusia terkadang terlalu longgar. Atas dalih berkelakuan baik dan menyerahkan diri
0
6
Menyudut untuk menyendiri
Hari itu ternyata hari terakhir untuk kita. Sejenak meluapkan segala hal yang menyesak didada. Tanpa pesan tanpa kata, hanya diam seperti karang yang kokoh ditengah samudra Membius keheningan. Bersama
1
6