Kesedihan Riana
Kesedihan Riana Penulis: Lili Aksara. Rintik air berjatuhan, membasahi tanah di perkampungan Teratai Indah. Ya, tahun ini memang hujan sangat sering sekali terjadi. Tidak pagi, tidak siang, bahkan
0
1
Sayap Gayatri Tanpa Ikatan Janur
Di bawah langit Ubud yang sering kali diagung-agungkan para turis sebagai "surga terakhir", Ni Putu Gayatri merasa dirinya tak lebih dari seekor burung dalam sangkar emas yang berkarat. Sebagai peremp
0
1
Gadis Dara Putri
Di sebuah rumah minimalis di sudut Jakarta, hiduplah Pak Fuad dengan tiga anak perempuannya yang punya spek visual di atas rata-rata. Sejak Ibu wafat karena kanker lima tahun lalu, Pak Fuad jadi ayah
0
1
The Glitch In My Aesthetic : Versi 1.0
Pukul 05.00 pagi. Jakarta masih dibungkus kabut polusi yang dalam filter kameraku terlihat seperti aesthetic misty morning. Alarm ponselku tidak berbunyi; ia hanya bergetar halus di pergelangan tangan
0
1
Sepiku yang Kubawa
Hujan turun pelan di jendela kamar Selfa. Tetesannya menetes lambat, hampir ritmis, dan entah kenapa, itu membuatnya merasa tenang. Sepi rumahnya malam ini terasa familiar—bukan menakutkan, tapi aman.
0
2
Teen Persahabatan Cinta
Malam yang gelap, menyibakkan udara yang begitu dingin hingga ke pori-pori. Di sebuah gedung sekolah yang sengaja tidak diberikan lampu, saat ini sedang mengadakan sebuah acara. Acara rutinitas tiap t
10
269
Turn Left Turn Right
Beberapa tahun lalu, seorang sahabat karibku menelpon ku, sekitar pukul 10 malam. Saat itu aku menginap di rumah kakak tertuaku, awalnya niatku adalah menemani beliau karena buah hati pertamanya sedan
0
0
Sore ini
Tentang HTS.... yaaa hubungan tanpa status. Soal rasa pada seseorang yg kita g ada hak untuk cemburu.. Soal kita harus terima saat dia dekat dg yang lain... Tapi dia selalu bisa memprioritaskan kit
0
1
KETIKA AKU BERTEMU MANTAN ISTRIKU
KETIKA AKU BERTEMU MANTAN ISTRIKU Hai-hai perkenalkan aku Author Moon, sehari hari di rumah, alias pengangguran akut, suka nulis, hobi baca, di temani anak bujang dan secangkir kopi. Maka izinkan p
34
124
Merindu
Matahari terik menusuk seluruh tubuh, peluh yang menetes telah membasahi tubuhku. Di sini aku berjalan menyusuri jalan yang begitu padat, menunggu antrian yang begitu panjang. Begitu jauh aku menuntut
0
0
Dunia Yang Berbeda
Keyla Izzatunnisa ~ Gadis remaja berusia 15 tahun. Ke dua orang tuanya bekerja di Amerika, karena itulah ia jarang mendapatkan kasih sayang orang tua. Mempunyai 3 orang kakak, 2 laki-laki dan 1 perem
12
49
Janji di Bawah Bintang Februari
Dua sahabat, Risa dan Rian, duduk di sebuah bukit kecil yang menghadap ke langit malam Februari. Bintang-bintang berkelap-kelip di atas kepala mereka, menciptakan suasana yang magis dan romantis. R
0
0
Liburan Singkat di Pulau Cinta
Rani dan Rio adalah pasangan yang sudah lama menjalin hubungan. Mereka saling mencintai dan saling menyayangi. Namun, mereka jarang memiliki waktu untuk berduaan karena kesibukan masing-masing. Sua
0
0
Konser di Malam Februari
Dina adalah seorang gadis yang sangat mencintai musik. Ia selalu bermimpi untuk menjadi seorang penyanyi terkenal. Setiap malam, ia bernyanyi di kamarnya sambil memainkan gitarnya. Suatu hari di
0
0
Surat Cinta dari Masa Lalu
Seorang pria tua bernama Pak Hasan menemukan sebuah kotak usang di loteng rumahnya. Di dalam kotak itu, ia menemukan sepucuk surat cinta yang ditulis olehnya untuk seorang wanita bernama Ratna. Surat
0
0
Hujan di Balik Jendela Februari
Rintik hujan Februari menari-nari di kaca jendela. Di balik tirai tipis, seorang wanita bernama Arini duduk termenung. Matanya nanar menatap jalanan yang basah dan sepi. Februari selalu menjadi bulan
0
0
Di Sore Hari
"Bergegas!" seruan dari Akina membuatku terperangah. Setelah menentukan siapa yang menjadi _kucing,_ kami yang bermain segera berpencar guna untuk mencari pelindung agar badan kami tidak terlihat. Ya
0
0
AKU PERNAH JADI RUMAHMU
Hujan turun pelan sore itu, membasahi kaca jendela kamar Zahra. Tetesannya seperti mengulang kenangan pelan, tapi tak bisa dihentikan. Ponselnya menyala. Nama yang dulu paling ia tunggu kini hanya ja
0
0
Terakhir Kali
Raka selalu bilang pada dirinya sendiri, “Cuma seratus ribu. Kalau menang, berhenti.” Tapi kata “terakhir” itu sudah ia ucapkan ratusan kali. Awalnya hanya iseng. Teman-temannya sering pamer kemenan
0
0
Obsesi [Markchan]
Note; Bxb, rate M! Happy Reading --- Satu-satunya pintu dikunci, dan dibuang kunci ke segala arah. Haechan duduk di lantai kayu, punggungnya nempel ke dinding dingin. Nafasnya berat, dad
0
1