"Kak Evan, cerita ini sudah bisa diterbitkan kah?" tanya Dewi sambil menyerahkan tumpukan kertas ke tangan pria yang sedang duduk di sudut kedai buku kecil. Wajah Dewi yang cantik namun sedikit lelah selalu bersinar saat berbicara tentang tulisannya. Pria yang disapa Kak Evan itu sebenarnya adalah Eka Pratama – CEO perusahaan penerbitan terbesar di Indonesia yang selama ini hanya fokus pada konten komersial besar.
Ceritanya dimulai ketika Eka merasa perusahaan nya kehilangan nilai esensial dalam industri kreatif. Banyak penulis muda berbakat yang karya-karyanya tidak pernah terlihat karena dianggap tidak menguntungkan. Suatu hari, dia menemukan rumah kos kecil yang jadi tempat berkumpulnya para penulis muda lokal – sebagian bekerja sebagai buruh kasar agar bisa terus menulis cerita tentang kehidupan mereka.
Di sana, Eka bertemu Rina – seorang penulis muda yang cantik namun harus bekerja keras sebagai penjaga taman agar bisa menyekolahkan adiknya. Cerita-ceritanya tentang kehidupan pedesaan selalu membuat semua orang yang membacanya merasa tersentuh. Namun Rina tidak tahu bahwa pria yang sering beri masukan itu adalah CEO perusahaan yang dulu menolak karyanya.
"Saya pernah mengirim cerita ke perusahaan besar tapi ditolak," ujar Rina dengan suara lembut. Eka merasa sangat bersalah tapi tetap membantu Rina mengumpulkan cerita rakyat dari penduduk tua sebelum terlupakan. Mereka bekerja sama membuat buku kumpulan cerita rakyat yang belum pernah tercatat dengan benar.
Suatu malam, banjir melanda desa tempat mereka tinggal. Banyak cerita yang hampir hilang bersama barang-barang Rina. Eka akhirnya mengaku identitasnya dan mengirim tim bantuan cepat – membawa perlengkapan darurat serta tim dokumentasi untuk merekam cerita rakyat sebelum terlupakan.
"Saya minta maaf karena pernah menolak karyamu," ujar Eka dengan penuh rasa cinta. "Kita akan bangun pusat pelestarian cerita rakyat di desa ini dan terbitkan buku pertamamu yang berisi cerita-cerita desa!"
Rina menangis bahagia dan menerima lamaran cintanya. Mereka bekerja sama membuat buku berjudul "Hikayat dari Bawah Pohon" yang menjadi bestseller dan membantu banyak penulis lokal mendapatkan kesempatan untuk dikenal luas.