Keyla Izzatunnisa ~
Gadis remaja berusia 15 tahun. Ke dua orang tuanya bekerja di Amerika, karena itulah ia jarang mendapatkan kasih sayang orang tua.
Mempunyai 3 orang kakak, 2 laki-laki dan 1 perempuan. Kakak pertama, bernama Revan Bramarta, sekarang ia kuliah di Korea. Kakak kedua, bernama Miranda Alfani berusia 20 tahun dan kakak ketiga, bernama Marta Bian Kusuma yang kini berusia 19 tahun.
Keyla bersama kedua kakaknya tinggal di pelosok desa di sebuah rumah yang cukup sederhana, orang tuanya pun merasa aneh kenapa anak bungsunya yaitu si Keyla meminta hidup di desa.
Jawabannya hidup di desa itu lebih nyaman, jauh dari keramaian dan udaranya pun masih segar.
Keyla lebih suka kesederhanaan dibandingkan dengan kakak kedua dan ketiga, mereka lebih suka hidup mewah.
Karena perintah kedua orang tuanya, Miranda dan Marta diminta oleh sang ibunda untuk hidup dengan adiknya di desa. Awalnya mereka menolak, tetapi mereka tau kedua orang tuanya tidak suka dibantah, keduanya pun menyutujui.
🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆
Suatu saat, Keyla tidak sengaja memecahkan barang milik kak Marta sampai hancur berkeping-keping.
Tentu saat Marta mengetahui barang miliknya hancur, ia marah besar kepada adiknya.
Keyla diseret ke gudang yang cukup besar dekat rumahnya. Marta berkata,
"Ini hukuman kamu karna sudah menghancurkan barang kakak!"
Keyla masih diam membisu.
"Hey, kamu dengar tidak yang aku bicarakan!" Bentak marta sambil menendang kaki Keyla.
"Iya kak, aku dengar. Hiks.. Hiks, kak aku mohon jangan hukum aku ditempat seperti itu. Keyla takut kak," ucap Keyla menangis.
"Cih, kamu pikir aku akan menghukum kamu apa! Pokoknya, kamu harus tidur semalaman di gudang itu. Dan TIDAK BOLEH KELUAR sebelum pagi menjelang, paham!!!" ucap Marta dengan bentakan yang membuat telinga sakit sambil menekan kata "Tidak boleh keluar".
"Aku takut gelap kak," ucap Keyla.
"Justru itu aku ingin menghukummu disini agar kamu takut dan tidak mengulangi kejadian lagi," ucap Marta.
Marta tau dari orang-orang sekitar kalau gudang itu adalah gudang yang sudah lama tak dipakai, kurang lebih 5 tahunan. Para warga sudah menganggap gudang itu "ANGKER" !.
Maka dari itu, Marta ingin menghukum adik bungsunya di gudang itu, mungkin setelah itu Keyla lebih berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan, pikir Marta.
Namun itu semua SALAH, Seminggu setelah Keyla keluar dari gudang, Ia yang dulunya ceria, banyak bicara seperti anak-anak lainnya menjadi pendiam, suka mengurung di kamar, tak jarang Keyla juga berbicara sendiri di hadapan meja.
Kakak-kakaknya yaitu Marta dan Miranda, merasa aneh dengan kelakuan si Keyla yang bisa dibilang tak waras.
🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆🥆
Hari demi hari berlalu, Marta dan Miranda merasakan ada yang aneh pada tubuh Keyla.
Dia sering teriak sendiri, berbicara sendiri bahkan suara Keyla kadang berubah menjadi suara aneh yang menyeramkan.
Miranda yang curiga dengan kelakuan adiknya Keyla, bertanya kepada Marta.
"Ada apa dengan Keyla? Mengapa dia seperti orang kesurupan?" ucap Miranda yang dibalas Marta dengan mengangkat bahu yang artinya tidak tahu.
Miranda yang curiga kepada Marta ada hubungannya dengan Keyla, karena saat ia tanya tadi wajah Marta berubah menjadi gugup.
Malam pun tiba,
Keyla masih sadar berperilaku sebagai orang normal pada umumnya.
Miranda saat ini sedang berbicara kepada adiknya Keyla di kamar.
"Key, kakak merasa ada yang tidak beres denganmu. Kau kenapa?"
Keyla hanya diam saja, sepertinya dia tidak suka sang kakak menanyakan itu.
"Oh ayolah Key, bicara dengan kakak, kenapa sekarang kau hanya berbicara sangat irit?" ucap Miranda sambil menggenggam tangan adiknya.
Keyla menepis dengan kasar tangan Miranda, dan tiba-tiba wajahnya berubah menjadi seram lalu keluar suara yang menjawab pertanyaan Miranda dari tubuh Keyla.
"HAHAHA, KAU TIDAK AKAN MENGETAHUI APA YANG TERJADI PADAKU". ucap makhluk yang berasal dari dalam tubuh Keyla.
"SEKARANG, KAU PERGI DARI SINI DAN TINGGALKAN MARTA!."
Miranda yang sangat takut hanya berdiri mematung, ia tak bisa mendengar apapun yang dikatakan makhluk tersebut.
Tiba-Tiba,
BRAKK...
Pintu kamar pun tertutup, Miranda yang sadar akan hal itu berlari kencang dan berusaha membuka pintunya. Namun hasilnya nihil, pintu sudah tertutup rapat dan tidak bisa dibuka seolah ada yang menguncinya dari luar.