Angin berembus pelan, layaknya sapaan lembut sebelum pelukan hangat. Lalu hujan turun deras, memeluk bumi dengan rintik-rintik yang membawa kesejukan.
Terlihat dibawah atap sekolah yang sudah tua, wanita muda 25 tahun menadahkan tangan untuk menampung hujan.
"Hatchu!!"
"Duhh ini hujan kapan berhenti yaa"
Seseorang menodongkan payung ke arah perempuan itu..
"Miss El!"
(Anak lucu dan menggemaskan mengenakan jas hujan pink menghampiri Eliya yang sedang berteduh)
"Eh.. Harum kamu kenapa disini?"
Seorang pria gagah tinggi 179/70 itu menghampiri sang anak dan wanita itu.
"Harum, yuk pulang makanannya sudah abang beli nih."
"Abang! Payungnya aku kasih Miss El ya?"
"Ehh.. Harum, nanti abang mu kebasahan dong pulangnya sayang.."
Pria itu nenodongkan tangan kedepan Eliya di tengah guntur dan angin yang masih belum mereda.
"Abangnya Harum Miss, gapapa pake aja payungnya miss. Kasian miss gabisa pulang."
"Nah iya tuh Miss, abang kan laki-laki dia kuat kok kena hujan!" (Semangat harum untuk menolong Eliya)
"Ah.. bener nih abang Harum? Kalau begitu terimakasih deh.." (senyum lega karena akhirnya bisa pulang)
Pria itu pun pergi sambil menggendong sang anak dengan langkah besar dan cepat semakin lama semakin hilang dari pandangan Eliya.
Pagi itu seperti biasa Eliya berjalan dengan langkah kaki yang tidak terlalu panjang menelusuri jalan setapak kecil dengan pemandangan bunga dan daun yang berguguran.
"Selamat pagi, Miss El!"
"Pagi Bu Anggi! Bu hari ini saya mau izin setengah hari yaa. Kemarin sudah ngomong sama Kepala Sekolah."