Sudah 3 hari lebih sejak aku sembuh setelah jatuh di kamar mandi, sejak saat itu aku selalu benci ketika melihat cermin, setiap cermin di kamarku selalu aku sembunyikan atau hancurkan. Bahkan aku tidak mau melihat cermin di kamar mandi, aku akan selalu melakukan apapun untuk menghindari cermin.
Tapi suatu ketika, aku diajak kedua orang tuaku pergi ke rumah kakek dan nenek. Ternyata semua keluarga besar telah berkumpul disana, suasanya begitu hangat tapi aku selalu merawa was was dan berusaha bersikap normal. Aku lalu pamit ke kamar lamaku untuk mengambil buku yang akan aku berikan ke salah satu sepupuku sebagai hadiah ulang tahun nya yang terlambat aku berikan, namun perasaan aneh menyelimutiku saat aku baru saja membuka tas ku. Perlahan aku menoleh dan baru sadar ada cermin besar di kamar itu. Pantulanku disana terlihat jelas, seorang gadis dengan rambut hitam sebahu yang berekspresi sedih dengan rintihan tangis pelan yang hanya aku yang bisa dengar. Sial, seharusnya aku membungkam mulutnya agar suara tangisnya tidak terdengar sebelum bertukar tempat dengannya 3 hari lalu.